Menhan menerima Ka LAPAN


16 April 2010, Jakarta -- Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro menerima Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) DR. Ir. Adi Sadewo Salatun beserta rombongan, rabu 14/4, di kantor Kementerian Pertahanan (Kemhan), Jakarta. Maksud kedatangannya adalah menjalani kerjasama dalam pengembangan teknologi roket pertahanan dengan Kemhan.

Dalam acara penyampaian paparan oleh Ka Lapan, Menhan sangat menyetujui keinginan Ka Lapan untuk bekerjasama dengan Balitbang Kemhan. Menhan menyambut baik kerjasama tersebut dan meminta agar kerjasama ini dibuatkan MoU antara Kemhan dan Lapan. Selain roket pertahanan, Menhan mengharapkan ada teknologi pertahanan lainnya yang bisa di kembangkan oleh Balitbang Kemhan dan Lapan.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemhan DR. Ir. Pos M. Hutabarat, MA mengatakan bahwa Balitbang mempunyai rencana bekerjasama dengan Lapan untuk meluncurkan warhead milik Balitbang Kemhan yang bekerjasama dengan PT. pindad. Dalam proses peluncurannya, Lapan akan menggunakan roket buatannya dan Kemham akan menggunakan warhead berukuran 120 mm. Saat ini, roket dan warhead sudah siap dan akan diluncurkan hingga ketinggian 12 Km yang di rencanakan pada bulan September 2010.

Selain roket, Ka Lapan menambahkan bahwa Lapan telah membuat satelit pengintaian. Satelit milik Lapan ini bernama Satelit Mikro Lapan-Tubsat dan telah diluncurkan pada tahun 2007 yang lalu. Satelit ini berada pada ketinggian 600 km dan masih bekerja dengan baik hingga saat ini.

Keunggulannya adalah satelit tersebut bisa dikendalikan langsung dan pengambilan gambarnya bisa diperoleh secara instan. Sedangkan satelit milik luar negeri tidak seperti itu. Prosesnya sangat lambat, gambar yang diinginkan difoto dulu, lalu foto diproses dan hasilnya akan terlihat tiga hari sampai seminggu kemudian.

Selain satelit tersebut di atas, Lapan juga akan meluncurkan kembali satelit kembar. Satelit itu terdiri dari satelit surveilance dan satelit imager. Posisi satelit berada di equator pada ketinggian 650 Km. Keberadaan satelit ini dimaksudkan penggunaannya untuk berkomunikasi darurat ketika bencana terjadi di Indonesia.

Dalam pertemuan tersebuat, turut mendampingi menhan Dirjen Renhan Kemhan Marsda TNI Bonggas S. Silaen, SIP, Dirjen Ranahan Kemhan Laksda TNI Gunadi, MDA, Kabalitbang Kemhan Dr. Ir. M. Hutabarat, MA dan Karo Humas Kemhan Brigjen TNI I wayan Midhio.

DMC

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan komentar pajak ditanggung pemilik blog ^-^

----------------------

Support Palestine