Tampilkan postingan dengan label Para Pejuang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Para Pejuang. Tampilkan semua postingan

Jihad di Nigeria Telah Dimulai Atas Ijin Allah


Akhir-akhir ini, kalian sering mendengar sebuah kelompok dengan nama "Boko Haram" yang berada di Nigeria. Dan beberapa laporan menyebutkan bahwa pemimpinnya telah tewas. Tulisan ini kami ambil dari sumber terpercaya mengenai situasi sebenarnya tentang Boko Haram.

Amir Boko Haram yang telah syahid (Insha Allah) masih tergolong muda, baru berusia 40 tahun dengan empat orang istri dan 20 anak. Ia telah hafal Al-Qur'an saat usianya masih belia dan terus mendalami ilmu agama tanpa henti. Ia mempelajari ilmu agama dari ayahnya dan salah satu ulama ternama di desanya.  

Setelah beranjak dewasa, ia belajar di salah satu pesantren terkenal di Nigeria di bawah Syeikh Ja'far. Namun beberapa waktu berada di sana, ia tidak setuju dengan pemahaman Al-wala wal Bara yang diajarkan di tempat tersebut dan ia mulai mencari ilmu Tauhid yang murni dan Al-Wala wal Bara yang benar.

Ia menghadapi banyak penyiksaan dari pihak pemerintah namun dirinya tidak pernah menyerah. Ia keluar-masuk penjara berkali-kali, muridnya pun mengalami hal yang sama karena Dakwah yang dilakukannya. Salah satu yang ia perjuangkan adalah hijrah dari pendidikan yang berbasis ideologi barat yang ia sebut merusak aqidah ummat.

Sejak kebanyakan masyarakat telah dihinggapi perasaan cinta dunia dan takut mati (Hubud dunya) dan ijazah yang dikeluarkan oleh instansi pendidikan hanya mengokohkan hal tersebut, ia dan murid-muridnya bergerak untuk menyelamatkan masyarakat dan mengembalikannya ke jalan yang benar. Tujuan dari kelompok yang ia dirikan adalah menegakkan syariat Islam seperti yang Allah inginkan di Nigeria. Ia mendakwahkan hal ini setiap waktunya namun sedikit sekali yang mau mendengarkannya. Ia tidak menyerah dan terus menyuarakan kebenaran, ia memulai dari kelompok kecil, memberikan halaqoh-halaqoh kepada mereka dan melakukan pembinaan kepada mereka (murid-muridnya-red).

Gerak yang dilakukannya membuat pemerintah marah dan membuat propaganda dengan mengatakan ajarannya sesat dan ia bukanlah seorang Muslim. Apapun yang dikatakan pemerintah, dakwahnya tetap berlanjut dan ia terus melakukan gerakan bawah tanah.

Ia membuat sebuah video berdurasi kurang lebih 1 jam yang berisi surat terbuka untuk pemerintah dan mengancam mereka. Video ini membuat seluruh muridnya dari seluruh bagian negeri hijrah dan berkumpul didekatnya di Maiduguri.

Sebuah peristiwa terjadi di salah satu negara bagian Nigeria. Salah seorang Naqib (pemimpin wilayah) Boko Haram ditangkap dan anggota lainnya mengadakan aksi protes agar pihak kepolisian mau membebaskannya. Di sini, polisi melakukan penembakan dan naqib tersebut syahid (insha Allah) bersama beberapa anggota lainnya.

Menurut sumber, dilaporkan bahwa amir Boko Haram menunda penyerangan karena saat itu merupakan bulan suci dan ia ingin melakukan persiapan dengan matang, namun ia mendapat serangan terlebih dahulu dari tentara pemerintah yang menyerbu markasnya.

Dari sinilah dimulai pertempuran antara tentara pemerintah Nigeria dengan Boko Haram. Sejumlah besar tentara lengkap dengan tank baja di sebar di beberapa bagian negeri. Mujahid Boko Haram berhasil menghancurkan salah satu tank musuh dan membunuh banyak tentara (sekitar dua puluhan) dalam pertempuran.

Serangan terbaru menyerang amir Bomo Haram dan asistennya. Asistennya syahid (insha Allah) dengan cara keji. Sang amir menarik mundur pasukannya karena saat itu, ia melihat pertempuran telah memakan korban dari kalangan sipil. Namun di dalam kelompoknya ternyata ada penghianat (mata-mata pemerintah) yang menyebabkannya tertangkap dan syahid (insha Allah) dalam pertempuran tersebut. Semoga Allah mengampuni segala dosanya dan menerima amalannya.

Para petinggi Boko Haram lainnya masih banyak yang selamat dan mereka berjanji akan melanjutkan jihad. Kini, pemerintah murtad telah menyebarkan maklumat bahwa seluruh orang yang memiliki pemahaman seperti Boko Haram akan ditangkap dan dieksekusi. (haninmazaya/arrahmah.com)

 

Baku Tembak Alawiyah Nasher Shalahuddin dan Pasukan Israel di Timur Khan Yunis


Khan Yunis – Infopalestina : Batalion Alawiyah Nasher Shalahuddin, sayap militer komite perlawanan rakyat mengumumkan bahwa mereka terlibat baku tembak dan bentrokan dengan pasukan khusus Israel yang merangsek ke timur Khan Yunis, selatan Jalur Gaza pagi ini Jumat (31/7).

Dalam salinan pernyataan resmi yang disampaikan Batalion Alawiyah kepada Infopalestina hari ini, mereka menegaskan bahwa baku tembak itu terjadi di dekat wilayah Madaris di timur Khazaah sebelah timur kota Khan Yunis pada pukul 2:15 dini hari. Namun para mujahid berhasil kembali ke pangkalan militer mereka dengan selamat.

Mereka menegaskan bahwa aksi serangan itu mereka lalukan sebagai penegasan bahwa para mujahidin tetap sadar dan waspada serta akan membalas segala aksi jahat Israel terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza dan sebagai bukti mereka berpegang dengan jalan jihad sebagai jalan terbaik untuk membebaskan seluruh tanah Palestina yang dicaplok Israel.

Mujahidin

Mujahidin Imarah Islam Afghanistan Berjanji Akan “Mengacaukan” Pemilihan di Afghanistan
KABUL (arrahmah.com) - Mujahidin Imarah Islam Afghanistan memperingatkan pada Kamis (30/7) bahwa mereka akan mencoba menghalangi pemilihan presiden yang rencananya akan dilaksanakan pada bulan depan, mereka pun menyeru penduduk Afghan untuk memboikot pemilihan tersebut dan mengajak penduduk Afghan untuk "bergabung ke medan jihad".

Statemen tersebut dikeluarkan oleh Dewan Pemimpin Imarah Islam Afghanistan dan mengatakan bahwa pemilihan tersebut merupakan rekaan AS untuk memperkuat keberadaannya di Afghanistan.

"Seluruh mujahid harus lebih fokus untuk menggagalkan proses tersebut.... hantam basis-basis musuh dan nasehati penduduk untuk tidak mengambil bagian dalam pemilihan," ujar statemen tersebut.

"Seluruh penduduk Afghan, harus memboikot secara total proses yang sangat menggairahkan bagi AS...dan bergabung untuk memperkuat perlindungan di medan jihad," lanjut statemen.

Pemilihan kali ini telah mendapat gangguan sejak awal, pada minggu lalu, tiga kandidat presiden mendapat serangan ketika mereka melakukan kampanye. Salah satunya adalah calon wakil presiden yang akan bersandingan dengan presiden Afghanistan yang kini masih menjabat, Hamid Karza'i, Mohammad Qasim Fahim.

Salah satu kampanye dari simpatisan Karza'i yang dilaksanakan di barat Herat, mendapat serangan bom, walau tidak ada seorang pun yang mengalami kecelakaan di sana. (haninmazaya/arrahmah.com)

Paramiliter Al Qaida Bernama Pasukan Bayangan


Setelah jatuhnya pemerintah Islam Taliban Afghanistan dengan diawalinya invasi Amerika ke negri itu tahun 2001. Saat ini Taliban mulai kembali menyusun formasi kekuatan paramiliternya yang berisi sebagian besar orang-orang Arab dan Asia, dahulu dikenal dengan nama Brigade 005 dan semakin lama semakin besar. Unitnya yang lebih efektif berperang dikenal dengan nama Laskar al Zil atau "Pasukan Bayangan", menurut penuturan intelejen senior Amerika.

Pasukan Bayangan aktif terutama di daerah Kesukuan Pakistan, Propinsi Perbatasan Barat Laut, dan timur dan selatan Afghanistan.

Pasukan Bayangan ini sangat terlatih dan bersenjata lengkap, dan telah terbukti sukses mengalahkan tentara Pakistan dalam beberapa pertempuran. Didalam Pakistan, Pasukan Bayangan sukses mengkampanyekan gerakan Taliban di Utara dan Selatan Waziristan, Bajaur, Peshawar, Khyber dan tentu saja Swat.

Di Afghanistan sendiri tempat kelahiran Taliban, Pasukan Bayangan berkali-kali melaksanakan operasi terhadap tentara koalisi dan tentara Afghanistan di Kunar, Nuristan, Nangahar, Kabul, Logar, Wardak, Khost, Paktia, Zabul, Ghazni dan propinsi Kandahar.

Pasukan Bayangan Taliban adalah merupakan gabungan instrumental kekuatan Taliban di wilayah kesukuan Pakistan dan di Propinsi Perbatasan Baratlaut, kata intelejen senior tersebut. "Mereka juga berada dibalik sukses Taliban di wilayah timur dan selatan Afghanistan. Mereka berjasa dalam "menjepit" Kabul".

Pejuang Taliban dari Afghan dan Pakistan telah menjadi bagian integrasi yang kemudian membentuk "Pasukan Bayangan" ini, terutama dari Tehrik-e-Taliban dan Jaringan Haqqani.

Tehrik-e-Taliban adalah gerakan Taliban Pakistan yang dipimpin Baitullah Mehsud, pemimpin di Waziristan Selatan yang telah mengalahkan tentara Pakistan dalam beberapa pertempuran konvesional. Sedang Jaringan Haqqani bekerja di perbatasan Afghan-Pakistan, jaringan ini berada di balik aksi-aksi serangan didalam Afghanistan.

Pada Oktober 2008 dikabarkan Amerika telah menewaskan Khalid Habib al Shami yang merupakan komandan Pasukan Bayangan. Beliau Syahid oleh serangan udara musuh di Waziristan Utara.

Kemunculan Pasukan Bayangan ini menjadi bukti bahwa ada kerjasama operasi diantara Taliban, Al Qaeda, Jaringan Haqqani, Hizb-i-Islami, Lashkar-e-Taiba,Harkat-ul-Jihad Islami dan beberapa kelompok Mujahidin lainnya yang mempunyai satu fikrah sama.

Seragam pasukan ini seperti yang tampak pada gambar, mereka semua menggunakan topeng muka, baju baru dengan celana diatas mata kaki semua, sepatu kets/sport, dan web gear (semacam rompi tentara). Salah satu pejuangnya menggunakan Camelbak(ransel minuman). Untuk senjata mereka menggunakan satu jenis AK-47 dan beberapa RPG. 
Menurut para pakar intelejen yang memperhatikan perkembangan kelompok ini, dilihat dari gaya berpakaian mereka, para pejuang ini adalah non-Afghan. Dari jenis penutup muka yang mereka pakai, jenis-jenis ini terlihat banyak di Pakistan, di dalam perbatasan yang berada pada sisi Pakistan, sepatu kets jenis sepatu tenis juga mengindikasikan mereka bukan dari pejuang Afghan, kemungkinan Pakistan atau Arab atau pejuang yang berasal dari Asia Tengah, kata pakar intelejen tersebut. [adm/muslimdaily]

Al-Jazeera Sehari Bersama Ustad Abu Bakar Ba'asyir


Solo - Hari Jum'at 20 Februari, ustad Abu Bakar Ba'asyir kembali mendapat tamu wartawan dari Al-Jazeera. Jaringan TV dan berita yang bermarkas di Qatar ini mengirimkan tiga reporter dan satu penerjemahnya ke kediaman ustad Abu Bakar Ba'asyir di dalam komplek Ponpes Al Mukmin Ngruki Sukoharjo.

Al-Jazeera mengadakan reportase sehari bersama ustad Abu dan beberapa wawancara. Jum'at pagi sebelum subuh kru Al-Jazeera tersebut sudah mulai merekam kegiatan ustad Abu dari persiapan sholat Subuh berjamaah sampai rangkaian kegiatan ustad selama sehari. Di sela-sela kegiatan dan jalan-jalan di sekitar pondok itu disisipkan beberapa pertanyaan kepada ustad Abu tentang perkembangan pondok Ngruki dan pandangan ustad Abu tentang dunia Islam saat ini.


Ada yang menarik saat kru tersebut berkeliling pondok, mereka menyaksikan para santri calon Mujahid dari pondok ini sedang berlatih fisik di sungai dekat pondok. Kru Al-Jazeera tersebut memberi applaus acungan dua jempol terhadap santri-santri yang sedang berlatih fisik. Pondok ini masih berjalan seperti biasa walaupun telah dicap dunia internasional sebagai "sarang teroris".

Akhirnya menjelang Maghrib reportase ini selesai, Al-Jazeera berjanji akan mengirim hasil reportase ini kepada ustad Abu dalam bentuk film. [adm/muslimdaily]

Mengenal lebih dekat Dr Abdullah Yusuf Azzam


Sheikh Abdullah Azzam bukanlah orang biasa. Dia mewakili satu bangsa, satu Ummat. Tubuh Ummat ada di dalam dirinya. Setelah kematiannya, para muslimah sejauh ini gagal melahirkan seorang laki-laki yang mampu menggantikan Beliau”.

(Syaikh Usama bin Ladin, wawancara dengan TV Al-Jazeera, 1999) “Dialah yang bertanggung jawab membangkitkan kembali Jihad di abad 20 ini”.

(Majalah Time) “Dia tidak hanya mewakili dirinya sendiri, melainkan seluruh Ummat. Ucapannya tidaklah seperti ucapan orang biasa. Sedikit bicaranya, namun kandungannya sangat dalam. Jika engkau menatap matanya, hatimu akan terpenuhi dengan iman dan cinta kepada Allah SWT”.

[Ulama Mujahid asal Mekkah] ” Tidak satupun Tanah Jihad di seluruh dunia, tidak seorangpun Mujahid yang berjuang di Jalan Allah, yang tidak terinspirasi oleh hidup, ajaran dan karya Sheikh Abdullah Azzam”.

[Azzam Publications] ” Pada dekade 1980-an, Syuhada Sheikh Abdullah Azzam mencetuskan satu kalimat yang maknanya bergaung di seluruh medan pertempuran Chechnya saat ini. Sheikh Abdullah Azzam Rahmatullah ‘Alaihi menggambarkan bahwa Para Mujahid yang gugur dalam pertempuran bergabung bersama “Kafilah Para Syuhada”.

Abdullah Yusuf Azzam lahir pada tahun 1941 di Desa Asba’ah Al-Hartiyeh, Propinsi Jiniin, Tanah Suci Palestina yang diduduki Israel. Beliau dibesarkan di sebuah rumah yang bersahaja dimana Beliau dididik agama Islam, ditanamkan kecintaan terhadap Allah dan Rasul-Nya SAW, terhadap Mujahid yang berjuang di Jalan-Nya dan terhadap orang-orang yang shaleh yang mencintai kehidupan akhirat. Semasa masih kanak-kanak, Abdullah Azzam sangat menonjol di antara anak-anak lainnya. Beliau sudah mulai menyiarkan dakwah Islam semenjak masih sangat muda. Teman-teman sepergaulan mengenal Beliau sebagai seorang anak yang shaleh.

Beliau telah menunjukkan tanda-tanda yang luar biasa sejak muda dan guru-guru Beliau telah mengenali tanda-tanda ini sejak Beliau masih di Sekolah Dasar. Sheikh Abdullah Azzam dikenal karena ketekunan dan kesungguhannya bahkan sejak masih kecil, Beliau memperoleh pendidikan dasar dan menengah di desanya dan kemudian melanjutkan pendidikan di Sekolah Tinggi Pertanian Khadorri hingga memperoleh gelar. Meskipun Beliau yang termuda di antara teman-temannya, namun Beliau adalah yang terpandai dan terpintar. Setelah menamatkan pendidikannya di Khadorri Beliau bekerja sebagai guru di Desa Adder, Yordania Selatan. Kemudian Beliau menuntut ilmu di Fakultas Syariah, Universitas Damaskus Suriah hingga memperoleh gelar B.A. di bidang Syariah pada tahun 1966.

Ketika tentara Yahudi merebut Tepi Barat pada tahun 1967, Sheikh Abdullah Azzam memutuskan untuk pindah ke Yordania, karena Beliau tidak ingin hidup di Palestina yang berada di bawah pendudukan Yahudi. Melihat bagaimana tank-tank Israel maju memasuki Tepi Barat tanpa mendapatkan perlawanan yang berarti, menimbulkan perasaan bersalah dalam diri Beliau, sehingga membuat Beliau semakin mantap untuk hijrah dengan maksud agar dapat mempelajari ilmu perang. 

Pada akhir dekade 1960-an, dari Yordania Beliau bergabung dalam Jihad menentang pendudukan Israel atas Palestina. Tidak lama kemudian Beliau pergi belajar ke Mesir dan memperoleh gelar Master dalam bidang Syariah di Universitas Al-Azhar, Kairo. Pada tahun 1970, setelah Jihad terhenti karena kekuatan PLO diusir keluar dari Yordania, Beliau menjadi dosen di Universitas Yordania di Amman. Setahun kemudian, tahun 1971, Beliau memperoleh beasiswa dari Universitas Al-Azhar dimana Beliau melanjutkan pendidikan S3 dan memperoleh gelar Ph.D dalam bidang Pokok-Pokok Hukum Islam (Ushul-Fiqh) tahun 1973. Selama di Mesir inilah Beliau mengenal keluarga Syuhada Sayyid Qutb (1906-1966). Sheikh Abdullah Azzam cukup lama turut serta dalam Jihad Palestina. Namun ada hal yang tidak disukainya, yaitu orang-orang yang terlibat di dalamnya sangat jauh dari Islam. Beliau menggambarkan bagaimana orang-orang ini berjaga-jaga sepanjang malam sambil bermain kartu dan mendengarkan musik, dan menganggap bahwa mereka sedang menunaikan Jihad untuk membebaskan Palestina. Sheikh Abdullah Azzam menyebutkan juga meskipun ada ribuan orang di basis-basis pemukiman, tetapi jumlah orang yang hadir untuk shalat berjama?ah bisa dihitung dengan satu tangan saja. Beliau berusaha mendorong mereka untuk menerapkan Islam sepenuhnya, namun mereka bertahan untuk menolak. Suatu hari Beliau bertanya kepada seorang “Mujahid” secara retoris, agama apa yang ada di belakang revolusi Palestina, “Mujahid” itu menjawab dengan jelas dan gamblang, “Revolusi ini tidak memiliki dasar agama apapun”.

Habislah sudah kesabaran Abdullah Azzam. Beliau kemudian meninggalkan Palestina, pindah ke Saudi Arabia dan mengajar di berbagai universitas di sana.Saat Sheikh Abdullah Azzam menyadari bahwa hanya dengan kekuatan yang terorganisir Ummat ini bisa menggapai kemenangan, lalu Jihad dan senjata adalah kesibukan dan pengisi waktu luangnya.

“Jihad hanya dengan senjata. TIDAK dengan Negosiasi, TIDAK dengan Perundingan Damai, TIDAK dengan Dialog”, kalimat tersebut menjadi semboyan Beliau. Beliau praktekkan apa yang selalu Beliau kumandangkan, sehingga membuat Beliau menjadi salah satu di antara orang Arab pertama yang bergabung dalam Jihad di Afghanistan melawan Uni Soviet yang komunis. Pada tahun 1980, ketika masih di Saudi Arabia, Abdullah Azzam memperoleh kesempatan berjumpa dengan satu delegasi Mujahidin Afghanistan yang datang untuk menunaikan ibadah Haji. Segera Beliau tertarik dengan kelompok ini dan ingin mengetahui lebih banyak lagi mengenai Jihad Afghanistan. Ketika dijabarkan kepadanya, Beliau merasa inilah yang sudah sejak lama sekali Beliau cari-cari.Beliau segera melepaskan jabatannya sebagai dosen di Universitas King Abdul-Aziz Jeddah Saudi Arabia, dan berangkat menuju Islamabad Pakistan supaya dapat ikut serta dalam Jihad. Beliau pindah ke Pakistan agar dapat lebih dekat dengan Jihad Afghanistan, dan di sanalah Beliau mengenal pemimpin-pemimpin Mujahidin. Saat-saat pertama berada di Pakistan, Beliau ditunjuk untuk memberikan kuliah di International Islamic University di Islamabad. Namun tidak lama hal ini berlangsung, karena Beliau memutuskan untuk meninggalkan universitas agar bisa mencurahkan seluruh waktu dan energinya untuk Jihad Afghanistan. Pada permulaan dekade 1980-an, Sheikh Abdullah Azzam langsung turun ke medan Jihad Afghanistan. Di Jihad inilah Beliau merasa puas bisa memenuhi kerinduan dan cinta yang tak terlukiskan untuk berjuang di Jalan Allah, persis seperti suatu kali Rasulullah SAW bersabda : “Berdiri satu jam dalam pertempuran di Jalan Allah lebih baik daripada berdiri menunaikan shalat selama enam puluh tahun”. 

Terinspirasi oleh Hadits ini, Sheikh Abdullah Azzam beserta keluarganya memutuskan pindah ke Pakistan agar lebih dekat dengan medan Jihad. Tidak lama setelah itu Beliau pindah lagi dari Islamabad ke Peshawar supaya bisa lebih dekat lagi dengan medan Jihad dan Syahid.Di Peshawar, bersama dengan Usama bin Ladin yang juga teman dekatnya, Sheikh Abdullah Azzam mendirikan Baitul-Anshar (Mujahideen Services Bureau atau Kantor Pelayanan Mujahidin) dengan tujuan untuk menawarkan semua bantuan yang memungkinkan bagi Jihad Afghanistan dan Para Mujahid dengan cara mengadakan dan me-manage berbagai proyek yang menunjang Jihad. Kantor ini juga menerima dan melatih para sukarelawan (Foreign Mujahideen) yang berbondong-bondong datang ke Pakistan untuk ikut serta dalam Jihad dan mengatur penempatan mereka di garis depan.

Dapat diduga, semua hal ini masih belum cukup memuaskan keinginan Sheikh Azzam yang menggebu-gebu berjihad. Keinginan inilah yang akhirnya membawanya pergi ke garis depan. Di medan pertempuran Sheikh Abdullah Azzam mengambil peranan dengan sikap ksatria dalam perjuangan yang penuh dengan pengorbanan yang besar. Di Afghanistan Beliau jarang menetap di suatu tempat. Beliau selalu berkeliling ke seluruh pelosok negeri mengunjungi hampir seluruh propinsi dan wilayah seperti Logar, Kandahar, Pegunungan Hindukush, Lembah Panshir, Kabul dan Jalalabad. Dalam kunjungan ini, Sheikh Abdullah Azzam menyaksikan secara langsung kepahlawanan orang-orang awam yang telah mengorbankan segala apa yang dimiliki termasuk jiwa mereka demi jayanya Dien Islam. Di Peshawar, setelah kembali dari berkeliling, Sheikh Azzam selalu berbicara tentang Jihad secara kontinyu. Beliau selalu berdo’a agar Para Komandan Mujahidin yang terpecah belah dapat bersatu padu. Beliau selalu mengundang orang-orang yang belum bergabung dalam pertempuran untuk memanggul senjata dan maju ke garis depan sebelum terlambat.

Abdullah Azzam sangat dipengaruhi oleh Jihad Afghanistan dan Beliaupun sangat besar pengaruhnya pada Jihad ini sejak Beliau mengabdikan diri sepenuhnya dalam perjuangan ini. Beliau menjadi salah satu tokoh yang paling menonjol dan berpengaruh bersama dengan pemimpin-pemimpin bangsa Afghanistan lainnya. Beliau tidak tanggung-tanggung mempromosikan perjuangan Afghanistan ke seluruh dunia, khususnya ke kalangan Ummat Islam. Beliau berkeliling dunia, menyampaikan panggilan kepada Kaum Muslimin untuk beraksi mempertahankan agama dan Tanah Muslim. Beliau menulis sejumlah buku tentang Jihad, seperti Join the Caravan, Signs of Ar-Rahman in the Jihad of the Afghan, Defence of the Muslim Lands dan Lovers of the Paradise Maidens. Bahkan Beliau turun langsung ke medan Jihad Afghanistan, meskipun usia Beliau telah lebih dari 40 tahun. Beliau menjelajahi Afghanistan, dari utara ke selatan, dari timur ke barat, menembus salju, mendaki pegunungan, di bawah panas terik matahari dan dingin yang membekukan tulang, dengan menunggang keledai maupun berjalan kaki. Banyak Pemuda yang bersama Beliau kelelahan, namun Sheikh Abdullah Azzam tidak. Beliau merubah pandangan Ummat Islam terhadap Jihad di Afghanistan dan menjadikan Jihad ini sebagai perjuangan yang Islami yang merupakan kewajiban seluruh Ummat Islam di dunia. Hasil dari usaha ini adalah Jihad Afghanistan menjadi universal dimana Ummat Islam dari seluruh dunia turut serta. Para Pejuang Muslim dari seluruh penjuru dunia secara sukarela berdatangan ke Afghanistan untuk memenuhi kewajiban Jihad dan membela Saudara-saudara Muslimin dan Muslimah mereka yang tertindas. 

Kehidupan Sheikh Azzam berkisar hanya kepada satu tujuan, yakni menegakkan Hukum Allah di muka bumi ini, yang merupakan tanggung jawab yang pasti bagi setiap dan segenap Ummat Muslim. Dalam rangka melaksanakan tugas suci dalam hidup ini yaitu menegakkan kembali Khilafah Islamiyyah (negara yang berdasarkan pada hukum Islam), Sheikh Azzam mengkonsentrasikan kepada Jihad (perjuangan bersenjata untuk menegakkan Islam). Beliau berkeyakinan bahwa Jihad wajib dilaksanakan sampai Khilafah Islamiyyah ditegakkan sehingga cahaya Islam menerangi seluruh dunia.

Beliau juga menjaga dan memelihara keluarganya dengan semangat perjuangan yang sama, sehingga istrinya, sebagai contoh, aktif mengurus anak-anak yatim piatu dan aktif dalam berbagai tugas kemanusiaan di Afghanistan. Beliau menolak jabatan di beberapa universitas dengan menyatakan bahwa dirinya tidak akan pernah meninggalkan Jihad kecuali jika gugur di medan perang atau terbunuh. Beliau selalu menekankan kembali bahwa tujuannya yang terakhir adalah membebaskan Tanah Suci Palestina. Dalam hal ini Beliau menyatakan: “Saya tidak akan meninggalkan Tanah Jihad kecuali karena tiga hal. Pertama, saya terbunuh di Afghanistan. Kedua, saya terbunuh di Pakistan. Ketiga, saya diborgol dan diusir dari Pakistan”

Jihad di Afghanistan telah membuat Abdullah Azzam menjadi penyangga utama dalam gerakan Jihad di jaman modern sekarang. Dengan turun langsung dalam Jihad ini dan dengan mempromosikannya serta menjelaskan kendala-kendala yang menghambat gerakan Jihad, Beliau memiliki peranan yang sangat berarti dalam meluruskan pendapat Ummat Islam tentang Jihad dan perlunya menegakkan Jihad. Beliau menjadi panutan bagi generasi muda yang menyambut panggilan Jihad. Beliau amat mementingkan Jihad dan butuh akan Jihad. Sekali waktu Beliau berkata :“Saya merasa seolah-olah berumur 9 tahun. Tujuh setengah tahun dalam Jihad di Afghanistan dan satu setengah tahun dalam Jihad di Palestina. Sisa tahun lainnya tidak berarti sama sekali”.

Dari atas mimbar Sheikh Azzam berulangkali menekankan keyakinannya : “Jihad tidak boleh ditinggalkan sampai hanya Allah SWT saja yang disembah. Jihad akan terus berlangsung sampai Kalimat Allah ditinggikan. Jihad sampai semua orang yang tertindas dibebaskan. Jihad untuk melindungi kehormatan kita dan merebut kembali Tanah kita yang dirampas. Jihad adalah Jalan untuk mencapai kejayaan abadi?.

Sejarah dan semua orang yang mengenal dekat Sheikh Abdullah Azzam mencatat keberanian Beliau dalam berbicara tentang kebenaran, dengan mengabaikan segala konsekuensi yang ada.Setiap saat Sheikh Abdullah Azzam mengingatkan seluruh Kaum Muslimin bahwa :“Ummat Islam tidak dapat dikalahkan oleh ummat lainnya. Kita Ummat Islam tidak akan dikalahkan oleh musuh-musuh kita, namun kita bisa dikalahkan oleh diri kita sendiri”.

Sheikh Abdullah Azzam adalah contoh seorang yang berperilaku Islami dengan baik, dengan amal shalehnya, dengan ketaqwaannya kepada Allah SWT dan dengan kesederhanaannya dalam segala hal. Beliau tidak pernah mencemari hubungan baiknya dengan orang lain. Sheikh Azzam selalu mendengarkan pendapat Para Pemuda, Beliau amat disegani dan tidak terbersit sedikitpun rasa takut di dalam hatinya. Beliau selalu berpuasa selang seling hari seperti yang dilakukan Nabi Daud AS. Dan juga selalu menghimbau yang lainnya untuk berpuasa hari Senin dan Kamis. Sheikh Azzam adalah orang yang selalu berterus terang, tulus dan mulia. Beliau tidak pernah mencaci orang lain atau berbicara yang tidak baik mengenai orang lain.Satu saat sekelompok Muslim yang tidak puas di Peshawar mencap Sheikh Azzam sebagai kafir dan menuduhnya meminta uang dari Kaum Muslimin untuk dihambur-hamburkan. Ketika Sheikh Azzam mendengar hal ini, Beliau tidak mencari dan mendebat mereka, malah mengirimi mereka berbagai hadiah. Namun kelompok tersebut tetap saja mencaci maki, mengumpat dan memfitnah Beliau, dan Beliau terus saja mengirimi mereka hadiah lainnya. Bertahun-tahun kemudian, ketika akhirnya menyadari kesalahannya, mereka berkomentar :

“Demi Allah, kami belum pernah menemui seseorang seperti Sheikh Abdullah Azzam. Beliau tetap saja memberi kami uang walaupun kami selalu mengutuk dan mencaci Beliau” 

Selama Jihad Afghanistan berlangsung, Beliau telah berhasil menyatukan berbagai kelompok Mujahidin dalam Jihad ini. Dan tentu saja kebanggaan Beliau terhadap Islam menimbulkan rasa benci di kalangan musuh agama, sehingga musuh membuat rencana untuk menghabisi nyawa Beliau. Pada November 1989, sejumlah bahan peledak TNT diletakkan di bawah mimbar dimana Beliau selalu menyampaikan khutbah setiap hari Jum?at. Demikian besar jumlah peledak tersebut sehingga seandainya meledak akan menghancurkan seluruh Masjid termasuk apa saja dan siapa saja yang ada di dalamnya. Ratusan Muslimin dapat terbunuh. Namun Allah memberikan perlindungan-Nya dan bom tersebut tidak meledak.

Musuh-musuhpun semakin berhasrat melaksanakan rencana gilanya. Mereka mencobanya sekali lagi di Peshawar, tidak lama berselang setelah kejadian tersebut. Ketika itulah Allah SWT berkehendak agar Sheikh Abdullah Azzam meninggalkan dunia ini menuju haribaan-Nya (kita berharap demikian Insya Allah). Dan Sheikh wafat dengan cara yang gemilang pada hari Jum’at 24 November 1989 pukul 12.30 siang.Musuh-musuh Allah meletakkan tiga bom di jalan yang sempit dimana hanya bisa dilewati satu mobil saja. Jalan tersebut adalah jalan yang biasa dilalui oleh Sheikh Abdullah Azzam untuk menunaikan shalat Jum’at. Pada hari Jum’at itu, Sheikh Azzam bersama dengan dua anaknya, Ibrahim dan Muhammad, serta salah seorang anak Syuhada Sheikh Tamim Adnani (salah seorang Pahlawan Jihad Afghanistan lainnya), melalui jalan tersebut. Mobil pun berhenti di mana bom yang pertama berada, dan Sheikh Azzam turun untuk meneruskan perjalanan dengan berjalan kaki. Musuh-musuh yang sudah menanti segera memicu bom yang telah mereka persiapkan tersebut. Bunyi ledakan dahsyat mengguncang hebat terdengar di seluruh penjuru kota.

Orang-orang berhamburan keluar dari Masjid, dan menyaksikan pemandangan yang mengerikan. Hanya sedikit saja yang tersisa dari kendaraan yang hancur lebur. Tubuh anaknya yang kecil, Ibrahim, terlempar ke udara sejauh 100 meter, demikian pula dengan kedua anak lainnya, beterbangan pada jarak yang hampir sama. Potongan-potongan tubuh mereka tersebar di pohon-pohon dan kawat-kawat listrik. Sementara tubuh Syahid Sheikh Abdullah Azzam tersandar di dinding, tetap utuh dan tidak cacat sama sekali, kecuali sedikit darah terlihat mengalir dari mulut Beliau.

Ledakan itu telah mengakhiri perjalanan hidup Sheikh Abdullah Azzam di dunia, yang telah Beliau lalui dengan baik melalui perjuangan, daya upaya sepenuhnya, dan pertempuran di Jalan Allah SWT. Hal ini semakin menjamin kehidupannya yang sebenarnya dan abadi di Taman Surga -kita memohon kepada Allah demikian, dan menikmatinya bersama dengan teman-teman yang mulia yakni : “Dan barangsiapa yang mena?ati Allah dan Rasul-Nya mereka ini akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni’mat oleh Allah, yaitu : Para Rasul, Para Shiddiqiin, Orang-orang yang mati Syahid dan Orang-orang Shaleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya” [QS An-Nisaa : 69]

Dengan cara seperti inilah Pahlawan Besar dan Penggerak Kebangkitan Islam meninggalkan medan Jihad dan dunia ini, dan tidak akan pernah kembali lagi. Beliau dimakamkan di Makam Para Syuhada Pabi di Peshawar Pakistan, dimana Beliau bergabung bersama-sama dengan ratusan Syuhada lainnya. Semoga Allah menerima Beliau sebagai Syuhada dan menganugerahinya tempat tertinggi di Surga. Pertempuran yang telah Beliau lalui dan telah Beliau perjuangkan tetap berlanjut melawan musuh-musuh Islam. Tidak satupun Tanah Jihad di seluruh dunia, tidak seorangpun Mujahid yang berjuang di Jalan Allah, yang tidak terinspirasi oleh hidup, ajaran dan karya Sheikh Abdullah Azzam Rahmatullah ‘Alaihi.

Kita memohon kepada Allah SWT untuk menerima amal ibadah Beliau dan menempatkan Beliau di Surga Tertinggi. Kita memohon kepada Allah SWT untuk membangkitkan dari Ummat ini Ulama-Ulama lain sekaliber Beliau, yang menerapkan pengetahuannya di medan perjuangan, bukan hanya menyimpannya di dalam buku dan di dalam Masjid saja.Melalui biografi ini, kami merekam kejadian-kejadian dalam sejarah Islam selama sepuluh tahun terakhir dari tahun 1979 hingga 1989, dan akan terus berlanjut sebagaimana Sheikh Abdullah Azzam berkata :

“Sesungguhnya sejarah Islam tidaklah ditulis melainkan dengan darah Para Syuhada, dengan kisah Para Syuhada, dengan teladan Para Syuhada”“Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang kafir tidak menyukai. Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk (Al-Quran) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai” [QS At-Taubah:32-33].

Buku-buku yg ditulis oleh Dr Abdullah Azzam diantaranya ialah ;

· Ayaturrahman fi jihadil Afghan

· Addifak ‘an aradhil muslimin min ahammi furdhul ‘iyan (mempertahankan Bumi Umat Islam -

Fardhu Ain yg terpenting)

· Akidah dan Kesannya dlm Membentuk Masyarakat

· Adab/Tatatertib dan Hukum-hukum dalam Jihad

· Islam dan masa Depan Kemanusian

· Menara Api yg Hilang

· Hukum berjuang/beramal dlm berjamaah

Sejak Abdullah Azzam syahid, Maktab Khidmat al Mujahidin (terletak di Peshawar) mengumpulkan berbagai petikan khutbah dan ceramahnya kemudian dibukukan sehingga mencapai 50 judul, diantaranya;

· Seri Tarbiyah Jihadiyah Wal Bina’ yg mencapai 26 jilid,

· Hijrah dan I’dad 3 juz/jilid.

· Fi Zhilali Suratti Taubah 2 Juz.

· Fiqh dan Ijtihad dlm Jihad 3 jilid

· Perkataan-perkataan dari Garisan Api pertama 3 jilid

· Dibawah Gelora peperangan 4 jilid

· Pengajaran dari Sirah Rasulullah SAW

· Keruntuhan Khilafah dan Pembinaan kembali

Judul-judul di atas adalah merupakan buku-buku yg penting saja sedangkan di sana terdapat berpuluh-puluh lagi buku-buku karangan As-syahid dan buku2 yg ditulis mengenainya.


Referensi:

- Orisinil in english : http://www.azzam.com

- http://www.hudzaifah.org

7 Prajurit AS Cedera Dalam Ledakan Bom di Irak

Serangan bom mobil di kota bagdad, irak,kamis (5/6) mengakibatkan 10 orang tewas dan 57 orang luka-luka. (ANTARA/REUTERS/Ahmed Malik/)

Baghdad (ANTARA News/AFP) - Tujuh prajurit AS dan seorang Irak yang menjadi penerjemah mereka cedera dalam ledakan bom di kota Al-Sharqat, Irak utara, kata seorang juru bicara militer AS, Senin.

Prajurit-prajurit itu sedang dalam perjalanan ke arah kendaraan mereka setelah menemui para pejabat daerah di kota itu, yang terletak sekitar 300 kilometer sebelah utara Baghdad, ketika bom itu meledak Minggu pukul 13.00 waktu setempat.

Mereka diangkut ke sebuah rumah sakit militer, kata jurubicara itu.

Pasukan AS ditarik dari daerah-daerah perkotaan Irak sebagai bagian dari perjanjian keamanan utama antara Baghdad dan Washington yang menetapkan penarikan penuh pasukan AS pada akhir 2011.

Penarikan pasukan tempur AS pada 30 Juni dari pangkalan-pangkalan perkotaan itu dipuji Perdana Menteri Irak Nuri al-Maliki sebagai tonggak sejarah dalam pemulihan kedaulatan Irak dalam lebih dari enam tahun setelah invasi pimpinan AS yang menggulingkan pemerintah Saddam Hussein.

Penarikan itu juga merupakan tonggak sejarah dalam cetak biru penarikan penuh AS sebelum 2012, yang mengalihkan tanggung jawab kepada pasukan polisi dan militer Irak dibentuk ulang sejak 2003 dan masih kurang pengalaman, peralatan dan keterampilan tertentu.

Berdasarkan perjanjian itu, pasukan AS harus mendapat izin Irak untuk melakukan operasi militer, atau pasukan Irak bisa meminta bantuan.

Letjen Charles Jacoby Jr, yang mengambil alih pada April sebagai kepala operasi harian di Irak, mengakui bahwa ada kenaikan tingkat kekerasan dalam beberapa hari terakhir ini namun mengatakan, itu merupakan salah satu hal yang diperkirakan dari pemberontakan, yang bertahan di daerah-daerah etnik keagamaan seperti provinsi-provinsi Nineveh, Kirkuk dan Diyala.

Dua serangan bom bunuh diri menewaskan 34 orang pada Kamis di Afar, sebuah kota di Nineveh, yang dihuni penduduk minoritas Turki.

Maliki telah memperingatkan pada Juni bahwa gerilyawan dan milisi mungkin meningkatkan serangan mereka dalam upaya merongrong kepercayaan masyarakat pada pasukan keamanan Irak.

Sejumlah serangan bom besar dilancarkan sejak itu, dan yang paling mematikan adalah serangan bom truk pada 20 Juni di dekat kota wilayah utara, Kirkuk, yang menewaskan 72 orang dan mencederai lebih dari 200 lain dalam serangan paling mematikan dalam 16 bulan.

Serangan bom pada 24 Juni di sebuah pasar di distrik Syiah Kota Sadr di Baghdad timurlaut juga merupakan salah satu yang paling mematikan pada tahun ini, yang menewaskan sedikitnya 62 orang dan mencederai sekitar 150.

Namun, Maliki dan para pejabat tinggi pemerintah menekankan bahwa 750.000 prajurit dan polisi Irak bisa membela negara dari serangan-serangan yang dituduhkan pada gerilyawan yang terkait dengan Al-Qaeda dan kekuatan yang setia pada almarhum presiden terguling Saddam Hussein.

Hanya sejumlah kecil pasukan AS yang menjadi pelatih dan penasihat akan tetap berada di daerah-daerah perkotaan, dan sebagian besar pasukan Amerika di Irak, yang menurut Pentagon berjumlah 131.000, ditempatkan di penjuru lain.

Nigeria

Gerilyawan Nigeria Umumkan Gencatan Senjata 60 Hari

Abuja, (ANTARA News) - Kelompok gerilyawan paling terkenal di Nigeria menyatakan kelompok itu akan melaksanakan gencatan senjata 60 hari mulai Rabu, setelah pembebasan pemimpinnya Henry Okah.

Gerakan bagi Emansipasi Delta Niger (MEND) menyatakan kelompok tersebut juga akan menghentikan serangannya, yang telah melumpuhkan industri terbesar gas dan minyak di negeri itu, guna memungkinkan pembicaraan perdamaian dengan pemerintah, demikian dikutip dari Reuters.

"Masa gencatan senjata diharapkan akan menciptakan suasanya yang memungkinkan bagi kemajuan dialog," kata MEND dalam satu pernyataan.

Okah dibebaskan dari tahanan di kota Jos di bagian tengah negeri tersebut pada Senin, setelah menjadi tokoh senior utama gerilyawan yang menerima tawaran pengampunan Presiden Umaru Yar`Adua.

Okah mengatakan kepada Reuters, Selasa, kerusuhan oleh kelompok garis keras tampaknya akan berlanjut sampai pemerintah memulai pembicaraan dengan kelompok gerilyawan.

Beberapa pengulas juga telah menduga MEND akan terus menyabot instalasi minyak, menyusul serangan Senin terhadap dok minyak Lagos, sehingga menewaskan lima orang, yang pertama di luar Delta Niger sejak dimulainya serangkana serangan paling akhir.

Serangan MEND itu adalah reaksi terhadap serangan terbesar militer pada Mei lalu di wilayah tersebut dalam beberapa tahun.

MEND menuntut militer ditarik dari daerah tertentu di Delta Niger, pusat sektor minyak anggota OPEC, sebelum pembicaraan dapat dimulai.

Kerusuhan tersebut telah memaksa Royal Dutch Shell, perusahaan utama minyak AS, Chevron, dan Agip dari Italia mengurangi produksi sebanyak 300.000 barel per hari dalam enam pekan belakangan dan telah mendukung kenaikan harga minyak global.

MEND, faksi longgar kelompok gerilyawan, Senin, menyatakan kelompok itu ingin mengadakan pembicaraan dengan pemerintah tapi juga mengancam akan meningkatkan serangan.

Pembebasan Okah telah menjadi salah satu tuntutan utama MEND sejak dilancarkannya aksi kekerasan terhadap sektor perminyakan pada awal 2006.

Banyak orang menduga Okah adalah otak di balik MEND, tapi ia telah membantah bahwa ia adalah pemimpin kelompok tersebut.

FPI ( Front Pembela islam )


500 Ribu Laskar Pembela Islam siap hadapi Invasi Militer AS ke Indonesia




Al-Habib Muhammad Rizieq Syihab, Lc. MA
Ketua Umum Front Pembela Islam
Ketua Rabithoh 'Alawiyah
Anggota Majelis A'la Dewan Imamah Nusantara
Kandidat Doktor bidang Syariah di Universiti Malaya.


Wawancara Ekslusif ini dimuat di Tabloid SUARA ISLAM edisi 70 tanggal 9-23 Rajab 1430 H Juli 2009 dengan reporter ABDUL HALIM.

Terjadinya kekacauan selama dua pekan pasca pilpres Iran yang mengakibatkan 20 korban tewas, tentu saja mengkhawatirkan bagi Indonesia. Pasalnya, sebagai sesama negara muslim dan berkembang, Indonesia selalu berada di bawah bayang-bayang pengaruh AS, terutama pada era rezim SBY yang dikenal sebagai antek negara. super power tersebut.

Maka tidaklah mengherankan jika pasca pilpres berpotensi besar terjadinya kekacauan massal jika ternyata nantinya dimenangkan pasangan capres cawapres JK-Wiranto. Sebab AS melalui CIA dan kaki tangannya di Indonesia tentu saja tidak akan rela menerima kekalahan SBY dan akan menggerakkan kerusuhan massal untuk menganulir hasil pilpres sebagaimana terjadi di Iran.

Front Pembela Islam (FPI) yang beranggotakan 7 juta orang dan tersebar di 28 propinsi di Indonesia, siap menggerakkan 500 ribu laskarnya guna menghadapi kemungkinan intervensi AS untuk menganulir hasil pilpres yang akan digelar pada 8 Juli nanti. Sebagai pendukung capres cawapres JK-Wiranto, ribuan laskar FPI siap mempertahankan kemenangan JK-Wiranto dari berbagai rongrongan dan gangguan pasca pilpres. Ribuan laskar FPI sudah dipersiapkan untuk menghadapi intervensi AS sejak dari operasi intelijen CIA sampai intervensi militer sekali pun, sehingga diprediksi akan sangat memanaskan suhu politik nasional dan berpotensi minimbulkan kekacauan massal seperti tahun 1998 lalu.

Berikut ini wawancara Abdul Halim dari Tabloid Suara Islam dengan Ketua Umum Majelis Tanfidzi Front Pembela Islam, Al-Habib Muhammad Rizieq Syihab MA, seputar partai Islam, pemilu dan pilpres.

Apakah partai-partai sekarang sedang jualan Islam ?

Ya. Baik Partai Islam mau pun Partai lainnya saat ini ramai-ramai berlomba jualan Islam, karena faktanya memang 90 persen pemilih adalah umat Islam. Saya pernah menulis di Tabloid Suara Islam tentang partai-partai jualan Islam. Tulisan tersebut sebagai kritik dan saran untuk seluruh Partai Islam. Tujuannya agar Partai Islam tidak menjadi Partai Jualan Islam. Selama 11 tahun usia FPI, kami selalu menyalurkan suara kami ke Partai Islam. Kami merasa Partai Islam milik kami, sehingga kami berkepentingan untuk mengawasi, mengontrol, memberikan saran dan kritik untuk pemenangan Partai Islam. Inti tulisan tersebut menyimpulkan bahwa sikap dan kebijakan Partai-Partai Islam selama ini terlalu terpaku kepada persoalan hukum, sedang persoalan etika sering diabaikan. Padahal masyarakat awam lebih menangkap etika ketimbang hukum. Ibarat seorang Kyai berjubah dan bersorban musafir di bulan Ramadhan, lalu di perjalanan mampir ke Restoran untuk makan siang. Secara"hukum" tidak mengapa, karena ia musafir, tapi secara "etika" pemandangan macam itu membingungkan sekaligus mengagetkan masyarakat awam. Seperti itulah yang dilakukan Partai Islam selama ini, sehingga banyak masyarakat awam menilai bahwa Partai Islam dan Partai lainnya sama saja.

Lalu tanggapan Habib terhadap fenomena tersebut ?

Sangat prihatin ! Karena Partai Islam tidak lagi memainkan Politik Syariat yang beretika, tetapi Politik Kepentingan atau Politik Pragmatis yang menghalalkan segala cara. Partai Islam sudah melakukan politik "Dagang Babi" bukan lagi "Dagang Sapi". Tanpa punya rasa malu, Partai Islam menjadi rakus kursi, jabatan, kedudukan dan kekuasaan. Akhirnya, Partai Islam melacurkan diri dalam pelacuran politik. Innaa Lillaahi wa innaa ilaihi rooji'uun !

Salah satu bukti pelacuran politik yang dimainkan Partai Islam, lihat saja pernyataan sinis dan bodoh salah seorang Pimpinan Partai Islam saat menyindir isu "Jilbab" istri Capres Cawapres dengan menyatakan hanya soal "selembar kain". Padahal jilbab itu persoalan syariat, persoalan hukum Allah. Siapa melecehkan jilbab berarti melecehkan hukum Allah. Astaghfirullaah...!

Partai Islam ternyata tidak memiliki capres sendiri, bagaimana tanggapan Habib ?

Sangat kami sesalkan ! Partai Islam dan berbasis massa Islam, kalau bersatu suaranya bisa mencapai 29 persen sehingga dapat mengajukan satu pasangan capres cawapres. Sudah kami sampaikan ke Partai Islam, jika Partai Islam mengusung sepasang capres cawapres tanpa koalisi dengan partai di luar mereka, akan kami dukung sepenuhnya tanpa meminta apa pun. Itu karena kami yakin bahwa persatuan Partai Islam akan melahirkan sikap dan keputusan yang Islami. Kami menginginkan adanya wihdah (persatuan) di antara Partai Islam dan Partai Berbasis Islam. Tetapi kenyataannya, Partai Islam tidak percaya diri dan takut kalah. Partai Islam menggunakan Kalkulasi Pedagang, bukan Kalkulasi Pejuang. Kalkulasi Pedagang adalah Kalkulasi Peluang, yaitu ada peluang terjang tidak ada peluang menghilang, menang kalah menjadi nomor depan. Sedang Kalkulasi Pejuang adalah Kalkulasi Daya Kerja, yaitu dengan Daya Kerja sedikit apa pun akan memanfaatkan peluang sekecil apa pun, menang kalah nomor belakang.

Nah, Partai Islam sudah tidak percaya diri, tersihir oleh popularitas SBY dan Partai Demokrat, terjebak dalam rekayasa survey. Partai Islam takut kalah dan takut tidak kebagian kue kekuasaan. Akhirnya, dengan Kalkulasi Peluang, Partai Islam lebih suka "nebeng" peluang besar SBY ketimbang menciptakan peluang sendiri, alasannya yang penting dapat "kue".

Jadi, partai Islam sebagai Partai Jualan Islam, kini terbukti.

Kini, partai-partai Islam ramai-ramai dukung SBY, menurut Habib ?

Hina dan Nista ! Sangat menjijikkan ! SBY itu Pelindung Ahmadiyah, Anti Syariat, Pembela Sepilis (Sekularisme, Pluralisme dan Liberalisme), Antek Neolib, Pemuja Amerika yang mencintai Amerika dengan segala kesalahannya sesuai pernyataannya sendiri. SBY juga Angkuh, Sombong, Sok Kuasa dan Diskriminatif. Itu semua fakta, bukan fitnah. Kok Partai Islam mengusung capres macam ini.

Kami melihat tokoh-tokoh Partai Islam dan berbasis Islam serta Ormas Islam jauh lebih layak untuk diusung, sebut saja DR.Hidayat Nur Wahid, MS.Ka'ban, Surya Dharma Ali, KH.Ma'ruf Amin, KH.Hasyim Muzadi, dll. Kenapa SBY yang Anti Islam yang diusung ?! SBY itu punya catatan buruk, dia terlibat peristiwa Kudatuli di era Orde Baru, dan saat menjadi Menkopolkam di zaman Megawati dia adalah arsitek penangkapan Ulama dan Aktivis Islam. Saat itulah, saya, Ust.Abu Bakar Ba'asyir dan Ust.Ja'far Umar Thalib ditangkap dan ditahan. Dan di tahun 2008, saya dan Munarman dijebloskan ke penjara terkait insiden Monas, sedang AKKBB yang dinyatakan oleh Kapolri sebagai Biang Kerok insiden tersebut dilepaskan, bahkan kini ramai-ramai jadi Tim Suksesnya. Sangat Rasis dan Fasis !

Ada yang berpendapat, jika partai Islam mengusung pasangan capres dan cawapres sendiri dan akhirnya menang, maka nasibnya akan seperti partai FIS di Aljazair, Ikhwanul Muslimin di Mesir dan partai AKP di Turki. Bagaimana komentar Habib ?

Ironis. Partai Islam tidak percaya diri dan ketakutan tidak pada tempatnya. Kalau Partai Islam bersatu dan mengusung satu pasangan capres-cawapres yang Islami, maka seluruh ormas Islam akan mendukung penuh. Kalau umat Islam bersatu, tidak bisa dikalahkan. Jangan kita berfikir seperti di Aljazair atau tempat lainnya, karena jelas kondisinya berbeda.

Partai Islam di Indonesia tidak perlu takut. Kita ikut pemilu yang konstitusional. Kalau Partai Islam menang, berarti kemenangan sah dan konstitusional. Semua pihak mesti menerima dan menghargai, karena Pemilu merupakan koridor legal yang telah disepakati. Nah, Jika ada yang ingin mengkudeta, ya kita lawan. Orang Betawi bilang, "Ikan Bawal Buah Terong, Elu Jual Gue Borong ! ". Jadi, jika musuh beraksi, ya kita bereaksi dong. Semut kecil, kalau diinjak tetap menggigit. Jika musuh berani mati untuk Thoghut, masa' kita takut mati untuk Allah SWT !

Seandainya Partai Islam bersatu dan memiliki capres-cawapres serta menang, maka Indonesia menjadi negara bersyariatkan Islam ?

Kalau bicara soal perjuangan penerapan Syariat Islam memang menjadi kewajiban segenap umat Islam. Siapa pun presidennya, partai apa pun yang menang, perjuangan penegakan Syariat Islam adalah kewajiban. Kita tidak boleh terpaku pada menang atau kalah dalam pileg dan pilpres, siapa pun presidennya kita tetap berjuang. Apa pun partai yang menang kita tetap berjuang.

Dan memang jika Partai Islam dengan Capres Cawapresnya menang, insya Allah perjuangan penegakan Syariat Islam akan lebih mudah dan lebih lancar. Justru itulah, umat Islam sebenarnya berharap Partai Islam bersatu dengan mengusung Capres Cawapres yang Islami.

Apakah setelah Habib bertemu JK kemudian mendukung pasangan JK-Wiranto dan meninggalkan partai Islam ?

Pada awalnya kami melakukan kajian, bagaimana FPI menyikapi pilpres 2009. Selama 11 tahun usia FPI, tidak pernah terlibat usung-mengusung capres cawapres atau mendukung satu partai tertentu. Kami selalu menggiring seluruh anggota FPI untuk mendukung partai Islam, tetapi tidak disebut partai Islam yang mana. Selama partai itu berasaskan Islam dan memperjuangkan syariat Islam, maka akan kami dukung. Karena itulah banyak aktivis FPI yang tersebar di berbagai partai Islam seperti PKS, PBB, PPP, PKNU dan PBR, yang penting partai Islam. Jadi, selama 11 tahun ini FPI tidak pernah berpolitik praktis untuk dukung mendukung.

Namun saat ini, ada perubahan serius dalam percaturan politik di Indonesia. Kondisi tersebut menuntut FPI untuk bersikap dan lebih berperan secara nyata. Agenda Nasional Perjuangan FPI saat ini adalah PEMBUBARAN AHMADIYAH. Sejak jauh-jauh hari, sebelum saya dan Munarman dijebloskan ke penjara, FPI telah menitipkan amanat aspirasi ini kepada Partai Islam, ternyata mereka berkhianat. Tak satu pun Partai Islam yang mengusung SBY membuat Kontrak Politik tentang Pembubaran Ahmadiyah, karena memang SBY Pelindung dan Pembela Ahmadiyah.

Berangkat dari situlah, akhirnya FPI menetapkan Visi, Misi dan Strategi berkaitan dengan pilpres 2009. Visi FPI adalah Pembubaran Ahmadiyah. Misinya Tumbangkan SBY, karena Ahmadiyah tidak akan bubar selama SBY berkuasa. Saat ini saja yang SBY sedang butuh suara umat Islam, dia tidak peduli dengan aspirasi umat untuk bubarkan Ahmadiyah, apalagi kalau nanti dia menang, dia akan lebih angkuh karena sudah tidak butuh lagi suara umat. Jadi, kalau mau Ahmadiyah bubar, ya Tumbangkan SBY. Tapi menumbangkannya kan harus konstitusional. Nah, Pilpres adalah momentum paling tepat dan efektif untuk merubuhkan rezim takabbur ini secara konstitusional. Tentu saja Misi Penumbangan SBY mesti dengan Strategi. Maka Strateginya adalah dengan memenangkan JK-Wiranto, karena keduanya secara tegas menyampaikan dalam paparan visi misinya melalui wawancara, dialog, debat, dsb, secara eksplisit mau pun implisit, yang disebarluaskan berbagai media cetak mau pun elektronik, bahwa siapa pun yang menistakan suatu agama harus dilarang. Dan keduanya juga secara terbuka memberi jaminan pelaksanaan ibadah dan syariah bagi semua umat beragama. Bagi FPI, pernyataan tersebut adalah sebuah komitmen terbuka JK-Wiranto kepada umat Islam dan bangsa Indonesia.

Selanjutnya, FPI membuka komunikasi dengan JK-Wiranto melalui beberapa kali pertemuan dan diskusi, yang akhirnya kami percaya dengan I'tikad baiknya serta komitmennya untuk membangun Indonesia dengan Akhlaqul Karimah. FPI pun mendukung JK-Wiranto dengan menitipkan AMANAT jaminan menjalankan ibadah / syariat bagi tiap umat beragama sesuai ajarannya masing-masing, dan Pelarangan segala bentuk penistaan dan penodaan terhadap agama apa pun. FPI mendukung tanpa pamrih duniawiah. FPI tidak minta uang sesenpun, FPI tidak menuntut jatah kursi, bahkan tidak butuh fasilitas apa pun.FPI mendukung JK-Wiranto dengan ikhlas dan tawakkal.

Itulah sebabnya,FPI meninggalkan Partai Islam. Bahkan kini, semakin kuat desakan arus bawah agar FPI mendirikan Partai Islam sendiri sebagai wadah penyaluran aspirasi politik anggota dan simpatisannya.

Bagaimana kalau JK-Wiranto menang lalu khianat, maklum mereka berdua kan pernah menjadi bagian dari Orde Baru sebagimana tudingan salah satu Partai Islam ?

Kami titip amanat atas dasar husnu zhonn dan saling percaya. Insya Allah keduanya akan menjalankan amanat umat. Jika ternyata sebaliknya, maka perjuangan FPI makin panjang. Pada prinsipnya, siapa pun presidennya dan partai mana pun yang menang, FPI tetap akan memperjuangan penegakan syariat Islam dan Pembubaran Ahmadiyah hingga akhir hayat.

Pembubaran Ahmadiyah adalah harga mati yang tidak bisa ditawar. Ini masalah aqidah yang sangat prinsip dan mendasar. Ingat, aqidah atau ideologi suatu bangsa akan melahirkan sikap sosial masyarakatnya. Sikap sosial tersebut yang akan membentuk karakter ekonominya. Lalu karakter ekonomi inilah yang akan mengatur arah politiknya. Jika aqidahnya Islam, maka akan melahirkan sikap sosial yang Islami. Dan sikap sosial Islami akan membentuk karakter ekomomi yang syar'i. Lalu karakter ekonomi syar'i akan mengatur arah politik yang beretika Islam. Sebaliknya, jika ideologinya Liberal, maka akan melahirkan sikap sosial yang Liberalis, selanjutnya akan membentuk karakter ekonomi yang kapitalis, akibatnya arah politiknya akan bersifat machiavellis yaitu menghalalkan segala cara. Jadi, masalah sosial, ekonomi dan politik tergantung aqidah dan ideologinya. Karena itulah, FPI menilai Capres Cawapres dari aqidahnya.

Soal tudingan Orba, SBY itu juga Orba, bahkan pernah menjadi alat Orba untuk memberangus PDI Megawati. Kan lucu, Partai Islam menolak JK-Wiranto dengan alasan Orba, tapi yang diusungnya lebih dari sekedar Orba, yaitu Antek Amerika yang memuja Amerika dengan segala kebejatannya.

Bagaimana pandangan Habib mengenai pasangan Mega-Prabowo ?

Megawati adalah seorang marhaen sejati. Kedekatannya dengan rakyat kecil sebagai suatu prestasi tersendiri yang telah menarik simpatik rakyat kecil, baik dengan kharisma yang dimilikinya atau kharisma ayahnya, Bung Karno. Namun tidak bisa kita pungkiri, Mega dengan partainya selama ini sebagai partai sangat sekuler, partai yang selama ini banyak menghalangi aspirasi yang bernuansa Islam, seperti RUU APP yang kita perjuangkan. Bahkan PDIP adalah partai yang paling galak maju ke depan untuk menjegal RUU APP waktu itu, bahkan termasuk pelopor penolakan terhadap Perda Syariat. Juga mengenai Ahmadiyah, PDIP sikapnya ikut melindungi Ahmadiyah, sehingga FPI tidak bisa menitipkan amanahnya kepadanya, walaupun cawapresnya Prabowo sebetulnya kita mempunyai harapan. Prabowo dikenal cukup berani mengambil keputusan, cukup cerdas dan berpengalaman dalam dunia pergerakan. Tetapi yang menjadi persoalan adalah beliau hanya cawapres atau orang kedua sehingga ke depan tidak memiliki wewenang. Ditambah lagi, FPI menolak Presiden Wanita.

Pasca pilpres Iran terjadi kerusuhan massal yang digerakkan AS dan Inggris karena kemenangan mutlak Ahmadinedjad. Seandainya nanti JK-Wiranto menang dari SBY-Boediono yang dikenal sebagai sebagai antek AS, sehingga AS menggerakkan kerusuhan massal untuk menganulir hasil pilpres, apa langkah yang akan diambil Habib ?

FPI secara resmi sudah menyatakan mendukung, memilih dan akan memenangkan JK-Wiranto dalam pilpres 2009. Insya Allah, jika menang maka ke depan komitmen ini akan berlanjut. Selama JK-Wiranto memimpin negara RI, tidak menentang Al Qur’an dan As Sunnah dan selama kebijakannya tidak bertentangan dengan syariat Islam, maka akan tetap kami dukung.

Kalau ada intervensi asing yang ingin menganulir hasil Pilpres berarti ingin mengobok-obok dan mengacak-acak NKRI, maka FPI akan berada di front paling depan melawan mereka. Jadi tidak usah khawatir dengan intervensi AS. Andai AS menurunkan bala tentaranya sekali pun, akan kami lawan mereka. Hidup mulia atau Mati Syahid, itu pilihannya. Tidak perlu khawatir, kalau umat Islam sudah bersatu tidak akan bisa dikalahkan. Kekuatan musuh sebesar apa pun, tidak akan pernah bisa mengalahkan kekuatan umat Islam yang bersatu.

Mengapa takut dengan AS, padahal AS tidak ada apa-apanya ! Sudah berapa ribu tentara AS yang mati di Afghanistan. Sebanyak 5000 tentara AS mati konyol di Irak. Kalau AS coba-coba menganggu kedaulatan NKRI, kemudian mencoba-coba menganulir hasil pilpres pilihan rakyat, mencoba menurunkan secara fisik militer mereka, maka Indonesia akan kami jadikan kuburan massal bagi tentara AS dan antek-anteknya. Hasbunallaah wa Ni'mal Wakiil, Ni'mal Maulaa wa Ni'man Nashiir. Wa Laa Haula wa Laa Quwwata illaa billaahil 'Aliyyil 'Azhiim. Allahu Akbar !

10 Orang Tewas Dalam Serangan Bom Bunuh Diri di Afghanistan

Kabul (ANTARA News/AFP) 
Sepuluh orang tewas Senin dalam dua serangan bom bunuh diri di Afghanistan, dimana pemberontakan yang dipimpin Taliban tampaknya memuncak menjelang pemilihan presiden, kata polisi dan pejabat.

Kekerasan itu terjadi ketika pasukan Afghanistan dan internasional meningkatkan upaya untuk menghalau gerilyawan dari markas mereka, terutama di wilayah selatan dan timur negara itu untuk mengamankan pemilu pada 20 Agustus.

Puluhan orang, termasuk anak-anak, cedera dalam serangan itu, sementara dua orang lain tewas dalam insiden terpisah di negara yang dilanda perang itu.

Di kota Khost, Afghanistan timur, seorang penyerang bom bunuh diri meledakkan bom yang dipasang di sepeda-motor di depan sebuah bangunan pemerintah, kata deputi kepala kepolisian provinsi itu Yaqoub.

Kementerian dalam negeri mengatakan dalam sebuah pernyataan, tujuh warga sipil tewas dan 31 lain cedera dalam insiden itu.

Amir Padshah Rahmatzai Mangal, direktur kesehatan masyarakat di provinsi itu, mengatakan, tujuh dari mereka yang terluka adalah anak-anak yang berusia antara 13 dan 17 tahun. Ia sebelumnya mengatakan, lima orang tewas dalam ledakan tersebut.

Presiden Afghanistan Hamid Karzai mengutuk keras serangan di Khost itu, kata sebuah pernyatan dari kantornya.

"Dengan melakukan serangan-serangan anti-Islam dan tidak manusiawi seperti itu, teroris tidak akan mencapai apa pun selain kebencian rakyat," kata pernyataan itu mengutup Karzai.

Sebelumnya di provinsi Kandahar yang dilanda kekerasan, tiga prajurit Afghanistan tewas ketika seorang penyerang bom bunuh diri yang naik sepeda-motor menabrakkan kendarannya pada konvoi militer yang berpatroli di distrik Zahri, kata sejumlah pejabat.

Militan Taliban mengaku bertanggung jawab atas serangan di Kandahar itu namun belum ada klaim segera atas pemboman di Khost. Kelompok garis keras itu melancarkan serangan-serangan semacam itu di masa silam.

Taliban, yang memerintah Afghanistan sejak 1996, mengobarkan pemberontakan sejak digulingkan dari kekuasaan di negara itu oleh invasi pimpinan AS pada 2001 karena menolak menyerahkan pemimpin Al-Qaeda Osama bin Laden, yang bertanggung jawab atas serangan-serangan di wilayah Amerika yang menewaskan sekitar 3.000 orang pada 11 September 2001.

Gerilyawan Taliban sangat bergantung pada penggunaan bom-bom pinggir jalan dan serangan bunuh diri untuk melawan pemerintah Afghanistan dan pasukan asing yang ditempatkan di negara tersebut.

Taliban telah memperingatkan bahwa mereka akan meningkatkan serangan-serangan terhadap pasukan Afghanistan dan pasukan internasional yang mendukung mereka.

Bom-bom rakitan yang dikenal sebagai IED (peledak improvisasi) mengakibatkan 70-80 persen korban di pihak pasukan asing di Afghanistan, menurut militer.

Sekitar 70.000 prajurit asing di bawah komando NATO dan AS berada di Afghanistan sejak akhir 2001 untuk membantu pemerintah Presiden Hamid Karzai memerangi Taliban dan gerilyawan Al-Qaeda sekutu mereka.

Pemerintah baru AS berencana mengirim 21.000 prajurit tambahan tahun ini untuk menstabilkan Afghanistan, yang dikhawatirkan sejumlah politikus dan analis Barat akan tergelincir ke dalam anarki.

Kelompok muslim militan itu menyatukan kekuatan lagi setelah dihalau dari Kabul dan mengobarkan
pemberontakan yang paling mematikan pada tahun lalu.

Hari mematikan 7 Tentara Kafir AS Tewas di Afghanistan


KABUL (Arrahmah.com) - Bom dan peluru mujahidin berhasil membunuh 7 tentara penjajah AS pada Senin (6/7), sebagai tanda bahwa perang besar-besaran yang dilancarkan AS dan sekutunya di wilayah timur dan selatan afghanistan akan memakan waktu yang panjang, tidak sesingkat dan semudah seperti yang militer kafir bayangkan.

Dalam peristiwa terpisah, mujahidin Imarah Islam Afghanistan dalam sebuah situs jihad mengeluarkan statemen bahwa mereka menyandera seorang tentara kafir AS, dimana militer AS mengatakan bahwa kemungkinan penangkapan terjadi pada minggu lalu.

Tujuh tentara kafir AS yang tewas pada senin kemarin, tewas akibat mendapat serangan mujahidin. Publik internasional mempertanyakan statemen AS yang menyatakan bahwa tentaranya yang berada di Afghanistan telah "cukup" untuk menghentikan aksi "militan" dan keyakinan mereka bahwa mereka mampu membawa kemenangan ke tangan mereka.

Akibat peristiwa ini, Presiden laknat Barack Obama yang tengah berada di Moscow mengatakan bahwa petinggi militer AS terlalu cepat untuk merasa optimis bahwa strategi terbaru dapat meraih kesuksesan.

Presiden Rusia, Dmitry Medvedev telah menyatakan bahwa negaranya akan membantu AS dalam menghadapi perang di Afghanistan. Ia mengatakan, sulit untuk menebak-nebak seberapa cepat situasi di Afghanistan dapat kembali "normal" (melalui tangan mereka-red).

Empat tentara kafir AS tewas akibat serangan bom ranjau yang menghantam kendaraan militer mereka di provinsi Kunduz. Mereka tengah melakukan pelatihan untuk tentara nasional Afghan.

Dua tentara kafir AS lainnya tewas akibat serangan bom ranjau di selatan Afghanistan. Dan seorang lagi tewas karena mengalami luka-luka cukup parah setelah melakukan pertempuran dengan mujahidin di timur Afghanistan.

Militer AS tidak mengeluarkan rincian peristiwa yang mengakibatkan kematian tentaranya.

(haninmazaya/AP/arrahmah.com)

Abu Umar al-Baghdadi Serukan Lanjutkan Perang

Abu Umar al-Baghdadi Serukan Lanjutkan Perang

Baghdad - Kelompok perlawanan Irak menyerukan untuk meneruskan perlawanan terhadap tentara Amerika bahkan jika mereka sudah ditarik dari kota-kota pusat, dalam pernyataan audio Abu Umar al-Baghdadi hari Rabu.

"Bahkan jika orang-orang Amerika itu dipindah ke sebuah tempat di padang pasir Irak.... maka setiap Muslim berkewajiban memerangi mereka hingga mereka terusir semua", petikan suara Abu Umar al-Baghadadi yang dikenal sebagai amir Daulah Islam Irak. Rekaman audio itu diposting di internet hari Rabu.

Pemerintah Irak pernah beberapa kali menyatakan Abu Umar telah ditangkap, namun pernyataan pemerintah Irak tidak dapat dikonfirmasi kebenarannya. Pernyataan penangkapan Abu Umar bulan lalu bukan yang pertama kalinya, namun Mujahidin Irak selalu menolak klaim penangkapan Abu Umar .

Rekaman tersebut muncul sepekan setelah Amerika menyatakan akan menarik tentaranya dari basis-basis mereka di beberapa kota Irak, dan Amerika berancana menarik tentara mereka sepenuhnya dari Irak pada akhir tahun 2011. Namun serangan kelompok perlawanan terus berlangsung, terutama di kota Baghdad dan beberapa kota di selatan Irak.

[voa-islam/rtr]

Ringkasan Operasi Militer Mujahidin Afghanistan 4 Juli 2009


AFGHANISTAN - Mujahidin Imarah Islam Afghanistan meledakan bom ranjau di distrik Registan. Ledakan ini berhasil menghancurkan kendaraan ranger milik polisi boneka Afghan yang baru saja meninggalkan pos militer. Laporan menambahkan, wakil komandan polisi distrik tersebut tewas dalam peristiwa ini, tiga polisi lainnya mengalami luka-luka. Kubu mujahidin tidak mengalami kecelakaan.

Mujahidin Imarah Islam Afghanistan menyerang konvoy tentara musuh di daerah Sa Khur, distrik Nari, provinsi Kunar. Dalam serangan di bawah operasi Nasrat ini, mujahidin berhasil menghancurkan 3 tank musuh dan membunuh 12 tentara kafir juga melukai beberapa lainnya.

Di tempat lainnya, mujahidin meledakan tank baja milik tentara penjajah NATO di daerah Sheikhano Kally, distrik Baraki, provinsi Logar. Ledakan bom ranjau yang dikatifkan melalui pengendali ini berhasil membunuh 4 tentara musuh dan menghancurkan tank dengan sempurna.

Mujahidin juga menyerang patroli berjalan kaki tentara musuh di daerah Rada, distrik Sheink, provinsi Zabul. Dua tentara musuh tewas dalam serangan ini. Mujahidin merampas dua AK-47 milik tentara yang tewas.

Mujahidin Imarah Islam Afghanistan menyerang konvoy militer tentara kafir AS di Sharana, pusat provinsi Paktika. Mujahidin menembakan 8 misil ke arah tentara musuh, lalu meledakan bom ranjau melalui pengendali yang mengenai tank baja milik musuh. Dalam serangan ini, tidak diketahui jumlah tentara tewas dan terluka di pihak musuh. (haninmazaya/arrahmah.com)

Pemerintah Munafik Pakistan Operasi Swat Berakhir ?


ISLAMABAD - Angkatan perang Pakistan telah menuntaskan operasi mereka di Lembah Swat dan Buner, dan kedua wilayah tersebut telah bersih dari keberadaan para mujahidin, klaim pihak militer bonea Pakistan.

Juru bicara militer, Mayjen Athar Abbas, mengatakan bahwa operasi di Swat dan dua distrik lainnya di barat laut hampir berakhir.

Selama konferensi pers gabungan dengan Menteri Informasi Qamar Zaman Kaira dilaksanakan pada Rabu (8/7), Athar Abbas pun mengklaim bahwa pihaknya telah berhasil melukai pimpinan mujahidin Taliban yang paling ditakuti pemerintah Pakistan.

Abbas menambahkan kebohongannya bahwa Maulana Fazlullah terluka akibat serangan udara yang dilancarkan militernya pada Senin (6/7), tanpa memberi keterangan lebih lanjut mengenai kondisi ulama tersebut.

Ia pun mengaku-ngaku bahwa selama operasinya di Swat, pihaknya telah berhasil menumpas sebanyak 1.600 mujahidin.

Pemerintah munafik Pakistan bersumpah untuk menyusun rencana untuk operasi kedua melawan panglima perang handal Taliban, Baitullah Mehsud, yang disinyalir berada di daerah pedalaman sepanjang perbatasan negara tersebut dengan Afghanistan.

Mereka telah mendiskusikan hal ini secara internal mengenai penggantian personil dalam operasi 'penting' mereka selama pertemuannya dengan Pimpinan Angkatan Bersenjata Ashfaq Pervaiz (Pervez) Kayani.

Menteri Informasi Pakistan menambahkan bahwa peta perjalanan mengenai penggantian dan penempatan personil militernya akan diumumkan beberapa pekan mendatang.

Berdasarkan sumber resmi PBB dan Pakistan, lebih dari dua juta orang harus mengungsi untuk menghindari pertempuran antara mujahidin Taliban dengan angkatan bersenjata yang diperintahkan oleh para penguasa munafik Pakistan demi kepentingan kafir AS.

(Althaf/prtv/arrahmah.com)

Syuhada Indonesia Yang Pertama Syahid di Afghanistan

ASY-SYAHID “SOFYAN” - Syuhada Indonesia Pertama yang Syahid di Afghanistan
PERJALANAN MENUJU SYAHADAH
ASY-SYAHID (Insya Allah) "SOFYAN"
(Syuhada Indonesia Pertama Yang Syahid Di Afghanistan) 

  


Identitas :
Nama (alias) : SOFYAN
Asal : Tasikmalaya, Jawa Barat
Syahid di : (Dekat Jalalabad) Prov. Nanggrahar – Afghanistan
Tahun : + 1991
Pendidikan : Akademi Militer Mujahidin Afghanistan


Latar Belakang :

Asy-Syahid Sofyan (begitulah nama aliasnya, nama aslinya = ?), seorang ikhwan yang berasal dari Tasikmalaya yang pada tahun 1989 bersama dengan 2 orang rekannya yang juga berasal dari daerah Jawa Barat berangkat ke Afghanistan, lewat Pakistan.

Dia adalah termasuk salah seorang dari + 30 orang kadet yang belajar di Akademi Militer Mujahidin Afghanistan, yang semula milik sebuah tandzim (organisasi) Al-Ittihad Islamy, pimpinan Syekh Abdur Robbi Rasul Sayyaf.

Latar belakang pendidikannya adalah Sekolah Menengah Atas (SMA). Pribadinya biasa-biasa saja, bahkan di komunitasnya saat itu dia dikenal sebagai seorang pencanda (periang), banyak bicara dan suka humor.


Ribath Yang Pertama Dan Terakhir :

Pendidikan di Akademi Militer Afghanistan harus dilewati dalam waktu sekitar 18 bulan, dengan 3 semester. 4 bulan dalam setiap semester adalah waktu efektif belajar. Sedang 2 bulan adalah masa liburan. Kebiasaan yang berlaku adalah ketika tiba masa liburan, diadakanlah program Ribath di beberapa daerah perang di Afghanistan. Namun sayang tidak semuanya mendapat giliran untuk diikutkan dalam program tersebut. Biasanya kalau masih duduk di semester pertama hanya mendapat tugas tinggal di Akademi saja selama masa liburan.

Ketika Asy-Syahid sudah duduk di semester ke-2, dan dia telah menjalani waktu belajar selama 4 bulan kedua, maka tibalah saat masa liburan. Mas'ul Akademi kembali membuat program Ribath. Para kadet dibagi menjadi beberapa kafilah dengan tujuan berbeda, diantaranya ke Logar, Nanggrahar, Ghazni, Turgor. Sedang Asy-Syahid tergabung bersama kafilah yang akan berangkat ke daerah Nanggrahar. Kami (saya dan Asy-Syahid serta beberapa ikhwan) yang berada dalam satu kafilah yang berjumlah + 8 orang berangkat pada permulaan waktu masuk musim panas. Dan biasanya masa liburan itu selalu bertepatan dengan musim panas.

As-Syahid asalnya adalah seorang yang periang suka bercanda, banyak omong. Entah mengapa semenjak berada di jabhah,beliau berubah menjadi seorang pendiam, dan sangat rajinn membaca Al-Qur'an.

Pada suatu saat, ketika sehabis makan siang, As-Syahid yang berada di dalam gua, sedang membaca Al-Qur'an. Kemudian tiba-tiba dari atas terdengar bunyi suara pesawat (MIG) melintas di atas, yang ketinggiannya cukup tinggi. Lalu secara tiba-tiba menjatuhkan bom.

Gua tempat kami berlindung tertutup asap dan debu. Setelah asap dan debu itu hilang, maka nampaklah Asy-Syahid terduduk dengan leher yang hampir terbelah diagonal melintas ke dada, Darah mengucur dari tubuhnya. Kami pun menghampiri dan ternyata beliau sudah syahid.
source : arrahmah.com

Kisah Mujahidin

Kisah Mujahidin : Abu Muaz Al-Kuwaiti

Abu Muaz Al-Kuwaiti (Adil Al-Ghanim), berasal dari Kuwait. Komandan Mujahidin Asing. Syahid dalam operasi Miracle pada tanggal 21 Juli 1995, sebuah operasi militer yang dilakukan untuk merebut kembali wilayah Muslim yang dirampas tentara Serbia. Berumur akhir dua puluh. 

Kisah dari orang pertama. Abu Muaz adalah anak seorang gubernur di Kuwait. Ia juga seorang atlet nasional Kuwait. Ia memegang rekor nasional Kuwait dan pernah mengikuti Olimpiade. Abu Muaz mengikuti jihad di Afghanistan selama enam tahun. Dalam masa itu, setiap beberapa bulan ia kembali ke Kuwait untuk menggalang dana dan kesadaran kaum muslimin tentang Jihad di Afghanistan. Ia berkeliling ke masjid-masjid di Kuwait, dan berdiri memberikan ceramah seusai shalat berjamaah, untuk mengingatkan mereka tentang kewajiban membantu saudara-saudara seiman di Afghanistan. 

Abu Muaz tiba di Bosnia pada 04 Mei 1994 dan segera dipercaya menjadi komandan mujahidin asing, karena pengalaman militer dan organisasinya selama jihad di Afghanistan.  

Ia seorang mujahid yang sangat tawadhu. 

Dalam Operation Miracle di bulan Juli 1995, karena posisinya yang senior, Abu Muaz tidak ditempatkan dalam regu penyerbu. Hal ini membuatnya sangat sedih. Setelah operasi ini selesai, Abu Muaz pergi ke puncak gunung dan mengkonsolidasi pasukannya. Ia kemudian terkena tembakan di kakinya dan gugur sebagai syuhada. Empat hari kemudian, seorang mujahid yang berasal dari Madinah Al-Munawarrah yang juga berjihad di Bosnia melihatnya di dalam mimpi. Ia melihat Abu-Muaz kembali ke masjid di dalam kamp mujahidin di garis depan. 

Mujahid itu menuturkan,”Saya melihat Abu-Muaz bertemu dengan para mujahidin, semua orang tampak gembira bertemu kembali dengannya. Tampak kaki bagian atasnya dibalut, tepat dimana ia tertembak. Saya merasa kesal, bagaimana mungkin ia berada di sini jika ia seharusnya syahid? Maka saya dekati dia, kemudian saya bersalaman dengannya dan bertanya, ‘Abu-Muaz, mengapa engkau di sini? Apakah engkau syahid atau tidak?’Ia berpaling dan tidak mengatakan apa-apa. Kemudian, saat tidak ada yang melihatnya, ia segera menuju ke pintu keluar masjid. Saya tahu dia akan keluar dan pergi, jadi saya menunggunya di pintu keluar masjid. Ia meninggalkan masjid dan pergi keluar. Kemudian saya melihat sebuah lempengan di bawahnya yang mengangkatnya naik ke arah langit. Saya kemudian mengejarnya, menangkap kakinya dan berkata, ‘Abu-Muaz! Saya mohon beritahu saya apa yang terjadi! mengapa engkau di sini? Apakah engkau syahid atau tidak?’ 

Ia menjawab, ‘Ya, saya syahid.’ 

Saya bertanya padanya, ‘Seperti apa mati syahid itu?’  

Ia menjawab, ‘Pada hari operasi itu, sebuah jendela terbuka di langit menuju surga dan semua mujahidin yang akan syahid pada hari itu pergi melalui jendela itu langsung menuju surga.’ 

Saya kemudian bertanya ,’Bagaimana rasanya mati syahid?’ 

Ia menjawab,’Engkau tidak merasakan apapun. Begitu engkau mati, muncul dua gadis cantik berambut pirang yang mengantar engkau ke surga.’ 

Aku bertanya, ‘Seperti apa surga itu?’ 

Abu-Muaz menjawab, ‘Bukan cuma satu surga, tapi banyak surga!’ 

Saya bertanya lagi, ‘Bagaimana dengan kenikmatan dan kesenangannya?’ 

Ia menjawab, ‘Setiap hari dan di setiap tempat.’ 

Abu-Muaz kemudian berkata,‘Sekarang lepaskanlah aku.’ 

Maka saya kemudian bertanya pada Abu-Muaz,‘Satu pertanyaan terakhir, dapatkah engkau memberitahu saya, apakah saya akan mati syahid?’ 

Abu-Muaz mengatakan, ‘Saya tidak dapat mengatakannya padamu’ 

Maka saya kemudian bertanya, ‘Dapatkah engkau memberitahu saya, dengan datang dalam mimpiku beberapa hari sebelum saya mati?’ 

dan Abu-Muaz menjawab, ‘Saya akan mencoba. Sekarang lepaskanlah saya. 

Seorang mujahid lainnya yang mengenal Abu Muaz dengan dekat menceritakan: 

“Ia seorang yang sangat kaya di Kuwait, namun masih mengingat kewajibannya terhadap Jihad. Ia menghabiskan enam tahun di Afghanistan dan setelah perang Afghanistan selesai, ia datang ke Bosnia. Saudaraku ini berbicara sangat singkat, namun jika ia bicara, ia akan memberikan pelajaran tentang Islam dan berita akan apa yang terjadi di Bosnia. Dan bila ia berbicara, ia membuatmu merasa senang. Bahkan jika berita itu berita yang paling buruk sekalipun, ia membuatmu merasa senang mendengarnya. Karena akhlak baiknya dan pengalaman organisasionalnya, para ikhwan mujahidin memilihnya menjadi komandan seksi mujahidin asing. 

Sebuah nikmat yang Allah berikan padanya adalah tafsir mimpi. Para mujahidin biasa bertanya tentang mimpi mereka padanya dan ia akan menjelaskan artinya, dan sangat sering penjelasannya sesuai dengan kenyataan. Saudaraku ini bekerja siang dan malam untuk Islam dan saudara-saudara mujahidin lainnya. 

Dan pada operasi Miracle Allah mengambilnya sebagai seorang syahid. ” 

Ketika masih hidup, Abu Muaz pernah bercanda,‘Jika saya mati, jika Allah menerima saya sebagai syuhada, ambillah gambar wajah saya dari kiri ke kanan, agar orang-orang dapat melihat apakah ini wajah seorang Arab atau bukan!’ 

Ia mengatakan ini untuk menjawab orang-orang yang membantah adanya kehadiran mujahidin asing di Bosnia. 

Nyawanya meninggalkan tubuhnya dengan sebuah senyum khas di wajahnya dan video kamera mengambil gambar wajahnya dari berbagai sudut, sebagai bukti akan dua hal: (i) bahwa ini adalah seorang mujahid asing yang bukan berasal dari Bosnia dan (ii) untuk menunjukkan bahwa sebagian mujahidin syahid dengan senyum di wajah mereka. 

Semoga Allah menjadikan engkau tetap tersenyum, wahai Abu Muaz, dan mengangkatmu bersama barisan para Nabi dan para mujahidin yang syahid sebelummu. Amin. 

“Sesungguhnya tetesan darah yang pertama kali tercucur dari salah seorang di antara kalian, menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosanya oleh Allah, sebagaimana Dia merontokkan dedaunan dari dahan pepohonan, dan dua orang bidadari bergegas menyongsongnya, serta mengusap debu yang menempel di wajahnya, keduanya berkata,’Selamat datang bagimu.’ Dan dia pun menjawab,’Selamat datang bagi kalian berdua.“ (Hadits Riwayat al-Bazzar dan Thabrani) 

Mereka Yang Dipilih Allah – Biografi dan Karomah Syuhada Jihad Bosnia „Dari Abu Hurairah ra, dia berkata : disebutkan perihal orang yang mati syahid dari Nabi SAW, beliau berkata : Bumi tidak Bumi tidak akan kering dari darah syahid sehingga dua orang istri bergegas menyongsongnya, seolah-olah mereka seperti dua ekor burung yang baru disapih dalam sarangnya di suatu bumi, dan di tangan mereka masing-masing daripadanya ada pakaian yang nilainya lebih baik daripada dunia dan seisinya.“ (Hadits Riwayat Ibnu Majah) 

Dari Buku  

Mereka Yang Dipilih Allah – Biografi dan Karomah Syuhada Jihad Bosnia 

www.abuhamdi.wordpress.com


Hari mematikan 7 Tentara Kafir AS Tewas di Afghanistan


KABUL (Arrahmah.com)

Bom dan peluru mujahidin berhasil membunuh 7 tentara penjajah AS pada Senin (6/7), sebagai tanda bahwa perang besar-besaran yang dilancarkan AS dan sekutunya di wilayah timur dan selatan afghanistan akan memakan waktu yang panjang, tidak sesingkat dan semudah seperti yang militer kafir bayangkan.

Dalam peristiwa terpisah, mujahidin Imarah Islam Afghanistan dalam sebuah situs jihad mengeluarkan statemen bahwa mereka menyandera seorang tentara kafir AS, dimana militer AS mengatakan bahwa kemungkinan penangkapan terjadi pada minggu lalu.

Tujuh tentara kafir AS yang tewas pada senin kemarin, tewas akibat mendapat serangan mujahidin. Publik internasional mempertanyakan statemen AS yang menyatakan bahwa tentaranya yang berada di Afghanistan telah "cukup" untuk menghentikan aksi "militan" dan keyakinan mereka bahwa mereka mampu membawa kemenangan ke tangan mereka.

Akibat peristiwa ini, Presiden laknat Barack Obama yang tengah berada di Moscow mengatakan bahwa petinggi militer AS terlalu cepat untuk merasa optimis bahwa strategi terbaru dapat meraih kesuksesan.

Presiden Rusia, Dmitry Medvedev telah menyatakan bahwa negaranya akan membantu AS dalam menghadapi perang di Afghanistan. Ia mengatakan, sulit untuk menebak-nebak seberapa cepat situasi di Afghanistan dapat kembali "normal" (melalui tangan mereka-red).

Empat tentara kafir AS tewas akibat serangan bom ranjau yang menghantam kendaraan militer mereka di provinsi Kunduz. Mereka tengah melakukan pelatihan untuk tentara nasional Afghan.

Dua tentara kafir AS lainnya tewas akibat serangan bom ranjau di selatan Afghanistan. Dan seorang lagi tewas karena mengalami luka-luka cukup parah setelah melakukan pertempuran dengan mujahidin di timur Afghanistan.

Militer AS tidak mengeluarkan rincian peristiwa yang mengakibatkan kematian tentaranya. (haninmazaya/AP/arrahmah.com)

Al-Shabaab Mendesak Pemerintah Tuk Rebahkan Senjata


MOGADISHU (Arrahmah.com) - Mujahidin Al-shabaab dalam sejumlah pemberitaan dilaporkan memberikan batas waktu kepada pemerintah Somalia untuk menyerah dan merebahkan senjata milik mereka.

Senin (6/7), salah satu petinggi Al-shabaab, Sheikh Mukhtar Abu Subeyr mengatakan pemerintah transisi Somalia dan afiliasinya memiliki waktu lima hari untuk membubarkan angkatan bersenjata mereka dan merebahkan senjata.

Subeyr memperingatkan kelompoknya akan memberikan kemurahan hati kepada pejabat pemerintahan jika mengikuti peringatan Al-Shabaab.

Statemen tersebut terdapat dalam sebuah rekaman audio yang disebarkan di radio-radio lokal di ibukota Somalia, Mogadishu.

Al-Shabaab berjanji kelompoknya tidak akan melakukan kekerasan lagi yang menargetkan pejabat-pejabat pemerintahan jika mereka memenuhi seruan Al-shabaab. Dan mereka akan membawa stabilitas di negeri tersebut dengan menerapkan syariat Islam.

Al-Shabaab juga menyeru pejabat pemerintah untuk tidak lagi bergantung kepada Uni Afrika dan mengeluarkan seluruh tentara asing yang masih berada di Somalia. Sebanyak apapun tentara asing disebarkan di Somalia, Al-Shabaab tidak akan menyerah dan menghentikan perang demi tegaknya Islam sehingga tidak akan ada lagi fitnah.

(haninmazaya/arrahmah.com)

 

Helikopter Militer Pakistan Jatuh Tewaskan 26 Penumpangnya

Helikopter Militer Pakistan 


Islamabad (ANTARA News) - Sebuah helikopter militer Pakistan jatuh karena gangguan mesin di wilayah baratlaut negara itu, Jumat dan menewaskan 26 personel keamanan, kata seorang pejabat militer seperti diberitakan Reuters.

"Sebuah helikopter MI-17 jatuh karena gangguan teknis... 26 personel keamanan mati syahid," kata pejabat yang menolak disebutkan namanya itu.

Sebelumnya, beberapa pejabat pemerintah di kawasan itu mengatakan bahwa empat orang tewas dalam musibah tersebut.

Gerilyawan Tangkap Seorang Tentara AS di Afghanistan

Kamis, 2 Juli 2009 22:00 WIB Mancanegara
Kabul (ANTARA News/AFP) - Para gerilyawan diperkirakan telah menangkap seorang serdadu Amerika Serikat di Afghanistan, pertama kasus seperti itu menimpa pasukan AS yang digelar di zona-zona perang dalam tahun-tahun belakangan itu, kata militer AS, Kamis.

"Seorang tentara AS yang hilang sejak 30 Juni dari kesatuannya diduga ditangkap oleh pasukan gerilyawan," kata juru bicara militer AS Kapten Elizabeth Mathias kepada AFP.

"Kami akan menggunakan segala sumber yang ada untuk mencari dan menemukan dia dan membantu bagi kepulangan dia dengan selamat."

Ia tidak bisa memberikan rincian termasuk provinsi tempat tentara itu hilang.

"Kami tidak memberikan rincian lebih jauh untuk melindungi situasi dan kesehatan serdadu itu," katanya.

Itu diperkirakan kasus pertama seperti itu di Afghanistan sejak pasukan AS digelar di negara tersebut untuk menggulingkan rezim Taliban tahun 2001.

Mathias tidak dapat mengkonfirmasikan ini, tetapi mengatakan itu merupakan yang pertama kali seorang tentara AS ditangkap dalam dua sampai tiga tahun baik di Irak maupun di Afghanistan
Source : antara 

Omayyah Joha, Kisah Cinta Isteri dari Dua Syahid Gaza


Mengucapkan selamat tinggal dengan lukisan yang mengalirkan air mata darah untuk suami pertama dan lilin yang menyinari gelapnya blokade untuk suami kedua. 

Aminah Ziyaroh/majalah filistin muslimah

Berapa banyak perpisahan begitu sulit bagi seseorang. Apalagi jika berpisah dengan orang yang sangat dicintai. Dan lebih menyakitkan bila perpisahan itu terjadi dengan orang yang selama ini menyertainya dalam perjuangan. Akan tetapi apa yang terjadi pada Omayyah Joha lebih pahit dari itu. Ia kehilangan suaminya, As-Syahid Romi Saad dan setelah itu ia juga harus kehilangan suami keduanya, As-Syahid Wail Uqailan.

Namun perpisahan dengan dua orang yang sangat dicintainya tidak meruntuhkan ketegaran dari wanita agung Palestina ini yang menggambarkan keteguhan jiwa dan kesabaranya dalam menghadapi cobaan dari yang Maha Kuasa.

Teman Hidup dan Jihad

Pena serasa tak berdaya untuk menorehkan sosok wanita Palestina dengan segala kesabaran dan perjuanganya. Ia ditinggalkan dua orang terkasih dalam hidupnya. 

Kunjungan penulis ke rumahnya tadinya untuk memberikan do’a ta’ziyah pada hari kedua gugurnya Wail Uqailan. Namun penulis dikagetkan dengan sosok yang begitu tegar bagaikan gunung Palestina. Ia menyambut semua yang datang ke rumahnya dengan senyuman yang ramah. Ia mulai bercerita tentang suaminya sekaligus temanya, Wail Uqailan, kepada semua yang hadir. 

Ia mengatakan, "Wail adalah seorang laki-laki yang agung. Dalam arti, aku tak pernah mendapatinya mengeluh. Walau sakit yang dideritanya sangat hebat terutama pada lambungnya yang sudah dideritanya sejak beberapa bulan. Ia senantiasa menyembunyikannya dariku. Ia selalu menampakan kekuatanya di depanku. Ia lalui kehidupannya secara normal. Seseorangpan tidak merasakan ada kelainan. Dulunya ia sering berangkat berjihad dan tidak pernah absen. Joha berhenti sejenak ia berusaha menahan air matanya, namun ternyata tumpah juga. 

Ia melanjutkan, "Aku belum pernah melihat Wail menangis. Ia seorang laki-laki yang langka di dalam masyarakat ini. Ia tangguh dan berwibawa, selalu disukai dimanapun ia berada." Joha teringat suatu ketika Wail menangis. Yaitu ketika pasukan Zionis membunuh saudara kandungnya, Wail Muhammad Abdul Qadir Uqailan. Ketika ia mengusung jenazahnya, saat itulah Wail menangis. Wail juga pernah menangis ketika ia berada di atas tempat tidurnya, ketika ia teringat teman-temanya yang meninggal syahid. Sering kali ia menginginkan untuk meninggal sebagai syuhada, tidak meninggal di tempat tidurnya.

Janji Bulan Mei

Sesaat Joha terhenti sejenak. Ia menyambut kedatangan sejumlah tamu, dan tampak ia begitu tegar seraya mengucap puji Syukur pada Allah SWT atas apa yang menimpa dirinya.

Ia berkata, “Seolah aku teringat pada janji bulan Mei. Ketika Romi Saad meninggal syahid pada bulan tersebut tahun 2003 yang lalu, di usia 28 tahun. Darinya aku dikarunia seorang putri bernama Nur yang baru berumur sembilan bulan. Adapun Wail ia meninggal syahid pada 3 Mei 2009 kemarin, di usia 32 tahun. Aku sangat berharap dikarunia anak dari Wail, namun ternyata Allah belum berkenan. 

Wail dan Romi adalah dua shahabat bahkan dua saudara yang selalu bersama, makan bersama, tidur bersama, serta berjihad bersama-sama. Keduanya berjuang di barisan perlawanan Brigade Izzuddin Al-Qossam.

Sejumlah usaha berakhir dengan kegagalan

Kemudian ia memutar wajahnya seolah mencari orang yang menyertainya, lalu mengulas senyum di wajahnya. Ia melanjutkan ceritanya, Aku hidup bersama Wail selama empat tahun, hari itu adalah hari-hari terindah dalam hidupku. Kami saling menghormati satu sama lain. Ia sering membantuku dalam menemukan ide-ide bagi lukisanku, terutama lukisan untuk suami pertamaku, Romi Saad. Kuas lukisku seolah menggambarkan penderitaan rakyat. Dulu Romi menyarankan agar lukisan-lukisanku ini disertakan gambar kunci, untuk memberikan simbol hak kembali Palestina. Hal yang sama ditegaskan Wail. Aku merasakan antara Romi dan Wail tidak ada perbedaan. Keduanya selalu sama dalam hal ide dan pemilihan judul. Aku bersyukur kepada Allah ta'ala atas limpahan nikmat untuk selalu bersabar dan tetap tegar dalam menghadapi semua ujian yang menyebabkan hati siapapun hancur. Akan tetapi alhamdulillah aku dapat menanggung semua ini. Aku kembali pada kebiasaan semula menorehkan kuasku pada kanvas untuk melukiskan perjuangan, tantangan serta blokade. 

Joha kemudian menceritakan peristiwa syahidnya Wail. “Sebulan sebelumnya, Wail menderita pecah lambungnya yang menyebabkan ia dirawat di rumah sakit Al-Syifa, untuk dilakukan operasi bedah secepatnya. Namun akibat blokade Zionis terhadap Gaza dan ketiadaan alat-alat pembedahan, ia dirujuk untuk berobat ke luar Gaza. Tetapi mimpi untuk dapat berobat ke luar negeri kandas di depan gerbang Rafah. Wail dilarang keluar Gaza dengan berbagai alasan. Memang ada sejumlah mediator dari sejumlah negara Arab yang bisa mengantarkan Wail untuk dapat berobat ke luar Gaza. Tetapi aku terlambat membuat visa masuk, hingga akhirnya suamiku meninggal sebelum aku menyelesaikan persyaratannya. Suamiku tergolek di rumah sakit selama sebulan berjuang melawan penyakitnya hingga Allah menjemput nyawanya.

Tentang sakitnya Wail

Sahabat-sahabat Wail maupun orang-orang terkasih Omayyah tidak mengetahui tentang sakitnya Wail, kecuali melalui tulisanku yang berjudul, “Ketika Para Lelaki Menangis”. Dalam Tulisan itu, aku bercerita tentang sakitnya suamiku yang terluka. “Peganglah tanganku kuat-kuat”, katanya sejenak. Dan mengalirlah air matanya melalui kedua pipinya. Ia melanjutkan, “Selama hidupku dengan Wail, aku tak pernah melihatnya menangis, kecuali dua kali. Pertama, saat adiknya Muhmmad Abdul Qodir meninggal syahid dan ketika ia menyebutkan nama-nama yang meninggal syahid di Gaza dalam perang Zionis kemarin. Ia pernah mengatakan, “Aku sangat rindu untuk berjuang di garda terdepan, sebagaimana dulu”. Akupun menjawab, "Tak ragu lagi, kau akan kembali, sayangku !. Engkau akan bertempur melawan musuhmu dengan senjatamu. Dan engkau akan bertemu dengan Allah setelah engkau berumur panjang dengan sebaik-baik amal, insya Allah. Aku tidak akan mau menikah kecuali dengan mujahid fi sablillah”, ungkapku. Dengan suara pelan ia bertanya, “Apa yang akan kau lukis besok ?”, aku akan melukis tentang berita kembalinya para juru runding dialog dan rekonsiliasi nasional dari Kairo. Ia diam, lalu memegang tanganku, dan aku menutupkan matanya, lalu ia tertidur.

Tangisan untuk Wail dan Romi

Di hari ketiga syahidnya Romi Saad, suami pertamanya, Joha telah menggambar lukisan yang ditunggu-tunggu semua orang. Ia melukis foto suaminya Romi yang berada di kedua kelopak matanya yang mengeluarkan air mata darah. Air mata itu jatuh dan membentuk gambar hati. Sementara pada hari ketujuh syahidnya Wail, ia menggambar dirinya sedang berjalan menenteng senjata kuas. Di tangan kanannya membawa lilin yang bertuliskan Wail yang menyinari gelapnya blokade dengan cahaya cinta. (asy) Subhanallah

Source : infopalestine


----------------------

Support Palestine