Tampilkan postingan dengan label TNI AD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TNI AD. Tampilkan semua postingan

Helikopter Kodam XVII/Cenderawasih Diberondong Tembakan


3 Agustus 2011, Sentani (ANTARA News): Pesawat helikopter Mil Mi-17 Kodam XVII/Cenderawasih, diberondong tembakan oleh orang tak dikenal di sekitar Puncak Senyum, Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua, Rabu, sekitar pukul 14.10 WIT.

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Letnan Kolonel Ali H Bogra, di Jayapura, mengonfirmasi kejadian tersebut.

Mi-17 yang dipiloti Mayor CPN Kandek dan Letnan Satu CPN Fandi, lepas landas dari Bandara Puncak Jaya dengan tujuan Wamena mengevakuasi seorang anggota TNI Yonif 753/AVT, atas nama Pratu Fana S Hadi.

Tamtama ini adalah penembak senapan pada Komando Taktis Satuan Tugas Pengamanan Daerah Rawan yang ditembak pihak tak diketahui di Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Selasa (2/8).

"Dua titik bagian badan helikopter itu berlubang akibat rentetan tembakan dari bawah itu," kata Bogra.

Dua titik itu adalah badan bagian bawah samping kiri roda depan di bawah kursi kopilot, dan di samping kanan dekat mesin pesawat.

"Tembakan kedua ini bahkan menembus badan korban penembakan yang dievakuasi tersebut," katanya.

Tembakan di titik kedua ini mengenai rusuk kiri Hadi. Kondisi korban yang sudah kritis menjadi semakin kritis sehingga membuat nyawanya tidak bisa tertolong lagi dan meninggal dalam penerbangan ke Wamena, Kabupaten Jaya Wijaya.

Sekitar pukul 02.30 WIT, helikopter itu mendarat di Bandara Wamena. Korban langsung dievakuasi ke RSUD Wamena, dan pada pukul 16.00 WIT korban dievakuasi ke Jayapura dengan menggunakan helikopter Puma kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Arioko.

Rencananya korban Pratu Hadi akan diterbangkan ke tanah kelahirannya di Kalimantan, Kamis (4/8).

Akhir-akhir ini penembakan terhadap anggota TNI di Kabupaten Puncak Jaya terus terjadi. Pada hari pertama masuk puasa juga terjadi penembakan di Kampung Nafri, Kota Jayapura, satu satu orang anggota TNI bersama tiga orang masyarakat sipil tewas di tempat.

Source : ANTARA News

Artileri Medan TNI-AD Diperkuat Meriam 105 mm KH 178 Buatan Korsel

Uji Tembak Meriam 105 mm KH 178 Buatan Korsel
Pelaksanaan penembakan 6 pucuk meriam 105 mm KH 178 saat uji terima.

Kesenjataan Artileri Medan sejak tahun 1982 telah menggunakan meriam jenis meriam 105 mm M 101 A1 buatan Amerika Serikat. Alutsista ini telah memperkuat persenjataan TNI AD serta meningkatkan Profesionalisme Prajurit Armed dalam mempertahankan keutuhan wilayah NKRI. Dalam kurun waktu 24 tahun sesuai dengan kemajuan teknologi dan kebutuhan dalam pembentukan satuan baru sesuai Renstra 2009 s/d 2014, maka pimpinan TNI menyetujui untuk pembentukan satuan meriam 105 mm dan rematerialisasi satuan meriam 76 mm.

Setelah melalui beberapa proses pemilihan dan peninjauan maka pimpinan TNI memilih meriam 105 mm KH 178 buatan Korsel sebagai Alusista yang akan memperkuat TNI AD. Sejumlah 3 Batalyon meriam KH 178 pada tahun 2010 dan 2011 akan dialokasikan untuk Rematerialisasi.

(Source : Pussenarmed)

Kostrad Siapkan Satu Batalyon Untuk Mengamankan Perbatasan Kostrad

KostradJakarta - Pasukan Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat atau Kostrad siap untuk mengamankan perbatasan. Ada satu batalyon yang telah dipersiapkan untuk menjaga perbatasan di Kalimantan.

”Kostrad selalu siap untuk mengamankan perbatasan sesuai dengan kebijakan Panglima TNI,” kata Panglima Kostrad Letjen Burhanudin Amin di sela-sela latihan terjun freefall dan terjun statis di Pangkalan Udara Surya Darma, Kalijati, Subang, Jawa Barat, Senin (23/8). Menurut Burhanudin, di Papua, misalnya, telah ada Batalyon 433 yang rencananya akan segera diganti dengan Linud 330.

Sementara perbatasan dengan Malaysia di Kalimantan, Burhanudin mengatakan, untuk sementara ini aman-aman saja. Kostrad telah menyiapkan satu batalyon untuk dikirim ke perbatasan Kalimantan dengan Malaysia. Namun, hingga saat ini belum ada permintaan dari dua kodam di Kalimantan. ”Kalau ada perintah, kami sudah siap. Akan tetapi, soal penempatannya tergantung kodam,” kata Burhanudin.

Di sela-sela penerjunan Linud 305/17/1 di bawah pimpinan Letkol (Inf) Tehuteru tersebut, Burhanudin mengatakan, latihan terus diadakan karena Kostrad bertugas untuk membina kesiapan operasional satuannya. Sesuai dengan kebijakan Panglima TNI, Kostrad juga harus siap di tingkat pertahanan strategis. ”Kami latihan terus sehingga sewaktu-waktu siap dipakai,” katanya.

Saat ini Kostrad juga tengah mempersiapkan pendirian Divisi 3 Kostrad. Divisi 3 itu akan diprioritaskan untuk kawasan timur Indonesia. Walaupun belum ditentukan di mana panglima divisi akan bermarkas, daerah operasinya akan meliputi Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. ”Kami akan lebih berat ke Indonesia timur karena ada kekurangan di sana,” katanya.( Kompas)

Yonif 411/6/2/ Kostrad Tiba Dari Penugasan di Maluku

Yonif 411/6/2/ Kostrad Tiba Dari Penugasan di Maluku

Yonif 411/6/2/ Kostrad Tiba Dari Penugasan di Maluku

Yonif 411/6/2/ Kostrad Tiba Dari Penugasan di Maluku

Yonif 411/6/2/ Kostrad Tiba Dari Penugasan di Maluku

SEMARANG - Sejumlah prajurit TNI dari Yonif 411/6/2/Kostrad yang baru tiba dari penugasan di Maluku, berbaris pada upacara kedatangan pasukan yang dipimpin Panglima Divisi 2 Kostrad, Mayjen TNI Gerhan Lantara, di Pelabuhan Tanjung Emas, di Semarang, Jateng, Jumat (16/7). Sebanyak 487 prajurit TNI dari Yonif 411/6/2/Kostrad kembali ke kesatuannya setelah bertugas selama 11 bulan di daerah rawan Maluku dan Maluku Utara dengan menumpang kapal KRI Teluk Ratai. FOTO ANTARA/R. Rekotomo/ss/hp/10.

ARDAVA

TNI AD Gelar Latihan Dengan Sandi “Kartika Jaya I 2010

TNI-AD Gelar Latihan Dengan Sandi "Kartika Jaya I 2010"

SEMARANG - Sejumlah helikopter milik Korps Penerbangan Angkatan Darat (Penerbad), Menurunkan Sejumlah prajurit TNI AD dari Satuan Penanggulangan Teror (Gultor) Den-81 Kopassu, di Lanumad Ahmad Yani, di Semarang, Jateng, Sabtu (5/6). Latihan yang disaksikan Kasad Jenderal TNI George Toisutta itu melibatkan Satuan TNI AD dari Kopassus, Ton Taipur (Kostrad), Penerbad, dan sejumlah satuan kewilayahan dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan teknik dan taktik operasi penanggulangan teror, operasi komando perebutan cepat dan operasi raid. FOTO ANTARA/R. Rekotomo/Koz/HP/10

Yonkav 7/Sersus Kodam Jaya Latihan Pertempuran Kota

Yonkav 7/Sersus Kodam Jaya Latihan Pertempuran KotaBatalyon Kavaleri 7 Panser Khusus Kodam Jaya sebagai salah satu satuan jajaran Kodam Jaya yang mempunyai tugas pokok salah satunya adalah sebagai satuan manuver di dalam pertempuran untuk melaksanakan pengintaian dan pengamanan. Penggelaran kekuatan personel dan materil saat ini merupakan salah satu wujud upaya satuan di dalam melaksanakan pembinaan satuan yang berkelanjutan dalam rangka pencapaian tugas pokok satuan Yonkav 7/Sersus Kodam Jaya secara optimal guna mendukung tugas pokok Kodam Jaya.

Komandan Batalyon Kavaleri 7/Panser khusus Letnan Kolonel Kav Agustinus Purboyo S.IP Sesuai dengan perintah yang diberikan oleh pimpinan Angkatan Darat untuk mengkaji dan menyusun bentuk orgas, tugas pokok serta fungsi Satuan Kavaleri Angkatan Darat yang relevan dengan kondisi saat ini, maka Batalyon Kavaleri 7 Panser Khusus sebagai bagian kecil dari Institusi Angkatan Darat mencoba untuk memberikan gambaran akan hal tersebut dan mengaplikasikannya dalam suatu bentuk operasi, agar dapat dijadikan masukan bagi terciptanya bentuk ideal Satuan Kavaleri Angkatan Darat yang diinginkan, bertempat Kemayoran komplek Jakarta Pusat. Bahwa tahapan berikut merupakan tindak lanjut dari pembuatan kajian orgas dan tupoksi yang telah disusun sebelumnya, dimana kajian yang disusun menyatakan bahwa Satkavad tidak lagi dibedakan dengan alat gerak yang dimiliki, sehingga seluruh Batalyon Kavaleri di seluruh Indonesia memiliki bentuk yang sama dengan tupoksi yang sama pula. Hal lain yang dapat menunjang realisme kegiatan adalah adanya organisasi Batalyon Tim pertempuran dan Kompi Tim Pertempuran dalam operasi yang akan dilatihkan. Besar harapan dapat lebih memberikan ilustrasi bahwa Satuan Kavaleri Angkatan Darat pada level apapun akan selalu menjadi bagian dari satuan yang lebih besar(Combined arms).

Latihan ini dimaksud untuk mendapatkan persetujuan dari Pimpinan Umum Latihan tentang pelaksanaan latihan tehnis kajian orgas dan tupoksi Batalyon Kavaleri dalam pertempuran kota. Dan bertujuan sebagai pedoman dalam penyusunan naskah latihan tenis kajian orgas dan tupoksi Batalyon Kavaleri dalam pertempuran kota. Latihan ini dilaksanakan agar Prajurit Yonkav 7/Sersus mampu : Mampu memerankan tugas pokok dan fungsi Peleton Kavaleri sebagai bagian dari Kompi Tim Pertempuran, Mampu melumpuhkan penjagaan unsur insurjensi, Mampu mengatasi dinamika senjata Anti Tank musuh, Mampu memerankan fungsi senjata kanon dalam memberikan daya tembak dan daya kejut yang besar bagi lawan, Mampu memerankan fungsi regu penyerbu sebagai Observation Post dalam meminimalisir batas kemampuan elevasi senjata kanon dan Dead Zone bagi Ranpur, Mampu melaksanakan pembersihan gedung/ruangan dari insurjen musuh yang berkekuatan 1 regu, Mampu melaksanakan konsolidasi.

Dispen Kodam Jaya

Kodam XVII/Cenderawasih Gelar HUT Ke 47

Hari ulang tahun Kodam XVIII Cenderawasih yang Ke 47 berlangsung, di Makodam, Polimak, Jayapura, Papua Senin (17/5). Inspektur Upacara Pangdam XVII Cenderawasih Mayjend TNI. Hotma Marbun mengatakan bahwa netralitas kemanunggalan TNI dan rakyat prajurit diharapkan mampu mewujudkan Papua sebagai tanah damai. (Foto: ANTARA/Anang Budiono /ss/hp/10)

17 Mei 2010, Jayapura -- Tepat pada tanggal 17 Mei 2010, Kodam XVII/Cenderawasih genap berumur 47 tahun. Dengan mengangkat tema “Dengan Netralitas TNI dan kemanunggalan TNI-Rakyat Prajurit Kodam XVII/Cenderawasih bertekad mewujudkan Papua Tanah Damai” Kodam berharap dapat terus memberikan yang terbaik bagi Tanah Papua.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih Letkol Inf Susilo kepada Bintang Papua Minggu (16/03) menyebutkan bahwa dalam perayaan HUT Ke-47 Kodam XVII/Cenderawasih akan dilakukan upacara intern di Lapangan Makodam dimana akan diikuti oleh seluruh anggota TNI dibawah naungan Kodam XVII/Cenderawasih. “Baru pada moment syukuran yang digelar Kodam XVII/Cenderawasih, akan dihadiri oleh keluarga besar TNI dan sejumlah muspida,” tandasnya. Kapendam berharap agar perayaan HUT ke-47 Kodam XVII/Cenderawasih ini dapat berjalan dengan aman dan lancar. Dimana selain melaksanakan upacara dan syukuran, juga akan ditampilkan atraksi-atraksi sebagai hiburannya.

Bintang Papua

TNI AD Gelar Grom di Sangatta


03 Mei 2010, Samarinda -- Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI George Toisutta bersama rombongan tiba di Bandar Udara Temindung Kota Samarinda dengan menggunakan pesawat Hely MI-17 Vip Senin pagi (03/05) sekitar pukul 11.15 wita. Kedatangan Kasad dan rombongan di Wilayah Korem 091/ASN berkaitan dengan rencana menghadiri acara uji terima Rudal Grom Komposit Meriam 23 MM ZUR23-2 KG I yang rencananya akan digelar di Sangatta Kutai Timur yang merupakan wilayah Kodim 0909/SGT sekaligus dimanfaatkan untuk bertatap muka dan melihat secara langsung kondisi para prajurit di wilayah Korem 091/ASN. Setibanya di Bandara Temindung Samarinda, Kasad bersama rombongan disambut oleh Danrem 091/ASN, Dandim 0901/Samarinda dan sejumlah Perwira serta Forum Koordinasi Pimpinan daerah Pemerintah Provinsi Kaltim dan Pemerintah Kota Samarinda.

Adapun rombongan yang mendampingi Kasad diantaranya Asops Kasad, Aslog Kasad, Kadis Litbangad, Danpusintelad, Kadispenad, dan Koorspri Kasad, Dokter Kasad, Adc Kasad, Pam Kasad, Protokol Kasad dan 1 orang juru foto dari Dispenad.

Sedangkan rombongan pendamping dari Kodam VI/Tanjungpura adalah Pangdam VI/Tpr Asintel Kasdam VI/Tpr, Asops Kasdam VI/Tpr, Aspers Kasdam VI/Tpr serta Aslog Kasdam VI/Tpr. Usai menerima ucapan selamat datang dari para penjemput, Kasad bersama rombongan langsung memasuki ruang VIP room Bandara Temindung untuk istirahat sejenak. Setelah melaksanakan pertemuan di ruang VIP, Kasad bersama rombongan langsung menuju Makorem 091/ASN dengan menggunakan angkutan darat yang telah disiapkan. Setibanya di Makorem 091/ASN, Kasad Mmenerima jajar Kehormatan dari Regu Jaga Kesatrian Makorem 091/ASN dan menerima ucapan selamat datang dari Perwira Korem 091/ASN, selanjutnya menuju ke Ruang Yudha Makorem 091/ASN untuk menerima Paparan dari Danrem 091/ASN yang memaparkan kondisi satuan Korem 091/ASN serta jajarannya.

Pelda Lukman Penrem 091/ASN

TNI AD akan tambah alutsista baru


27 April 2010, Jakarta -- TNI Angkatan Darat memprioritaskan pengadaan alat utama sistem senjata baru dari penambahan anggaran APBN-P 2010.

Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI George Touisutta menjawab ANTARA di Jakarta, Selasa mengatakan, penambahan alat utama sistem senjata baru terutama diperuntukan bagi satuan kavaleri.

"Alat utama sistem senjata baru itu antara lain kendaraan tempur dan sejumlah meriam," katanya menambahkan.

Ia menegaskan, pihaknya akan memprioritaskan pengadaan kendaraan tempur dari dalam negeri seperti PT Pindad.

"Untuk kendaraan tempur yang sudah dapat kita produksi, maka kita pakai dari dalam negeri," ujarnya.

Sedangkan untuk alat utama sistem senjata yang diadakan dari luar negeri, pihaknya mensyaratkan alih teknologi.

Tentang berapa unit yang akan diadakan, ia menyatakan, pihaknya masih menghitung dan disesuaikan dengan anggaran yang tersedia.

Pada APBN-Perubahan 2010 TNI mendapat alokasi tambahan anggaran sebasar Rp 350 miliar. Alokasi anggaran itu, secara umum belum dapat memenuhi kebutuhan alat utama sistem senjata TNI secara memadai.

ANTARA News

Anak Kolong Jadi Danyonif 500 Riders

Pasukan Riders

Sebagai komandan pasukan elite infanteri, Letkol TNI Kunto Arief dituntut memiliki keterampilan khusus di atas rata-rata. Meski begitu, anggapan bahwa pasukan elite identik dengan wajah sangar dan kejam tidak sepenuhnya benar. Di balik itu semua, Arief adalah sosok komandan bertampang cool dan enak diajak ngobrol.

PERIBAHASA buah jatuh tidak jauh dari pohonnya sangat tepat untuk melukiskan perjalanan hidup Kunto Arief. Suami Indira Paramita itu menyatakan, dunia militer sudah akrab dengan kehidupannya sejak kecil. “Bapak saya juga tentara, jadi sepertinya sudah mendarah daging,” ucapnya.

Putra keenam di antara tujuh bersaudara tersebut menceritakan, semasa kecil kehidupannya lekat dengan pria-pria berambut cepak dan berbaju doreng. Kehidupannya pun berpindah-pindah dari satu daerah ke daerah lain karena tuntutan tugas dari sang ayah. Bahkan, hampir seluruh daerah di Indonesia pernah ditinggalinya. Kondisi tersebut merupakan konsekuensi yang harus dijalani sebagai anak kolong (sebutan untuk anak-anak prajurit yang tinggal di asrama militer).

Termasuk urusan dalam hal kehidupan pribadi, Arief kecil boleh dibilang kenyang mendapat didikan ala militer. Maksudnya, kepribadian seorang militer yang disiplin, teratur, dan memiliki sikap tegas. Meski awalnya Arief merasa tidak nyaman, manfaat hasil didikan sang ayah menuntunnya hingga menjadi seperti sekarang.

Dia teringat ketika sang ayah mendidiknya dengan cara militer yang keras. Bahkan, tidak jarang sabuk kopel mendarat di tubuhnya ketika Arief tidak serius belajar maupun melakukan kesalahan. “Kalau belum ngerasain itu (kopel) mah bukan anak tentara namanya,” kata Arief sembari tersenyum.

Meski demikian, hal tersebut bukanlah menjadi tolok ukur untuk keberhasilan dalam kehidupan. Sebab, menginjak dirinya dewasa, pola didikan sang ayah tidak lagi berbau kekerasan. Arief mengatakan, semenjak dewasa, dirinya mengalami didikan yang berbeda.

Sang ayah lebih banyak mengajarkan filosofi dalam hidup. Bagaimana dirinya bisa menjadi pria yang tahan banting ketika menghadapi persoalan dan mampu menyelesaikan dengan cara dewasa.

Begitu pula halnya dengan pilihan hidup menjadi seorang tentara. Jebolan Akabri 1992 itu menceritakan, sang ayah tidak pernah memaksa dirinya untuk terjun ke dunia militer. “Ayah hanya berpesan, jika saya (ayah) sudah semakin tua, kamu harus menjadi orang yang berguna. Pikirkan masa depanmu dengan baik,” kenang Arief.

Putra pasangan mantan Wakil Presiden Republik Indonesia Tri Sutrisno dan Tuti Setiawati itu selalu merenungkan nasihat sang ayah.

Jawa Pos

Yonif 500 Riders Kodam V Brawijaya

Tim anti teror Yonif 500/Raider. (Foto: detikFoto/Rois Jajeli)

11 April 2011 -- Bagi Kunto Arief, menjabat sebagai komandan Yo­nif 500 Riders Komando Daerah Militer (Kodam) Brawijaya adalah tanggung jawab yang tidak bisa dibilang mudah. Maklum, kesatuan yang dipimpinnya merupakan kesatuan pasukan elite Angkatan Darat.

Pria dengan dua melati di pundak itu dikenal memiliki ciri khas sebagai komandan yang punya visi dan pandangan jauh ke depan. Karisma sebagai seorang pemimpin yang te­gas dan berwibawa begitu melekat pada pria 39 tahun itu.

Arief menyatakan, pasukan elite Yonif 500 Riders merupakan kesatuan yang berbeda daripada kesatuan lainnya di lingkungan TNI-AD. Untuk masuk sebagai Riders, prajurit harus menjalani tahap seleksi yang sangat ketat.

Secara pendidikan, anggota Riders 500 merupakan orang-orang terpilih untuk menjalani pelatihan selama enam bulan di pusat pendidikan pasukan khusus (Pusdik Pasus) di Batu Jajar, Bandung, Jawa Barat. ''Pendidikannya satu lokasi dengan Kopassus. Namun, kami dilatih sendiri,'' papar Arief kepada Jawa Pos.

Tidak hanya prajurit pilihan, melainkan juga para perwira. Mereka (perwira) juga menjalani tahap seleksi yang ketat. Jadi, bukan berarti karena berpangkat perwira, mereka lantas bisa langsung masuk menjadi Riders. Justru pendidikan untuk perwira lebih berat ketimbang para prajurit.

Saat ini, Yonif 500 Riders Kodam Brawijaya memiliki 711 personel. Mereka terbagi menjadi 27 perwira, 50 personel pasukan penanggulangan teror (Gultor), serta sisanya tamtama dan bintara.

Arief mengatakan, untuk menjadi pasukan elite Riders, ada beberapa tahap atau materi yang diajarkan selama menempuh pendidikan di Pusdik Pasus Jawa Barat. Di antaranya, pertempuran dalam kota (purkota), demolisi (taktik penghancuran), pembebasan sandera (ride bus one), mobil udara (mobud), berkendara (ride car), dan operasi intelijen (Sandi Yuda).

''Khusus Gultor diperkuat pada Sandi Yuda,'' ujar Arief. Arief menyatakan, pasukan Riders berasal dari kata Ride yang artinya mencuri atau melakukan misi dengan kecepatan, ketepatan, dan senyap. Karena itu, pasukan Riders diharapkan memiliki keterampilan khusus untuk menjalankan operasi militer dengan baik.

Mengenai taktik pertempuran, Arief menambahkan, pasukan Riders mendapat porsi seluruh latihan inti selama di Kopassus. Selebihnya dikembangkan sendiri ketika mereka dikembalikan ke barak tempat menjalani tugas sebagai pasukan elite.

Anak keenam di antara tujuh bersaudara itu mencontohkan, ilmu bela diri yang dilakoni pasukan Riders saat ini merupakan pengembangan dari berbagai cabang ilmu bela diri. Di antaranya, karate, taekwondo, dan kick boxing. Percampuran tersebut merupakan cara baru di dunia kemiliteran.

Meski demikian, bukan berarti percampuran itu mengubah dasar-dasar ilmu bela diri yang sudah ada. Melainkan, ada pengembangan dalam gerakan-gerakan yang sudah diajarkan. ''Sehingga, ada penyelarasan gerak dan teknik. Sekali lagi bukan bermaksud untuk mengubah secara total,'' imbuh Arief.


Begitu juga taktik pengamanan. Pasukan Riders mempunyai cara tersendiri ketika dihadapkan pada suatu bentuk pengamanan atau perlindungan. Bagaimana pasukan Riders harus bisa mengerjakan misi yang diberikan dengan minim risiko kegagalan. Praktis, para pasukan elite itu memang harus bekerja ekstrakeras agar operasi dapat dilakukan secara sempurna.

Terutama saat menjalankan taktik demolisi. Pasukan Riders harus paham betul target perusakan, penculikan, maupun penonaktifkan kegiatan yang dianggap membahayakan misi dalam pertemupuran. ''Semua lebih bersifat logistik dan sangat vital,'' jelas Arief.

Dia lantas menceritakan operasi pembebasan sandera yang dilakukan oleh sekelompok teroris. Dalam pekerjaan itu, anggota Gultor paling banyak berperan. Sebab, mereka dituntut untuk bisa ''merapikan'' situasi dengan meminimalisasi jatuhnya korban. Memang nyawa yang menjadi taruhan. Namun, pasukan Gultor dapat diandalkan dalam situasi tersebut.

Salah satunya, kenang Arief, saat melakukan operasi perburuan tokoh teroris komplotan lanjutan Dr Azhari. Pasukan Riders turut berperan dalam operasi militer secara rahasia. Mereka (anggota Riders dan Gultor) harus berhari-hari jauh dari keluarga dan menyamar sebagai sipil. Namanya juga misi rahasia, Arief tidak menceritakan detail kegiatan yang mereka lakukan.

Jawa Pos

Kasad : Kodam di Kalbar beroperasi April 2010


08 April 2010, Balikpapan -- Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI George Toisutta melantik Brigadir Jenderal TNI Tan Aspan sebagai Panglima Kodam (Pangdam) VI/Tanjungpura menggantikan Mayor Jenderal TNI Soehartono Suratman, di Balikpapan, Kaltim, Rabu (7/4).

Menurut siaran pers Dispenad, Mayor Jenderal TNI Soehartono Suratman mendapat jabatan baru sebagai Asisten Operasi Panglima TNI, sedangkan Brigadir Jenderal TNI Tan Aspan sebelumnya menjabat sebagai Kepala Staf Kodam VI/Tanjungpura.

Kasad mengatakan dihadapkan dengan tugas-tugas yang semakin dinamis dan kompleks, serta tuntutan organisasi yang semakin berkembang dan berbagai permasalahan yang dihadapi ke depan, pada tahun 2010 ini wilayah binaan Kodam dibagi menjadi dua, yaitu Kodam yang membawahi wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan, serta Kodam yang membawahi wilayah Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

Sehubungan dengan reorganisasi Kodam VI/Tanjungpura di Kalimantan Barat ini, Kasad mengharapkan pada bulan April 2010 ini sudah operasional. saya instruksikan agar tahap demi tahap pelaksanaannya dikendalikan dan diawasi dengan benar dan ketat, sehingga sasaran yang ditetapkan pada program pembangunan kekuatan itu dapat tercapai sesuai rencana, perintahnya.

Kasad mengungkapkan, program pembangunan kekuatan itu, telah sesuai dengan Rancangan Strategis TNI Angkatan Darat Tahun 2010-2014, yang bertujuan untuk mewujudkan kekuatan TNI Angkatan Darat yang tangguh dan andal, serta mampu menangkal setiap bentuk ancaman yang diprediksi timbul, baik yang datang dari dalam maupun dari luar.

Pelita

TNI-AD Datangkan Panser Tarantula Dan Tank Jenis Main Battle

Main Battle Tank

Main Battle Tank akan ganti Tugas AMX-13 TNI-AD yang sudah tua

Bandung - Korps Kavaleri yang tengah memperingati ulang tahun ke-60, yang upacaranya di lapangan pussenkav Bandung, Selasa, menyatakan sedang berbenah diri baik dari segi sumber daya manusia maupun pengadaan alat utama sistem persenjataan.

Menurut Komandan Pusat Kesenjataan Kavaleri Brigjen TNI Suharsono, hal penting yang akan dilaksanakan kesatuannya dalam waktu dekat adalah membenahi dan mengganti barang-barang yang sudah tua, seperti kendaraan tempur.

“Barang-barang yang sudah tua itu sudah saatnya kita ganti, namun kendala utama adalah masalah anggaran yang masih minim,” ujarnya.

Suharsono mengatakan, yang menjadi prioritas utama untuk dibenahi adalah sumber daya manusia dan diiukuti oleh alat utama sistem persenjataan.

“Saya berharap pembenahan sumber daya manusia dan alutsista dapat berjalan beriringan,” ujarnya.

Suharsono mengatakan, Pussenkav memiliki beberapa rancana pengembangan, seperti program pengadaan kendaraan tempur panser 6×6 APS-2 yang diproduksi PT Pindad.

“Panser APS-2 tersebut guna pemenuhan kendaraan tempur angkut personel satuan kavaleri TNI AD,” ungkapnya.

Selain itu, tambah Suharsono, pussenkav akan mendatangkan 22 unit kendaraan tempur panser 6×6 kanon 90mm Tarantula dari Korea Selatan, dan akan dikirim akhir 2010.

“Untuk pemenuhan kebutuhan alutsista, satuan kavaleri akan dilengkapi tank jenis Main Battle untuk mengganti AMX-13 yang sudah tua,” ujarnya.

Dikatakannya, di bidang pembinaan kesenjataan, pussenkav akan membentuk dua yonkav tank di Kabupaten Bulungan Kaltim dan Kabupaten Bengkayang Kalbar pada tahun 2011 dan 2012.

“Di bidang pendidikan, pembinaan pendidikan diarahkan dengan melanjutkan pembenahan 10 komponen pendidikan, penyempurnaan kurikulum, peningkatan kualitas tenaga pendidik, serta meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan,” ujarnya.

Selain itu, Pussenkav tengah melaksanakan program latihan berkuda guna mencetak bibit atlit berkuda yang andal.

“Insya Allah bila tidak ada perubahan, pada tahun ini satuan Denkavkud mendapat kehormatan digunakan sebagai ajang Porda Jabar dan Sea games 2011,” ujarnya.


Antara Jabar

KASAD Resmikan Yonif Mekanis Pertama, Dua Lagi Segera Dibentuk


16 Februari 2010, Jakarta -- Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI George Toisutta meresmikan Batalyon Infanteri Mekanis (Yonif Mekanis) 201/Jaya Yudha di Jakarta, Selasa, (16/2). Peresmian Batalyon Infanteri Mekanis 201/Jaya Yudha ini, merupakan cikal bakal Batalyon Infanteri Mekanis yang akan dikembangkan oleh Angkatan Darat kedepan, khususnya pada kekuatan kewilayahan seperti Kodam.

Kasad mengatakan, Organisasi baru Yonif Mekanis 201/Jaya Yudha, sebagai salah satu jajaran Brigif 1 Pengamanan Ibukota/Jaya Sakti dilengkapi personel yang profesional dan berklasifikasi sesuai bidangnya, dan materiil atau alat peralatan yang lebih, seperti kendaraan tempur panser Komando, panser Angkut Personel Sedang (APS) dan ambulans. Dengan demikian, Yonif Mekanis ini diharapkan memiliki kualitas yang lebih baik daripada Yonif sebelumnya, tambah Kasad.

Menurut Kasad, peresmian itu sebagai bagian dari penataan organisasi Angkatan Darat guna menjawab tuntutan dan kebutuhan organisasi, agar lebih efektif dan efisien dalam pelaksanaan tugasnya, serta mampu menjalankan fungsi pembinaan satuan bagi upaya pencapaian tugas Angkatan Darat secara optimal.

Kasad menegaskan, perubahan organisasi Yonif itu, telah melalui kajian secara seksama dan cermat selama dua tahun ini, yang diikuti dengan kegiatan uji teori berjenjang terhadap hasil penyusunan orgas Yonif Mekanis Kodam. Digelarnya Yonif dengan format organisasi Yonif Mekanis merupakan jawaban atas perkembangan global bidang militer yang berpengaruh terhadap strategi perang dan strategi militer di masa yang akan datang. “Dalam rangka efektivitas pelaksanaan tugas-tugas Angkatan Darat ke depan, setiap Kodam akan dilengkapi dengan satu Brigif dan perkuatannya”, kata Kasad.

Selanjutnya Kasad menjelaskan, Satuan Brigif Kodam itu dikembangkan sesuai kondisi geografi daerah yang menjadi daerah operasi satuan-satuan tersebut, sehingga Yonif Kodam yang ada secara bertahap dilengkapi dengan Yonif Mekanis, khususnya satuan-satuan yang berdislokasi di daerah perkotaan, guna menyesuaikan perkembangan strategi perang secara global.

Yonif Mekanis 201/Jaya Yudha dilengkapi panser Anoa buatan PT. PINDAD. Atas usaha keras Wakil Presiden Jusuf Kalla saat itu, sehingga panser Anoa dapat diproduksi dan digunakan oleh TNI AD. (Foto: Antara)

Kasad menambahkan, dalam analisis kebutuhan sarana pertahanan Minimum Essential Force Angkatan Darat Tahun 2010-2019 disampaikan bahwa pembangunan kekuatan Angkatan Darat dilaksanakan dengan mempertimbangkan kemungkinan ancaman yang dihadapi serta kecenderungan perkembangan lingkungan strategis. Oleh karena itu, menurutnya kondisi Angkatan Darat ke depan yang diharapkan sesuai Minimum Essential Force Tahun 2010-2019 adalah pengembangan 3 (tiga) Yonif Mekanis pada kekuatan kewilayahan, sehingga untuk selanjutnya Yonif Mekanis Kodam yang akan dikembangkan diprioritaskan pada wilayah Kodam XVII/Cenderawasih dan Kodam VI/ Tanjungpura.



Dispenad

Siap Bergabung dengan Satuan Tempur



9 Februari 2010, Tarakan -- Sebanyak 231 anggota Batalyon Infanteri (Yonif) 613 Raja Alam, kemarin pagi mengikuti tradisi satuan Raja Alam yang harus mereka tempuh untuk menjadi bagian dari satuan tempur TNI.

Dalam upacara yang digelar di Pantai Amal Lama tersebut, ratusan anggota TNI AD menunjukkan kemampuan mereka di depan pejabat dan unsur muspida yang hadir. Di antaranya melakukan perkelahian sangkur, beladiri militer, dan pertempuran jarak dekat. Beberapa anggota TNI juga menunjukkan kemampuan mereka dengan melompat dalam lingkaran api.

Tidak hanya itu, beberapa anggota TNI yang menggunakan kendaraan motor patroli dan mobil patroli bersenjata lengkap, melakukan simulasi pembebasan sandera yang diculik di dalam bus. Dengan adegan-adegan ini, menunjukkan bahwa prajurit batalyon 613 Raja Alam yang menerima bet tersebut, sudah siap untuk bergabung dalam satuan tempur TNI.

231 prajurit TNI yang menerima penyematan bet Raja Alam di lengan kanannya ini, terdiri dari 6 pleton pasukan. Mereka berasal dari kompi markas, kompi A, kompi B, kompi C dan kompi bantuan.

Wali Kota Tarakan H Udin Hianggio berharap nilai-nilai dan semangat raja alam dapat dijadikan sebagai pedoman dalam mempertahankan kedaulatan negara, menjaga keutuhan wilayah negara dan menjaga keselamatan bangsa akan senantiasa tumbuh dalam setiap hati dan jiwa prajurit 613 Raja Alam.

“Tentunya kegiatan ini positif sekali untuk menumbuhkan semangat juang terutama para prajurit TNI kita. Apalagi untuk mendapatkan kemerdekaan Indonesia ini tidak gampang,” kata Udin Hianggio.

Paling tidak, sambung wali kota, dengan semakin bertambah dan semakin profesionalismenya anggota TNI, menjadi salah satu andalan negara jika ada yang mencoba mengganggu negara ini.




RADAR TARAKAN

TNI AD Sempurnakan Beberapa Piranti Lunak

Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso (2 kiri) didampingi (dari kiri) KASAD Jenderal TNI George Toisutta, KASAL Laksamana Madya TNI Agus Suhartono dan KASAU Marsekal Madya TNI Imam Sufaat memberikan keterangan pers terkait hasil Rapat Pimpinan TNI tahun 2010 di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (26/1). Panglima TNI mengatakan selain melanjutkan dan meningkatkan pencapaian hasil berdasarkan Pancatunggal kebijakan tahun 2009, terdapat dua aspek yang dinilai sangat strategis untuk tahun 2010 yaitu pengawasan dan optimalisasi peran TNI. (Foto: ANTARA/Widodo S. Jusuf/ss/mes/10)

28 Januari 2010, Jakarta -- Saat ini TNI Angkatan Darat sedang melakukan penyempurnaan beberapa peranti lunak, yang akan menjadi pedoman dalam pelaksanaan tugas ke depan.
Hal itu dikatakan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI George Toisutta dalam amanatnya ketika membuka Rapim TNI Angkatan Darat tahun 2010 di Aula AH Nasution, Mabesad, Jakarta, Rabu (27/1).

Rapat yang berlangsung satu hari diikuti 114 pejabat dan dihadiri Wakasad Letjen TNI J Suryo Prabowo serta para Asisten Kasad dan pejabat teras Mabesad.

Penyempurnaan piranti lunak itu dilakukan dengan mempertimbangkan pengaruh lingkungan strategis, yang memerlukan penyesuaian terhadap perkembangan organisasi dan hasil evaluasi keberadaannya selama ini. Selain itu adanya perubahan yang signifikan, baik ditinjau dari tugas pokok maupun fungsi TNI Angkatan Darat, seperti tertuang dalam Undang Undang RI Nomor 34 tahun 2004 tentang TNI, kata jenderal bintang empat lulusan Akabri 1976 itu.

Oleh karena itu, perlu penyempurnaan Doktrin, Pokok-pokok Organisasi dan Prosedur, Pendidikan dan Latihan, serta hal-hal lainnya.

Semua ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan profesionalisme sumber daya prajurit dan satuan jajaran TNI Angkatan Darat, dalam menghadapi tugas yang semakin kompleks di masa yang akan datang.

Kita semua tentunya berharap, agar penyempurnaan peranti lunak tersebut dapat segera diselesaikan dan dioperasionalkan, agar tujuan yang ingin dicapai dapat direalisasikan, kata Kasad Jenderal TNI George Toisutta.




PELITA

KSAD : Segera Dibentuk Kodam di Kalbar



12 Januari 2009, Semarang -- Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI George Toisutta menyatakan pada tahun 2010 ini akan segera dibentuk Komando Daerah Militer (Kodam) di Provinsi Kalimantan Barat.
"Berdasarkan permintaan masyarakat dan hasil kajian secara menyeluruh oleh TNI Angkatan Darat maka pembentukan Kodam akan segera dilaksanakan di Provinsi Kalimantan Barat," kata KSAD usai upacara serah terima jabatan Pangdam IV/Diponegoro dari Mayjen TNI Haryadi Soetanto kepada Mayjen TNI Budiman, di lapangan Makodam IV/Diponegoro Semarang, Selasa.

Mengenai pembentukan Kodam di wilayah lain, KSAD mengatakan hal tersebut masih terus dikaji termasuk di wilayah Papua.

Menurut KSAD, di Kodam IV/Diponegoro sendiri juga masih terus dilakukan pengkajian mengenai apakah Kodim dan Korem yang ada selama ini sudah cukup atau perlu dibentuk lagi.

Ia menjelaskan, setelah dilakukan pengkajian secara mendalam, hasilnya kemudian akan diserahkan kepada masyarakat.

"Jadi masyarakat yang menentukan, bukan kami (TNI Angkatan darat, Red)," katanya.

Menurut KSAD, selama ini ada salah persepsi di dalam masyarakat, yakni hal-hal yang seharusnya berlaku untuk internal TNI Angkatan Darat selalu dicampuri dan disoroti oleh pihak atau orang luar.

"Seharusnya kalau mau menyoroti kinerja kami, bersamalah dengan kami. Kritisi dan nasehatilah kami agar kami lebih arif dan bijaksana," ujarnya.

Dengan kata lain, lanjut KSAD, kalau ada yang mengkritik dan memberi masukan pada kami maka yang bersangkutan harus mengalami hal yang sama seperti yang kami.

"Jangan hanya melihat dari luarnya saja," katanya.

Ia menambahkan, pembaruan alat utama sistem persenjataan (alutsista) di TNI Angkatan Darat telah diprogramkan oleh pemerintah.

"Semoga dalam waktu dekat dapat terealisasi, namun hal itu tidak bisa sekaligus dilakukan melainkan secara bertahap karena prioritas tetap pada kesejahteraan masyarakat," ujar mantan Panglima Kostrad.



ANTARA JATENG

Yonif 744/Satya Yudha Bhakti Kembali Ke Markas



7 Januari 2009, Tobir, Kabupaten Belu -- Batalyon Infanteri 744/Satya Yudha Bhakti telah mengakhiri masa tugasnya sebagai pasukan pengaman perbatasan antara Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan Negara Republik Demokratik Timor Leste dan telah digantikan oleh Batalyon Infanteri 742/Satya Wira Yudha sejak tanggal 1 Januari 2010.

Danyonif 744/SYB Letkol Inf Yunianto dengan prajuritnya yang tergabung dalam Satgas Pamtas RI-RDTL telah menjalankan tugas kehormatan dengan lancar dan berhasil, terutama dalam membangun komunikasi dan kerja sama yang baik antara prajurit dengan masyarakat disekitar pos batas, juga dengan aparat keamanan lainnya di pintu keluar masuk RI-RDTL seperti di Motain, Motamasin dan Napan. Keberhasilan ini tentunya berkat dedikasi, semangat pengabdian dan penguasaan tugas yang dimiliki para Prajurit Yonif 744/Satya Yudha Bhakti, juga adanya dukungan yang baik dari seluruh elemen masyarakat dalam wadah kemanunggalan TNI-Rakyat.

Penerimaan Yonif 744/SYB dari medan tugas ini digelar melalui upacara yang dipimpin Danrem 161/WS Kolonel Inf Dody Hargo pada Rabu (6/1/2010) di Lapangan upacara Mako Yonif 744/SYB Tobir Kabupaten Belu. Dalam upacara penyambutan ini dihadiri juga Muspida Kabupaten Belu, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, perwakilan dari per-bank-kan setempat, Para Dandim sedaratan Timor, Para Dan/Ka/Pa jajaran Korem 161/WS, masyarakat dan insan pers.

Berkenaan dengan penerimaan Purna Tugas Batalyon Infanteri 744/SYB, Danrem 161/WS dalam amanatnya mengatakan bahwa selama mengawal perbatasan dan menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sejak tanggal 19 November 2008, kurang lebih satu tahun, Satgas Yonif 744/SYB telah melaksanakan tugas secara baik, walaupun masih terdapat kekurangan, hendaknya dijadikan catatan satuan sebagai bahan instrospeksi diri dan evaluasi untuk perbaikan kinerja dan peningkatan profesionalitas prajurit dalam pelaksanaan tugas satuan, di waktu-waktu mendatang. Jadikan segala bekal yang telah di peroleh selama melaksanakan tugas Satgas Pamtas RI-RDTL sebagai pengalaman emas yang membanggakan satuan dan sangat berharga bagi seorang prajurit.

Sebagai bentuk reward atas keberhasilan dan prestasi Yonif 744/SYB dalam tugas pamtas RI-RDTL, Danrem 161/WS memberikan penghargaan berupa piagam penghargaan dan Patung Prajurit kepada Batalyon Infanteri 744/SYB yang diterima Danyonif Letnan Kolonel Infanteri Yunianto. Pada acara tersebut Danrem 161/WS juga memberikan penghargaan kepada prajurit yang berprestasi dalam tugas yakni Kapten Inf Aris B., Sertu Ketut Wira D dan Praka Moses GB.

Penrem 161/Wira Sakti

Komando Militer Pattimura Tambah Satu Batalyon


SAUMLAKI - Komando Daerah Militer XVI Pattimura segera menambah satu Batalyon 734 yang bermarkas di Saumlaki, Maluku Tenggara Barat. Dengan demikian kekuatan Kodam menjadi 10 ribu personil. Hal tersebut dinyatakan oleh Panglima Kodam Mayor Jenderal M.Noer Muis kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (30/12).

Menurutnya, rencana pembentukan Batalyon 734 sudah ada sejak 2007 namun baru bisa direalisasikan pada 2010 karena saat itu masih terbatas personil dan anggaran, sehingga saat ini baru bisa membangun markas untuk empat kompi.

“Batalyon ini dibentuk karena personil TNI di Maluku masih sangat kurang,” katanya.

Hingga saat ini Kodam memiliki sekitar 9.000 personil yang tersebar di Maluku. Dengan kekuatan sebanyak itu, personil Kodam relatif kecil jika dibandingkan dengan wilayah yang harus diamankan. Maluku memiliki luas laut sekitar 94 persen, terdiri dari sekitar 1.500 pulau, 1.200 pulau di antaranya kosong dan 18 pulau berada terdepan atau berbatasan dengan negara lainnya. Dengan demikian, Kodam yang membawahi wilayah Provinsi Maluku dan Provinsi Maluku Utara, satu pulau dalam wilayah Kodam diamankan 6-7 personil.

Untuk mengamankan pulau-pulau terdepan yang berbatasan dengan negara lain, selain tugas utama TNI, masyarakat juga diharapkan mempunyai andil untuk berperan sebagai pemberi informasi kepada pihak keamanan. Itu terbukti dengan adanya laporan nelayah di wilayah perbatasan Maluku Barat Daya, dengan Timor Leste dan Australia, TNI berhasil mengamankan imigran gelap yang menyingggahi salah satu pulau terdepan.

“Katong lapor oarang masuk pulau la dong dapa tangkap,” ujar Andreas Anaktotoli, salah seorang nelayan asal Kabupaten Maluku Barat Daya, kepada wartawan.



TEMPOINTERAKTIF

TNI-AD Tambah Tiga Brigade Inifanteri



15 Desember 2009, Jakarta -- TNI Angkatan Darat membentuk tiga brigade infanteri di dua komando daerah militer (Kodam) masing-masing di Kodam IX/Udayana dan Kodam VI/Tanjungpura serta di Divisi 1 Kostrad.

Tiga brigade infanteri itu diresmikan pada HUT ke-64 TNI Angkatan Darat oleh Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI George Toisutta di Jakarta, Selasa.

Ketiga brigade infanteri baru itu masing-masing Brigade Infanteri 21 Komodo Kodam IX/Udayana, Brigade Infanteri 22 Ota Manasa Divisi I/Kostrad dan Brigade Infanteri 24 Bulungan Cakti Kodam VI/Tanjungpura.

Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI George Toisutta mengatakan, pembentukan tiga brigade infanteri itu bertujuan memperkokoh upaya TNI khususnya TNI Angkatan Darat untuk menjaga dan mempertahankan kedaulatan negara.

"Saya juga berharap pembangunan tiga brigade infanteri itu dapat menjadi kebanggaan bagi rakyat disekitarnya terhadap TNI, hingga memperkokoh kemanunggalan TNI-rakyat," ujarnya.

Pembentukan tiga brigade infanteri itu, katanya, juga dapat menjadi sarana untuk menjamin keamanan rakyat tidak saja di daerah bersangkutan tetapi seluruh rakyat Indonesia.

"Selain meningkatkan kemanunggalan TNI dan rakyat, TNI Angkatan Darat harus mempermahir diri hingga menjadi tentara yang makin profesional dalam mengemban tugas pokoknya," ujarnya.

ANTARA News

----------------------

Support Palestine