Tampilkan postingan dengan label TNI AU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TNI AU. Tampilkan semua postingan

Indonesia Harus Miliki 1.500 Unit Pesawat Untuk Jaga NKRI

Pesawat Tempur Sukhoi TNI AU.
Pesawat Tempur Sukhoi TNI AU.

Makassar - Marsekal TNI AU Eddy Suyanto mengatakan “bahwa Indonesia untuk menjaga wilayah udaranya yang dilewati 6.000 pesawat per hari harus membutuhkan monitoring sampai 24 jam,” katanya saat ulang tahun ke 60 Koopsau di pangkalan udara Sultan Hasanuddin di Makasar kemarin.

menurut Eddy, memerlukan kerja keras dan dedikasi yang memumpuni untuk mengawasi wilayah udara Indonesia karena mengingat terbatasnya jumlah pesawat tempur TNI AU, “Indonesia harus memiliki 1.500 unit, tapi saat ini hanya memiliki 250 unit,” katanya.

Eddy menambahkan bahwa TNI AU memiliki empat sektor, yaitu Jakarta (sektor I), Makassar (sektor II), Medan (sektor III) dan Biak (sektor IV). Sektor II berada di Makassar yang mengawasi Gorontalo, Tarakan, Balikpapan, Malang, dan Jombang. “Penempatan 4 Sektor merupakan rencana strategis TNI AU yang telah disesuaikan dengan anggaran pertahanan dari pemerintah”, katanya.

Menurut Eddy, perencanaan strategis juga diperlukan, termasuk pelatihan dan penambahan pesawat sukhoi. “Pertahanan udara tidak hanya terdiri dari pesawat tetapi sistem radar, pesawat tempur, rudal, dan elemen lain yang harus diperbaiki” tambahnya.

(Source : TEMPO Interactive)

Lima Hercules Segera Perkuat TNI-AU

C-130 Hercules USAF. (Foto: U.S. Air Force photo/Staff Sgt. Eric Harris)

11 Juni 2011, Jakarta (ANTARA News): Sebanyak lima unit pesawat angkut C-130 Hercules akan segera memperkuat TNI Angkatan Udara, kata Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufaat di Jakarta, Sabtu.

Ditemui ANTARA usai memimpin serah terima jabatan Panglima Komando Operasi TNI Angkatan Udara I, Kasau Marsekal Imam Sufaat mengatakan lima pesawat angkut C-130 itu akan tiba di Indonesia dalam dua tahun mendatang secara bertahap.

"Kami membutuhkan sembilan pesawat Hercules, dalam dua tahun ini semoga bisa dipenuhi lima dulu. Dengan penambahan sembilan unit itu, maka TNI Angkatan Udara akan memiliki 30 unit," katanya.

Ketigapuluh unit Hercules itu, lanjut Imam terdiri atas pesawat tanker sebanyak dua unit, pesawat VIP dua unit, dan pesawat operasional untuk mengangkut dua batalyon sebanyak 26 unit.

Ia menuturkan, untuk memenuhi sembilan unit Hercules ke depan maka pihaknya telah menjajaki beberapa tawaran dari beberapa negara.

"Dari beberapa tawaran itu, kami pilih yang terbaik," kata Kasau.

Hingga kini setidaknya tiga negara yang menawarkan hibah pesawat angkut C-130 Hercules kepada Indonesia, seperti Amerika Serikat, Australia dan Norwegia.

Pemerintah Amerika Serikat dan Australia menawarkan enam pesawat angkut C-130 Hercules tipe E dan J dengan potongan harga khusus kepada pemerintah Indonesia pada 2012.

Enam Hercules hibah dari AS itu merupakan pesawat yang sebelumnya diperuntukkan bagi tiga negara di Asia dan Afrika. Namun, semua sebelum dihibahkan ke Indonesia telah mengalami perbaikan dan modifikasi.

AS menjanjikan bantuan pengadaan enam pesawat angkut C-130 Hercules tipe H dan J untuk Indonesia. Bantuan berupa potongan harga dengan mengunakan fasilitas Foreign Military Financing (FMF) dan bantuan suku cadang bagi pesawat angkut berat Hercules.

Sementara Pemerintah Norwegia menawarkan empat unit pesawat angkut C-130 Hercules tipe H kepada Indonesia, yang telah digunakan Angkatan Udara Norwegia.

Sebelum dihibahkan, Norwegia sepakat untuk melakukan peremajaan terlebih dulu atas biaya mereka. Empat unit Hercules tipe H yang ditawarkan tersebut keseluruhannya bernilai 66 juta dolar AS.

Sedangkan Australia menawarkan Hercules Tipe J, sesuai hasil kunjungan Kepala Staf Angkatan Udara Australia pada awal 2011, maka Australia akan segera menyerahkan hibahnya kepada Indonesia.

Source : ANTARA News

TNI-AU Gelar Latihan Angkasa Yudha 2010 di Kalimantan Timur

illustrasi Latihan Militer Angkasa Yudha 2010JAKARTA - TNI Angkatan Udara (AU) menggelar latihan operasi udara di Kalimantan Timur, dalam rangka menjaga dan menegakkan integritas kedaulatan NKRI. Latihan operasi lapangan Angkasa Yudha 2010 itu akan berlangsung 26-28 Oktober 2010.

“Apa pun hasil yang dicapai, merupakan gambaran nyata kesiapan operasi TNI AU dalam melaksanakan tugas pokoknya sekaligus menjadi bahan evaluasi di setiap bidang pembinaan yang dilakukan selama ini,” ujar Kepala Staf TNI AU (KSAU) Marsekal TNI Imam Sufaat, usai membuka Gladi Mako Angkasa Yudha 2010, di Mabes TNI AU Cilangkap, Jakarta, kemarin.

Latihan Angkasa Yudha 2010 melibatkan Koopsau I Jakarta, Koopsau II Makasar, Lanud Sultan Hasanuddin Makasar, Lanud Abdulrachman Saleh Malang, Lanud Iswahjudi Madiun, Lanud Supadio Pontianak, Wing II Paskhas Malang, Kosek Hanudnas I Jakarta dan Kosek Hanudnas II Makassar.

“Kohanudnas dan Korpaskhas beserta seluruh jajarannya merupakan aset kekuatan udara yang sewaktu-waktu dapat diproyeksikan dalam melaksanakan tugas operasi udara, baik dalam operasi militer perang (OMP) maupun operasi militer selain perang (OMSP),” ujar Imam.

Oleh karena itu, tutur ia menambahkan, sinergi kemampuan dan kekuatan serta interoperability dari ketiga kekuatan tersebut harus dapat dilatihkan sekaligus diuji melalui latihan.

“Sebagai latihan puncak TNI Angkatan Udara, maka konsekwensi dari hasil yang akan dicapai adalah merupakan refleksi dari hasil investasi dari segala usaha maupun hasil pembinaan yang selama ini telah dilakukan, baik di bidang intelijen, operasi, personel, logistik maupun di bidang komlek,” ujar KSAU.

Latihan Angkasa Yuda dilaksanakan menjadi dua tahap. Yaitu, Latihan Pos dan Komando (Latposko) yang dilaksanakan mulai 12 hingga 15 Oktober 2010 dan manuver lapangan (manlap) yang akan dilaksanakan 21 hingga 28 Oktober 2010 di Lanud Hasanuddin Makassar, Lanud Balikpapan, Tarakan Kalimantan Timur, dan Lanud Abdulrahman Saleh Malang. Latihan Angkasa Yuda ini merupakan latihan puncak TNI Angkatan Udara, di mana sebelumnya telah dilaksanakan latihan per orangan, latihan satuan jajaran TNI AU.

Suara Karya

Sukhoi Hanya di Makassar


30 September 2010, Makassar -- Untuk memperkuat pertahanan udara Indonesia, pemerintah telah membangun satu skadron pesawat tempur Sukhoi di Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin Makassar dan jet tempur Rusia itu hanya akan berada di Lanud Hasanuddin.

"Untuk skadron pesawat tempur Sukhoi ditempatkan di Lanud Hasanuddin Makassar dan hingga saat ini Lanud telah mempunyai 10 unit pesawat tempur Sukhoi," kata Kepala Penerangan dan Kepustakaan (Kapentak) Lanud Hasanuddin Makassar, Kapten Agus, Kamis.

Untuk melengkapi skadron Lanud Hasanuddin Makassar, pemerintah masih akan memesan enam pesawat tempur Sukhoi lagi dari Rusia.

"Satu skadronnya akan diisi Sukhoi sebanyak 16 unit dan hingga saat ini kita sudah punya 10 unit," ujarnya tanpa menjelaskan kapan enam pesawat tempur berikutnya bakal dibeli.

Berdasarkan rencana jangka panjang hingga tiga dekade ke depan, pemerintah akan membangun 10 skadron dengan 180 unit pesawat tempur berbagai jenis.

10 skadron itu akan ditempatkan 180 pesawat tempur berbagai jenis, diantaranya F-16 Fighting Falcon yang sudah masuk dalam rencana kerja strategi Kemenhan sebagai pengganti Hawk Australia.

ANTARA News

Dua Pesawat Tempur Sukhoi SU-27 SKM Pesanan TNI-AU Dari Rusia Tiba Di Makasar

Kedatangan 2 Su-27 SKM(Foto : Dispen TNI-AU)

Kedatangan 2 Su-27 SKM(Foto : Dispen TNI-AU)

Makassar - Dua pesawat tempur Sukhoi SU-27 SKM dari Rusia tiba di Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin Makassar. Satu pesawat sejenis akan menyusul tiba pada bulan ini untuk memperkuat TNI AU.

Kepala Penerangan Lanud TNI AU Sultan Hasanuddin Makassar, Mayor Mulyadi, di Makassar, Jumat, mengatakan, pesawat tempur Sukhoi tersebut melengkapi Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) Lanud Sultan Hasanuddin Makassar.

“Pada tahun ini, sebanyak tiga unit pesawat Sukhoi yang dipesan dari Rusia. Satu unit lagi akan menyusul pada bulan ini,” tuturnya.

Ia menambahkan, ketiga pesawat canggih tersebut akan memperkuat Skuadron Udara 11 Lanud Sultan Hasanuddin.

Lanud Sultan Hasanuddin sendiri merupakan home base pesawat tempur SU-27 SKM dan SU-30 MK2 buatan Komsomolsk Amure Arcraft Production Association (KNAPO).

Menurutnya, dengan tambahan pesawat tersebut, enam pesawat Sukhoi pesanan TNI AU sudah lengka., Sebelumnya Sukhoi jenis SU-30 MK2 tiba secara bertahap pada Desember 2008 dan Januari 2009.

Tiga tambahan pesawat tersebut belum dilengkapi dengan persenjataan, karena paket pembelian pesawat berbeda dengan pembelian senjata.

“Dengan tambahan tiga unit pesawat tersebut, TNI AU memiliki sebanyak 10 unit pesawat tempur Sukhoi,” ungkapnya.

Pesawat Sukhoi tersebut akan menggantikan peran pesawat A-4 Sky yang berada di Skuadron Udara 11 Lanud Hasanuddin.

Pesawat Antonov AN-124-100 yang mengangkut pesawat tempur Sukhoi, tiba di Lanud Sultan Hasanuddin Makassar pada pukul 10.00 WITA dengan didampingi oleh tim personel dari Rusia sebanyak 40 orang.

Antara

KSAU : Pilot TNI-AU Jauh Lebih Unggul Dari Pilot Malaysia

Sukhoi TNI-AUJakarta - TNI AU menegaskan kekuatannya tidak kalah dari Tentara Udara Diraja Malaysia. Kemampuan pilot-pilot TNI AU jauh lebih unggul dari pilot tempur Malaysia.

“Kalau kekuatan saya kira sama ya? Tapi kita lebih kuat dikit lah,” ujar KSAU Marsekal Imam Sufaat, usai buka puasa bersama jajaran TNI AU di Gedung Puri Ardhya Garini, Halim, Jakarta Timur, Selasa (31/8/2010).

Menurut Imam, jika latihan bersama Malaysia, kelihatan jelas kemampuan pilot TNI AU melebihi pilot tentara Malaysia.

“Kita kalau latihan-latihan kan tidak kalah sama mereka. Latihan di Malindo kita targetnya hancur, mereka ada yang miss,” jelas dia.

Imam menjelaskan kekuatan pesawat TNI AU pun berimbang dengan Malaysia. Apalagi dengan kedatangan 3 Sukhoi bulan September. Sukhoi ini akan memperkuat skadron 11 di Makassar. Dengan ini jumlah Sukhoi TNI AU menjadi 10 buah.

“Kalau kita Sukhoi baru 7 menuju 10. Kalau dia menuju 18. Tapi F16 kita punya mereka tidak,” terang dia.

Selain itu TNI AU pun menjamin selalu siap menjaga kedaulatan wilayah RI. “Kita selalu siap,” tegas dia.

Sumber

TNI-AU Siap Hadapi Malaysia Jika Diplomasi Gagal

F-16 TNI-AUJAKARTA - Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Imam Sufaat mengatakan siap jika penyelesaian diplomatik gagal antara Indonesia-Malaysia.

“Kami selalu siap,” katanya di sela-sela buka bersama anggota AU dan purnawirawan TNI di Puri Ardhya Garini Halim Perdanakusuma, malam ini.

Dia menambahkan untuk pesawat jenis F-16 Indonesia memiliki 10 unit sedangkan Malaysia baru 8 unit. “Lagi pula anggota TNI kita semangatnya tinggi kendati gajinya kecil,” ujarnya sambil tersenyum.

Selain itu, lanjutnya, pilot pesawat tempur jenis F-16 sedang disekolahkan di Arizona Amerika Serikat.

Memanasnya hubungan Indonesia - Malaysia karena pelemparan kotoran beberapa waktu lalu di Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta yang dipicu oleh tertangkapnya tiga aparat Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) oleh Police Marine Diraja Malaysia.

Menteri Luar Negeri Malaysia Datuk Seri Anifah Aman pernah mengatakan rakyat Malaysia telah kehilangan kesabaran akibat sejumlah aksi demonstrasi yang dilakukan di Indonesia.

Bisnis

Tiga Sukhoi Pesanan TNI-AU Datang Pada 5 dan 15 September 2010

Shukoi TNI-AUJakarta - Kepala Staf Angkatan Udara Maresekal TNI AU Imam Sufa’at, Selasa, mengemukakan bulan September akan datang tiga pesawat.

“Pada 5 September akan datang dua pesawat, dan pada 15 September akan datang satu pesawat,” katanya usai buka puasa bersama TNI AU, Purnawirawan TNI AU, dan wartawan, di Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Selasa (31/8).

Dia mengemukakan, pembelian senjata yang dilakukan selama ini tidak sama dengan pesawat dan paketnya berbeda.

“Penelitian dan Pengembangan (Litbang) TNI AU mengatakan sudah bisa buat bom,” ungkapnya.

Akan tetapi, katanya, pembuatan peluru masih menjadi pekerjaan rumah yang masih dikerjakan TNI. “Peluru belum bisa, karena masih elektrik,” katanya.

Menurutnya, pembuatan roket dan bom sudah dapat dilakukan, akan tetapi pembuatan peluru kendali masih perlu kerja keras.

Dia mengemukakan, TNI AU tengah mengirim dua penerbang ke Rusia untuk belajar dan empat orang teknisi pesawat terbang.

Antara

Koopsau I Latihan Puncak Antar Satuan Bersandi “Jalak Sakti” dan Latihan Korpaskhasau Dengan Sandi “Trisula Perkasa” Tahun 2010


Koopsau I Latihan Puncak Antar Satuan Bersandi “Jalak Sakti” dan Latihan Korpaskhasau Dengan Sandi “Trisula Perkasa” Tahun 2010
Koopsau I Latihan Puncak Antar Satuan Bersandi “Jalak Sakti” dan Latihan Korpaskhasau Dengan Sandi “Trisula Perkasa” Tahun 2010
Koopsau I Latihan Puncak Antar Satuan Bersandi “Jalak Sakti” dan Latihan Korpaskhasau Dengan Sandi “Trisula Perkasa” Tahun 2010
Koopsau I Latihan Puncak Antar Satuan Bersandi “Jalak Sakti” dan Latihan Korpaskhasau Dengan Sandi “Trisula Perkasa” Tahun 2010

Serang, Banten - Puluhan anggota Korps Pasukan Khusus (PASKHAS) TNI AU mengikuti latihan tempur di lapangan Gorda Cikande, Serang, Banten, Senin (9/8). Latihan tempur ini diberi sandi Latihan Antar Satuan Jalak Sakti dan Trisula Perkasa Tahun 2010. Portaltiga / Abi Dokur

SOURCE

Kasau: T-50 Lebih Potensial Gantikan MK-53

T-50 Golden Eagle. (Foto: KAI)


12 Agustus 2010, Jakarta -- Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau), Marsekal TNI Imam Sufaat, mengatakan bahwa pesawat T-50 Golden Eagle buatan Korea Selatan, lebih potensial menggantikan pesawat Hawk MK-53 yang akan habis masa pakainya pada 2011.

"Saat ini memang ada tiga jenis pesawat yang lolos seleksi untuk menggantikan MK-53 yakni T-50 Golden Eagle (Korea Selatan), Yakovlev Yak 130 (Rusia) dan Aero L159 Alca (Ceko)," katanya, ketika dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Namun, lanjut Imam, ada beberapa pertimbangan untuk memastikan T-50 sebagai pengganti MK-53.

"T-50 adalah pesawat generasi keempat Korea Selatan dengan berbagai keunggulan muktahir, yang tidak lagi dimiliki L-159," ungkapnya.

Sedangkan, Yak 130 juga potensial menggantikan MK-53 namun prosedur dan mekanisme pembelian dari Rusia terkadang sangat ketat.

Tak hanya itu, lanjut Kasau, sudah ada kesepakatan antara RI dan Korea Selatan untuk bekerja sama dalam industri pertahanan seperti produksi bersama pesawat T-50.

"Jadi ada beberapa keuntungan jika kita menggunakan T-50. Selain, merupakan pesawat generasi keempat dengan teknologi muktahir juga ada kesimbungan, melalui produksi bersama tersebut," tutur Imam.

Namun, lanjut dia, semua kemungkinan masih dibahas mendalam. "Kami tetap ajukan tiga jenis pesawat pengganti MK-53, agar dibahas mendalam untuk segera diputuskan Kementerian Pertahanan," katanya menambahkan.

ANTARA News

Komisi I DPR Dukung Pembentukan Skuadron Pesawat Tanpa Awak (UAV)

UAVJAKARTA - Komisi I DPR mendukung pembentukan skuadron Pesawat Tanpa Awak (UAV) yang akan dibangun TNI AU di Landasan Udara (Lanud) Supadio, Provinsi Kalimantan Barat. Pesawat Tanpa Awak dianggap anggota Dewan sebagai salah satu solusi menjaga perbatasan mengingat adanya tantangan topografi wilayah perbatasan Kalimantan Barat.

“Kami mendukung adanya skuadron udara pesawat tanpa awak untuk lebih efisien menjaga wilayah perbatasan, khususnya di provinsi Kalimantan Barat,” kata Ketua Komisi I DPR RI Kemal Azis Stamboel dalam siaran pers yang diterima Suara Karya di Jakarta, Senin (9/8). Kemal bersama beberapa anggota Komisi I DPR melakukan kunjungan kerja ke Lanud Supadio, Kalimantan Barat.

Komisi I DPR, menurut Kemal, mendukung adanya rencana mendatangkan Pesawat Tanpa Awak guna mendukung kekuatan udara Republik Indonesia di Provinsi Kalbar. Adapun kekuatan Pesawat Tanpa Awak adalah dapat terbang dengan daya jelajah 300 km dan kemampuan terbang selama 24 jam penuh. Melalui Pesawat Tanpa Awak akan memudahkan TNI untuk melakukan pengamatan dan pengawasan di tengah keterbatasan sarana prasarana dan topografi wilayah perbatasan. Guna mengimbangi pengawasan perbatasan, TNI berencana membeli Pesawat Tanpa Awakd alam waktu dekat.

“Dalam kondisi lapangan yang dimiliki Republik Indonesia itu adalah solusi terbaik untuk mengatasi keberadaan infrastruktur,” ujar Kemal.

Radar Pemantau

Secara terpisah, Panglima Komando Sektor (Kosek) IV Pertahanan Udara Nasional Biak, Marsma TNI Hadiyan Sumintaadmadja mengatakan, radar pemantau milik TNI Angkatan Udara (AU) yang akan dibangun di Kabupaten Merauke, Papua, dijadwalkan beroperasi tahun 2011 mendatang, guna memantau aktivitas di udara, termasuk penerbangan di perbatasan Indonesia dengan Papua New Guinea. “Sesuai rencana program kerja Kosek IV Hanudnas Biak diharapkan markas satuan Radar Merauke sudah difungsikan tahun 2011, hingga saat ini berbagai persiapan pembangunan fisik sudah dimulai,” katanya.

Letak geografis Kabupaten Merauke yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Papua New Guunea dan Australia menjadi fokus perhatian pembangunan radar pemantau pesawat udara. Selain satuan radar Merauke, pihaknya juga pada tahun 2011-2012 akan membangun markas satuan radar di Timika, Kabupaten Mimika serta radar di Saumlaki, Maluku Tenggara Barat, Provinsi Maluku.

Sementara dalam program jangka panjang Kosek IV Hanudnas Biak, dikatakan Hadiyan, pembangunan satuan radar juga akan dilakukan di Sorong, Ambon dan Jayapura. Menyinggung mengenai kasus pelanggaran udara di wilayah Satuan Radar Biak, menurut Marsekal Pertama Hadiyan, hingga tahun 2009 tidak ditemukan satupun kasus pelanggaran udara oleh penerbangan sipil.

Dibandingkan dengan tahun 2008, lanjut Hadiyan, kasus pelanggaran udara yang dimonitor satuan radar Biak kurang lebih 30 kali, semenara selama tahun 2009 tidak ada. “Dampak dari beroperasinya satuan radar di Biak sangat nyata karena bisa mengawasi penerbangan udara yang melintas di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya.

(Sumber : Suara Karya)

Pesawat Tempur TNI AU Paksa Mendarat Pesawat Asing di Lanud Medan

05 Agustus 2010, Medan -- Pesawat tempur TNI AU jenis Hawk 100/200 melakukan pemaksaan mendarat (force down) terhadap pesawat asing di Pangkalan TNI AU Lanud Medan, Rabu (4/8). Setelah mendarat pesawat tempur asing dengan 1 awak, lalu di giring oleh pasukan Khas TNI AU, POM AU Lanud Medan beserta petugas lain menuju Appron kelapa sawit lanud Medan di bawah todongan senjata oleh POM AU dan pengawalan ketat oleh Paskhas AU. Pilot asing tersebut digeledah oleh POM AU, selanjtnya digiring menuju kesatu ruangan yang ada di Baseops Lanud Medan untuk menjalankan proses interogasi yang di laksanakan oleh petugas Inteligent udara lanud Medan.

Demikian scenario jalannya latihan kesiap siagaan pertahanan udara nasional dengan nama sandi “ LATIHAN OPERASI HANUDNAS PERKASA C 2010 “ yang di gelar Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional III Medan yang dilaksanakan di Lanud Medan.

Dalam puncak latihan yang di gelar di wilayah Kosek Hanudnas III Medan, tidak saja melaksanakan pemaksaan mendarat terhadap pesawat tempur asing, namun juga dilaksanakan scramble pesawt tempur TNI AU guna menghalau pesawt asing yang memasuki wilayah NKRI tanpa izin yang terdeteksi oleh satuan radar di jajaran Kosek Hanudnas III Medan, yang berlangsung dari tanggal 2-5 agustus 2010.

Dalam latihan Operasi Hanudnas Perkasa C 2010 kali ini melibatkan pesawat tempur jenis Hawk 100/200 dari Skadron Udara 1 Lanud Supadio, Skadron Udara 12 Lanud Pekan Baru, selain itu juga melibatkan helicopter Colibri dari Skadron Udara 7, di dukung sarana operasi penerbangan oleh Danlanud Medan Kolonel Pnb Taufik Hidayat SE beserta Staf.

Pen Lanud Medan

Penerbang Lanud Iswahjudi Asah Kemampuan “Air To Ground”

Penerbang Lanud Iswahjudi Asah Kemampuan “Air To Ground”Sebagai bagian dari upaya mengasah kemampuan tempur para penerbang Lanud Iswahjudi, selama empat hari (2-6/8) melaksanakan latihan penembakan “Air To Ground” di Air Weapon Range (AWR) Pulung, Ponorogo dengan melibatkan pesawat tempur F-16/ Fighting Falcon dari Skadron UDara 3, F-5/Tiger dari Skadron Udara 14 dan Hawk- MK-53 dari Skadron Udara 15.

Kegita jenis pesawat tempur untuk bombing menggunakan bom latih asap BDU 33 dan Rokecting menggunakan FFAR 2,75 inch, dan terbang diatas ketinggian antara 4000-4500 kaki. Dalam latihan menembak ketepatan tersebut ada beberapa factor yang mempengaruhi seperti kecepatan pesawat, sudut penembakan, arah angin dan jarak pandang.

Dengan adanya Latihan penembakan “Air To Ground” diharapkan akan semakin meningkatkan profesionalisme dalam menembak dari udara ke darat yaitu dapat menembak sasaran dengan tepat. Jadi latihan ini dapat meningkatkan kemampuan para penerbang yang sudah ada, sehingga suatu saat ketika mendapat tugas menghancurkan musuh dengan sasaran di darat tidak ragu lagi.

Dalam setiap briefing penerbangan yang dilaksanakan setiap pagi sebelum operasi latihan penembakan “Air To Ground” dimulai, para penerbang selalu mendapat penekanan dari Komandan Lanud Iswahjudi, Marsma TNI Ismono Wijayanto, agar latihan tersebut dilaksanakan secara maksimal dengan tidak meninggalkan unsure-unsur Keselamatan Terbang dan Kerja (lambangja), sehingga operasi latihan tetap dapat berjalan dengan lancer dan keselamatan seluruh personel baik peenrbang maupun “Ground Crew” serta alutsistanya tetap terjaga dengan baik pula.

Dispen TNI-AU

Jajaran Resimen Arhanudse 1/Faletehan Butuh Rudal Penghalau Serangan Udara

rudal anti pesawat terbangJakarta - Tim Komisi I DPR RI yang dipimpin oleh Haryono Isman mengadakan kunjungan kerja ke jajaran Resimen Arhanudse 1/Faletehan yang dipusatkan di Markas Batalyon Arhanudse-6/Rangkok, di Jala Lagoa Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pekan lalu.

Rombongan diterima oleh Kasdam Jaya/Jayakarta Brigjen TNI M Munir didampingi Irdam Jaya, Komandan Resimen Arhanud-1/Faletehan beserta jajarannya, para Asisten Kasdam Jaya, dan Dandim 0502/JU. Sedangkan Tim Komisi I DPR RI beserta rombongan berjumlah 25 orang, jelas Kapendam Jaya Letkol Inf Drs Ruminta.

Dalam paparan yang disampaikan oleh Danmen Arhanud-1/Faletehan Kolonel Art Irianto kepada Tim Komisi I DPR RI menyampaikan bahwa perkembangan teknologi dirgantara dan alat utama sistem senjata pesawat udara saat ini demikian pesatnya, sehingga memungkinkan adanya potensi ancaman udara terhadap suatu negara. Hal ini menjadikan semakin dominannya penggunaan Alutsista wahana udara dalam menyelesaikan suatu konflik atau perang antarnegara.

Resimen Arhanud-1/F sebagai satuan jajaran Kodam Jaya/Jayakarta sebagai sebagai unsur Komando Pertahanan Udara Nasional berperan dalam perlindungan udara terhadap obyek vital nasional di wilayah Ibukota Negara sehingga diperlukan kesiapan operasional alutsista yang memadai. Oleh karenanya perlu diketahui kondisi dan permasalahan kesiapan operasional satuan, apakah alutsista yang dimiliki masih efektif dan tepat hasil dalam mengemban misi Komando Pertahanan Udara Nasonal.

Dengan ini Danyon Arhanudse-6/Rangkok Letnan Kolonel Arh AM Suharyadi, SIP menyarankan agar alutsista Meriam 57 MM/S-60 yang dimiliki oleh satuan jajaran Men Arhanudse-1/F saat ini perlu diganti dengan rudal tertentu. Sedangkan pengadaannya dengan mempertimbangkan dukungan anggaran yang tersedia. Untuk alternatif alutsista yang cocok sebagai pengganti alutsista yang lama adalah jenis rudal jarak pendek yang ditempatkan di atas kendaraan atau MML (Multi Mobile Launcher) dan jenis rudal portabel yang dapat dipanggul serta dapat dioperasikan di berbagai tempat.

Setelah menerima paparan Tim Komisi I DPR RI meninjau kondisi Alutsista yang dimiliki oleh Batalyon Arhanudse-6/Rangkok.

Pelita

Tingkatkan Profesiensi, Lanud Iswahjudi Terbang Malam


23 Juni 2010, Madiun -- Karena mempunyai tingkat kesulitan yang lebih tinggi dibandingkan terbang di siang hari, maka para “Fighter” Lanud Iswahjudi selama sepekan (21-25/6) mengadakan latihan terbang malam dengan menggunakan tiga jenis pesawat tempur.

Terbang malam bertujuan untuk melatih penglihatan para penerbang dan mengantisipasi serangan lawan, jika sewaktu-waktu melaksanakan operasi di waktu malam, karena pada malam hari tingkat kesulitan sangat tinggi dibandingkan siang hari, sehingga dengan latihan tersebut diharapkan para penerbang akan mampu menyesuaikan keadaan, sehingga keahlian dan kemanpuan terbang akan meningkat pula.

Selain itu latihan terbang malam dimaksudkan untuk meningkatkan kesiapan para penerbang dalam melaksanakan operasi penerbanganan maupun operasi latihan, serta untuk mengantisipasi tugas yang akan dilaksanakan dalam segala kondisi.

Terbang yang dilaksanakan pada malam hari tersebut merupakan program kerja Lanud Iswahjudi sebagai pangkalan operasi, dalam upaya untuk meningkatkan profesionalisme para penerbang baik skill (keahlian) maupun kemampuan (Profesiensi).

Sementara dalam latihan terbang malam tersebut digunakan jenis pesawat F-16/Figthing Falcon, F-5/Tigar II dan HS Hawk MK-53 dengan area latihan seperti siang hari yaitu, Lanud Iswahjudi – Ponorogo – Tulungagung – Nganjuk – Surabaya – Solo dan Ngawi.

Pentak Lanud Iswahjudi

Lanud Pekanbaru Latihan Bido Gesit 2010

Lanud Pekanbaru Latihan Bido Gesit 2010

Salah satu Rangkaian Latihan Bido Gesit 2010 Lanud Pekanbaru yaitu rebut cepat Pangkalan yang di kuasai musuh.

Koordinasi yang baik antar satuan yang ada di jajaran Lanud Pekanbaru merupakan salahsatu kunci keberhasilan yang telah dicapai dalam pelaksanaan latihan Bido Gesit tahun 2010, demikian disampaikan Danlanud Pekanbaru, Kolonel Pnb Nanang Santoso dalam sambutannya pada upacara penutupan latihan Bido Gesit tahun 2010 yang di laksanakan di Apron Baseops, Kamis (10/6).

Latihan Bido Gesit ini merupakan latihan gabungan antar unsur-unsur yang ada di jajaran Lanud Pekanbaru dengan tujuan menguji sampai sejauh mana kemampuan seluruh satuan-satuan jajaran Lanud Pekanbaru melaksanakan tugas, baik tugas-tugas operasi udara maupun tugas dukungan operasi udara.

Adapun latihan Bido Gesit yang dilaksanakan pada tahun ini meliputi, latihan uji terampil personel, pelaksanaan operasi udara dan dukungan operasi udara berupa operasi pengintaian udara taktis dan operasi bantuan tembakan udara, operasi pertahanan udara dan pertahanan pangkalan, kemampuan operasi dukungan udara berupa sar tempur, dukungan operasi penerbangan dan penanggulangan pesawat dalam keadaan darurat serta penanggulangan bahaya kebakaran.

Latihan yang berlangsung selama tiga hari ini secara umum dapat terlaksana dengan aman, lancar dan sesuai dengan rencana yang telah dibuat, pada simulasi latihan yang dilaksanakan ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan, untuk operasi udara dilaksanakan penerbangan pengintaian udara taktis dengan melibatkan pesawat tempur Hawk 100/200 Skadron Udara 12, dalam SAR Tempur dilaksanakan latihan Force Down yang disimulasikan dengan jatuhnya pesawat Hawk 100/200 tertembak musuh sehingga tim SAR tempur pasukan batalyon 462 Paskhas melaksanakan pencarian dan evakuasi korban menggunakan pesawat Helikopter Colibri serta penanganan medis udara yang dilaksanakan oleh satuan Rumah Sakit Lanud Pekanbaru.

Sedangkan untuk menguji kesiapan satuan Pemadam Kebakaran disimulasikan dengan pelaksanaan pemadam kebakaran yang disimulasikan dengan terjadinya kebakaran Simulator pesawat Hawk 100/200 yang diledakkan oleh musuh. Pada puncak latihan dilaksanakan operasi rebut cepat, dimana disimulasikan Lanud Pekanbaru yang jatuh ketangan musuh dan diadakan operasi rebut cepat dengan serangan mendadak pada dini hari, pada operasi rebut cepat ini melibatkan pasukan pertahanan pangkalan yang terdiri dari personel Lanud Pekanbaru dan pasukan batalyon 462 Paskhas Lanud Pekanbaru.

Pada akhir sambutannya Danlanud mengharapkan agar kemampuan yang telah diujikan pada latihan Bido Gesit 2010 ini tetap dipertahankan dan ditingkatkan pada masa yang akan datang, untuk itu Danlanud menekankan kepada seluruh penyelenggara latihan agar mengevaluasi seluruh pelaksanaan latihan yang telah dilaksanakan.

Dispen TNI-AU

Lanud Supadio Akan Miliki Skadron Pesawat Tanpa Awak

UAV TNIPontianak - TNI Angkatan Udara akan menambah satu skadron berupa pesawat tanpa awak di Pangkalan Udara Supadio Pontianak untuk memperkuat kemampuan pemantauan termasuk daerah perbatasan di Kalimantan Barat.

Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufa`at di Pontianak, Rabu malam mengatakan, pesawat tanpa awak mempunyai fungsi yang sangat strategis.

“Di negara maju, pesawat ini dapat dioperasikan dari jarak jauh,” katanya.

Selain itu, lanjut dia, dapat dipersenjatai serta dilengkapi dengan peralatan pendeteksi untuk kondisi malam dan siang hari.

Ia menambahkan, status Lanud Supadio Pontianak akan ditingkatkan menjadi Kelas A atau Bintang 1. Salah satu syarat minimalnya mempunyai dua skadron.

Saat ini Lanud Supadio menjadi pangkalan Skadron Udara I Elang Khatulistiwa. Pesawat yang digunakan jenis Hawk.

“Kalau ada skadron pesawat tanpa awak, Supadio bisa menjadi pangkalan udara Kelas A,” kata mantan Komandan Lanud Supadio tahun 2000 - 2002 itu.

Pengadaan pesawat tersebut diharapkan terwujud awal tahun depan. Ia melanjutkan, untuk alat utama sistem senjata (Alutsista) pengadaan dilakukan oleh Mabes TNI.

Sementara Wagub Kalbar Christiandy Sanjaya mengatakan, banyak isu strategis di wilayah perbatasan Indonesia - Malaysia.

“Seperti pergeseran patok, kegiatan ilegal yang melibatkan warga kedua negara. Misalnya ilegal tambang, perdagangan manusia dan pembalakan liar,” kata Christiandy Sanjaya.


Antara

Persiapan TNI AU Pakai F-5 E/F Sampai 2020

Kolonel Lek Teguh Purwo dari Dislitbangau saat memberikan paparan tentang Reverse Engineering Radar AN/APQ 159 bagi pesawat F-5 E/F pada briefing pagi di ruang Rapat Tedy Kustari, Base Ops, Rabu (26/5). (Foto: Pentak Lanud Iswahjudi)

26 Mei 2010, Madiun -- Terkait dengan rencana diperpanjangnya usia pakai pesawat F-5 E/F sampai dengan tahun 2020, Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI AU (Dislitbangau) melakukan berbagai upaya terobosan agar pesawat tersebut dapat dioperasionalkan secara maksimal. Melihat kondisi kesiapan radar APQ 159 yang berada di pesawat F-5 E/F saat ini sangat menurun karena obselette dan sulitnya mencari suku cadang, dengan demikian dicari solusi untuk mengoptimalkan kembali kemampuan Radar APQ 159.

Oleh karena itu, Dislitbangau bekerja sama dengn PT CMI melaksanakan Uji Dinamis Reserve Engineering Radar APQ 159 bagi pesawat F-5 E/F dengan beberapa komponen yang masih banyak di pasaran. Hal tersebut disampaikan oleh Kolonel Lek Teguh Purwo dari Dislitbangau, Bandung. Rabu, (26/5).

Lebih lanjut dikatakan bahwa pembuatan (kloning) modul TRx Radar antara lain pada Receiver Modul, UCO Modul (Voltage Control Oscillator), AFC Modul, STC Controller Modul dan modifikasi beberapa modul di High Voltage.

“Keuntungan dari program Reverse Engineering bagi pesawat F-5 E/F antara lain dapat mengembalikan kemampuan Radar AN/APQ 159 sesuai spesifikasi dan fungsinya, menambah dukungan kesiapan operasi pesawat F-5 E/F serta efektifitas dan efisiensi dapat dicapai untuk mendukung kesiapan operasional pesawat terbang secara optimal”, lanjut Kolonel Lek Teguh.

Brieifing Pagi rutin dihadiri Komandan Lanud Iswahjudi, Kolonel Pnb Ismono Wijayanto, para pejabat Lanud Iswahjudi dan para penerbang sebelum melaksanakan penerbangan di Ruang Rapat Teddy Kustari, Base Ops, Rabu (26/5).

Pada kesempatan tersebut, Komandan Lanud Iswahjudi menyambut baik rencana pimpinan pusat yang akan memperpanjang masa pakai pesawat F-5 E/F hingga tahun 2020, karena hingga saat ini jam terbang pesawat tersebut baru mencapai 6000 jam terbang,. Menurutnya jam terbang tersebut baru separo dari jam terbang maksimal yang ditentukan oleh pabriknya Northop, AS. Oleh karenanya kehadiran staf Dislitbangau bersama PT CMI yang hari ini akan melaksanakan “test flight” disambut baik pula oleh Komandan Lanud Iswahjudi.

Pentak Lanud Iswahjudi

Kasau Tinjau Skatek 044 Lanud Sultan Hasanuddin


Kasau Tinjau Skatek 044 Lanud Sultan HasanuddinKepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufaat. SIP beserta rombongan ,Kamis (20/5) didampingi Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Kolonel Pnb Agus Supriatna meninjau Skadron Teknik (Skatek) 044 Lanud Sultan Hasanuddin diterima oleh Komandan Skatek 044 Letkol Tek Ganang Eri Purwandoko.

Kunjungan Kasau berserta Ketua Umum PIA Ardhya Garini Ny Maya Imam Sufaat, menggunakan pesawat C-130 VIP dengan tail number A-1341 tersebut merupakan rangkaian . kunjungan kerja ke beberapa Lanud di Jajaran Koopsau II di wilayah Indonesia timur , dan terakhir di Lanud Sultan Hasanuddin sebelum bertolak ke Jakarta.

Pejabat Mabesau dalam rombongan Kasau diantaranya Asops Marsda TNI Rodi Suprasodjo, Aslog Marsda TNI Imam Wahyudi, Pangkohanudnas Marsda TNI Drajat Rahardjo Dan Korp Paskhasau serta beberapa Pejabat Staf Mabesau, hadir turut menyambut Kasau Pangkoopsau II Marsekal Pertama TNI Agus Munandar, Pangkosekhanudnas II Marsekal Pertama TNI Jhon Dalas Sembiring, Kepala Staf Koopsau II Marsekal Pertama TNI Boy Sahril.

Selama meninjau di Skatek 044 yang mempunyai tugas pemeliharaan tingkat sedang pesawat Sukhoi 27/30 , Boeing 737 Intai Stratregis serta CN-235 MPA, Kasau Marsekal TNI Imam Sufaat.SIP didampingi Dan Lanud Sultan Hasanuddin Kolonel Pnb Agus Supriatna melihat secara langsung perawatan pesawat Sukhoi 27/30 yang mendapat penjelasan langsung oleh Kolonel Tek Catur Y Prasetyo Ketua Tim Litbang dari Mabesau yang sedang bertugas di Skatek 044 serta Komandan Skatek 044 Letkol Tek Ganang Eri Purwandoko.

Sementara itu, dalam waktu yang sama Ketua Umum PIA Ardhya Garini Ny..Maya Imam Sufaat beserta beberapa Pengurus PIA Ardhya Garini Pusat, berkesempatan mengadakan kunjngan kerja ke Kantor PIA Ardhya Garini Daerah II Koopsau II yang diterima oleh Ketua Ny. Agus Munandar daidampingi Wakil Ketua PIA Ardhya Garini Daerah II Koopsau II Ny. Boy Sahril.


Dispen Lanud Sultan Hasanuddin

Batalyon Paskhas 464 Lanud Abd Saleh Latihan Garuda Perkasa 2010



Terjun Tempur Batalyon 464 Paskhas Lanud Abd Saleh

Pesawat C-212 Casa dan pesawat C-130 Hercules Milik TNI-AU Menerjunkan Pasukan dari Batalyon 464 Paskhas Lanud Abd Saleh saat Latihan Garuda Perkasa 2010.

Untuk menguji ketrampilan dan kemampuan Lanud Abd Saleh sebagai pangkalan induk sekaligus pangkalan operasi, dalam latihan Garuda Perkasa 2010 ini telah dilaksanakan berbagai kegiatan latihan. Di mulai dari gladi posko dengan membuat perencanaan operasi untuk menguji kemampuan para Staf dalam membuat rencana operasi sampai dilaksanakannya gladi lapangan dan uji trampil.

Dalam uji trampil dilakukan kegiatan yaitu simulasi Creash Team Lanud Abd Saleh, penanggulangan Huru Hara dari unsur pangkalan dan penanggulangan teroris.

Sementara itu, gladi lapangan dalam bentuk operasi udara disimulasikan bahwa sebuah pangkalan udara dikuasai oleh musuh sehingga Lanud Abd Saleh mendapat perintah untuk terlibat dalam perebutan kembali pangkalan tersebut. Dengan melibatkan pesawat C-212 Casa dan pesawat C-130 Hercules untuk melakukan pengintaian dan menerjunkan pasukan Paskhas dari Batalyon 464 Paskhas Wing II Paskhas serta droping bekal ulang.

Semua latihan tersebut merupakan puncak dari latihan-latihan yang dilaksanakan oleh Lanud Abd Saleh mulai dari latihan perorangan, latihan satuan-satuan dalam jajaran Lanud dan puncaknya dilaksanakan latihan satuan Lanud “Garuda Perkasa 2010” yang didukung oleh Insub yaitu Batalyon Paskhas 464 Wing II Paskhas Malang dan Depo Har 30.

Latihan Garuda Perkasa 2010 yang dilaksanakan selama 5 hari ini (21/5) ditutup oleh Komandan Lanud Abd Saleh Marsma TNI Ida Bagus Anom M., S.E. di Taxy Way Skadron Udara 32 Lanud Abd Saleh. Dalam sambutannya Komandan menyampaikan bahwa tujuan dari latihan Garuda Perkasa ini untuk melatih dan menambah pengetahuan juga meningkatkan kemampuan dan ketrampilan. Walaupun latihan Garuda Perkasa ini merupakan latihan rutin tahunan, namun kualitas dan kemampuan ketrampilan masih harus terus kita tingkatkan, tujuannya tiada lain agar Lanud Abd Saleh sebagai pangkalan induk maupun pangkalan operasi senantiasa siap melaksanakan tugasnya.

Dispen Lanud Abd Saleh

----------------------

Support Palestine