Kobangdikal Godok 111 Prajurit Terpilih TNI-AL Menjadi Pasukan Katak, Taifib, Awak Kapal Selam Dan Penyelam


Kobangdikal Godok 111 Prajurit Terpilih TNI-AL Menjadi Pasukan Katak, Taifib, Awak Kapal Selam Dan Penyelam

Komando Pengembangan dan Pendidikan TNI AL (Kobangdikal) kembali mengelar empat pendidikan brevet yang memiliki keahlian khusus, masing-masing adalah Pendidikan Pasukan Katak (Dikpaska), Pendidikan Calon Awak Kapal Selam (Dikcawak kasel), Pendidikan Juru Penyelam (Dikjursel), dan Pendidikan Intai Amfibi (Diktaifib) Marinir.

Keempat pendidikan brevet yang diikuti oleh 111 prajurit terpilih TNI AL itu, dibuka secara resmi oleh Wakil Komandan (wadan) Kobangdikal Brigjen TNI (Mar) Arief Suherman di lapangan laut Seram, Kobangdikal, Surabaya (21/10).

Dari 111 prajurit TNI AL terpilih itu, 31 orang diantaranya mengikuti Dikpaska, 29 orang mengikuti Dikcawak Kasel, 13 orang mengikuti Dikjursel, dan 38 orang mengikuti Diktaifib Marinir.

Mereka berhak mengikuti pendidikan brevet di Kobangdikal, setelah menjalani tes yang cukup berat selama hampir satu bulan baik fisik, mental maupun psykologinya. Selain itu mereka juga dihadapkan pada persaingan yang sangat ketat diantara sesama mereka sendiri.

Dalam amanat tertulisnya, Komandan Kobangdikal Laksamana Muda TNI Sumartono mengungkapkan bahwa upaya TNI AL dalam rangka menyediakan SDM yang berkualitas dan profesional tidaklah mudah. Berbagai macam pendidikan termasuk keempat pendidikan brevet ini diadakan untuk memenuhi harapan tersebut.

Walaupun demikian, Dankobangdikal mengharapkan agar selain memiliki kualitas kemampuan yang ditampilkan dalam wujud profesionalisme, para prajurit harus memiliki integritas pribadi sebagai prajurit matra laut yang berkarakter bahariwan dan bermoral tinggi.

Dikaitkankan dengan kondisi geografis Inonesia yang berbentuk kepulauan, lanjut Dankobangdikal, kehadiran naval power akan memberikan tiga keunggulan sekaligus, yaitu keunggulan sebagai unsur defensif yang mematikan, unsur ofensif yang efektif dan detterence faktor yang baik, sehingga musuh akan takut dan mengurungkan niat jahatnya.

Pada bagian akhir amanatnya, Dankobangdikal meminta kepada 111 siswa dik brevet TNI AL untuk menyiapkan fisik dan mental untuk menghadapi berbagai latihan yang berat, sebab pendidikan ini mempunyai tantangan dan resiko tinggi, karena sebagian besar waktu digunakan untuk berlatih sesuai dengan tugas yang akan dijalani kelak. (Source : Dispen TNI-AL)

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan komentar pajak ditanggung pemilik blog ^-^

----------------------

Support Palestine