Hadapi Kekuatan Gabungan, Iran Tak Gentar!


IRAN (SuaraMedia) - Iran mengecam ancaman yang baru-baru ini dilontarkan Israel. Negara Yahudi tersebut mengancam akan melancarkan serangan ke Iran dalam sebuah kabar yang dirilis Tel Aviv dalam latihan gabungan Israel dengan militer AS. 

Dalam sebuah surat kepada ketua bergilir Dewan Keamanan PBB, duta besar Iran Mohammad Khazaee mendesak Dewan tersebut untuk menunjukkan kekuasaannya dan segera menghentikan ancaman ‘tidak sah dan biadab’ dari Israel terhadap anggota resmi PBB.

 

Presiden Israel Shimon Peres meluncurkan serangkaian kalimat yang intinya mengancam Tehran dalam sebuah wawancara dalam minggu ini dengan radio Kol Hai dan mengancam Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad.

 

Peres mengatakan bahwa presiden Iran tidak melakukan apa-apa dalam pembicaraan dengan pihak Amerika Serikat, dan tidak mau mengubah posisinya, “kami akan segera menyerang dia.”

Peres juga memberikan konfirmasi Tel Aviv “akan segera” melancarkan serangan terhadap Iran, jika negara tersebut tetap saja tidak mau mengakhiri kegiatan pengayaan uranium.

Presiden Israel menolak untuk mengungkapkan secara spesifik mengenai rencana serangan militer untuk melucuti infrastruktur nuklir Iran, namun memastikan bahwa Israel akan segera meluncurkan serangan sepihak terhadap negara tersebut.

“Kami jelas tidak mungkin melakukan hal ini sendirian, tidak tanpa AS, dan kami jelas tidak akan melakukan hal ayng ditentang AS. Hal tersebut tidak perlua dilakukan,” jelas Peres.

Israel, satu-satunya negara pemilik nuklir di Timur Tengah, menuduh Iran berupaya mengadakan senjata nuklir dan mempergunakan pernyataan tidak berdasar untuk membenarkan serangan udara terhadap pembangkit listrik Iran.

Namun, Iran menanggapi bahwa pihaknya selalu berkomitmen untuk mematuhi perjanjian untuk tidak mengembangkan senjata nuklir (NPT), dan oleh karena itu seharusnya diperbolehkan untuk melakukan pengembangan nuklir untuki tujuan damai.

Sementara pengawas nuklir PBB menyatakan bahwa tidak ada pengembangan senjata nuklir, media Israel terus mengumbar rencana negara tersebut untuk melakukan latihan gabungan dengan militer AS dalam wilayah jajahan Israel.

Manuver pihak militer akan difokuskan untuk menangkal segala kemungkinan peluncuran roket dari wilayah Iran saat Israel nanti benar-benar melancarkan serangan terhadap Iran.

Dalam suratnya, Khazaee mengatakan, “Pejabat berwenang rezim Zionis (Israel, red) telah berulangkali menghancam keamaanan Republik Islam Iran. Ancaman-ancaman ini termasuk pelanggaran terhadap hukum internasional dan piagam PBB, namun terus diulangi tanpa ada tindakan dari Dewak Keamanan.

Menurut Duta Besar Iran untuk PBB, tidak adanya tindakan PBB terhadap eselon Israel dapat dijadikan sebagai pembenar untuk melakukan tindakan kriminal terhadap sebuah negara merdeka.

Sementara itu, presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad memberikan pernyataan pada hari Rabu ini bahwa Iran telah menyiapkan sebuah paket untuk menyelesaikan perselisihan perihal nuklir dengan negara-negara kuat dunia.

“Kami sedang mempersiapkan sebuah paket yang bisa menjadi dasar untuk menyelesaikan permasalahan nuklir Iran. Paket ini akan segera diperlihatkan kepada negara-negara Barat,” kata Ahmadinejad langsung di hadapan televisi di provinsi Kerman. (dn/prtv/reu) Dikutip oleh SuaraMedia.com



0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan komentar pajak ditanggung pemilik blog ^-^

----------------------

Support Palestine