Wawancara Eksklusif dengan Juru Bicara Brigade Al-Qassam

Abu Ubaidah, Juru Bicara Brigade Al-Qassam

Gaza – infopalestina; -Abu Ubaidah, juru bicara Brigade Izzuddin Al-Qassam, sayap militer Hamas, menegaskan bahwa perang ‘furqon’ membuat perubahan besar di tubuh bangsa Arab dan umat Islam. Perang ini juga membentuk kesadaran dan solidaritas cukup besar dalam pemahaman perjuangan dan jihad yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Dalam wawancara khusus dengan infopalestina, Abu Ubaidah mengatakan;”Perang ini telah mencetak jutaan orang baru yang simpati dengan perlawanan dan perjuangan. Saya yakin hal itu akan bisa membentuk perubahan besar, barangkali tidak secepatnya, tapi, insya Allah, pada level sejumlah pemerintah, telah menjadi keyakinan bahwa dengan membantu perjuangan ini akan menjaga kemuliaan mereka.”

Berikut wawancara tersebut secara lengkap:

Di Medan Jihad…..

Menurut Anda, apa rahasia utama kemenangan ini?

Setelah itu berpulang kepada takdir Allah ta’ala, rahasia lain adalah karena keteguhan, kegigihan dan menjalankan rencana yang telah dirancang sebelumnya dalam menghadapi perang model seperti ini. Begitu juga pada keuletan Palestina di level masyarakat dan faksi-faksi perlawanan. Ditambah lagi taktik dan strategi militer yang handal berikut methode perang yang kami terapkan dalam menghadang militer Zionis Israel.

Tanpa merinci, tentu Anda sudah mendapatkan informasi tentang agresi ini sebelumnya, lalu bagaimana persiapan Anda dalam menghadapi perang ini. Khususnya pernyataan pihak Anda tentang strategi baru dalam menghadapi serangan dan Anda akan menggunakan senjata yang belum pernah digunakan sebelumnya?

Tentu kami sudah siap sampai pada kemungkinan-kemungkinan seburuk apapun yang bisa saja terjadi. Semua tindakan kami sesuai rencana sebelumnya dalam menghadapi serangan udara. Termasuk gebrakan pertama adalah kami berhasil melepaskan rudal jenis Grad dan Qassam yang sudah dikembangkan hingga menjangkau 40 km lebih. Menurut kami, pelepasan itu merupakan pukulan telak dan mengagetkan bagi pihak intelijen dan pimpinan militer Zionis Israel. Kondisi ini berlangsung hingga satu pekan penuh. Kemudian perang darat dimulai di medan perang. Jam-jam pertama terjadi beberapa pukulan telak saat militer Zionis Israel hendak merangsek masuk ke Jalur Gaza, walaupun wilayah tersebut sudah terbuka. Senjata dan alat-alat tempur militer Zionis Israel kami hadang dengan serangkain tembakan misil dan rudal. Baku tembak ini tetap berlangsung hingga diumumkannya gencatan senjata.

Setiap perang pasti memiliki kisah dan kejadian yang tidak bisa Anda lupakan, apa kisah dan kejadian tersebut?

Sebetulnya banyak kisah dan kejadian itu, tapi ada kejadian yang luar biasa dan historis. Salah satu pejuang Palestina saat itu tengah siap melakukan penyerangan ke sebuah kelompok serdadu Zionis Israel. Serangan itu sudah dilakukan dengan misil, terjadi baku tembak antara dia dengan kelompok serdadu ini. Ia diserang dengan misil hingga tangan kirinya hampir buntung. Namun pejuang ini tetap ingin menyerang dengan meledakkan bom di tengah-tengah serdadu Israel. Dan benar, ia berhasil meledakkan bom dan melarikan diri dengan selamat sementara tangan kirinya masih belum jatuh. Kondisi ini membuat dirinya tidak nyaman, hingga akhirnya, tangan itu ia patahkan sendiri. Setelah itu, kembali menyerang dengan semangat yang luar biasa.

Kejadian ini menjadikan serangan militer Zionis ditingkatkan terus kepada pejuang Palestina yang berada di sebuah tempat yang luasnya tidak lebih dari 0,5 km2, selama tujuh jam berturut-turut tiada henti. Saat diserang, para pejuang itu tetap shalat berdiri hingga selesai. Setelah selesai shalat di malam itu, dua pejuang gugur syahid dalam perang berani, melawan secara langsung (berhadap-hadapan) dengan serdadu Zionis Israel.

Seorang penulis Mesir, Muhammad Husnein Haekal, dalam wawancara televisi mengatakan;”Perang Gaza belum berakhir dan bahaya yang akan datang lebih besar dari apa yang dibayangkan oleh bangsa Arab….” Menurut Anda, karena posisi Anda selaku salah satu komandan di lapangan, bahaya apa yang dibicarakan Haekal itu?

Disana ada upaya dari pihak Zionis Israel dengan penggagasan sikap politik yang akan bisa membahayakan bangsa Arab semuanya, bukan terhadap perlawanan jihad. Termasuk akan membahayakan kepemimpinan Mesir, khususnya berkenaan dengan penghentian penyelundupan senjata. Oleh karena itu bahaya ini melampaui diluar wilayah Jalur Gaza. Saya berharap bahaya ini menjadi faktor penggugah para pemimpin Arab.

Di masyarakat Arab tersebar berita bahwa perang furqon ini akan merubah keadaan, menurut pendapat Anda perubahan itu seperti apa?

Disana akan ada perubahan besar di dunia Arab dan Islam. Perang ini juga membentuk kesadaran dan solidaritas cukup besar dalam pemahaman perjuangan dan jihad yang belum pernah terjadi sebelumnya. Perang ini telah mencetak jutaan orang baru yang simpati dengan perlawanan dan perjuangan. Saya yakin hal itu akan bisa membentuk perubahan besar, barangkali tidak secepatnya, tapi, insya Allah, pada level sejumlah pemerintah, telah menjadi keyakinan bahwa dengan membantu perjuangan ini akan menjaga kemuliaan mereka.

Masyarakat Arab mengatakan bahwa jumlah syahid di perang ini (khususnya warga sipil) sangat besar, menurut penilaian Anda seperti apa?

Memang jumlah syahid besar dan Zionis Israel sengaja membunuh mereka. Di lima menit pertama perang saja, sudah 200 syahid yang gugur, sebagian besar dari kalangan sipil. Ini yang sengaja dilakukan pihak Israel untuk menekan pejuang Palestina dan memukul telak. Selama perang, Israel sengaja membidik warga sipil agar kami mau kompromi dan mundur. Namun di lapangan, keadaan itu berubah drastis dan perang memaksa kami untuk terus melawan tanpa henti. Maka Zionis Israel adalah pihak yang paling bertanggungjawab atas hasil perang ini, dan tentu, bukan kami.

Bagaimana hubungan antara penduduk Gaza dengan pihak Anda selama perang? Dan sampai dimana hubungan itu berlangsung pascaperang sekalipun?

Hubungan itu bersifat saling menguatkan dan saling mendukung. Kami dan mereka sama-sama menjadi target militer Zionis Israel. Hal ini yang menjadikan mereka sangat erat dengan kami. Semua merasa satu perasaan bahwa perang ini adalah perang mereka juga. Tak ada pilihan lain bagi mereka selain terus gigih dan teguh dalam perjuangan dan jihad. Setelah perang, kami begitu sangat dekat dengan penduduk. Kami ingin sama-sama menghapus luka dan duka yang dialami oleh bangsa Palestina.

Untuk penduduk Palestina di Tepi Barat, apa sikap mereka terhadap krisis ini? Apakah Anda memperkirakan sesuatu yang belum terjadi? Sikap penduduk Palestina ’48 juga seperti apa sikapnya?

Sikap penduduk Tepi Barat dan Palestina ’48 sangat responsif dalam melakukan sukungan dan solidaritasnya. Namun kami tahu kondisi mereka. Di Palestina ’48 masih dijajah, di Tepi Barat dua penjajahan (Israel dan aparat Abbas, red.). Untuk itu kami meminta perlawanan di Tepi Barat terus ditingkatkan.

Menurut Anda, sikap masyarakat Arab bagaimana selama ini?

Cukup bagus dan menunjukkan akan kesadaran yang tinggi dalam loyalitas. Tapi kami minta untuk ditingkatkan karena perang ini akan berlangsung lama. Kesadaran ini mudah-mudahan tidak bersifat emosional, tapi harus dibarengi dengan langkah-langkah dan program nyata agar bisa mencabut blokade dan menghentikan penjajahan.

Menurut Anda, bagaimana sikap pemerintah non Arab seperti Turki, Venezuela dan Bolivia terhadap perang ini?


Kami memandang sikap mereka lebih maju dibandingkan dengan pemerintahan Arab dan kaum muslimin lainnya. Memang sangat disayangkan. Sikap mereka ini lebih dekat kepada sikap masyarakat pada umumnya, walaupun itu hanya sekedar simbol saja atau dukungan moril. Kami harus menyampaikan rasa terima kasih kepada mereka, sikap mereka sikap pemberani.

Di Bidang Politik…..
Hamas sesekali setuju dengan gencatan senjata sementara, sesekali gencatan senjata panjang, apa pandangan Anda?

Kami siap untuk melakukan kesepakatan gencatan senjata yang hasilnya bisa dipetik untuk kepentingan perlawanan ketika upaya politik gagal. Kami ingin gencatan senjata sementara dibalas dengan pembukaan pintu perlintasan semuanya, menghentikan total blokade dan menghentikan agresi tanpa pelanggaran apapun. Terlebih khusus, permintaan tadi adalah permintaan rakyat, bukan permintaan partai atau kelompok tertentu, bukan pemberian dari siapapun. Inilah sikap kami yang selalu kami ulang-ulang. Jika tuntutan kemanusiaan tadi terealisir kami siap melakukan gencatan senjata untuk meringankan penderitaan bangsa dan rakyat Palestina.

Ada isu yang berkembang bahwa di dalam internal Al-Qassam terjadi pembangkangan terhadap kebijakan pimpinan politik Hamas, apa komentar Anda?

Ini isu murahan dan tidak berdasar. Ini hanya ada di benak orang-orang peragu dan pendengki. Saya ingin yakinkan kepada Anda bahwa impian itu tidak akan menjadi nyata. Seperti yang Anda ketahui, Hamas, dengan izin Allah ta’ala, dikenal di dunia politik modern sebagai kelompok yang solid antara kader dengan pimpinannya, baik di level politik, militer dan sosial. Kalaulah bukan kesolidan ini, tentu Hamas tidak akan mendapatkan dukungan besar seperti sekarang ini, baik di tingkat internal Palestina sendiri ataupun di regional dan dunia Islam.

Dalam situasi krisis ekonomi global sekarang ini, apa pengaruh ekonomi negara-negara pendukung Zionis Israel, khususnya Amerika, atas negara Yahudi itu? Lalu apakah hal itu berdampak pada kelompok Anda?

Kita semua berdo’a kepada Allah ta’ala agar krisis ini menghancurkan rezim penguasa yang zalim dan korup. Mudah-mudahan harta mereka membuat mereka tersiksa olehnya. Secara riil, krisis ini sangat berdampak kepada Zionis Israel. Bisa kami katakan bahwa seharusnya pemerintah Amerika menggunakan dana besar itu untuk memakmurkan di jalan kebaikan, daripada harus dihambur-hamburkan dan diberikan kepada geng-geng pembunuh dan penjahat Zionis Israel. (AMRais)
sumber : info palestine

Usamah Bin Ladin Sehat, Kata Pemimpin Al-Qaeda No. 2

Kamis, 3 April 2008 14:24 WIB

Washington (ANTARA News)- Pemimpin Al Qaeda Usamah bin Ladin sehat dan laporan-laporan yang menyatakan ia sakit adalah tidak benar, kata orang nomor dua gerakan itu. Ayman al-Zawahri, dalam pernyataan yang disiarkan di internet, Rabu waktu AS (Kamis waktu Indonesia).

"Sheikh Osama bin Laden berada dalam kesehatan yang baik," kata al Zawahri menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dikirim ke Internet.

Ia juga mengulang ancaman-ancaman terhadap Israel dan kaum Yahudi dalam pesannya menjanjikan pada kaum Muslim "bahwa kami akan melakukan segala usaha untuk menyerang warga Yahudi di Israel dan di luar negara itu dengan bantuan dan petunjuk Tuhan."

Ia mengatakan Israel adalah menjadi sasaran berikut Al-Qaeda setelah "menang" perang di Irak melawan pasukan koalisi pimpin AS. Ia menambahkan AS mulai ambruk.

Dalam pesan audio selama dua jam al-Zawahri menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dikirim di situs-situs Islam Desember. Tanggapan itu adalah yang pertama untuk menjawab ratusan pertanyaan yang diajukan.

Menjawab pertanyaan tentang tewasnya orang-orang yang tidak bersalah, al-Zawahri mengatakan: "Jika ada orang yang tidak bersalah yang tewas dalam operasi mujahidin, maka itu adalah satu kesalahan yang tidak disengaja."

Ia menyebut PBB sebagai musuh Islam dan mendukung serangan-serangan terhadap kantor-kantor PBB, agaknya mengacu pada serangan-serangan bom terhadap gedung-gedung PBB di Aljirs yang menewaskan 41 orang Desember tahun lalu dan serangan bom sebuah gedung PBB di Baghdad yang menewaskan 22 orang.

Pada Maret lalu Usamah mendesak warga Muslim membebaskan wilayah Palestina dengan kekuatan militer.

Baik Usamah maupun Al-Zawahri diperkirakan bersembunyi di Afghanistan atau Pakistan, demikian laporan DPA.

Mengapa Ahmadinejad Menang .....???

KESALEHAN Ahmadinejad, putra sang pandai besi – ourkitchensink.com

ELITE demokrat di negara maju, pakar serta media Barat, acapkali mengenyampingkan nilai-nilai lokal demi kelompok yang diidentifikasi sedang membawa nilai-nilai yang diyakini sebagai resultan prinsip yang berlaku global.

Taruhlah resultante itu pers dan pandangan liberal, atau imitasi gaya hidup global yang mendahului keperluan memperkuat fondasi lokal.

Pemilu Iran yang dimenangkan pemimpin garis keras Mahmoud Ahmadinejad, Sabtu 13 Juni 2009, mengajarkan hal itu, di samping menjadi satu materi kuliah penting bagi demokrasi berkembang manapun di dunia, termasuk Indonesia.

Pemilu Iran mengajarkan, jangan pernah mengabaikan realitas lokal hanya karena menganggap nilai lokal telah tersisih oleh modernitas. Penyangkalan lokal, misalnya tercermin dari perilaku liberal kaum perkotaan dan penepisan simbol atau atribut sosial yang melekat lama dalam masyarakat, karena dianggap kuno atau puritan.

Adalah Abbas Barzegar, sang akademisi AS keturunan Iran di antaranya, mengungkap penyangkalan lokal itu yang berujung kekalahan kubu yang acapkali diatributi pers Barat, sebagai kaum reformis.

KAMPANYE Ahmadinejad menjelang pemungutan suara

SAYA berada di Iran, tepatnya sepekan untuk mengikuti pesta demokrasi pada Pemilu Iran 2009. Semenjak saya tiba di sana, hanya sedikit di negeri ini yang ragu bahwa calon incumbent Presiden Mahmoud Ahmadinejad yang provokatif ini bakal memenangkan Pemilu.

Sopir taksi yang menyertai saya mengingatkan bahwa Si Presiden telah mengunjungi semua provinsi di Irak dua kali dalam empat tahun terakhir. ”Iran itu bukan (hanya) Teheran,” katanya.

Ketika saya menanyai para pendukung Mir Hossein Mousavi (rival Ahmadinejad dari mazhab moderat), apakah tokoh jagoan mereka benar-benar akan meraih dukungan tak hanya di ibukota (Teheran)? Mereka mengutarakan jawaban-jawaban optimistis gaya Obama seperti, “Ya, kita bisa,” “Saya kira begitu,” “Jika Anda memilih.”

Pertanyaan yang menghantui media internasional, bahwa “Bagaimana bisa seorang Mousavi kalah?” tampak tak begitu menjadi urusan Komisi Pemilihan Umum Iran dan itu tidak lebih dari persepsi keliru selama ini, yang menolak memahami peran agama di Iran.

Tentu saja, kemungkinan Pemilu curang tetap ada dan orang mesti menunggu sampai pekan-pekan mendatang untuk melihat bagaimana tuduhan itu dapat dibuktikan. Tetapi orang semestinya ingat, bahwa dalam tiga dekade Pemilu Presiden, tuduhan kecurangan jarang sekali dialamatkan ke penghitungan suara.

Pemilu di sini secara khusus dikendalikan dengan cara membatasi gerak-gerik kandidat atau menutup media massa kelompok oposisi. Sebagai tambahan lagi, dalam Pemilu kali ini, ada dua badan pengawas bentukan pemerintah yang terpisah, memungkinkan saksi semua kubu bisa mencegah terjadinya kecurangan massal dalam Pemilu.


IKUT MEMILIH - Ahmadinejad bersama pejabat negara ikut memilih

KESANGSIAN atas kemenangan Ahmadinejad yang dituduh pendukung Mousavi sebagai bukti adanya kecurangan oleh negara, seyogyanya selaras ketidakpercayaan sama terhadap merajalelanya korupsi yang berlangsung terang-terangan.

Jadi, sampai ada bukti meyakinkan yang bisa membenarkan tuduhan-tuduhan oposisi, maka kita perlu melihat alasan lain yang menjelaskan, bagaimana begitu banyak orang tersihir oleh peristiwa-peristiwa yang terjadi seharian itu.

Sejauh yang diperhatikan media internasional, tampaknya hanya wangsit yang layak diberitakan di balik kemenangan itu. Memang benar, bahwa para pendukung Mousavi telah membuat jalanan Kota Teheran macet selama berjam-jam tiap malam sepanjang pekan lalu. Padahal, itu hanya terjadi di bagian utara ibukota yang terkenal lebih makmur.

Para wanita menanggalkan hijabnya dan anak-anak muda berjingkrak di jalanan. Senin malam lalu, setidaknya 100.000 pendukung sang mantan perdana menteri (Mousavi) membuat rantai manusia di sepanjang Kota Teheran.

Namun, beberapa jam sebelumnya, saya juga menghadiri parade massal pendukung sang incumbent yang kurang diperhatikan pers Barat. Jumlah mereka luar biasa banyak, bahkan tidak pernah terjadi sebelum ini.

Perkiraan minimal jumlah massa yang mengikuti pidato kampanye Ahmadinejad saat itu sekitar 600.000 orang, bahkan banyak yang yakin mencapai satu juta orang. Dari loteng gedung, saya menyaksikan para wanita berjilbab dan pria-pria berjanggut, dari segala umur, berduyun-duyun berkerumun bagai aliran lava gunung berapi.

SHALAT - Di mana pun tak lupa Allah

KEKELIRUAN dalam menaksir secara tepat hal-hal yang berkaitan Iran, bukan sekali ini terjadi. Ketika revolusi Islam 1979 berhasil menghancurkan kediktatoran militer negeri itu yang merupakan sekutu terkuat Amerika di Timur Tengah, hanya sedikit pakar di luar Iran yang memperkirakan bahwa kaum revolusioner Islam akan tumbuh menjadi satu kekuatan utama di Iran.

Tapi di Iran sendiri, cendekiawan sekuler seperti Jalal-e-Ahmad, pengarang buku Occidentosis yang terkenal itu pun telah memperkirakan rezim (Shah Iran), bakal tumbang di tangan gerakan revolusi Islam, satu dekade sebelum takdir tahun 1979 itu terjadi.

Filsuf Prancis pemberontak, Michel Foucault, juga secara meyakinkan telah meramalkan peristiwa itu, karena dia merekamnya dari dekat, dalam jarak yang para pengagumnya pun enggan melakukannya.

Sejak revolusi Islam Iran, para akademisi, intelektual dan para ahli telah meramalkan bakal runtuh cepatnya rezim (Islam Iran). Sampai sekarang ramalan mereka itu tak berbukti. Anomali-anomali seperti itu hanya bisa dijelaskan oleh sejarah.

Iran adalah masyarakat yang sangat religius. Nepotisme, otokrasi dan penindasan Shah Iran yang berdekade-dekade diperangi kaum komunis dan liberal gagal diakhiri, tetapi adalah serangan Shah terhadap kemapanan kalangan religiuslah yang mengantarkan kejatuhan Shah yang terjadi nyaris hanya dalam semalam.
Sejak itu rakyat Iran menyalurkan impian-impiannya melalui kotak suara.

NUKLIR Iran mencemaskan AS dan Barat

PADA 1997 setelah asap perang Iran-Irak berhenti dan negara itu melewati satu dekade masa stabil, para pemilih berbondong-bondong memberi dukungan pada ulama yang mantan presiden (Mohammad Khatami) dalam menghadapi lawannya Natiq Nouri, anggota senior parlemen Iran.

Para wartawan Barat menyebut momen itu sebagai satu generasi yang terbelah. Yaitu, kaum muda liberal pecinta kebebasan melawan ulama-ulama tua konservatif.

Tetapi Pemilu saat itu sesungguhnya Pemilu untuk memilih kejujuran dan kesalehan (Khatami), melawan kekuatan yang dituduh korup. Dan, kini orang-orang sama yang dulu mendukung Khatami, menyalurkan suaranya untuk Ahmadinejad kemarin, padahal wajah Khatami menghiasai poster-poster kampanye kubu Mousavi.

Selama hampir sepekan dorongan sosial antikorupsi, kerakyatan dan kesalehan religius yang dulu melahirkan revolusi Islam tampak kembali di jalanan untuk dipungut oleh rakyat Iran. Untuk sebagian besar rakyat negeri itu, Ahmadinejad adalah perwujudan dorongan-dorongan impian (tentang pemimpin antikorupsi, merakyat dan saleh) ini.

Sejak pertamakali masuk ke kantornya, Ahmadinejad menolak mengenakan jas mahal. Menolak meninggalkan rumah yang diwarisinya dari sang ayah, dan menolak mengendurkan retorika yang digunakan melawan mereka yang dituduh sebagai pengkhianat bangsa.

Manakala secara terbuka dia menuduh mantan pesaingnya yang tanggal dari kekuasaanya, Ayatollah Ali Akbar Hashemi Rafsanji, sebagai singa terhadap revolusi, koruptor parasit dan membandingkan pengkhianatan Rafsanjani dengan pengkhianatan terhadap Nabi Muhammad SAW yang menyebabkan syiah dan suni bermusuhan selama 1.400 tahun.

Ahmadinejad menawarkan rakyat satu tarikan (moral) yang beberapa generasi lamanya diimpikan rakyat. Ketika Rafsanjani membela diri melalui suratkabar pro-Mousavi, maka tamatlah riwayat kaum reformis.

SAHAJA - Di mana pun tidur bersahaja

Jujur

PEKAN lalu Ahmadinejad bak mengubah Pemilu menjadi referendum untuk menentukan bagaimana sikap bangsa Iran terhadap prinsip asasi revolusi Islam. Slogan jalanan mereka berbunyi, Matilah semua orang yang melawan Imam Tertinggi yang kemudian diikuti ritual dan pepujian religius khas syiah.

Slogan itu bukan tandingan semboyan ceria penuh semangat dari kaum muda Teheran utara, yang menyanyikan, Ahmedi-bye-bye, Ahmedi-bye-bye atau ye hafte-do hafte, Mahmud hamum na-rafte (Sepekan, dua pekan, Mahmoud tidak mandi).

Mungkin sejak awal Mousavi memang ditakdirkan akan gagal, begitu dia berharap bisa menggabungkan energi terang antara kelas sosial atas yang liberal dengan kepentingan bisnis pedagang pasar.

Kampanye lewat facebook dan via SMS pun tidak relevan dengan kaum pedesaan dan kelompok pekerja yang setiap hari berjuang memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari mereka. Banyak sekali yang tidak mempunyai waktu untuk sekedar pergi ke warung-warung internet untuk mengecek blog mereka.

Kendati Mousavi berupaya menarik kelas pemilih seperti ini, dengan cara mengupas masalah seputar inflasi dan kemiskinan, mereka malah memilih lawan Mousavi.



Oleh karena itu, di masa mendatang, para pengamat (Barat) mesti mempelajari lebih dalam lagi masyarakat Iran, sehingga diperoleh gambaran lebih faktual mengenai struktur negara ini yang sangat religius organik, untuk kemudian disampaikan dalam narasi keniscayaan liberal.

Adalah aspek-aspek religius unik Persia yang mengantarkan seorang sufi terusir berusia 80 tahun menjadi kepala negara 30 tahun lalu (Ayatollah Ruhallah Khomeini), kemudian ulama kharismatis Khatami 12 tahun lalu, terus seorang putra pandai besi yang jujur, Ahmadinejad mpat tahun silam, dan hal sama terjadi Jumat 12 Juni 2009. (reuters/antara)






Indonesia Negara terkuat di dunia! (berdasarkan SDM)


Indonesia Negara terkuat di dunia! (berdasarkan sumber daya manusia)

Setelah lama berobservasi ternyata orang2 luar tu takut ma indonesia, tentara2 mereka juga udah keburu jiper aja ngedenger Indonesia.. Tanya punya tanya, berikut beberapa alasan ketakutan mereka yang sering berhubungan dengan SDM:

1. Kondisi alam indonesia yang masyaalah, contohnya lumpur lapindo membuat proses penyerangan menjadi sangat-sangat sulit..belum lagi kalau pasukan mereka lewat disuruh kasi sedekah. Kalau satu pasukan harus bayar ±Rp5000 trus mereka bawa 10000 personil pasukan, berarti budget penyerangan mesti ditambah Rp 500,000,000, bangkrut deh..

2. Banyaknya makanan di pinggir jalan yang dibuat dari bahan-bahan yang ga karu-karuan. es teh, esnya dari air kali, bakso pake daging tikus, dll, pisang goreng pake plasting. Pasukan-pasukan yang tergoda bakal sakit perut dan mati. Pemerintah mereka kemudian harus mengeluarkan budget tambahan lagi untuk kompensasi kematian pasukan.


3. Kalau konvoi, pasukan mereka bakal kena razia dari FPI, senjata hilang, belum lagi kalau rusuh. Plus pasukan mereka ga boleh pake baju yang memperlihatkan aurat.. lha klo panas gmana ? lum lagi kalau basecamp mereka di rusak! apalagi sekarang adanya Polisi Pamong Praja yang 1000% Siap untuk menghancurkan bangunan Liar di pinggir jalan.




4. Banyaknya kasus mutilasi di indonesia membuat pasukan mereka jiper duluan, malem2 tiba2 ilang, pagi2 balik tinggal kaki kiri doang yang ada.

5. Pasukan khusus indonesia yang sangat menakutkan: agen Ryan, agen Sumanto dan kawan2nya..mereka specialis dalam hal makan-memakan dan kubur-mengubur.. Ryan juga suka ama cowok-cowok berotot, kalau pasukan mereka kena ryan trus paginya ngangkang kan jadi ga siap perang?

6. Kalau ketemu pasukan OPM atau GAM bakal tambah kacau deh kondisi, perang ma siapa udah ga jelas.

7. Dukun-dukun yang tersebar luas, tinggal sms reg DUKUN ke 00 omong kosong, kena santet deh smua pasukan mereka..di negara mereka mana ada dukun instan?? Rudal2 juga tinggal disemprot pake air bunga, balik deh ke si pengirim rudal......hehehe



8. Kalau pakai pegawai orang indonesia di basecamp mereka, bisa2 habis anggaran kena korup semua...belum lagi kalau pegawainya kerjasama ma pedagang makanan kaki lima sekitar, uang habis, tentara keracunan smua..hahaha

9. Kena damprat preman juga harus dipertimbangkan, tingkat pemalakan preman yang tinggi dapat merugikan anggaran penyerang..

10. Maraknya Copet/Jambret/pencuri yang tak pandang bulu.

11. Maraknya kasus hipnotis dan penipuan yang dilakukan oknum2 tidak bertanggung jawab akan menyebabkan kehilangan onderdil perang pasukan mereka, contohnya kehilangan celana dalam, kaos2 putih, celana panjang, belum lagi sepatu2..

12. Banyaknya pekerja seks komersial yang gak jelas dan spesialist gombal karet/pandai merayu, hingga akhirnya tentara musuh mau melakukan senam malam dan lemah karena kehabisan sperma.

13. Banyaknya Kincir pesawat udara yang rusak dikarenakan terbelit Tali layang layang

14. Menyebarnya pasar yang menjual Pakaian dan barang - barang super murah sehingga para tentara musuh tertarik untuk membeli souvenir dan oleh-oleh pasca perang dan akhirnya mereka terlambat dan sebagian akan terkena sangsi perang dengan dugaan pemborosan.

15. Macetnya laju lalu lintas yang menghambat penyerangan darat menjadi lambat dan terkesan memakan waktu lama.


16. Banyaknya tempat angker sehingga mengganggu para tentara musuh yang berperang di malam hari

17. Kabar baiknya, dari 200 juta lebih penduduk indonesia itu ternyata lebih dari 30 juta lebih penduduk RI siap mati berperang.

RY : atas semua salah penulisannya Ok


Rudal Shihab 3 dan Kekuatan Militer Iran



Rudal Shihab 3






Rudal Shihab 3 dan Kekuatan Militer Iran


Amerika Serikat dan Israel tentu begitu lega melihat jatuhnya rezim Saddam Hussein pada 9 April lalu. Para ahli strategi Israel memandang peristiwa historis itu sebagai titik balik terjadinya pergeseran perimbangan kekuatan sangat mendasar di kawasan Timur Tengah yang menguntungkan posisi Israel.

Ambruknya rezim Saddam Hussein telah menghilangkan trauma bagi warga Israel tentang gempuran sebanyak 39 rudal balistik Irak atas berbagai sasaran di Israel selama bulan Januari dan Februari 1991. Sejak itu, warga Israel selalu membiasakan diri menggunakan masker dan berlindung di bungker setiap muncul situasi genting di Timur Tengah.

Akan tetapi, Israel terakhir ini dikejutkan lagi oleh keberhasilan Iran meluncurkan rudal balistik Shihab 3 yang memiliki jangkauan tembak sejauh 1.300 kilometer, yakni dapat mencapai wilayah Israel. Para pejabat Israel pun segera mengeluarkan statement tentang bahaya ancaman rudal Shihab 3 itu.

Menlu Israel Silvan Shalom mengatakan, rudal Iran yang mencapai wilayah Israel merupakan ancaman sangat berbahaya atas keamanan Timur Tengah. Pernyataan serupa disampaikan para pejabat Israel lainnya seperti PM Ariel Sharon dan Menhan Shaul Mofaz.

Rudal Shihab 3

Rudal Shihab 3 merupakan rudal darat ke darat yang memiliki jangkauan tembak sejauh 1.300 km. Rudal tersebut mampu membawa bahan peledak seberat 750 kilogram hingga 1.000 kilogram. Rudal itu juga konon bisa membawa bom kimia atau biologi seberat 800 kg.

Iran telah melakukan percobaan peluncuran rudal itu sebanyak delapan kali selama lima tahun terakhir ini (1998-2003) dan mengumumkan keberhasilan percobaan tersebut. Artinya, rudal Shihab 3 kini telah menjadi bagian dari persenjataan andalan angkatan bersenjata Iran. Selama ini, Pemerintah Iran selalu menegaskan bahwa tidak ada niat menggunakan rudal itu untuk menyerang negara lain.

Rudal Shihab 3 merupakan duplikat rudal Nodong buatan Korea Utara yang telah dikembangkan sendiri oleh putra-putra Iran. Seperti dimaklumi, Iran dan Korea Utara menjalin hubungan militer cukup kuat selama lebih dari satu dekade.

Sejak awal tahun 1980-an Iran telah membeli dari Korea Utara rudal Scud B yang memiliki jangkauan tembak 300 km dan rudal Scud C yang mempunyai jangkauan tembak sejauh 500 km hingga 600 km. Iran menggunakan rudal Scud B dan Scud C dalam perang melawan Irak pada tahun 1980-an.

Pascaperang Irak-Iran tahun 1988, Iran mulai menyadari pentingnya rudal balistik dalam suatu peperangan. Pemerintah Iran lalu menginvestasikan uang di Korea Utara untuk mendapatkan rudal yang lebih canggih. Pihak Korea Utara menyambut baik upaya Iran itu dengan menjual teknologi militer. Iran juga membeli rudal balistik Nodong dari Korea Utara.

Pada tahap berikutnya, Iran mengembangkan rudal Nodong itu dengan bantuan ahli dari Rusia dan Ukraina. Pada perkembangan selanjutnya, Iran beralih dari membeli dan bergantung pada luar negeri menjadi mengembangkan sendiri dengan proses alih teknologi. Iran kemudian berhasil memodifikasi rudal Nodong menjadi rudal Shihab 3 dan memproduksi 150 kepala rudal.

Menurut versi Israel, Iran akan terus mengembangkan rudal Shihab 3 menjadi Shihab 4 yang memiliki jangkauan tembak 2.000 km, Shihab 5 (5.500 km), dan Shihab 6 (10.000 km).

AS dan Israel mengikuti secara saksama perkembangan percobaan rudal Iran itu baik melalui satelit ruang angkasa maupun intelijen. AS selama ini gagal menekan Korea Utara agar mencegah penjualan rudal atau teknologi militer kepada Iran. Oleh karena itu, Presiden Bush memasukkan Iran dan Korea Utara (bersama Irak pada masa rezim Saddam Hussein) sebagai poros kejahatan dalam pidato kenegaraannya yang terkenal pada 29 Januari 2002. Tak heran kalau berita pertama tentang keberhasilan percobaan peluncuran rudal Shihab 3 dimuat oleh harian Haaretz, Israel, pada 4 Juli 2003.

Pengembangan rudal

Upaya Iran memproduksi dan mengembangkan rudal balistik adalah menjadi bagian dari proyek unggulan dalam proses membangun kembali kekuatan militer Iran pascaperang Iran-Irak tahun 1988.

Pada saat perang dengan Irak, tempat-tempat strategis Iran selalu dibombardir oleh rudal balistik Irak yang dikenal dengan nama perang kota. Meskipun perang rudal saat itu tidak memiliki pengaruh strategis, Iran mengalami kerugian materi maupun manusia cukup besar. Selain itu, Iran merasa terkucilkan dari pergaulan regional dan internasional.

Iran pun kemudian banyak mengambil pelajaran dari perang dengan Irak itu dengan cara secara perlahan mencoba melepaskan dari ketergantungan pada negara lain, khususnya di sektor militer.

Iran lalu berusaha mencoba memiliki rudal canggih yang sesungguhnya dimulai sejak masa perang Iran-Irak. Saat itu, Iran meningkatkan hubungannya dengan Cina dan Korea Utara dan berhasil mendapatkan rudal Scud B dari kedua negara tersebut. Iran bekerja sama dengan kedua negara itu dalam proyek pengembangan rudal balistik secara bertahap.

Pengembangan persenjataan rudal itu melalui program komprehensif dan terpadu dengan sasaran memproduksi rudal balistik jarak pendek, menengah, dan jauh. Langkah pertama ditujukan untuk memproduksi rudal balistik jarak pendek (600 km), kemudian dilanjutkan memproduksi rudal jarak menengah (1.000 km), lalu terakhir ini mencoba mengembangkan rudal balistik jarak jauh (2.000 km ke atas).

Upaya pengembangan rudal balistik itu yang dilakukan sejak dini oleh Iran menjadi paradigma pemikiran Pemerintah Iran sejak tahun 1980-an. Mantan Presiden Hashemi Rafsanjani sewaktu menjabat ketua parlemen tahun 1988 menegaskan, prioritas proyek nasional Iran adalah memiliki kemampuan persenjataan rudal balistik sangat kuat yang bisa mendekati kekuatan rudal AS dan Rusia.

Menurut laporan Pemerintah Iran, negeri itu kini memiliki tidak kurang dari 100 instalasi untuk memproduksi senjata rudal balistik dalam berbagai ukuran yang mempekerjakan ribuan karyawan dan teknisi.

Ada dua jalur yang ditempuh Iran dalam memproduksi dan mengembangkan rudal balistik itu. Pertama, jalur Cina. Jalur ini untuk tujuan memproduksi rudal balistik yang memiliki jangkauan 800 km hingga 1.000 km. Dalam konteks ini, Iran, berkat kerja sama dengan Cina, berhasil memproduksi rudal balistik Scud B dan Iqab.

Kedua, jalur Korea Utara. Jalur ini bertujuan memproduksi rudal Scud B versi Korea Utara dalam jumlah besar. Korea Utara juga membantu Iran memproduksi rudal Shahin 1 dan Shahin 2.

Volume hubungan kerja sama Iran-Korea Utara memang jauh lebih kecil dibandingkan dengan tingkat hubungan Iran dengan Cina dan Rusia. Hal itu disebabkan tingkat teknologi militer Korea Utara lebih rendah dibandingkan dengan Cina dan Rusia.

Iran dalam memproduksi rudal balistik Shihab 3 menggunakan teknologi dari Rusia, Cina, Jerman, dan Korea Utara. Iran mendapatkan dari Rusia, misalnya, teknologi perakitan dan membuat komponen-komponen inti dalam rudal Shihab 3. Sementara dari Cina, Iran memperoleh teknologi penggunaan bahan bakar dan sistem pengarah terhadap sasaran tembak.

Dalam beberapa kali percobaan, salah sasaran tembak hanya melenceng paling jauh 4 km dari sasaran inti dengan tembakan dari jarak 1.300 km. Minimal, tembakan rudal Shihab 3 itu bisa mengguncang psikologis rakyat negara yang menjadi sasaran tembak rudal tersebut.

Sebagian besar instalasi untuk produksi rudal balistik Shihab 3 kini terkonsentrasi di kota Kharaj dengan melibatkan teknisi Rusia dan Cina. Percobaan pertama peluncuran rudal Shihab 3 dilakukan pada tahun 1998. Dalam kurun waktu 1998-2003, Iran sedikitnya telah melakukan percobaan delapan kali.

Menurut laporan media massa Barat, Iran tidak berhenti pada pengembangan rudal Shihab 3, tetapi juga berusaha memproduksi rudal Shihab 4 dan seterusnya.

Arti strategis Shihab 3

Rudal darat ke darat jarak menengah dan jauh merupakan unsur penting dalam geostrategi regional maupun internasional. Maka, hadirnya rudal Shihab 3 dalam perimbangan kekuatan militer di Timur Tengah merupakan tantangan serius terhadap hegemoni AS dan Israel di kawasan itu.

Arti penting rudal balistik tentu amat disadari oleh Iran sendiri karena telah menentukan jalannya perang Irak-Iran pada tahun 1980-an. Ada sejumlah arti penting dari rudal balistik itu.

Pertama, perang rudal Irak-Iran dengan cara menghantam kota-kota, di mana Irak saat itu mampu menyerang kota Teheran dan Asfahan dengan rudal balistik secara intensif pada Maret dan April 1988, memaksa Iran menghentikan perang lantaran keunggulan Irak cukup mencolok dalam perang rudal itu.

Kedua, peran rudal balistik semakin menentukan dalam menghantam pangkalan-pangkalan militer dan tempat strategis lainnya.

Ketiga, kepemilikan suatu negara atas senjata rudal bisa mengangkat wibawa dan posisi negara tersebut dalam percaturan regional dan internasional.

Keempat, biaya memproduksi rudal balistik jauh lebih murah daripada membeli pesawat tempur canggih seperti pesawat tempur F16 dan setaranya.

Kelima, Iran yang selama ini menolak berdamai dengan Israel menganggap rudal balistik merupakan satu-satunya modal untuk bisa menciptakan perimbangan strategis dengan Israel. Jika Iran mampu menyerang sasaran di Israel dengan rudal balistik, Iran berarti berhasil membuyarkan konsep keamanan strategis Israel tanpa harus menggunakan pasukan darat Iran satu pun untuk menembus perbatasan Israel, mengguncang psikologis rakyat Iran, dan membawa kerugian materi maupun manusia di pihak Israel.

Ketika Iran mengumumkan berhasilnya percobaan peluncuran rudal Shihab 3, yang terkesan adalah rudal Iran itu mampu menjangkau Israel, kawasan Teluk (tempat konsentrasi pasukan AS), Pakistan, India, Turki, Asia Tengah, dan sebagian kawasan Laut Merah.

AS pun memperingatkan sekutunya tentang bahaya kepemilikan Iran atas teknologi militer canggih yang mempunyai jangkauan tembak cukup luas itu.

Rudal Iran dan Israel

Israel sejak dini telah memberi peringatan atas bahaya rudal balistik Iran. Harian Haaretz edisi 20 Agustus 2000 menyebut rudal Shihab 3 merupakan ancaman masa depan atas keamanan Israel.

Harian yang sama edisi 17 Juli 2000 mengatakan, percobaan peluncuran Shihab 3 yang berhasil akan membuat Iran memiliki kemampuan menyerang sasaran di dalam negeri Israel sendiri. Bahkan, Haaretz menuduh Iran akan bisa melengkapi rudal Shihab 3 dengan kepala nuklir dalam jangka waktu lima tahun mendatang.

Harian Haaretz edisi 21 Juli 2000 menurunkan tulisan dengan judul Shihab 3 Berhadapan dengan Jericho. Rudal Jericho adalah rudal balistik yang dikembangkan Israel. Dalam tulisan itu dijelaskan bahwa hadirnya rudal Shihab 3 menjadikan Israel bukan satu-satunya negara yang memiliki rudal balistik dengan jangkauan tembak melebihi 1.000 km.

Menurut harian tersebut, rudal balistik Jericho 2 milik Israel memiliki jangkauan tembak sejauh 1.500 km dan Israel kini mempunyai sedikitnya 300 rudal balistik jenis itu. Rudal Jericho 2 merupakan pengembangan dari rudal Jericho 1 yang memiliki jangkauan tembak sejauh 750 km. Israel juga mempunyai sekitar 300 rudal Jericho 1.

Rudal Jericho 2 bisa membawa bom konvensional atau nuklir seberat 340 kg dengan kekuatan daya ledak 20 ton.

Israel kini telah berhasil mengembangkan lagi rudal Jericho 2 menjadi rudal Shafiet (panah) yang telah digunakan untuk peluncuran tiga satelit ruang angkasa yang dikenal dengan nama Ufuk 1, Ufuk 2, dan Ufuk 3 pada 5 April 1995.

Harian Haaretz menyebut Iran adalah saingan utama Israel dalam kekuatan militer di masa mendatang.

Para pejabat Iran pun berusaha mencoba menghilangkan kecemasan AS dan Israel tentang bahaya ancaman rudal balistik Shihab 3 itu. Iran khawatir kecemasan tersebut mendorong Israel dan AS melakukan aksi provokasi dan pada gilirannya menyerang Iran.

Pemerintah Iran telah mencoba berusaha secara tidak langsung memberi jaminan kepada AS bahwa Teheran tidak akan berupaya memiliki rudal balistik yang memiliki jangkauan tembak melebihi 1.000 km. Namun, jaminan Iran itu ternyata tidak membuat sirna kecemasan AS.

Oleh karena itu, Pemerintah Iran memutuskan memproduksi dan mengembangkan rudal balistik Shihab 3 setelah muncul rasa saling tidak percaya dan sebagai bagian dari upaya Iran menciptakan perimbangan strategis dengan Israel di Timur Tengah.

Iran kemudian mulai mempersiapkan kemungkinan terburuk menghadapi serangan militer sporadis Israel atau AS terhadap instalasi peluncuran rudal balistiknya. Sejak tahun 1994, Iran memperluas instalasi peluncuran rudal balistiknya yang semula hanya satu instalasi menjadi empat instalasi peluncuran yang terkonsentrasi di sepanjang pantai barat laut di tepi Teluk Persia (Arab).

Iran juga membangun terowongan rahasia bawah tanah di kawasan pantai Teluk Persia untuk penyimpanan rudal balistik dari berbagai model seperti rudal Scud B, Scud C, Nodong, Shihab 1, 2, dan 3.

Dengan demikian, program pengembangan rudal balistik Iran yang merupakan proyek andalan militer negara itu selama lebih dari satu dasawarsa tidak hanya bertujuan pertahanan semata, tetapi juga untuk memperkuat posisi Iran di kancah regional dan internasional di tengah semakin kuatnya hegemoni AS dan Israel dalam semua sektor kehidupan saat ini.


(Musthafa Abd Rahman,dari Cairo)

----------------------

Support Palestine