Tampilkan postingan dengan label JIHAD TAKAN PERNAH BERHENTI SAMPAI MATAHARI TERBIT DARI ARAH BARAT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label JIHAD TAKAN PERNAH BERHENTI SAMPAI MATAHARI TERBIT DARI ARAH BARAT. Tampilkan semua postingan

Pesan Tulus Nan Sederhana Pada Ustadz Abu Bakar Baasyir

http://www.primaironline.com/images_content/2009830Abu%20bakar%20Baasyir.jpeg

Jakarta 2/8/2009 (KATAKAMI) Nasihat orang tua yang paling sering disampaikan kepada anak-anaknya adalah berkawanlah dengan siapa saja. Dan jadilah seorang “anak manusia” yang disegani kawan dan ditakuti lawan.

Jika berbicara tentang persahabatan, sebuah persahabatan yang unik juga saya miliki yaitu dengan seorang Ulama bernama ABU BAKAR BAASYIR.

Uniknya adalah persahabatan itu tak pernah samasekali diwarnai dan ditandai dengan pertemuan fisik secara langsung. Bukan karena saya takut terhadap stigma bahwa seorang Abu Bakar Baasyir adalah “bapaknya parateroris”.

Bukan samasekali.

Stigma buruk itu secara hukum tak pernah bisa dibuktikan oleh proses HUKUM diIndonesia. Ustad Baasyir tidak terbukti dan tidak bisa dibuktikan terkait jaringan terorisme.

Sebagai seorang JURNALIS yang berkecimpung di dunia politik, hukum dan keamanan selama lebih 15 tahun, tentu saja saya mengenal nama Abu Bakar Baasyir– jauh sebelum persahabatan unik tadi terjalin –.

Yang paling kuat melekat dalam ingatan saya adalah cerita yang disampaikan oleh sahabat saya sesama JURNALIS (Tasya Tampubolon) yang beberapa tahun lalu pernah bertemu langsung dan mewawancarai Ustadz Abu.

Ohya, saya biasa memanggil beliau bila hendak mengirim pesan dengan panggilan Ustadz Abu.

Tasya Tampubolon dinasehati oleh Ustadz Abu bahwabila ia ingin masuk surga maka harus masuk ISLAM. Dan Tasya yang memangcuek ini, sambil tersenyum manis menjawab sopan kepada Ustadz Abu,”Okay Pak Ustadz, Ill think about it !”

http://edanger360.com/wp-content/uploads/2010/01/george-bush.jpg

Sedangkan persahabatan unik yang terjalin dengan saya, tak jelas dimulai kapan.Tapi memang agak rumit untuk bisa membuat Ustadz Abu menjadi percaya, respek dan menghormati jalinan persahabatan itu secara tulus.

Pertama, dalam rekam jejak hidup saya memang tercatat selama 5 tahun yaitu periode 2003-2008 pernah menjadi reporter untuk Radio Voice Of America(VOA). Lalu, saya juga beragama Katolik. Istilah kata, sudah jatuh maka tertimpa tangga pula. Artinya, sudah bekerja untuk Amerika Serikat, bergama Kristen Katolik pula.

Klop sudah semua unsur yang sangat dibenci oleh Ustadz Abu.

Ini mengingatkan saya ketika di Jakarta sedang gencar-gencarnya aksi demo yang snagat anarkis untuk menentang invasi AS ke Irak (tahun 2003). Persis, disaat perang Irak itu dimulai, saya bergabung di Radio Voice Of America (VOA).

Suatu ketika, saya yang bertugas meliput aksi demo dibunderan HI yang mengarah ke Kedutaan Besar AS di Jalan Medan Merdeka Selatan.

Tiba-tiba pada waktu itu, koordinator aksi demo dari kalangan Islam garis keras itu bertanya, “Mbak dari media mana ?”.

Dalam hati saya berkata, “Mati deh gue !”.

Tapi ketika itu, ada wartawan lain yang dengan cepat menjawab, “Oh itu teman saya, dari Radio anu …” jawab rekan wartawan yang berdiri didekat saya seraya menyebutkan nama sebuah radio swasta.

Bayangkan, kalau saya menjawab bahwa saya dari Radio Voice Of America (VOA). Mana waktu itu, saya juga mengenakan kalung salib. Setelah menjauh dari kerumunan aksi demo, saya dan teman wartawan tadi tertawa terbahak-bahak.

“Gila Mbak Mega, kalau tadi mereka ngamuk … Mbak yang kena berkali-kali. Sudah kerja buat Amerika, agama Kristen, pakai salib pula !” kata wartawan tadi.


Kembali pada persahabatan dengan Ustadz Abu. Beliau mulai menaruh respek yangtinggi kepada saya selaku JURNALIS sekitar 2 tahun terakhir (kalau saya tidak salah).

Ustadz Abu mengikuti semua tulisan saya terkait penanganan terorisme diIndonesia. Konsistensi dan ketajaman dalam mengkritik Tim Anti Teror POLRI yang patut dapat diduga memang banyak disalah-gunakan dan disalah-arahkan oleh Komisaris Jenderal Gories Mere sejak penanganan bom peledakan malam Natal, cukup diperhatikan oleh Ustadz Abu.

Saya mengecam semua aksi terorisme.

Entah itu yang dilakukan oleh teroris sungguhan atau teroris-terorisan.

Terorisme adalah kejahatan kemanusiaan yang harus diperangi oleh setiap dan setiap negara. Saya mewawancarai dan bersahabat dengan banyak Tokoh dan Ulama Besar Islam di Indonesia. Poin terpenting yang mereka sampaikan adalah ISLAM adalah sebuah agama yang mengajarkan kasih sayang.

Islam tidak membenarkan kekerasan dan penyalah-gunaan paham JIHAD.

Saat ketiga terpidana mati kasus Bom BaliI (Amrozi Cs) akan segera di eksekusi pada bulan Oktober 2008, saya mengirimkan pesan kepada Ustadz Abu Bakar Baasyir melalui tangan kanannya Fauzan Al Anshari.

Intinya, saya sungguh percaya bahwa dengan segala pengaruh yang dimiliki oleh Ustadz Abu kepada seluruh pengikutnya, pasti akan sependapat dengan saya betapa pentingnya menjaga keamanan dan perdamaian di Indonesia.

Salah satu pesan SMS yang dituliskan langsung oleh Ustadz Abu pada waktu itu adalah, “Ya Alloh, berikanlah berkah kepada sahabat kami yang baru ini yang datang menawarkan persahabatan dan perdamaian”.

Saat bom Mega Kuningan meletus pada Jumat (17/7/2009) lalu, sempat tudingan di arahkan kepada Ustadz Abu Bakar Baasyir dan santrinya di PondokPesantren Almukmin Ngruki Solo.

Bahkan melebar lagi kepada pemberitaan bahwaUstadz Abu dicekal.

Saya menghubungi beliau lewat Fauzan Al Anshari lewat pesan singkat SMS dan mengatakan, “Pak Ustadz Abu, salam hormat, saya prihatin pada pemberitaan soal pencekalan. Tenang saja Pak Ustadz, kebenaran itu takakan bisa ditutupi.Tapi saya percaya dengan kharisma dan pengaruh yangPak Ustadz miliki akan ikut mendukung INDONESIA yang aman”.

Biasanya, beliau jarang membalas tetapi pasti membaca.

Tapi sms saya terkait BomMega Kuningan ini langsung dibalas yang isinya “Yaa, terimakasih”. Yang ingin disampaikan disini kepada Ustadz Abu adalah dalam hitungan hari seluruh umat Islam di dunia akan menyambut datangnya bulan suci RAMADHAN.

Ya, MARHABAN YA RAMADHAN !

Jangankan pada saat bulan suci Ramadhan, pada bulan-bulan yang biasa saja, kita semua ingin agar INDONESIA dan dunia ini aman.

Aman dari segala kekerasan yang bernama peledakan bom. Peledakan bom yang berdaya ledak tinggi (high explosive) hanya akan mendatangkan kematian, tangisan dan penderitaan yang sia-sia bagi korban, keluarga korban dan warga dunia yang anti kekerasan.

Walau misalnya, bukan di Indonesia yang menjadi target sasaran selanjutnya tetapi di tempat lain — misalnya Thailand dan selanjutnya mengarah keAmerika Serikat (sekali lagi, ini cuma perumpamaan saja sebagai contoh!) — pertanyaan yang muncul di benak kita semua adalah untuk apa teror demi teror itu dibiarkan beranak-cucu di muka bumi ini?

Dendam adalah sebuah luka bathin yang memang sulit disembuhkan dan dipulihkan.

Dan siapa yang tak dendam jika patut dapat diduga ada tangan-tangan oknum pembesar dan oknum aparat sendiri yang berada di balik aksi peledakan bom Mega Kuningan, tetapi pihak yang dituding adalah pihak lain.

Siapa yang berbuat memang harus dialah yang bertanggung-jawab.

Itu hukum alam !

Siapa yang tak dendam kalau patut dapat diduga ada pihak tertentu yang mengais kekayaan dan bermimpi untuk bisa meraih jabatana tertinggi diKEPOLISIAN misalnya, diam-diam patut dapat diduga sengaja membisniskan aksi terorismesebagai komoditi dagang yang tingkat kemafiaan yang sangat mengerikan yaitu ulah dari kelompok Komjen GM.

Sederhana saja yang ingin disampaikan kepada semua pihak, mari kita berpikir secara jernih dan dengan hati yang tulus.

Dengan pikiran yang jernih dan hati yang tulus itu jugalah kita akan menyambut bersama-sama datangnya bulan suci RAMADHAN.

Percayalah, Tuhan tidak tidur !

Percayalah, seperti apapun manuver atau gerakan gelap mata untuk menyembunyikan semua dugaan keterlibatan oknum aparat dalam peledakan BOM MEGA KUNINGAN, di dalam tubuh POLRI masih sangat banyak sekali polisi-polisi yang kredibel, berintegritas tinggi, jujur dan sangat relijius.

Dan percayalah juga, hukum tetap akan menjadi PANGLIMA di negaranya sendiri. Keamanan dan perdamaian itu, tak harus ditegakkan dan dilaksanakan di INDONESIA saja.

Tetapi juga di seluruh belahan dunia.

Janganlah ada aksi balas dendam atas nama terorisme. Dimanapun juga, tidak akan ada warga dunia yang mau terkena ledakan bom.

Dimanapun juga, tidak akan ada negara yang mau kehilangan rakyatnya akibat diberangus oleh kekejaman terorisme.

Tanpa bermaksud untuk sok baik hati kepada negara atau warga dunia lain, izinkan kami menyampaikan harapan yang besar agar situasi yang aman dan damai itu dibiarkan tumbuh dan berkembang di semua negara dan di semua kawasan.

Menutup tulisan ini, saya ingin mengulangi pesan singkat SMS yang saya kirimkan beberapa hari lalu kepada Ustadz Abu Bakar Baasyir — agar bisa dibaca, dipahami dan sama-sama dilaksanakan oleh kita semua anak bangsa Indonesia –, mari kita jaga INDONESIA yang aman.

Dan, mari kita ciptakan DUNIA yang aman.

Dengarkanlah harapan yang sederhana ini, hai engkau –siapapun juga engkau — yang merasa tersakiti atas segala fitnah yang memang tidak berperikemanusiaan terkait peledakan bom Mega Kuningan ini.

Harapan ini saya bisikkan kepada angin yang bertiup.Biarlah tiupan angin itu membawa pesan tulus ini ke Serambi Mekkah alias dari ujung wilayah SABANG sampai ke Merauke.

Setulus hati saya dan semua anak bangsa Indonesia — juga warga dunia — mendambakan hidup yang tenang dan bahagia.

Janganlah kita mengikuti gendang permainan irama lawan yang kebablasan dan kesetanan memperdagangkan isu-isu terorisme.

Mari kawan, saya ulurkan tangan tanda persahabatan.

Kita jelang datangnya bulan suci Ramadhan ini dengan penuh suasana persaudaraan. Percayalah, keadilan dan kebenaran adalah dasar-dasar kehidupan yang tak akan pernah bisa dihapuskan oleh siapapun dari jiwa-jiwa anak manusia yang memiliki kesejatian hati.

Kita jelang datangnya bulan suci Ramadhan dengan ketulusan untuk memaafkan pelaku sebenarnya dari BOM MEGA KUNINGAN ini — yang patut dapat diduga memang sakit jiwa ingin mencuri perhatian internasional dan di pihak lain ada yang ingin ujug-ujug naik pangkat serta jabatan karena sudah berhasil membuat ledakan-ledakan bom yang penuh kamuflase.

http://katakamidotcom.wordpress.com

Awas!!Pengunjung Capai 70.000an, Polri Monitoring Situs Freeabb.com

Jakarta (voa-islam.com) -Pasca penangkapan Ustadz Abu Bakar Ba'asyir, gelombang dukungan pembebasan dari umat Islam banyak terkonsentrasi melalui situs freeabb.com. Mabes Polri pun mengaku telah mengetahui adanya gerakan 'Bebaskan Abu Bakar Ba'asyir (Free ABB)' di internet. Saat ini kemunculan gerakan itu terus dimonitoring Polri.

"Tentu kita ambil langkah-langkah dan monitor dan koordinasi untuk menyikapi apa yang masuk dan tertuang dalam media itu," kata Wakadivhumas Polri Kombes Untung Yoga Ana di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel, Jumat (13/8/2010).

..."Tentu kita ambil langkah-langkah dan monitor dan koordinasi untuk menyikapi apa yang masuk dan tertuang dalam media itu," kata Wakadivhumas...

Menurut Yoga, Polri memang tidak bisa mengatur dan mengendalikan gerakan sosial seperti itu. Apalagi, gerakan itu muncul di dunia maya. "Memang kita tidak bisa mencegahnya," imbuhnya.

Gerakan meminta pembebasan Amir Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) Abu Bakar Ba'asyir muncul di internet. Melalui freeabb.com pendukung Ba'asyir menggalang kekuatan. Selain melalui situs freabb.com, muncul juga gerakan di facebook bernama Freedom and Support Ustadz Abu Bakar Ba'asyir (ABB).

Situs freeabb.com ini berisi tulisan-tulisan dari sejumlah mantan dan murid ABB di Ponpes Ngruki. Hingga tulisan ini dibuat, pengunjung situs ini, freeabb.com, sudah mencapai perharinya sudah mencapai 73.366 pengunjung.

Tidak kalah ramai juga Facebook Freedom and Support Ustadz Abu Bakar Ba’asyir (ABB) sudah mencapai 14.890 penggemar dan insyaALLAH akan terus meningkat.

Nasir Abbas: Bisa Memicu Kemarahan dan Pembalasan

Sementara itu menanggapi penangkapan Ustadz Abu Bakar Ba'asyir dan adanya situs freeabb.com, mantan pimpinan Jamaah Islamiyah (JI) Nasir Abas meyakini penahanan Amir Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) Abu Bakar Ba'asyir akan memunculkan aksi teror yang lain. Para pengikutnya dikhawatirkan akan memunculkan pembalasan.

"Saya melihat ini bisa memicu kemarahan, yang menganggap aparat sembarangan. Bisa saja mereka melakukan sikap pembalasan," kata Nasir

"Saya melihat ini bisa memicu kemarahan, yang menganggap aparat sembarangan. Bisa saja mereka melakukan sikap pembalasan," kata Nasir, Jumat (13/8/2010).

Dia menilai, penahanan Ba'asyir juga tidak akan menyurutkan pergerakan kelompok-kelompok yang menjadikan Ba'asyir pemimpin. "Ini tidak akan membuat berhenti," imbuhnya.

Dia menjelaskan, pengganti Ba'asyir pun akan segera dicari. Sosoknya tentu yang kritis dan berani melawan pemerintah. "Kita lihat saja siapa yang paling keras bersuara antipemerintah. Dahulu Ba'asyir dijadikan panutan karena dia berani melawan Soeharto saat orde baru," terangnya.

Lalu bagaimana agar aksi kelompok ini bisa diredam, dirangkul agar tidak melakukan teror? "Tidak sulit kalau ada program yang rutin, ada perhatian meluruskan paham, dan diajak bicara. Mereka ini tidak anti hukum sekuler, mereka masih menggunakan hukum sekuler, misalnya masih menggunakan banding, menggunakan pengacara," tutupnya.

Semua Tuduhan Polisi Untuk Melemahkan Umat Islam

Sementara itu, tuduhan polisi bahwa Ustadz Abu Bakar Baasyir sebagai teroris hanya mengada-ada dan bagian dari skenario untuk melemahkan kelompok muslim yang memperjuangkan syariat Islam.

Demikian penilain tokoh Islam kharismatik Ustadz Hasyim Yahya dalam perbincangan, Jumat (13/8). “Itu sudah jelas (ada skenario besar itu),” ujar Ustadz Hasyim.

...“Dari dulu kita bicara apa? Merobohkan negara ini? Tidak! Kita berbicara bagaimana menyebarkan Islam. Apakah itu salah?” tanya Ustadz Hasyim...

Dia merujuk pada negara-negara Barat yang menggunakan Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai kendaraan untuk menindas kelompok Islam. Hasyim menengarai Barat tidak ingin tampilnya kelompok Islam di tampuk kepemimpinan.

Menurut Ustadz Hasyim, dari dulu Ustadz Abu Bakar Baasyir dikenal sangat konsisten dalam menyampaikan dakwah menyerukan agar kaum muslim kembali ke syariat Islam. Dia mengungkapkan, Ustadz Abu Bakar Baasyir yang dikenalnya sejak awal 1970-an itu sangat sederhana. Saat diundang berdakwah, mantan pemimpin Jemaah Islamiyah yang belakangan memimpin Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) itu pun bersedia tidur di atas tikar.

“Dari dulu kita bicara apa? Merobohkan negara ini? Tidak! Kita berbicara bagaimana menyebarkan Islam. Apakah itu salah?” tanya Ustadz Hasyim.

Menurut Hasyim, Ustadz Abu Bakar Baasyir dikenal ahli fiqih dan syariah (hukum Islam) sehingga dakwahnya tidak lepas dari materi tentang syariah Islam. “Memang beliau getol; memperjuangkan syariat Islam. Pertanyaannya, apakah salah jika orang Islam memperjuangkan Syariat Islam?” (Ibnudzar/dbs).

(voa-islam.com)

Deddy Mizwar Angkat Bicara Soal Hari Membakar Alquran

JAKARTA - Rencana dilangsungkannya hari membakar Alquran sedunia pada 11 September mendatang dinilai aktor senior, Deddy Mizwar terlalu mengada-ngada. Menurut dia, pembakaran Alquran sebagai balas dendam terhadap teroris di balik pristiwa 9/11 cenderung berlebihan.

"Tujuannya apa Alquran dibakar, kalau memang mau menekan teroris," kata dia saat ditemui republika.co.id dalam acara soft launching Alif TV, Rabu (11/8) malam. Deddy mengharapkan umat Islam tidak terpancing provokasi.

Dia bahkan meminta umat Islam secara seksama melihat apakah hari pembakaran Alquran itu benar-benar terjadi. "Harus diakui siapa yang bisa melarang AS untuk melakukan sesuatu. Tapi sekali lagi, apa memang hal itu bakal terjadi," kata dia. Dia pun mengingatkan umat Islam untuk mencermati rencana tersebut.

Seandainya itu terjadi, Deddy menambahkan, sebaiknya umat Islam terutama bangsa Indonesia mempertanyakan kembali komitmen Barrack Obama terhadap dunia Islam. "Ngapain kita menghormati dan menyambut kedatangnya kalau memang tidak ada komitmen menjembatani dunia Islam dan Barat," tegasnya.

Karena itu, Deddy sekali lagi menegaskan umat Islam tidak perlu khawatir soal itu. Dia memastikan bila memang hari pembakaran itu terjadi maka ada satu orang yang harus bertanggung jawab. "Orang itu adalah Obama," pungkasnya. Lebih lanjut dia pun menyayangkan adanya rencana tersebut.

(rep/arrahmah.com)

bangkitlah wahai umatku kaum kafir telah jelas membenci umat islam dan ingin memerangi kita...Allahu akbar... Allahu akbar... Allahu akbar

8 Tentara Boneka Irak Tewas Dalam Ledakan Bom di Diyala

DIYALA - Sebuah bom meledak di sebuah rumah di provinsi Diyala yang diserbu sejumlah tentara bomeka Irak, menewaskan sedikitnya 8 tentara boneka Irak.

"'Militan' menjebak para tentara Irak setelah terlibat bentrok di pos pemeriksaan ke sebuah rumah yang telah berisi bom," ujar Kaptem Mohanned Ibrahim, seperti yang dilansir AFP.

Ledakan yang terjadi pada Rabu (11/8/2010) sekitar pukul 5.00 pagi juga melukai empat tentara lainnya di kota Saadiyah, sekitar 100 Km dari timurlaut Baghdad.

Penyergapan

Setelah pertempuran meletus di sebuah pos pemeriksaan selama 15 menit, Mujahidin menggunakan taktik melarikan diri dan militer Irak memerintahkan tentaranya untuk mengejar dan menangkap penyerang.

"Penyerang memasuki sebuah rumah yang berdekatan dengan pos pemeriksaan dan tentara Irak mengikuti mereka. Kemudian rumah tersebut hancur akibat ledakan besar. Penyerang telah melarikan diri melalui pintu belakang," ujar Ibrahim.

Pejabat Irak tidak memberikan rincian lainnya.

(haninmazaya/arrahmah.com)

Pejalanan Panjang Abu Bakar Ba’asyir di Arus Konspirasi


Bulan Agustus untuk Abu Bakar Ba’asyir dan keluarga, semestinya menjadi bulan yang begitu bersejarah. Pasalnya, pada tanggal 17 Agustus nanti, usianya genap menjadi 72 tahun. Putera Abu Bakar Abud ini tercatat memang lahir pada tanggal 17 Agustus 1938 di Jombang, Jawa Timur.

Namun, justru di bulan Agustuslah, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki yang biasa dipanggil Ustadz Abu mengalami perlakuan yang kurang manusiawi dari pihak kepolisian. Dalam perjalanan pulang seusai mengisi ceramah di sebuah masjid di sekitar Bandung, Ustadz Abu dan rombongan termasuk isterinya dicegat dan ditangkap Densus 88. Tidak tanggung-tanggung, tuduhan yang dialamatkan ke pimpinan Anshorut Tauhid ini adalah otak dan donatur terorisme di Indonesia.

”Beliau bukan DPO atas kasus apa pun. Kenapa ditangkap di tengah jalan, bukan di rumah dengan cara yang lebih berakhlak,” ujar Abdurrahim, ketua bidang dakwah Anshorut Tauhid yang juga putera Ustadz Abu.

Soal berurusan dengan pihak aparat dalam kaitannya dengan aktivitas keislaman beliau, penangkapan di Ciamis memang bukan hal baru. Bisa dibilang, mantan Ketua Majelis Mujahidin Indonesia, Ketua Lembaga Dakwah Mahasiswa Islam, Ketua Gerakan Pemuda Islam Indonesia ini pernah mengalami sejumlah drama penangkapan.

Sekitar sepuluh tahun setelah mendirikan Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki bersama Abdullah Sungkar, Yoyo Roswadi, Abdul Qohar H. Daeng Matase dan Abdllah Baraja, pada tahun 1983, Ustadz Abu dan Abdullah Sungkar pernah ditangkap rezim Orde Baru dengan tuduhan menolak Azaz Tunggal Pancasila. Waktu itu, Amerika memang belum mengkampanyekan perang melawan terorisme Islam. Di pengadilan, keduanya divonis penjara 9 tahun.

Pada Februari 1985, ketika keduanya menjalani tahanan rumah, Ustadz Abu dan Abdullah Sungkar ’hijrah’ ke Malaysia melalui jalur darat lewat Sumatera Utara. Sekitar 14 tahun, Ustadz yang juga alumni pondok Pesantren Gontor ini tinggal di Malaysia. Selama belasan tahun itu, Ustadz Abu tidak diam menikmati kenyamanan di negeri orang. Justru, ketika di Malaysia itulah, mantan aktivis HMI ini melakukan dakwah Islam di sekitar Malaysia dan Singapura. Sejumlah majelis taklim terbentuk karena upaya dakwah Abu Bakar Ba’asyir.

Di satu sisi, kiprah dakwah di Malaysia menjadi peningkatan tersendiri buat Abu Bakar Ba’asyir. Tapi di sisi lain, musuh yang akan dihadapi bukan lagi Soeharto dan rezim Orbanya, melainkan negara haus kekuasaan yang bernama Amerika. Mungkin, tanpa disadari Ustadz Abu, skenario besar sedang dirancang untuk menjeratnya di kasus yang tidak lagi selevel Azaz Tunggal Pancasila.

Beberapa bulan sekembalinya dari Malaysia, Abu Bakar Ba’asyir terpilih menjadi Amir Majelis Mujahidin Indonesia atau MMI. Di antara pendiri MMI ini adalah Irfan Suryahardi, Deliar Noer, Syahirul Alim, Mursalin Dahlan, dan Mawardi Noor. Tidak sedikit pun tercermin dalam aturan MMI yang membenarkan melakukan tindakan terorisme. Pada Kongres I MMI di Yogya, terlihat bahwa MMI ingin melakukan kiprah dakwah secara konstitusional bersama dengan seluruh elemen dakwah yang ada di Indonesia.

Upaya-upaya yang ditempuh oleh Majelis Mujahidin ini akan senantiasa di dalam koridor konstitusi negara Republik Indonesia. Sebagaimana yang dikatakan oleh Sobarin Syakur, Sekretaris Lajnah Tanfidziyah, “Majelis Mujahidin akan terus menda’wahkan dan memperjuangkan cita-cita menegakkan syari’at Islam dengan cara yang konstitusional”. Masih dalam kaitan ini, bahkan di dalam kongres Mujahidin II di Donohudan ditegaskan bahwa Mujahidin menolak aksi terorisme yang bertentangan dengan syari’at, baik yang dilakukan oleh individu maupun kelompok.

Menariknya, MMI menerapkan sebuah format keanggotaan yang bisa dimasuki oleh lintas gerakan Islam manapun dan bersifat internasional. Padahal, syarat dan seleksi keanggotaan belum cukup memadai untuk memfilter mana anggota yang benar-benar ingin berdakwah dan mana yang justru ingin menghancurkan MMI dari dalam.

Usai peristiwa peledakan WTC 11 September 2001, Amerika mengkampanyekan perang melawan terorisme yang dalam bahasa lain, menurut Syaikh Said Ramadhan Al-Buthy, adalah perang melawan gerakan Islam. Mulailah muncul istilah-istilah baru yang sangat asing dalam belantara sejarah gerakan Islam. Yaitu, Al-Qaedah dan Jamaah Islamiyah atau JI. Hal ini wajar, karena dua istilah itu disuarakan oleh media Amerika.

Pada awal-awal tahun 2002, pemerintah Indonesia melalui Menkumham, Yusril Ihza Mahendra, melakukan semacam klarifikasi terhadap kasus Abu Bakar Ba’asyir di masa Orba. Mulai saat itu, kasus lama Abu Bakar Ba’asyir menjadi selesai.

Sayangnya, status tidak lagi berkasus dalam masalah hukum Abu Bakar Ba’asyir tidak berlangsung lama. Pada September 2002, Majalah TIME, menulis berita dengan judul Confessions of an Al Qaeda Terrorist dimana ditulis bahwa Abu Bakar Ba'asyir disebut-sebut sebagai perencana peledakan di Mesjid Istiqlal. Time menduga Ba'asyir sebagai bagian dari jaringan terorisme internasional yang beroperasi di Indonesia. TIME mengutip dari dokumen CIA, menuliskan bahwa pemimpin spiritual Jamaah Islamiyah Abu Bakar Ba'asyir "terlibat dalam berbagai plot."

Ini menurut pengakuan Umar Al-Faruq, seorang pemuda warga Yaman berusia 31 tahun yang ditangkap di Bogor pada Juni 2002 dan dikirim ke pangkalan udara di Bagram, Afganistan, yang diduduki AS. Setelah beberapa bulan bungkam, akhirnya Al-Faruq mengeluarkan pengakuan--kepada CIA--yang mengguncang. Tak hanya mengaku sebagai operator Al-Qaeda di Asia Tenggara, dia mengaku memiliki hubungan dekat dengan Abu Bakar Ba'asyir.

Menurut berbagai laporan intelijen yang dikombinasikan dengan investigasi majalah Time, bahkan Ba'asyir adalah pemimpin spiritual kelompok Jamaah Islamiyah yang bercita-cita membentuk negara Islam di Asia Tenggara. Ba'asyir pulalah yang dituding menyuplai orang untuk mendukung gerakan Faruq. Ba'asyir disebut sebagai orang yang berada di belakang peledakan bom di Masjid Istiqlal tahun 1999. Dalam majalah edisi 23 September tersebut, Al-Farouq juga mengakui keterlibatannya sebagai otak rangkaian peledakan bom, 24 Desember 2000.

Saat itu, Abu Bakar Ba’asyir meminta pemerintah Amerika untuk mendatangkan Al-Faruq ke Indonesia untuk memberikan pernyataan seperti yang dituduhkan dalam dokumen CIA itu. Sayangnya, hingga kini, orang yang bernama Al-Faruq seperti gelap ditelan bumi.
Belum lagi usai, kasus Majalah Time, pada Oktober 2002, Bom Bali menghebohkan tanah air. Hal ini kembali menyegarkan publik soal tuduhan Majalah Time yang menyebutkan bahwa Abu Bakar Ba’asyir sebagai pimpinan JI di Asia Tenggara.

Jadilah bulan Oktober 2002 menjadi hari-hari yang begitu menyibukkan dan merepotkan Abu Bakar Ba’asyir. Pada tanggal 14 Oktober 2002, Ba'asyir mengadakan konferensi pers di Pondok Pesantren Al-Mukmin, Solo. Dalam jumpa pers itu ia mengatakan peristiwa ledakan di Bali merupakan usaha Amerika Serikat untuk membuktikan tudingannya selama ini bahwa Indonesia adalah sarang teroris.

Tiga hari setelah pernyataan Abu Bakar Ba’asyir, Markas Besar Polri telah melayangkan surat panggilan sebagai tersangka kepada Pemimpin Majelis Mujahidin Indonesia Abu Bakar Ba`asyir. Namun Ba'asyir tidak memenuhi panggilan Mabes Polri untuk memberi keterangan mengenai pencemaran nama baiknya yang dilakukan oleh majalah TIME.
Akhirnya, pada tanggal 18 Oktober 2002, Ba'asyir ditetapkan tersangka oleh Kepolisian RI menyusul pengakuan Omar Al Faruq kepada Tim Mabes Polri di Afganistan juga sebagai salah seorang tersangka pelaku pengeboman di Bali. Dan pada 3 Maret 2005, Ba'asyir dinyatakan bersalah atas konspirasi serangan bom 2002, tetapi tidak bersalah atas tuduhan terkait dengan bom 2003. Dia divonis 2,6 tahun penjara.

Kembali ke tubuh organisasi MMI. Sebuah kabar mengejutkan di tahun awal berdirinya MMI. MMI dikabarkan telah disusupi pihak intelijen nasional, dan menjadi pengurus Lajnah Tanfidziyah bidang hubungan antar Mujahid. Diketahuinya satu orang telah menyusup ke tubuh Majelis Mujahidin berkaitan dengan hilangnya “pengurus” ini tanpa sebab setelah kasus bom Bali, Oktober 2002. Setelah diusut, dicari-cari, akhirnya diketahuilah bahwa Mr. X, tersebut aslinya adalah seorang perwira militer. Namun karena majelis Mujahidin tidak pernah memiliki niat untuk melakukan bughat (memberontak) maka penyusupan itupun dianggap tidak perlu diseriusi. Karena kegiatan MMI hanya aktivitas kajian-kajian.

Benarkah JI memang ada dan menjadi bagian dari jaringan Al-Qaidah? Pengamat politik LIPI, Alfitra Salam, Phd bahkan menilai Indonesia terpengaruh istilah JI yang sesungguhnya hanya rekaan intelijen Perdana Menteri Malaysia Mahathir Muhammad. (Wawancara Alfitra Salam dengan Metro TV pada tahun 2002)

Menurut Alfitra, andaikata organisasi (JI) itu adalah organisasi yang solid, tentu kita harus mengetahui siapa yang memberi namanya, siapa pendirinya, siapa orang yang menjadi anggotanya. Saya melihat tidak jelas. Siapa yang memberikan nama itu. Sebab, di dalam wacana pers yang ada di Malaysia, yang memberi nama itu adalah koran-koran Malaysia sendiri. Dan ini sudah terkontaminasi.

Mantan Kabakin, Letjen (Purn) ZA Maulani, dalam bukunya ’Dasar-dasar Intelijen’ (2006) memaparkan bahwa adanya hubungan yang tegas terjadi operasi intelijen asing di Indonesia dalam rangka stigmatisasi negatif terhadap Islam:

Makin meningkatnya operasi intelijen asing, terutama intelijen Barat di Indonesia, terlihat dengan munculnya propaganda hitam di situs internet TIME.com edisi 17 September 2002, yang menurunkan berita menarik tentang Omar Al-Farouq, sebagai awal dari suatu operasi intelijen yang sistemik untuk mengubah Indonesia tidak lagi menjadi “Mata rantai paling lemah di Asia Pasifik dalam rangka upaya memerangi jaringan terorisme international”.

Amunisinya adalah tentang hadirnya gerakan islam fundamentalis yang digerakkan oleh suatu organisasi, Jama’ah Islamiyah, yang gerakannya oleh kaum fundamentalis muslim warga negara Indonesia untuk mendirikan “super-state” Islam di Asia Tenggara.

Tujuan akhir dari kampanye intelijen ini adalah untuk menguasai negeri dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Kampanye anti-terorisme Amerika Serikat di Indonesia seluruhnya hanya didasarkan pada pengakuan Al-Farouq segera diikuti dengan pernyataan-pernyataan yang sifatnya menekan Indonesia dari para proxy Amerika, seperti “sheriff Amerika” John Howard dari Australia, “jurubicara” menteri senior Singapura Lee Kuan Yew, yang menuduh melalui majalah the Far Eastern Economic Review Hongkong, bahwa ada “ratusan gerakan Islam radikal di Indonesia yang berpotensi sebagai organisasi teroris.” Pernyataan Lee Kuan Yew itu menggebyah-uyah semua organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di Indonesia adalah organisasi teroris.

Penangkapan Abu Bakar Ba’asyir menjelang bulan suci Ramadhan tentu akan punya dampak pskologis umat Islam yang sedang gencar-gencarnya merehabilitasi moralitas bangsa dalam momentum penuh berkah ini. Dan mungkin akan punya nilai tersendri buat Ustadz Abu, di hari-hari menjelang genapnya usia beliau yang ke-72. mnh/wkpd

(Eramuslim)

Liga Muslim Dunia Mengajak Umat Islam Lindungi Al-Aqsa

Konferensi juga menyesalkan usaha-usaha organisasi ekstrim di Eropa yang mentarget wanita-wanita Muslim dan cadar mereka

Konferensi Persatuan Muslim Dunia di Makkah, "Persatuan Muslim Dunia - Realitas dan Masa Depan" berakhir pada Senin dengan sejumlah hasil yang meminta dialog konstrukstif dan keadilan untuk muslim.

Peserta konferensi meminta PBB, UNESCO dan organisasi-organisasi lain untuk mencegah Israel menjalankan rencananya untuk menghancurkan Mesjid Al-Aqsa dan mengambil alihnya sehingga mereka bisa membangun kuil di atas reruntuhannya.

Mereka juga mencela peraturan pendudukan Israel, yang mentarget keberadaan penduduk Palestina dengan mengambil alih rumah-rumah dan tanah mereka dan mengeluarkan mereka dari negaranya.

Pada akhir konferensi, mereka menekankan pentingnya pembelajaran Islam di universitas-universitas yang berada di Negara-negara dimana Islam menjadi minoritas, untuk menyuarakan prinsip-prinsip Islam yang murni, yang mencakup toleransi, dan moderat.

Para partisipan mengekspresikan penghargaan mereka terhadap usaha-usaha yang dilakukan Raja Abdullah, Penjaga dua mesjid suci, dalam mensupport organisasi, menseponsori aktifitas mereka dan layanan kepada Islam, Muslim dan kemanusiaan.

Mereka mengatakan bahwa usaha-usaha Raja Abdullah dalam hal ini adalah untuk mencapai kestabilan dan kedamaian diantara manusia, lepas dari budaya dan agama mereka.

Konferensi juga memuji keterbukaan Persatuan Muslim Dunia, dimana hal ini didukung oleh Raja dan petunjuk-petunjuknya untuk mewujudkan inisiatifnya terhadap dialog antar agama, hal ini membantu orang-orang di seluruh dunia untuk belajar Islam secara lebih jauh.

Konferensi juga menyesalkan usaha-usaha beberapa pihak dan organisasi ekstrim di Eropa yang mentarget wanita-wanita Muslim dan cadar mereka. Mereka juga meminta Organisasi Konferensi Islam (OKI) untuk melakukan pendekatan pada pemerintah-pemerintah Eropa dan meminta mereka untuk tidak menekan wanita-wanita Muslim untuk membuka cadarnya dimana hal ini telah diperintahkan Allah.

[meo/ar/
hidayatullah.com]

OMMA : 10 Tank Dihantam Bom, 30 Tentara Salibis AS Tewas di Helmand

AFGHANISTAN (Arrahmah.com) - Sebanyak 30 tentara salibis AS tewas atau terluka sepanjang hari kemarin saat ledakan bom ranjau menghantam dan menghancurkan 10 tank mereka yang melakukan patroli dari Nowzad sampai Gerishk di provinsi Helmand.

Mujahidin Imarah Islam Afghanistan menembak jatuh helikopter militer AS di kota Lashkar Gah pada Kamis (22/7) sore sekitar pukul 16.00. Mujahidin melaporkan bahwa enam tentara salibis AS tewas seketika saat helikopter menghantam tanah.

Empat tentara teroris AS tewas dan tiga lebih terluka pada Kamis pagi saat dua bom meledak menargetkan patroli berjalan kaki tentara salibis di distrik sangin, provinsi Helmand.

Mujahidin menyerang konvoy militer musuh di kota Lashkar Gah, provinsi Helmand. Sekitar 9 tentara salibis NATO tewas dan terluka dalam serangan ini, empat tank dan kendaraan militer berhasil dihancurkan mujahidin.

Kamis pagi, Mujahidin di provinsi Uruzgan, kota Tarin Kot, terlibat bentrokan fisik dengan tentara salibis AS. Berdasarkan laporan mujahidin, tentara musuh melarikan diri dari wilayah pertempuran dan meninggalkan sejumlah amunisi dan persenjataan. Tidak jelas berapa jumlah korban tewas dan terluka di kubu musuh, namun kubu mujahidin tidak mengalami kerugian.

Dua tentara teroris AS tewas, tiga terluka saat patroli mereka mendapat serangan mendadak dari mujahidin di distrik Baraki Barak, provinsi Logar. PEristiwa terjadi Kamis pagi sekitar pukul 8.00 waktu setempat.

Mujahidin Imarah Islam Afghanistan menyerang konvoy militer AS di distrik Sayedabad, provinsi Wardak, menewaskan tiga tentara salibis dan melukai 5 lebih. Dua tank musuh ikut dihancurkan dalam serangan ini.

(haninmazaya/arrahmah.com)

Ribuan Muslim Kashmir Kembali Gelar Unjuk Rasa Anti-India

SRINAGAR - Ribuan penduduk Kashmir kembali turun ke jalan untuk melakukan aksi unjuk rasa menentang otoritas pendudukan di wilayah tersebut.

Demonstrasi digelar serentak di beberapa lokasi di Srinagar, dengan meneriakkan yel-yel utama anti-India, Kamis (15/7).

"Kami inginkan kebebasan", "Allahu Akabr!", teriak penduduk Kashmir juga meminta penarikmunduran tentara India dari wilayah mereka.

"Kami kehilangan banyak rekan kami dan kami tidak ingin menyaksikan lagi gugurnya sipil Kashmir, kami ingin tentara India meninggalkan Kashmir," ujar para pemrotes kepada reporter Press TV.

Toko-toko, sekolah dan kantor ditutup selama lebih dari lima hari seiring dengan diberlakukannya jam malam oleh otoritas muyrik India.

Tentara pendudukan India melakukan pengawasan ketat di wilayah Kashmir setelah penduduk Kashmir menyalahkan dan mengutuk mereka atas pembunuhan 15 sipil Kashmir dalam satu bulan ini.

(haninmazaya/arrahmah.com)

Ayman al-Zawahiri Bersumpah Akan Menumpas Siapapun Yang Menganiaya Muslim


DUBAI - Orang kedua dalam tubuh Al Qaidah, dalam videonya, bersumpah akan membunuh orang Barat yang menganiaya dan melakukan kejahatan lainnya terhadap kaum muslimin, sebagaimana diungkapkan oleh salah satu tim buatan AS yang selama ini bertugas untuk mengawasi situs-situs Islam pada Senin (5/10).

IntelCenter yang berbasis di AS mengklaim bahwa Ayman al-Zawahiri mempersembahkan video terbarunya, yang dirilis pada Minggu (4/10), untuk menghormati rekannya Syaikh Ibn al-Syaikh al-Libi atau Ali Mohamed Abdelaziz al-Fakhiri, yang tewas di penjara Libya awal tahun ini.

"Amerika Serikat sedang menipu kita melalui Obama yang 'ramah', yang selalu berdalih sedang mencari perdamaian dan membela hak asasi manusia," ujar Zawahiri tentang Presiden AS Barack Obama.

Al-Zawahiri mengatakan pihaknya sedang mempelajari kondisi kematian Al-Libi dan mengancam Barat dengan munculnya penyerangan baru.

"Wahai para pembunuh, penghisap darah," ujar al-Zawahiri, "Kami akan menumpahkan darah dan terus menguras perekonomian kalian hingga kalian menghentikan kejahatan, wahai para pembohong besar."

"Wahai para penumpah darah, pembunuh orang yang tidak berdosa," lanjutnya.

"Insya Allah, kami akan membalas dendam pada kalian untuk setiap mujahid, setiap janda, setiap anak yatim, dan setiap Muslim, dan kami akan membela setiap orang yang tertindas di dunia ini."

"Dengan pertolongan Allah, kami akan berbicara dengan kalian dalam bahasa yang dengan mudah kalian mengerti sampai kalian menahan diri dan menghentikan kejahatan kalian."

Video ini dirilis oleh sayap produksi media Al Qaidah, as-Sahab.

"Syaikh al-Libi tewas di Libya" dan "pemerintah kalian telah terlibat bersama dengan rezim Libya untuk melakukan pembunuhan tersebut," lanjut beliau.

Zawahiri menambahkan bahwa al-Libi merupakan pemimpin militer mujahidin Arab dalam pertempuran Tora Bora tahun 2001, yang pertama kali dilancarkan oleh Amerika Serikat di perbatasan antara Pakistan dan Afghanistan sebagai upaya untuk menangkap pemimpin Al-Qaidah, Usama bin Ladin.

Menurut penuturan al-Zawahiri, al-Libi ditangkap di Pakistan dan disiksa selama penahanannya di beberapa negara, termasuk Mesir.

"Syaikh al-Libi disiksa di Mesir, ia dipaksa untuk membuat pengakuan palsu yang menghubung-hubungkan antara Al-Qaidah dengan rezim Saddam Hussein di Irak yang dijadikan salah satu alasan Washington untuk membenarkan invasi Irak pada tahun 2003," katanya.

"Syaikh al-Libi adalah satu dari ribuan muslim yang telah dan masih di bawah penganiayaan penjara monster Amerika," lanjutnya geram.

"Obama, anda yang selalu berbicara tentang hak asasi manusia, berapa banyak penjara rahasia di sana? Dimana tempatnya? Berapa banyak korbannya? Berapa banyak di antara mereka yang tewas? Berapa banyak yang menjadi cacat? Bagaimana nasib mereka?"

Janji Obama pada saat ia masa awal kepemimpinannya untuk menutup Guantanamo tidak lebih dari janji palsunya. Jelang 2010 ini, Obama giat melobi sekutu Eropanya untuk menerima tahanan yang akan dipindahkan dari Guantanamo.

(Source : arrahmah.com)

Shaikh Usamah Bin Ladin: Sebuah Teguran Untuk Amerika


Rata Penuh(Arrahmah.com) - "Salah satu alasan yang membuat kami berselisih dengan anda adalah dukungan anda bagi sekutu anda, Israel, yang menjajah negeri kami di Palestina."

Kutipan di atas merupakan kutipan pesan yang disampaikan oleh Syaikh Usamah bin Ladin pada Amerika untuk kembali memikirkan kebijakan mereka. Syaikh Usamah berusaha untuk menjelaskan adanya bantuan AS bagi Israel dan berbagai macam upaya penjajahan lainnya pasca penyerangan 11 September 2001.

Pesan dalam bentuk video yang bertajuk "Sebuah Teguran Untuk Warga Amerika" dirilis pada Minggu (13/9) oleh As-Sahab, sayap produksi media Al Qaidah, menampilkan gambar sosok Syaikh Usamah dan audio pernyataan.

Rekaman tersebut muncul dua hari sesudah Amerika Serikat merayakan ulang tahun ke-8 pasca serangan Al Qaidah melalui pesawat yang ditabrakkan ke World Trade Center dan Pentagon.

Syaikh Usamah bin Ladin mengatakan bahwa selain tindakan keji lainnya, dukungan AS terhadap Israel memotivasi Al-Qaidah untuk melancarkan serangan 11 September tersebut.

Ia pun menyatakan bahwa perang AS di Irak dan Afghanistan tidak pernah bisa dilepaskan dari lobi-lobi pro Israel di Gedung Putih serta berbagai macam kepentingan korporasi, bukan karena munculnya dan berkembangnya militansi Islam di kedua negara itu.

"Jika anda pikir bahwa situasi anda membaik, anda akan mengetahui bahwa Gedung Putih yang selama ini anda andalkan sedang ditunggangi oleh segelintir orang yang terus-menerus memberikan tekanannya," tutur Syaikh Usamah.

"Daripada bertempur untuk membebaskan Irak, sebagaimana yang diklaim oleh Bush, Gedung Putihlah yang seharusnya dibebaskan."

Ia pun merujuk pada mantan Presiden AS George W. Bush yang begitu berhasrat memerintahkan invasinya ke Irak pada Maret 2003 yang menggulingkan rezim Saddam Hussein.

"Jika warga Amerika mau mengakhiri konfrontasi mereka dengan Al Qaidah,” lanjut Syaikh, “mereka harus mempertimbangkan kembali sikap mereka terhadap negara Yahudi.

"Tinggalkan segala berkas persekutuan anda dengan orang-orang Israel di meja perundingan,” katanya.

"Tanyalah diri anda sendiri untuk menentukan posisi anda: apakah anda lebih menyukai keamanan anda, darah anda, anak anda, uang anda, pekerjaan anda, rumah anda, ekonomi anda, dan reputasi anda ketimbang keamanan orang-orang Israel, anak mereka dan ekonomi mereka?"

"Jika anda anda lebih memilih keamanan anda dan menghentikan perang, sebagaimana ditunjukkan melalui hasil jajak pendapat belum lama ini, maka anda perlu bekerja keras untuk menindak siapapun yang ada di sekeliling anda yang bermain-main dalam masalah keamanan," lanjutnya.

"Kami sangat siap untuk memberikan respon atas pilihan tersebut."

Menurut Syaikh Usamah, Presiden AS Barack Obama sama sekali tidak berdaya dalam menghentikan peperangan yang terlanjur pecah di Irak dan Afghanistan.

"Keputusan Obama dengan tetap mengadopsi Robert Gates dalam Departemen Pertahanan AS dan beberapa sosok lain yang juga pernah menjabat di masa Bush dalam pemerintahannya merupakan penegasan terhadap ketidakberdayaan presiden ini," kata sosok kharismatik yang memimpin Al Qaidah, organisasi yang paling ditakuti AS.

"Jelaslah bahwa anda harus mengubah kecenderungan dan keberpihakan Gedung Putih," katanya.

"Kebenaran pahitnya adalah bahwa politik neo-konservatif terus-menerus membayangi anda."

Syaikh Usamah bin Ladin pun mendesak warga Amerika untuk menekan Gedung Putih untuk menghentikan peperangannya di Irak dan Afghanistan, serta dukungan penuh AS terhadap Israel, daripada terus-terusan mengalah untuk kepentingan para pengusung neo konservatif melalui agenda perang melawan terorisme ideologis.

"Jika perang tidak disudahi, maka kami tidak punya pilihan lain kecuali meneruskan perang gerilya kami melawan anda dimanapun dengan cara apapun, sebagaimana kami melemahkan Uni Soviet selama 10 tahun hingga negara itu runtuh dengan kehendak Allah Yang Maha Kuasa dan menjadi hanya menjadi kenangan masa lalu,” kata Syaikh Usamah.

Namun sayangnya, rekaman suara yang hanya berdurasi 11 menit ini terlalu banyak ditelikung oleh media-media di Amerika Serikat yang tidak ingin bermain-main dengan sesuatu yang justru akan membahayakan mereka, membahayakan hegemoni AS di dunia internasional. Namun, yakinlah bahwa arogansi AS itulah yang akan menyeret mereka pada kehancurannya sendiri, dengan izin Allah SWT.

Bom Ranjau Bunuh Lima Tentara Boneka Pakistan


WAZIRISTAN (Arrahmah.com) - Lima tentara boneka Pakistan tewas dalam sebuah ledakan bom ranjau di benteng pertahanan Taliban Pakistan diwilayah Waziristan Selatan, Senin (7/9) satu hari setelah militer boneka Pakistan mengklaim berhasil membunuh 33 "militan" di celah Khyber.

Serangan mujahidin Taliban Pakistan di wilayah baratlaut Pakistan semakin meningkat sejak kepemimpinan Hakimullah Mehsud, amir terbaru Taliban Pakistan menggantikan Beitullah Mehsud.

Ledakan bom ranjau menghantam kendaraan militer tentara boneka Pakistan yang tengah melakukan patroli rutin di jalan utama di Wana, Waziristan Selatan.

"Satu unit patroli tengah berjaga-jaga untuk mengecek keamanan di jalan utama tersebut dan sebuah ledakan bom ranjau menghantam mereka, lima tentara kami tewas dalam serangan tersebut," ujar pejabat intelijen Pakistan di Wana yang tidak ingin disebutkan namanya, seperti yang dilansir Reuters.

Penduduk yang menjadi saksi mata mengatakan pertempuran langsung meletus antara tentara Pakistan dan Taliban setelah ledakan tersebut, namun tidak jatuh korban dalam pertempuran ini.

Terdapat jalinan yang kuat antara mujahidin Pakistan dan Taliban terutama di wilayah perbatasan. Serangan-serangan yang dilakukan mujahidin Pakistan menargetkan konvoy kendaraan pengangkut suplai untuk tentara kafir di Afghanistan juga tentara Pakistan yang mendukung mereka. 

12 Tentara Jerman Tewas Akibat Serangan Balasan Atas Kekejian NATO Di Kunduz


KABUL (Arrahmah.com) - Dua belas tentara salibis Jerman tewas akibat sebuah ledakan bom tepi jalan di Afghanistan, satu hari setelah NATO, lagi-lagi, melakukan aksi brutalnya menyerang penduduk sipil dari udara dan menyebabkan 150 orang tewas.

Serangan yang menimpa konvoi tentara salibis internasional itu terjadi di wilayah yang sama di utara Afghanistan dimana sebelumnya tentara Jerman melakukan pemboman atas dua truk bahan bakar yang mereka klaim telah dibajak mujahidin Taliban. 

Ada sekitar 150 penduduk sipil, kebanyakan adalah anak-anak dan remaja, yang menjadi korban insiden yang terjadi di dekat basis militer Jerman, di desa Haji Abdur Rahman, distrik Ali Abad, provinsi Kunduz, pada hari Jumat (4/9) malam.

Saksi mengatakan penduduk desa sedang berlarian mengambil bahan bakar dari truk tak berpemilik yang terletak di dekat tempat tinggal mereka. Mereka sedang sibuk mengambil bahan bakar, saat 'pasukan penjaga keamanan dunia' itu mengarahkan serangan besar-besarannya ke arah truk.

Serangan itu tentu saja memicu munculnya protes baru atas jatuhnya korban dari kalangan sipil di tangan tentara Barat selama delapan tahun peperangan di Afganistan. Namun hal itu tidak pernah membuat angkatan perang salibis jera. Selama mereka dibiarkan melancarkan invasinya, tidak akan pernah terwujud sedikitpun 'ketenangan' dan 'keamanan' bagi Afghanistan. 

Dalam sebuah surat yang dilayangkan di salah satu website pada hari Sabtu (5/9), Imarah Islam Afghanistan mengutuk serangan tersebut dan menegaskan bahwa rezim pemerintahan boneka Afghan terlibat. 

"Insiden provinsi Kunduz ini terjadi ketika menteri pertahanan boneka Afghan memfitnah Mujahidin telah membunuh ratusan orang bulan lalu. Dia juga memfitnah Mujahidin terlibat dalam beberapa ledakan dan peristiwa yang direncanakan sebelumnya, yang sebenarnya dilakukan oleh tangan-tangan para agen intelejen mereka sendiri."

"Sebelumnya para penguasa munafik ini mengklaim peristiwa Kunduz diakibatkan oleh truk tangki yang meledak karena pertengkaran antar para penduduk yang berebut bahan bakar. Namun usaha kerasnya untuk menyembunyikan peristiwa ini gagal ketika juru bicara NATO menegaskan berita pemboman dilakukan oleh pihaknya."

Imarah Islam Afghanistan pun menegaskan insiden Kunduz ini sebagai kejahatan yang terang-terangan dan rangkaian dari genosida yang sering dilakukan oleh pasukan internasional, serta tidak bisa sama sekali dijustifikasi sebagai sebuah bentuk kekhilafan dari mereka.

"Kami mengingatkan para pelaku peristiwa ini: pemerintahan Obama, pimpinan NATO, serta rezim Kabul pasca pemilihan bahwa anda tidak akan pernah dapat melemahkan keputusan siapapun yang sudah memutuskan untuk meneruskan perjuangan mereka demi tegaknya sistem Islam dan kemerdekaan Afghan. Berbagai macam kejahatan mereka yang muncul akhir-akhir ini (termasuk dibeberkannya perilaku layaknya hewan yang dilakukan oleh tentara bayaran penjaga kedubes AS di Kabul) hanya membuka selubung ketidakmanusiawian yang sudah mereka simpan dan sembunyikan dari mata dunia internasional hingga saat ini."
(althaf/sky/tum/arrahmah.com)

Al Qaida China Ancam Serang Kepentingan Pemerintah China

Sebuah ancaman dirilis Mujahidin China yang menamakan diri Al Qaida China. Dalam rilis tersebut, pimpinan Mujahidin Uighur, berjanji akan menyerang seluruh kepentingan pemerintahan dzolim China, sebagai balasan kematian Muslim Uighur di Propinsi Xinjiang Timur. Syekh Abdul Haq Al Turkistani, pimpinan Al Qaida China tersebut merilis peryataan ancamannya dalam sebuah video dan dipublis oleh Markaz Media Hizb Al Islam, Turkistan, “Shoutul Islam”.

"China harus di jadikan sasaran baik di dalam maupun di luar negeri," kata Abdul Haq, "Kedubes Mereka, Konsulat mereka, pusat-pusat pertemuan mereka harus di jadikan sasaran. Orang-orang China harus di bunuh dan di tangkap sebagai ganti pembebasan saudara-saudara kami yang di tahan di Turkistan Timur,"

Dia mengatakan bahwa ini merupakan "tugas" bagi pengikutnya "untuk melanjutkan perlawanan tanpa kehilangan harapan."

Video Haq muncul untuk merespon kekerasan baru-baru ini yang terjadi di China Timur Provinsi Xinjiang. Keributan antara Muslim Uighur dan pasukan keamanan pecah setelah polisi berusaha membubarkan sebuah protes di Ibukota Provinsi Urumqi pada 5 July lalu.

Muslim Uighur memprotes serangan kejam terhadap para pekerja Uighur oleh Suku Han China yang tinggal di wilayah tersebut. Sedikitnya 200 orang terbunuh dan lebih dari 1,600 orang terluka dan 1,000 orang lainnya di tahan. Seorang Pemimpin Uighur yang di asingkan (Rabiya Kadeer) kemudian menyatakan bahwa lebih dari 10,000 orang Muslim Uigur telah hilang.

Syekh Abdul Haq & Jaringan Al Qaida 

Haq, juga di kenal sebagai Maimaitiming Maimaiti, menjadi pemimpin kelompok Islam Tukistan Timur akhir 2003 setelah Hassan Mahsum, pemimin kelompok sebelumnya tewas di Waziristan, Pakistan, Haq telah di tetapkan sebagai anggota Majlis Syura Al Qaida, atau Dewan Pemimpin Eksekutif pada 2005, menurut Departemen Keuangan Amerika Serikat yang menunjuknya sebagai seorang teroris global pada April 2009, PBB juga menunjuk Haq sebagai seorang pemimpin teroris.

Haq dianggap cukup berpengaruh dalam lingkaran kepemimpinan Al Qaida, yang dia di berangkatkan untuk menengahi antar kelompok-kelompok pesaing Taliban sebagai perwakilan Majlis Syura dalam urusan-urusan militer penting. Pada Juni, Haq di ketahui berada di wilayah perbatasan Pakistan mengadiri sebuah rapat penting dengan Baitullah Mehsud, Komandan Taliban seluruh Pakistan. Haq dan seorang delegasi senior Taliban, dan pemimpin-pemimpin Al Qaida berpergian ke wilayah perbatasan Pakistan untuk membicarakan operasi militer Pakistan di Selatan Waziristan. Di antara mereka yang hadir adalah Siraj Haqqani komandan militer jaringan kematian Haqqani dan Abu Yahya Al-Libi, seorang propagandis dan ideolog senior Al Qaida.

Departemen Keuangan Amerika Serikat mengatakan Haq telah mengirim mata-mata ke luar negeri untuk meningkatkan serangan terhadap kepentingan China baik di dalam maupun luar negeri. Dia juga terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan serangan, perekrutan dan upaya propaganda. Pada awal 2008, Haq secara terbuka mengancaam untuk melakukan serangan pada Pertandingan Olimpiade di Beijing.

Haq menjalankan kamp pelatihan untuk anggotanya di kamp Al Qaida di Tora Bora Nangarhar Afghanistan sebelum invasi Amerika pada Oktober 2001. Dia kemudian mengidupkan kembali kamp pelatihan untuk Kelompok Islam Turkistan Timur di luar wilayah hukum Pakistan, wilayah perbatasan yang di kontrol Taliban. Pemerintah China telah menekan Pakistan untuk membongkar kamp pelatihan tersebut.(aa/tlwj) 

Source : www.almuhajirun.net

 

Perlawanan Palestina Serang Sopir Buldoser Israel di Bethanon


Bethanon – Infopalestina : Batalion Asy-Syahid Abu Ali Mustafa sayap militer Front Rakyat untuk Pembebasan Palestina mengumumkan bahwa bertanggungjawab atas serangan terhadap buldoser Israel yang memasuki utara Bethanon wilayah utara Jalur Gaza. 

Battalion menegaskan dalam pernyataan militernya yang diterima oleh Infopalestina kemarin bahwa pasukan perlawanan mereka berhasil menembak sopir buldoser Israel yang memasuki utara Bethanon wilayah utara Jalur Gaza pada Selasa sore kemarin (14/7). 

Mereka menegaskan bahwa aksi ini dilakukan sebagai penegasan berlanjutnya perlawanan terhadap penjajah Israel yang kejam dan mereka berjanji akan selalu menjadikan perlawanan sebagai api di depan Israel. 

Sebelumnya, pasukan Israel dengan didukung oleh buldoser dan tank-tank mereka melakukan aksi penyerangan terbatas memasuki wilayah Bethanon dengan membuldoser lahan pertanian disertai tembakan bertubi-tubi. (bn-bsyr)

Di Somalia, Anak-Anak Pun Menjadi Tentara


Dengan iming-iming makanan dan beberapa penghargaan lainnya yang tak seberapa, anak-anak kecil di Somalia resmi menjadi tentara. Usia mereka sekitar 10 tahun. Mereka dipersiapkan untuk menghadapi kondisi Somalia yang semakin hari semakin buruk.

Seperti kita ketahui, Somalia tertimpa konflik dan kericuhan tiada akhir. Konflik yang juga banyak direcoki oleh kekuatan asing, terutama AS. Dengan dalil seperti biasa “memerangi teroris Al Qaidah” AS banyak berperan dalam peta kekinian Somalia—yang kemungkinan besar bisa berubah menjadi Iraq berikutnya. Tidak heran, karena hal itu, banyak sekali anak-anak kecil yang terpaksa beralih ‘profesi’ menjadi tentara.

Menurut Isabella Castrogiovanni, penggunaan anak-anak sebagai tentara di Somalia bukan suatu fenomena yang baru. “Ini adalah rekrutmen sistemik dan alamu yang yang sudah terjadi dan bersifat menyeluruh (di seluruh negeri).” Ujarnya kepada AFP. Isabella adalah petugas senior UNICEF dan menurut badan khusus PBB itu, saat ini diperkirakan ada ribuan anak-anak yang menjadi tentara.

Menurut UNICEF, anak-anak itu bahkan direkrut langsung dari sekolah dan kamp pengungsian mereka. Artinya, hal ini sudah menjadi sesuatu yang legal. Somalia sudah tak bertahun-tahun lamanya terjerat konflik yang kronis semejak lengsernya presiden Mohamed Siad Barre tahun 1991.


Selain imbalan sedikit uang dan makanan, motif balas dendam juga menjadi salah satu yang mendasari banyak anak Somalia untuk mengangkat senjata. Hussein Abdi, 13, mengatakan bahwa ia sudah bergabung dengan militer sejak tahun 2007 karena ingin membalas kematian keluarganya.

Mohamed Abdulkadir Mursal, 15, mengatakan bahwa menjadi tentara mungkin terlalu berat untuk anak seusianya. “Saya tak peduli. Saya pikir, ini karena saya memang harus menjalaninya seperti ini.” ujarnya.

Bukan hanya anak laki-laki saja, anak perempuan sama halnya. Bedanya, anak-anak perempuan ini ditempatkan di barak logistik.

“Kami tidak mendapatkan bayaran tetap dari pemerintah. Tapi jika kami berperang, maka kami akan selalu mendapatkan uang.” terang Ali Yare, 13 tahun, yang mengharapkan imbalan sepeda sebagai jasanya di dunia militer. Menurut anak yang lain, “Jadi tidak heran, jika kami bisa begitu saja menembak yang kami anggap sebagai lawan.” 

Anak-anak itu tidak sadar, dengan tanpa alasan yang jelas, mereka demikian mudah membunuh saudara sebangsanya sendiri, bahkan juga sesama orang Islam. (sa/afp)

source : era muslim

Haneya : Kami Tak Akan Tinggalkan Gaza Sendirian

PM Ismail Haneya, kepala pemerintahan di Gaza

Gaza – infopalestina; -PM Palestina, Ismail Haneya, menegaskan bahwa dialog nasional adalah jalan bagi kebebasan nasional dan bukan hanya taktik politik semata. Beliau juga menekankan bahwa prioritas bagi pemerintahannya dan Hamas adalah mewujudkan rujuk nasional secara riil.

Dalam wawancara khusus dengan infopalestina sebelum dilaksanakannya dialog nasional secara resmi hari Kamis (26/2), Haneya menjelaskan enam target utama dalam dialog yang terus diupayakan oleh Hamas dengan mengatakan;”Dialog ini merupakan jembatan menuju komitmen pada prinsip-prinsip hak Palestina, menjaga kemuliaan dan kegigihan bangsa Palestina berikut pengorbanannya, merealisasikan rujukan politik tertinggi melalui restrukturisasi Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) berdasarkan dasar-dasar demokrasi yang baru. Tidak itu saja, dialog ini juga ingin mewujudkan pemerintahan nasional Palestina yang tidak tergantung dengan tekanan dan dikte dari pihak luar. Mengembalikan struktur aparat keamanan berdasarkan pondasi nasional jauh dari nepotisme dan kerjasama dengan pihak Zionis Israel. Menjaga hak bangsa Palestina di dalam perjuangan dan perlawanan.

Berikut wawancara khusus dengan PM Ismail Haneya selengkapnya :

Dialog dan Kesempatan Sukses 

Bersamaan dengan dimulainya dialog dan sejumlah pertemuan bilateral dengan pihak Fatah, untuk memulai dialog yang integral, masih saja sebagian orang bertanya-tanya dan meragukan keseriusan sejumlah pihak dengan dialog tersebut dan apa yang bisa dihasilkan ?

Pertama, kami menganggap perbedaan internal Palestina, tanpa melihat kondisi dan indikasi-indikasinya, merupakan fenomena yang tidak alami. Kita harus serius keluar dari persoalan ini, dan kami melihat bahwa dialog adalah jalan ke arah itu. Dengan tujuan menghidupkan kembali kontribusi nasional dalam kerja politik sesuai dengan kaidah Undang-Undang Dasar (UUD) dan norma politik yang ada. Terlebih lagi kita saat ini di fase pembebasan dari penjajahan. Oleh karena itu, kami meletakkan kepentingan umum persoalan Palestina sebagai prioritas utama, khususnya dalam masalah kesatuan antara Tepi Barat dan Jalur Gaza, kita utamakan dibandingkan dengan persoalan lainnya jika memang terjadi kontradiksi didalamnya.

Namun bentuk dialog seperti apa yang diinginkan yang bisa dijadikan patokan dan menjamin terwujudnya hasil yang nyata?

Kami terus mengupayakan terjadinya dialog nasional yang serius, simpel dan mendalam. Bisa membentuk jembatan menuju komitmen pada hak-hak Palestina. menjaga kemuliaan dan kegigihan bangsa Palestina berikut pengorbanannya, merealisasikan rujukan politik tertinggi melalui restrukturisasi Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) berdasarkan dasar-dasar demokrasi yang baru. Tidak itu saja, dialog ini juga ingin mewujudkan pemerintahan nasional Palestina yang tidak tergantung dengan tekanan dan dikte dari pihak luar. Mengembalikan struktur aparat keamanan berdasarkan pondasi nasional jauh dari nepotisme dan kerjasama dengan pihak Zionis Israel. Menjamin hak bangsa Palestina di dalam perjuangan dan perlawanan.

Rujuk Nasional 

Disana ada yang merasa heran dan bertanya-tanya bagaimana bisa terjadi sebagian pihak yang dulunya menolak dialog, kini begitu semangat menyuarakan hal itu, apa pandangan Anda?

Jauh dari prediksi atau dorongan yang melatarbelakangi pihak-pihak lain berdialog, khususnya setelah keteguhan dan kegigihan bangsa, pemerintah dan gerakan kita di Jalur Gaza, maka sesungguhnya prioritas kami adalah mewujudkan rekonsiliasi (rujuk) nasional secara riil pada gerak politik yang integral dan jelas bisa mengembalikan kesatuan bangsa Palestina. Sekaligus bisa mengokohkan mereka dalam menghadapi tantangan masa depan dengan pandangan dan program politik kebersamaan yang mengakomodir semua rakyat Palestina. Jauh dari marginalisasi dan represif, yang menghantarkan kemerdekaan dan berdirinya negara Palestina dengan ibukotanya, Al-Quds.

Jika demikian, apakah Anda yakin dialog seperti ini menghasilkan sesuatu? Dan landasan apa yang bisa dijadikan pegangan untuk itu?

Perlu kami ingatkan bahwa kami memiliki warisan etika dan dokumen yang bisa membantu kami menuju keberhasilan dialog ini. Salah satunya, perjanjian Kairo, dokumen rekonsiliasi nasional, perjanjian Mekkah, kerja panjang yang bersinergi dalam kerangka komisi tinggi evaluasi Intifadah di Jalur Gaza dan lembaga koordinasi faksi-faksi di Tepi Barat. Semua itu mewakili pondasi yang kuat dalam menyukseskan dialog ini.

Yang lebih penting lagi, kami ingin mengingatkan bahwa pengondisian pra dialog harus dilakukan agar rencana ini berjalan dengan baik, termasuk pembebasan tahanan politik, penghentian kampanye provokatif, pembukaan lembaga-lembaga sosial yang ditutup dan ikut serta dalam keputusan politik dan keamanan.

Ketenangan dan Keresahan

Beberapa waktu lalu telah dicapai kesepahaman untuk menghentikan kampanye provokatif di media dan membebaskan tawanan, namun komitmennya lemah, apa pendapat Anda?

Kami di pemerintah Palestina menyambut baik akan kesepahaman yang dicapai antara dua kelompok besar (Hamas dan Fatah), yang diumumkan beberapa waktu lalu, bukan kesepakatan baru terakhir yang diumumkan pada Rabu (25/2) yang menitikberatkan penghentian kampanye media provokatif dan penghentian penangkapan berbau politik. Karena komitmen pemerintah dengan kesepakatan-kesepakatan itu dan menjaga terjaminnya kondisi yang kondusif, maka pemerintah mengambil langkah-langkah terkait dengan itu, akan tetapi para pengamat menilai, pihak Ramallah (Abu Mazen dan konco-konconya, pent.) tidak menunjukkan itikad baik untuk komitmen dengan perjanjian tersebut. Mereka masih menahan puluhan kader Hamas, bahkan informasi yang kami dapatkan para tahanan ini mendapatkan siksaan dari aparat keamanan Tepi Barat.

Disana ada yang mengatakan bahwa di Gaza juga sama terjadi pelanggaran yang sama ?

Ketika terjadi kesalahan dan pelanggaran, maka siapapun tidak ada yang kebal dari kesalahan. Namun kita perlu mengevaluasi dan membuat aturan agar perilaku individu tidak menjadi sikap dan perilaku secara umum. Walaupun demikian, saya tetap khawatir ada orang yang ingin menghalangi suksesnya dialog.

Saya tahu bahwa di antara kita ada pabrik besi dan jalan ke arah dialog ini tidak dihampari dengan bunga wangi. Tentu dialog ini banyak rintangan dan halangannya. Namun pada saat yang sama, saya tekankan bahwa dialog ini adalah untuk kemaslahatan nasional tertinggi dan prinsip dalam kerja politik. Oleh karena itu harus diupayakan agar dialog sukses karena untuk kepentingan nasional Palestina, bukan untuk mementingkan satu pihak saja.  

Prioritas di Fase Ini : Bantuan, Pencabutan Blokade dan Rekontruksi

Setelah perang di Gaza, prioritas apa yang sekarang dilakukan ?

Salah satu faktor kemenangan dalam perang “furqon” di Gaza adalah saling mendukung antara pejuang dengan warga. Pihak penjajah gagal dalam memecah belah antara rakyat, pemerintah dan pejuang. Dari sini kami ingin jelaskan bahwa kebijakan kami hari ini adalah mempererat hubungan antara rakyat, pemerintah dan pejuang serta menunaikan janji kepada rakyat dengan semangat kegigihan dan pengorbanannya. Untuk mencapai hal itu, kami memprioritaskan kerja-kerja berikut ini :

1- Bantuan cepat kepada warga Gaza yang menjadi korban perang, pemilik rumah yang hancur, keluarga syahid, korban luka, pekerja, petani, nelayan, pemilik pabrik nasional dan lain-lainnya.

2- Kami berusaha untuk membuka pintu-pintu perlintasan, mencabut blokade, berbagai cara, baik politik, diplomasi, media dan kerja-kerja missal serta cara-cara yang lain.

3- Rekontruksi, dalam kaitan ini kami sudah mengajukan rancangan program, termasuk persetujuan atas pembentukan komisi di parlemen Palestina, ditambah dengan rekan-rekan independen untuk mengetuai komisi ini memantau program rekontruksi Gaza. Dengan begitu, kami ingin menegaskan bahwa program ini tidak dipolitisasi. Langkah cepat yang harus dilakukan seharusnya melindungi warga yang menjadi korban perang. Untuk itu kami selalu menyuarakan slogan “teman dalam keteguhan, teman juga dalam rekontruksi”. Kami sudah bertekad untuk menyelesaikan program-program bantuan dan rekontruksi dalam waktu yang singkat. Kami ingin tegaskan pula bahwa kami tidak ambius untuk mendapatkan dana bantuan itu, namun yang kami pikirkan adalah bagaimana mengakhiri penderitaan warga Gaza akibat agresi militer Zionis Israel. (AMRais)

JIHAD NEVER DIE

Indonesian Muslim Blogger



TALIBAN TARGETKAN SERANG KONVOI KENDARAAN MILITER

KABUL (Arrahmah.com) – Taliban tengah mempersiapkan penyerangan-penyerangan terhadap konvoi suplai AS dan NATO di Afghanistan.

“Saat ini, operasi kami di jalan raya yang menuju Kabul tengah melemah. Kami akan meningkatkan serangan-serangan….. sampai pemerintah dan militer AS kami hantam,” ujar Zaibullah Mujahid, jurubicara Taliban.

75 % truk pembawa suplai makanan dan bahan bakar untuk pasukan kafir di Afghanistan menggunakan jalan raya menuju ke Kabul.

Mujahidin Taliban, baru-baru ini menyerang konvoi truk yang membawa suplai logistic untuk tentara NATO yang melintasi jalan utama di perbatasan Afghanistan-Pakistan, membakar makanan dan persediaan penting lainnya.

Sebuah jalan raya di Afghan, terlihat dikelilingi dengan patroli menggunakan senjata berat untuk menghalangi aksi mujahidin Taliban.

Perubahan strategi

Klaim militer AS, sejauh ini serangan terhadap konvoi suplai logistik mereka tidak berdampak apapun terhadap pasukan AS dan NATO, menanggapi klaim ini, Taliban mengatakan, sebentar lagi mereka akan segera merasakan perubahan.

“Kami ingin menunjukkan kepada mereka, mereka itu tidak Maha Kuasa, dan mujahidin dari Afghanistan dapat menyelesaikan serangan-serangan musuh di bagian manapun di dalam negeri,” ujar Jubir Taliban.

Kebanyakan serangan-serangan terhadap konvoi suplai logistik telah terjadi di Pakistan, sebelum mereka melewati perbatasan.

“Pejuang-pejuang Taliban mempunyai kecerdasan intelegensi yang tinggi. Sekitar 600 truk pengangkut logistik NATO bepergian tiap harinya,” ujar salah seorang reporter al-Jazeera.

Rencananya, militer AS akan mengubah rute perjalanan konvoi trus yang membawa suplai logistik dan makanan untuk mereka. (Hanin Mazaya/arrahmah.com)




TAKUT DENGAN TALIBAN, RATUSAN POLISI PAKISTAN BERHENTI BEKERJA

SWAT (Arrahmah.com) – Ismail Khan, adalah salah satu dari ratusan polisi Pakistan di lembah Swat yang baru-baru ini mengundurkan diri setelah menerima ancaman dari pejuang Taliban.

“Sekitar 400 polisi termasuk diriku telah keluar dari pos kami,” ujar Khan, 42, salah satu Kepala Agen Kepolisian di Lembah Swat.

Mujahidin pro-Taliban Tehrik Nifaz Muhammadi mengeluarkan satu peringatan untuk polisi-polisi lokal agar meninggalkan pos-pos mereka.

“Kami tidak ingin berperang melawan polisi-polisi loka, karena kalian adalah saudara kami,” salah satu hal yang disebarkan melalui pamphlet oleh Tehrik.

“Oleh karena itu, lebih baik keluar dari pekerjaan itu atau bersiap-siap untuk mendapatkan konsekuensi-konsekuensi mengerikan.”

Pamflet tersebut berisi nasehat untuk para polisi lokal dan mengatakan agar mengiklankan nama-nama mereka dalam surat kabar lokal jika mereka telah benar-benar berhenti dari pekerjaan tersebut.

Khan, dan ratusan polisi lainnya, awalnya menantang ancaman Taliban tersebut. Tetapi Taliban tidak main-main dengan apa yang mereka katakana. Konvoi-konvoi tentara dan polisi selalu menjadi sasaran empuk bom ranjau yang di buat Taliban, Karena itulah Khan akhirnya berubah pikiran.
“Kami merundingkan hal ini, dan akhirnya kami memutuskan untuk berhenti demi keamanan hidup kami,” ujar Khan.

Mereka telah menerbitkan satu iklan di surat kabar lokal yang memberitahu Taliban bahwa mereka telah keluar dari pekerjaan mereka.

Khan, Kepala Agen Kepolisian di Lembah Swat, tidak memiliki pilihan lain dan tetap mematuhi permintaan Taliban.

“Angkatan perang asing, meninggalkan tempat-tempat yang tidak aman dan membiarkan kami (polisi lokal) menjadi sasaran empuk di sana,” jelas Khan.

Sedikitnya 102 polisi lokal telah tewas dalam kurun waktu 10 bulan di wilayah Lembah Swat.

“Tadinya aku ingin bertahan karena para petinggi menawari kenaikan pangkat. Tetapi, bagaimanapun, pangkat dan insentif tidak lebih berharga disbanding hidup,” lanjut Khan.

(Hanin Mazaya/arrahmah.com)

BAGHDAD (Arrahmah.com) - Angkatan perang AS sedang setahap demi setahap meninggalkan semua kota di Irak menjelang akhir Juni sebagai bagian dari kesepakatannya dengan Irak, ujar panglima AS di negara tersebut.

"Pada dasarnya, kami akan meninggalkan semua kota, kecuali dua, Baghdad dan Mosul," kata Jenderal Ray Odierno.

Pada November pemerintah Irak dan AS mencapai kesepakatan untuk menarik tentara AS dari berbagai wilayah menjelang 30 Juni dan dari negara menjelang akhir 2011.

Pada 4 April, juru bicara pemerintah Irak Ali al-Dabbagh menyebutkan bahwa batas waktu penarikan tentara AS dari Irak tidak akan diperpanjang.

"Batas waktu ini tida bisa diperpanjang dan hal ini tetap konsisten dengan serah-terima dan penyerahan tanggung jawab kepada angkatan perang keamanan Irak," kata Dabbagh.

Pernyataan Dabbagh mengakhiri spekulasi mengenai apakah pasukan tempur AS akan tinggal di kota utara Mosul yang gelisah sesudah Juni.

Pernyataan pejabat Irak ini muncul ketika Mayor Jenderal David Perkins, pimpinan juru bicara militer AS di Irak, mengatakan minggu lalu bahwa Mosul mungkin menjadi satu tempat di mana pasukan tempur AS mungkin tinggal sesudah Juni jika diminta oleh pemerintah Irak. (Althaf/arrahmah.com)



Zionis Israel Membinasakan Bangsa Amerika

Kamis, 12/02/2009 16:09 WIB



60 tahun berlalu sejak Israel berdiri, dan tahukah Anda jika negara itu mendapatkan hasil pajak AS melebihi negara manapun di dunia ini, termasuk AS sendiri?

Selama resesi ekonomi dunia ini, ketika orang-orang Amerika sendiri menjadi pengangguran, rumah-rumah dijual, anggaran pendidikan dikurangi demikian besar dan bisnis macet dimana-mana, Kongres AS terus saja memberikan hasil pajak yang besar kepada Israel, dan sekarang jika dihitung, perharinya mencapai 7 juta dollar!

Dengan segala kenyataan itu, inilah saatnya untuk sekali lagi mempertanyakan kebijakan AS. Untuk menelisik mengapa AS terus saja memberikan bantuan militer kepada sebuah negara, dalam hal ini Israel, sangat perlu untuk melihat sejarah dan budaya si penerima bantuan itu. Lantas, bagaimana sejarah Israel?


Mendeskripsikan Israel selalu sulit. Seseorang harus memilih apakah akan terus hidup dalam sebuah paradigma atau menyebutkan kebenaran.

Di buku manapun jelas digambarkan bahwa pendirian negara Israel dibentuk di atas sebuah pembersihan etnik yang paling biadab di muka bumi sepanjang sejarah modern.

Di tahun 1947-1949, sekitar seperempat juta umat Muslim dan Kristen yang merupakan 95% menempat-tinggali bumi Palestina dipaksa dengan brutal untuk meninggalkan tanahnya.

Terhitung sampai saat ini, dengan agresi Gaza, sudah berlangsung 33 kali genosida, dan penghangusan lebih dari 500 desa. Semua ini tujuannya hanya satu: melenyapkan sejarah dan kebudayaan Palestina.


Hal kedua yang perlu kita pelajari adalah, bagaimana Israel menggunakan bantuan AS di masa lalu? Di semua peperangan yang melibatkan Israel, Israel selalu menjadi pihak pertama yang menyerang. Israel selalu membuat legitimasi (pembenaran) bahwa mereka sedang membela diri. Dalam kurun waktu dua kali penyerangan pertama Israel terhadap Lebanon dulu yang menewaskan 17.000 orang, dan terhadap Gaza dengan jumlah 1400, semuanya menggunakan senjata dari AS yang jelas-jelas dilarang oleh hukum AS sendiri.

Tahukah Anda, seorang dokter bedah AS dalam satu hari pernah membedah lebih dari 1000 lambung korban kekejian Israel? Pesawat yang membombardir Gaza adalaah F-16 dan Helikopter Apache AS. Pajak yang kita bayarkan kepada pemerintah dibuat untuk melukai dan membunuh orang-orang tak berdosa.

Menurut Defence for Children International, Israel telah melakukan penghancuran terbesar sepanjang masa. Antara tahun 1967 dan 2003, Israel telah meruntuhkan lebih dari 10.000 rumah, dan itu masih terus berlangsung sampai sekarang.

Dan Anda salah besar jika mengira bahwa Israel hanya membunuh orang Palestina. Racher Corrie, gadis usia 23 tahun, dilindas buldozer Caterpillar, sniper Israel menembak Tom Hurdell, 21 tahun, di kepalanya, dan Brian Avery, 26 tahuun, di wajahnya. Mereka semua adalah warga AS yang mempunyai kepedulian terhadap masalah umat manusia.


Di sisi lain, yang lebih mengenaskannya lagi, Israel menggunakan bantuan militer AS untuk membuat industri mereka menyaingi perusahaan-perusahaan AS.

Tahun 1963, Senator WIlliam Fulbright menemukan bahwa Israel menggunakan bantuan dari AS untuk membentuk kampanye media supaya bisa menyedot lebih banyak lagi bantuan.

Sepanjang tahun, Israel terus-terusan memata-matai AS, bahkan menurut US Government Accounting Office, aksi mata-mata Israel adalah yang paling agresif dibandingkan negara lainnya. Dunia sekarang sedang memandang kepada kita, kepada orang-orang Amerika yang patut dikasihani.

Ketika media AS ramai-ramai melindungi Israel dari aksi kejinya, dunia sudah tahu bahwa kita adalah orang-orang yang ketakutan di negara sendiri. Ketika orang Amerika diberi tahu bagaimana Israel mengambil uang kita, dunia sudah sadar bahwa kitalah yang telah membiayai kekejaman Israel.

Kesimpulannya, bantuan AS terhadap Israel sudah membuat Timur Tengah tidak stabil, dunia ditimpa diskriminasi, agresi maut, dan yang paling miris, menenggelamkan semua perusahaan AS. Dengan terus memberikan bantuan kepada Israel, kita telah membiarkan supremasi Israel atas sebuah pembersihan etnik.

Sekarang saatnya kita menghentikan bantuan kita kepada Israel.



EMPAT PASUKAN KAFIR INGGRIS TEWAS DI AFGHANISTAN

09 Mei 2009, 09:12 AM

HELMAND (Arrahmah.com) - Empat orang tentara kafir Inggris tewas dalam sehari pertempuran melawan para mujahidin Taliban di provinsi Helmand, seperti yang dilaporkan Kementrian Pertahanan Inggris.

"Dengan berat hati kami melaporkan berita duka lainnya, dimana hidup pasukan pemberani kami telah dikorbankan untuk kebaikan rakyat Afghanistan," juru bicara militer Inggris, Letnan Kolonel Nick Richardson, mengatakan.
Kematian tersebut terjadi di tiga insiden berbeda di Helmand pada Kamis (7/5), ujar kementrian.

Hari itu merupakan hari paling berdarah bagi angkatan perang Inggris selama di Afghanistan sejak 17 Juni 2008, dimana empat pasukannya termasuk Kopral Sarah Bryant kehilangan hidup mereka.

Kejadian fatal tersebut menambah jumlah kematian tentara Inggris menjadi 157 orang di Afghanistan sejak invasi yang dipimpin oleh AS menjatuhkan rezim Taliban tahun 2001.

Mujahidin Taliban telah dan selalu melakukan serangan mematikan bagi pasukan asing yang terus berada di Afghanistan dalam rangka 'mengembalikan stabilitas' keamanan negara tersebut. Mujahidin Taliban juga saat ini telah menguasai sebagian besar wilayah pinggiran Afghanistan dimana angkatan perang asing dan pemerintah tidak memiliki cukup kekuatan untuk menandingi kekuatan para mujahidin. (Althaf/ptv/arrahmah.com)

Seputar Para Mujahid






ROKET HAMAS DIBUAT HANYA MENGGUNAKAN TANGAN

kispa.org - Betapa takutnya Israel akan Hamas. Dan betapa takut pula mereka akan Al Qossam, roket yang dibuat oleh Hamas. Roket yang dibuat di rumah itu, hanya menggunakan tangan, seolah tak pernah habis dan tak pernah henti. Bandingkan dengan Israel yang mengimpor senjata, termasuk roket dari negara-negara besar seperti Jerman dan AS, selain juga Israel memproduksi sendiri senjatanya, yang semuanya itu tentu saja, tak ada yang dibuat di rumah, juga tak ada yang dibuat oleh tangan.

Roket-roket Israel merupakan buatan pabrik dan mesin yang mempunyai daya jangkau ribuan kilometer dan daya ledak yang dahsyat. Tapi itu, tak sedikitpun membuat Hamas ataupun orang Palestina yang berada di Jalur Gaza ketakutan. Israel bisa kapan saja meluncurkan senjata mereka, roket, misil dan bom, dan para pejuang Hamas senantiasa bersiap siaga. Para pejuang Hamas hapal betul dengan ayat Al Quran yang berbunyi : "Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggetarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan)." (Qs. al-Anfaal [8]: 60)
Dan beginilah Hamas membuat senjata roket Al Qossam untuk berjuang melawan penjajah bumi Palestina, Israel.

Di sebuah gudang di utara Jalur Gaza, sekelompok anak muda, selalu anak muda, membuat roket-roket Al Qossam. mereka mengerjakannya di malam hari.

Roket-roket diukur sedemikian rupa dalam berbagai ukuran yang berbeda. Yang paling besar "hanya" sanggup mencapai jarak 9 kilometer.

Material peledak: hulu roket diisi dengan TNT.
Pupuk yang digunakan sebagai bahan bakar roket berasal dari Israel. Orang-orang Israel tidak pernah mengerti bagaimana pupuk-pupuk ini bisa sampai di Gaza.
Para kreator ini kemudian mencampur pupuk dengan sirup glukosa. Mereka menggunakan timbangan bumbu dapur untuk mengukur takarannya.
Perlu satu jam setengah untuk menyiapkan bahan bakar roket di atas sebuah kompor gas mini. Roket sedang dites uji ledaknya.
Para Hamas muda ini menggunakan walkie talkie untuk berhubungan dengan rekan-rekannya yang berjaga di luar gudang.

Enam jam dalam satu malam, dibagi dalam dua shift. Tak ada upah lembur. Mereka menggunakan waktu istirahat untuk tahajjud dan hanya ditemani segelas kopi.
Semua bahan dituangkan ke dalam roket, yang kemudian akan mendingin dan mengeras dengan sendirinya. Kontainer ini kemudian akan dipotong dan silinder bahan bakar dimasukan kedalam sel Qossam. Sebuah detonator juga disertakan. Satu malam, anak-anak muda itu sanggup membuat 100 buah roket! Subhanallah.

----------------------

Support Palestine