INDONESIA MILITARY PRODUCT

 PT. Dirgantara Indonesia 


NBO 150 - 3

NBO 150 - 2


NBO 150 - 2

NBell-412  4

NBell-412  3

NBell-412  2


NBell-412 1


NAS-332 Super Puma 7

NAS-332 Super Puma 6

NAS-332 Super Puma 5


NAS-332 Super Puma 4


NAS-332 Super Puma 3


NAS-332 Super Puma 2

NAS-332 Super Puma 1


 


KRI Made in Indonesia


Pesawat CN 235 MPA (Maritime Patrol Aircraf PT.DI)
Super Puma NAS 332 (PT.DI)
CN 235 PT. DIRGANTARA INDONESIA
PT Dirgantara Indonesia Menang Tender US$ 94,5 Juta
Seoul - PT Dirgantara Indonesia (PT. DI) menang dalam tender pengadaan empat pesawat penjaga pantai untuk Korea Selatan senilai US$ 94,5 juta. Direktur Utama PT. DI Budi Santoso dan pemerintah Korea Selatan menandatangani kontrak jual-beli tersebut di Seoul kemarin. 

Direktur Aircraft Integration PT. DI Budiwuraskito menjelaskan, setelah melewati serangkaian uji unjuk kerja dan komersial, pesawat NC235-110 keluaran PT. DI berhasil menyisihkan pesaing dari Spanyol, Amerika Serikat, dan Israel.  

Pesawat NC235-110, ia memaparkan, memiliki jangkauan jelajah 1.150 mil laut (nautical miles) serta sanggup beroperasi hingga delapan jam dengan membawa delapan orang di dalam kabin yang nyaman. "Spesifikasi teknisnya hanya kalah oleh pesawat EADS-CASA dari Spanyol, yang bisa menjangkau hingga 1.200 mil laut," kata Budi. Dari segi unjuk kerja, NC 235-110 menempati posisi kedua, disusul Amerika Serikat dan Israel. 

Sedangkan dari segi komersial, yang mencakup harga dan dukungan suku cadang, Dirgantara juga berada di posisi kedua dalam tender yang dibuka pada November lalu tersebut. "Yang pertama adalah perusahaan dari Amerika Serikat, ketiga Israel, dan yang keempat Spanyol." 

Soal teknis pembayaran kontrak pesawat ini, kata Budi, pemerintah Korea Selatan akan memenuhinya secara bertahap sebanyak enam kali dalam jangka waktu 29 bulan. Pada saat penandatanganan kontrak, pemerintah Korea Selatan membuka letter of credit senilai US$ 16,4 juta, atau 17,4 persen nilai jual. PT. DI akan mengirimkan dua pesawat pesanan pada akhir 2010, dan dua lagi pada awal 2011. 

Menurut Budi, pemerintah Korea Selatan juga mengisyaratkan niatnya untuk membeli lagi empat pesawat serupa pada tahun anggaran 2010. Tahun ini, selain NC 235-110, PT. DI berhasil menjual dua helikopter dan satu pesawat lainnya. 

Sedangkan tahun depan, PT. DI akan menjual empat unit pesawat NC 235-220, dengan spesifikasi yang lebih tinggi dibanding NC 235-110. "Tiga ke Angkatan Laut dan satu untuk Angkatan Udara," ujar Budi. Selain itu, Dirgantara berencana mengikuti tender dua unit pesawat di Kolombia pada Februari mendatang.


C-212 (IPTN)


C-212 (IPTN)


CN-235 (PT.DI)



N250 (IPTN)

Nir Awak Buatan Indonesia


Pelatuk, UAV buatan BPPT

Bangga bercampur haru saat saya ikut technical presentasi yang diberikan PT. Aviator Teknologi Indonesia (PT.ATI) diacara Indo-Defense 2008 lalu. Bagaimana tidak, teknologi yang mestinya sudah kita kuasai 15 tahun lalu kini sudah diwujudkan. Lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali.

Sebenarnya penelitian dan pengembangan (Litbang) sudah cukup lama dilakukan, yakni dari tahun 2000 yang dirintis pertama kali oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Salah satu perusahaan yang ikut digandeng BPPT adalah PT.ATI.

Hingga kini kerjasama masih terjalin, terutama dalam hal sarana dan prasarananya. Seperti perangkat keras serta system yang digunakan di pesawat nir-awak ini. Prototype pertama PT.ATI pernah diperkenalkan di penghujung tahun 2005, dengan menampilkan pesawat TUAV (Tactical Unmaned Aerial Vehicle) pertamanya. Smart Eagle I.

Hasil Litbang BPPT pun kini sudah menunjukkan hasil yang menggembirakan dengan telah dibuatnya beberapa prototype PUNA (Pesawat Udara Nir-Awak), sampai dengan sekarang sudah ada 10 unit dengan tiga varian yang dibuat. Yakni varian Pelatuk, Gagak dan Wulung, dengan kelebihan masing-masing.

ISLAM INSIDE)

PT. LAPAN

LAPAN Kembangkan Roket Kendali 1.000 Km dan Balistik 400 Km

Garut (ANTARA News)- Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Adi Sadewo Salatun, mengatakan pada 2010 LAPAN sudah akan mengembangkan roket balistik bernama RX-420 dengan daya jangkau 400 km dan roket kendali berdaya jelajah 1.000 km.

"Tapi LAPAN lebih pada untuk mengindera atau surveilance, jadi bukan untuk rudal. LAPAN hanya berkonsentrasi pada roket-roket ilmiah, tetapi soal kaitan dengan pertahanan kita serahkan ke industri pertahanan dan pelaku pertahanan," kata Adi di sela peluncuran roket-roket LAPAN di Pamengpeuk, Garut, Jabar, Selasa.

Meskipun setiap warga negara memiliki hak untuk bela negara, LAPAN, ujarnya, hanya membuat bagaimana roket bisa mengorbit sendiri.

Ditanya soal komponennya, roket-roket balistik dan kendali yang diujikan ini, ujarnya, merupakan buatan LAPAN sendiri hingga softwarenya kecuali hal-hal seperti subsistemnya misalnya mikroprosesornya.

Sementara bahan bakar roket yakni oksidator dan "fuel" yang selalu diblokade oleh negara-negara maju yaitu Ammonium Perchlorate (AP) dan HTPB (Hydroxy Terminated Poly Butadiene) juga sudah mampu dikuasai ahli LAPAN.

"Kalau kita lihat performanya lebih bagus daripada yang kita impor, gradenya lebih halus. Terbukti ketika launching tadi, lebih agresif," katanya.

Roket-roket buatan LAPAN yang diuji terbang tersebut yakni tipe RX-250 satu unit, RX150 sebanyak tiga unit, tipe RX100 tiga unit, RX-70 tiga unit dan RX-70 FFAR empat unit.

Perancangan Roket RX-250 difokuskan pada upaya pengurangan berat struktur menggunakan tabung motor yang lebih tipis sehingga diperoleh ketinggian dan jarak jangkau yang maksimal.

Dimensi roket ini berdiameter 240mm dengan panjang total 4.242mm dirancang mencapai misi ilmiah dengan tinggi terbang 27,9km dan jarak jangkau 51,3km pada sudut peluncuran 70 derajat.

ROKET2 RX-250


ROKET2 RX-250



Roket-Lapan RX100



Roket-Lapan RX100



Roket RX 320





Beragamnya aplikasi satelit dan meningkatnya kebutuhan wahana ini, ditambah berlakunya pelarangan pembelian komponen pembuat roket, mendorong Indonesia mengumpulkan daya agar mandiri dalam bidang peroketan yang dikembangkan sebagai wahana pengorbit satelit.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) yang mencapai usia 45 tahun pada 27 November lalu, sejak 2007 melakukan percepatan dalam pengembangan teknologi peroketan dan satelitnya. Percepatan itu terjadi setelah berhasil melepas ketergantungannya pada pembuatan bahan bakar propelan dari pihak asing, antara lain amonium perklorat.

Setelah sukses dengan peluncuran roket eksperimen berdiameter 320 mm atau Rx-320, Lapan berhasil melakukan uji statik Rx-420 pada Selasa (23/12) di Pusat Teknologi Wahana Dirgantara Lapan Rumpin, Tarogong, Tangerang. Pelaksanaan uji statik ini menyusul uji peluncuran roket kendali berdiamater 100 mm dan 300 mm serta roket balistik 122 mm yang diluncurkan akhir pekan lalu di Pamengpeuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Seusai menyaksikan pelaksanaan uji statik Rx-420 itu, Menteri Negara Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman mengatakan akan terus mendorong Lapan untuk konsisten mengembangkan roket sesuai dengan kompetensinya hingga mampu mengorbitkan satelit. ”Untuk program roket tahun 2009, saya telah mengusulkan kepada DPR dana sebesar Rp 25 miliar,” ujarnya.



Pada 2009, jelas Kepala Lapan Adi Sadewo Salatun, setelah keberhasilan uji statik Rx-420, program peroketan akan dilanjutkan dengan uji peluncuran roket tersebut yang menurut rencana dilaksanakan Mei 2009.

Dijelaskan Edi Sofyan, Ketua Kelompok Penelitian Bidang Kendali Roket Lapan, roket kendali RK-100 sebanyak tiga unit diluncurkan Sabtu (20/12) di Pamengpeuk, Garut Selatan. Misi peluncuran ini adalah untuk menguji sistem kendali pada sirip belakang.

Peluncuran RK-100, yang mempunyai panjang 4 meter ini, merupakan fase ketiga eksperimen roket itu. Fase I yang dilakukan September 2007 masih ditemukan masalah pada bagian sayap. Setelah dilakukan perbaikan, dilakukan peluncuran RK-100 fase II pada Juni 2008.

Adapun uji peluncuran roket kendali 300 mm yang merupakan tahap pertama, jelas Edi, bertujuan untuk menguji sistem pendorong roket dan turbo jet.

Pada Minggu (21/12) di lokasi yang sama dilaksanakan peluncuran tahap pertama roket balistik RB-122 yang tidak dilengkapi dengan sistem kontrol. Pada uji peluncuran ini bertujuan untuk mengukur kinerja atau performansi motor roket.

Pengujian kinerja roket baik sistem kendali dan balistik merupakan satu rangkaian dalam pengembangan roket pengorbit satelit.


Konfigurasi Rx-420-320

Roket eksperimen berdiameter 420 mm (Rx-420), pelaksanaan uji statiknya tertunda seminggu, karena diperlukan penambahan sistem penahan pada bagian ekor propulsi, agar aman. ”Dengan memasang sistem penahan yang memadai pada roket, yang ditempatkan pada posisi horizontal di lorong itu, maka roket akan tetap stabil ketika dilakukan uji penyalaan,” urai Adi.

Dalam kondisi nyala, roket Rx-420 yang menggunakan bahan bakar amonium perklorat akan memiliki daya dorong hingga 10 ton dalam waktu 11 detik. ”Lepasnya penahan pernah terjadi pada tahun 1986 dalam uji statik sebuah roket. Akibatnya, roket keluar dari block house (rumah uji),” tambah Adi.

Pengukuran hasil uji statik Rx-420, jelas Lilis Mariani, periset di Tim Uji Statik Rx-420, performasi roket ini sedikit lebih baik dibandingkan desain rencana, terutama pada daya dorong roket yang lebih tinggi dari yang direncanakan.

Roket Rx-420 ini merupakan bagian penting dalam konfigurasi Roket Pengorbit Satelit (Satellite Launch Vehicle/SLV) Pertama Lapan yang direncanakan meluncur pada tahun 2014, jelas Yus Kadarusman Markis, Kepala Pusat Teknologi Wahana Dirgantara Lapan.

Pada SLV-I itu, terdiri dari roket tiga tingkat, yaitu pada tingkat pertama dipasang tiga roket Rx-420 sebagai pendorong atau booster, pada tingkat dua satu propulsi berdiameter 420 sebagai sustainer, dan di tingkat tiga propulsi 320.

Dengan komposisi roket tersebut dan menggunakan bahan bakar propelan padat, menurut Yus, telah memadai untuk membawa satelit ke orbit. ”Roket pengorbit ini memungkinkan membawa nano satelit yang persiapannya makan waktu dua tahun.



Satu roket Rx-420 yang berbobot sekitar 2 ton memiliki jangkauan 120 km. Dengan konfigurasi itu, SLV-I diharapkan dapat menjangkau ketinggian sekitar 400 km. Roket ini dapat membawa muatan 50 kg untuk sampai pada orbit yang dicapai minimal pada ketinggian 250 km. Kecepatan horizontal roket di orbit mencapai 8 km per detik.

Saat ini Lapan tengah mengembangkan sendiri material yang lebih ringan untuk roket, karena pengembangan teknologi pembuatan baik propelan maupun material roket bersifat tertutup.

”Pembelian material dari pihak asing tidak dimungkinkan karena semua negara, termasuk China, tidak lagi memenuhi pesanan material untuk pembuatan roket dari Indonesia, sebagai negara yang masuk kategori perlu diawasi seperti Iran,” urai Yus.

Pada tahapan selanjutnya, Lapan akan terus mengembangkan roket berdiameter lebih besar, yaitu Rx-540 dan Rx-750. Roket Rx-420 merupakan roket keenam yang dikembangkan Lapan selama ini. Roket generasi terdahulu berturut-turut memiliki diameter 70, 100, 150, 250, dan 320 mm.

Sejak beberapa tahun lalu, lanjut Yus, peneliti Lapan juga telah mengembangkan bahan bakar propelan cair yang baru mencapai bobot 10 kg. Masih diperlukan waktu lama untuk sampai pada kapasitasnya untuk mendukung roket pengorbit satelit.

Kendalanya karena kurangnya sumber daya manusia peneliti dan sulitnya memperoleh bahan baku, serta tingginya tingkat kesulitan dan bahaya ledakan dalam pembuatan propelan cair. Meski begitu, Lapan harus mengembangkan pembuatan propelan cair yang memiliki kelebihan daripada propelan padat, yaitu membuat roket mudah dikendalikan ketika mengorbit.

Sumber : KOMPAS


PRODUCT DARI PT.PINDAD

ME-105

















Kita doakan semoga tekhnologi, Informatika dan bidang kemiliteran di Indonesia semakin kuat dan meningkat . . . . .bangkitlah Indonesiaku. . . .semoga dimasa yang akan datang kita bisa menjadi negara yang memilki pertahanan yang kuat dan sebanding dengan negara-negara kuat didunia . . . . . . . . . . . . .

PERLAWANAN PARA MUJAHID




Strategi Politik Iran di Jalur Gaza
Jumat, 30/01/2009 11:18 WIB
 

Paska berakhirnya invasi brutal Israel ke Jalur Gaza, perlahan berbagai hal yang selama ini terselubung terkait kerjasama hitam eksekutor holocoust mulai tersingkap. Berbagai kalangan yang multi kepentingan secara pragmatis berupaya mengulur benang merah pembantaian di Gaza melalui pengeluaran statemen-statemen mengejutkan.

Di Harian As-syarq Al-Awasath edisi Kamis 22/01/2009, Menteri Luar Negeri Mesir, Ahmed Aboul Gheit menuding Iran bertanggungjawab atas seluruh konflik di kawasan Timur Tengah. Dalam koran mingguan al Wathan —media massa berbahasa Arab-Inggris yang spesifik menyoroti konstelasi Timteng terbit di Washington DC— Selasa, 27/01/2009, Aboul Gheit secara transparan menegaskan, "Iran dalang serangan Israel ke Jalur Gaza". Statemen yang sama juga dimuat Harian al Nahar terbitan Kuwait, 27/01/2009.

Indikasi tengah bangkitnya reinkarnasi hegemoni Dinasti Savafid di lembah Laut Kaspia itu semakin menimbulkan kekhawatiran banyak pihak. Savafid merupakan imperium perdana dan terbesar yang dikonstruksi penganut Syiah di daratan Persia antara tahun 1502-1736 M. Pada lembah ini pula telah terukir sejarah kegemilangan bangsa-bangsa yang acapkali kuasa memperangah dunia, dari semasa Kekaisaran Persia bermula oleh Cyrus II tahun 559 SM hingga masa kejatuhan Dinasti Pahlevi tahun 1979.

Tapi Iran lagi-lagi tetap menuai decak kekaguman atas terobosan spektakuler Ayatulloh Khomeini yang menggulingkan kekuasaan Reza Pahlevi melalui pagelaran eksekusi kolektif bernama Revolusi Islam Iran, 11/02/1979. Dan hal ini diakui oleh seorang Pemikir Islam Kontemporer dari Mesir, Dr. Muh. Imarah, bahwa revolusi itu telah menciptakan rangkaian keberhasilan, walaupun menurutnya tetap ada ancaman besar di balik revolusi dahsyat tersebut.

Revolusi selalu meniscayakan perubahan substansial dan sangat mendasar pada sistem pemerintahan atau keadaan sosial sebagai sebuah konsekuensi. Di Iran, Revolusi '79 merupakan produk koalisi empat poros kekuatan raksasa, yakni nasionalis, nasionalis-Islamis, nasionalis-revolusionis, dan kubu tangguh Ayatulloh Khomeini. Said Al-Sabagh, Pakar Politik Iran di Kairo, menjelaskan fiksi rekonstruksi internal Iran antar poros ini mendominasi penancapan tonggak awal revolusi. Dalam penataan ulang Iran paska revolusi mengemukalah problema baru soal keputusan dilematis antara alternatif, memperluas penerapan sistem politik pengganti atau stabilisasi perekonomian nasional. Krisis perang saudara Iran-Irak (1980-1988) menjadi proyek tambahan yang menguji kesungguhan pengusung revolusi dan rakyat Iran sendiri untuk mampu menaklukkan keadaan kemudian bangkit bersama menyongsong era kegemilangan.

Palestina dalam Perspektif Revolusi

Proyek peruntuhan Dinasti Pahlevi telah dirintis setahun sebelum revolusi direalisasi melalui penguasaan kota-kota dan wilayah di Iran. Pengaruh politik luar negeri Amerika Serikat (AS) begitu mengakar pada tatanegara dan kebijakan Pahlevi. Tendensi tersebut benar dipahami pengusung revolusi sebagai akibat suksesnya lobi Zionis-Yahudi di AS yang kerap menelurkan kebijakan yang merugikan penganut Islam. Barangkali karena krisis Palestina tak bisa dilepaskan dari Yahudi, maka Khomeini pun menegaskan, "Salah satu target besar revolusi ini membebaskan kota Al-Quds dan tanah Arab, menyelamatkan Masjid Qubbatu Shakhrah, dan melakukan perlawanan terhadap penjajah-Zionis." (Bayan Al-Qaid Ayatulloh Khomeini, al-Bahtsu al-Isyraf, hlm. 255).

Sehari setelah pengambilan kekuasaan di Iran oleh poros revolusi pimpinan Khomeini, seluruh pejabat Kedutaan Besar Israel di Teheran diusir dari Republik Islam Iran. Pemerintahan baru itu menggantinya menjadi Kedutaan Besar Palestina dan menyerahkan mekanisme administrasi ke bangsa Arab. Sepertinya memang, pengusung revolusi menghendaki jalur konfrontasi menghadapi kebiadaban Yahudi. Pandangan mereka bahwa Zionis telah menggagahi hak kemanusiaan, menodai kehormatan Islam di Palestina, bahkan telah menganeksasi tanah milik rakyat Palestina. (Adnan Abu Sarahan, Ats-Tsaurah Al-Islamiyah Al-Iraniyyah, 2007).

Bila sasaran politik revolusi dicermati ulang, seperti yang pernah dilakukan analis Iran, Tafid Daud Abu Khair, pada majalah al-Munadhil, edisi 296 tahun 1999, terlihat ada enam bundel proyek revolusi 1979 —sebagian sudah terwujud— sebagai berikut: krisis Palestina (membebaskan Al-Quds dan memelihara tempat-tempat suci di Palestina); teritorial Lebanon (membebaskan Lebanon Selatan); piagam internasional (penegasan peranan PBB dan Majelis Umum); penyatuan bumi Irak (menjaga kedaulatan dan wilayahnya); konfrontasi Arab-Israel (Iran berperan mengkanal skenario politik AS dan Israel); serta fungsi Iran membangun hubungan baik dengan negara-negara Arab. Tafid ingin menegaskan, di atas krisis Palestina sesungguhnya terdapat proyek yang jauh lebih besar bagi Iran, yaitu kepentingan revolusi Iran menanamkan hegemoni Syiah di seluruh dunia.

Strategi Politik Luar Negeri Iran

Membicarakan strategi politik luar negeri Iran akan menghantar kita pada realita pentahapan sejarah yang terbagi menjadi empat dekade, sebagaimana paparan Dr. Birn Izdy, Mantan Petinggi di Kementerian Luar Negeri Iran, dalam bukunya, "Madkhal Ela Al-Siyasah Al-Kharigiyah Li-Gumhouriyat Eiran Al-Eslamiyah", 1999. Fase pertama: 1979-1980, dimana kubu liberal-konservatif memegang kebijakan neo-konservatif dalam upaya menjalin hubungan bilateral antara Iran dan masyarakat internasional. Fase kedua: 1980-1988, yang bisa disebut sebagai fase radikalis pola interaksi Iran kepada bangsa dunia tanpa mengindahkan mediasi pemerintahan, yang justeru mengakibatkan instabilitas dalam negeri Iran.

Fase ketiga: 1988-1997, menunjukkan sikap moderat, menerapkan pola santun strategi luar negeri Iran, dan obsesi memperbaiki serta meningkatkan harmonisasi hubungan bilateral. Presiden Hasyemi Rafsanjani bersama Menlunya Dr. Ali Akbar Vilayati berhasil menata kembali keretakan hubungan Iran dengan masyarakat dunia. Beberapa pointer yang dicapai, antara lain: eksistensi pemerintahan Revolusi Iran mendapat pengakuan negara-negara Kawasan Teluk Arab; pencabutan isolasi masyarakat internasional atas Iran paska revolusi; penerimaan Barat dan dibukanya pangsa pasar Eropa; legalisasi dunia atas revitalisasi angkatan perang Iran; penyebaran pemikiran revolusi melalui kran kebudayaan; dan, Iran diajak menyelesaikan krisis di Afghanistan dan kawasan Timteng.

Fase keempat: 1997-2005, semasa Dr. Muh. Khatami berkuasa. Pandangan reformisnya seringkali menimbulkan konflik internal dengan kubu konservatif yang loyal memelihara amanat revolusi Syiah. Ini pulalah yang menjadi akar carutmarutnya pemerintahan dalam negeri Khatami. Lain halnya mengenai iklim politik luar negeri Iran, Khatami benar-benar lentur terhadap Barat bahkan untuk pertama kalinya ia mengadakan kontak politik dengan Moshe Katsav, Presiden Israel, April 2005, hal yang tak pernah dilakukan pendahulunya semenjak revolusi ditabuh.

Selain paparan Dr. Birn Izdy, ada imbuhan dari Adel El-Gogary, Pemred al Ghad al Araby, (Adel El-Gogary, "Ahmadinejad; Rajulun fi Qalbi al-Ashifah", 2006) yang menyoroti sosok kharismatik Ahmadinejad. Dan, ini menjadi Fase kelima: 2005-2009, dimana Nejad mengambil strategi politik luar negeri berseberangan dengan Khatami. Ahmadinejad dikenal loyalitasnya memegang ajaran Imam Khomeini terlebih menyoal konfrontasi terhadap Zionis-Yahudi. Satu hal yang barangkali berbeda, tulis El-Gogary, bahwa Iran pada tanggal 29 Oktober 2005 mengeluarkan statemen akan menaati piagam PBB untuk tidak menggunakan kekuatan militer menyerang negara lain, tanpa terkecuali Israel. Iran bisa ditebak hanya memainkan penyelesaian damai berseteru dengan Israel.

Iran dan Holocoust Gaza

Tudingan Aboul Gheit —Menlu Mesir— atas Iran sarat bernuansa politik. Gheit melampirkan dalih sinyalemen dukungan Iran atas Hizbullah pada Perang Israel-Hizbullah, Juli 2006 silam. Serangan Israel ke Gaza kali ini hanya rentetan perang Lebanon itu. Tudingan Gheit menguat manakala kapal laut Iran yang mengangkut bantuan kemanusiaan bagi rakyat Gaza tiba di perairan Mesir (26/01), Iran sendiri telah mengumumkan keinginannya mengadakan rekonstruksi di Jalur Gaza. Dr. Wahid Abdul Majid, analis Mesir di al Arabiya, berpendapat bahwa hal yang selayaknya lumrah terkait bantuan kemanusiaan Iran tersebut bila kemudian dipaksa-paksakan akan gampang melahirkan persepsi aneh.

Kendati demikian, Holocoust Gaza tidak dipungkiri menorehkan nilai positif bagi Iran dalam rangka merekatkan kembali koalisi Iran-Suriah yang belakangan merenggang. Muh. Abbas Naji, analis di Islamonline, 18/01/2009 mengatakan, sebelumnya Suriah dimediasi oleh Turki akan menggelar perundingan langsung dengan Israel terkait kasus dataran tinggi Goulan. Di balik perundingan itu terselip propaganda melerai koalisi Suriah-Iran. Invasi militer Israel ke Gaza 27/12/2009 silam kontan membuyarkan rencana perundingan itu. Iran tampaknya —untuk beberapa waktu ini— lebih memprioritaskan penyelamatan program pengayaan nuklirnya, pengokohan kerjasama ekonomi Iran-China di Benua Hitam Afrika, dan menggelembungkan dominasi Syiah di Irak paska kesepakatan damai (AS-Iran-Irak) Desember 2008, ketimbang memberangus Israel yang kini diayomi penguasa baru AS, Barack Obama, yang tentu mengandung resiko




Israel Rezim Teroris, Hamas Bersumpah Teruskan Perlawanan
Senin, 04/05/2009 11:51 WIB
Cetak | Kirim | RSS

Hamas bersumpah akan menghadapi setiap agresi Israel ke Jalur Gaza dengan kekuatan yang dimilikinya dan tidak akan menyerah atau menggadaikan kepentingan negara dan rakyat Palestina pada Zionis Israel.

Bagi Hamas, rezim Zionis Israel adalah pemerintahan "kriminal" yang ingin memberangus para pejuang Palestina sehingga rakyat Palestina tidak memiliki pertahanan lagi.

"Pemerintahan rezim Zionis selama adalah pemerintahan yang berisi para penjahat dan teroris. Mereka menjalankan pemerintahan berdasarkan pada kebijakan eskalasi serangan militer dengan target melemahkan perjuangan Palestina," tukas anggota parlemen dari Hamas, Dr. Salah Al Bardaweel dalam wawancara dengan Palestine Information Center, Minggu (3/5).

Menurut Bardaweel, pemerintahan Israel sekarang dibawah pimpinan Benjamin Netanyahu juga tidak pernah berniat menciptakan perdamaian, karena pemerintahan Netanyahu masih bicara soal perang dan mengancam akan mengulang kembali serangan brutal Israel ke Jalur Gaza.

Israel, kata Bardaweel, tidak perlu mencari-cari alasan untuk melakukan agresinya karena kekejaman Israel terhadap rakyat Palestina tidak pernah berhenti. Ia menambahkan, Hamas akan terus siaga mengantisipasi agresi baru Israel atau serangan Israel yang menargetkan pembunuhan terhadap para pimpinan Hamas.

Bardaweel dalam wawancara dengan PIC kembali menyerukan negara-negara Arab dan Muslim, serta dunia internasional untuk melindungi rakyat Palestina dari mesin-mesin perang Israel.

Sementara itu, kementerian kesehatan otoritas Palestina mengingatkan jumlah warga Palestina yang sekarat dan meninggal dunia akibat blokade Israel di Gaza jumlahnya terus bertambah. Terakhir, Rabie Qabbani, seorang anak Palestina berusia 5 tahun, meninggal dunia karena tidak bisa keluar dari Gaza untuk mendapatkan pengobatan.

Laporan kementerian kesehatan otoritas Palestina juga menyebutkan bahwa tentara Zionis menolak memberikan ijin keluar dari Gaza bagi sepuluh warga Palestina yang sakit parah. Terkait hal ini, kementerian meminta Mesir membuka perbatasan Rafah, karena Rafah satu-satunya perbatasan yang dikelola oleh Mesir sebagai tetangga Palestina. Saat ini, masih banyak pasien di rumah-rumah sakit Palestina di Gaza yang dirawat di unit perawatan intensif (ICU) dengan peralatan seadanya.

Mesir menolak permintaan otoritas Palestina membuka perbatasan dengan alasanperbatasan Rafah sudah menjadi urusan internasional. (ln/PIC)






Bantuan Kemanusiaan
TNI Siapkan Hercules ke Palestina


Jakarta, 31 Desember 2008 00:30
Mabes TNI menyiapkan satu pesawat C-130 Hercules untuk membawa bantuan kemanusiaan dari pemerintah Indonesia ke Palestina.

Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Sagom Tamboen, di Jakarta, Selasa (30/12), mengatakan, meski pihak TNI baru menyiagakan satu pesawat, namun tidak menutup kemungkinan pihaknya akan menambah jumlah pesawat yang akan diberangkatkan. "Jadi, semua tergantung berapa banyak bantuan kemanusiaan yang akan dibawa, hingga dapat kita siapkan pesawat untuk dapat mengangkutnya," ujarnya.

Pemerintah Indonesia mengecam keras serangan Israel ke Gaza. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengaku telah menulis surat kepada Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ki-moon dan Presiden Dewan Keamanan (DK) PBB Neven Jurica agar segera bersidang dan mengeluarkan Resolusi PBB untuk menghentikan serangan Israel ke Gaza.

Israel dan Palestina diimbau kembali berunding untuk mewujudkan perdamaian.

Dalam suratnya kepada Ban Ki-moon, Presiden Yudhoyono juga mengimbau dunia untuk segera membantu warga Palestina yang kini kesulitan.

Pemerintah Indonesia juga akan memberikan bantuan tunai senilai 1 juta dollar AS. Bantuan itu di luar bantuan obat-obatan yang akan dikirimkan ke wilayah konflik di Palestina. "Kami akan terus memantau perkembangan di Gaza. Indonesia akan melakukan segala upaya, regional dan multilateral, demi pulihnya situasi di sana," ujar Kepala Negara.

Konflik Israel-Hamas di Gaza semakin sengit sehingga menewaskan 318 warga Palestina (57 warga sipil termasuk anak-anak dan wanita) dan sedikitnya 1.400 orang terluka.

Ban Ki-moon meminta Israel untuk segera menghentikan serangan ke Jalur Gaza dan membuka pintu penyeberangan bagi bantuan kemanusiaan.

Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Azasi Manusia Navi Pillay juga meminta Israel mematuhi hukum internasional, terutama dalam penggunaan kekuatan militer dan serangan terhadap warga sipil.

JIHAD NEVER DIE

Indonesian Muslim Blogger



TALIBAN TARGETKAN SERANG KONVOI KENDARAAN MILITER

KABUL (Arrahmah.com) – Taliban tengah mempersiapkan penyerangan-penyerangan terhadap konvoi suplai AS dan NATO di Afghanistan.

“Saat ini, operasi kami di jalan raya yang menuju Kabul tengah melemah. Kami akan meningkatkan serangan-serangan….. sampai pemerintah dan militer AS kami hantam,” ujar Zaibullah Mujahid, jurubicara Taliban.

75 % truk pembawa suplai makanan dan bahan bakar untuk pasukan kafir di Afghanistan menggunakan jalan raya menuju ke Kabul.

Mujahidin Taliban, baru-baru ini menyerang konvoi truk yang membawa suplai logistic untuk tentara NATO yang melintasi jalan utama di perbatasan Afghanistan-Pakistan, membakar makanan dan persediaan penting lainnya.

Sebuah jalan raya di Afghan, terlihat dikelilingi dengan patroli menggunakan senjata berat untuk menghalangi aksi mujahidin Taliban.

Perubahan strategi

Klaim militer AS, sejauh ini serangan terhadap konvoi suplai logistik mereka tidak berdampak apapun terhadap pasukan AS dan NATO, menanggapi klaim ini, Taliban mengatakan, sebentar lagi mereka akan segera merasakan perubahan.

“Kami ingin menunjukkan kepada mereka, mereka itu tidak Maha Kuasa, dan mujahidin dari Afghanistan dapat menyelesaikan serangan-serangan musuh di bagian manapun di dalam negeri,” ujar Jubir Taliban.

Kebanyakan serangan-serangan terhadap konvoi suplai logistik telah terjadi di Pakistan, sebelum mereka melewati perbatasan.

“Pejuang-pejuang Taliban mempunyai kecerdasan intelegensi yang tinggi. Sekitar 600 truk pengangkut logistik NATO bepergian tiap harinya,” ujar salah seorang reporter al-Jazeera.

Rencananya, militer AS akan mengubah rute perjalanan konvoi trus yang membawa suplai logistik dan makanan untuk mereka. (Hanin Mazaya/arrahmah.com)




TAKUT DENGAN TALIBAN, RATUSAN POLISI PAKISTAN BERHENTI BEKERJA

SWAT (Arrahmah.com) – Ismail Khan, adalah salah satu dari ratusan polisi Pakistan di lembah Swat yang baru-baru ini mengundurkan diri setelah menerima ancaman dari pejuang Taliban.

“Sekitar 400 polisi termasuk diriku telah keluar dari pos kami,” ujar Khan, 42, salah satu Kepala Agen Kepolisian di Lembah Swat.

Mujahidin pro-Taliban Tehrik Nifaz Muhammadi mengeluarkan satu peringatan untuk polisi-polisi lokal agar meninggalkan pos-pos mereka.

“Kami tidak ingin berperang melawan polisi-polisi loka, karena kalian adalah saudara kami,” salah satu hal yang disebarkan melalui pamphlet oleh Tehrik.

“Oleh karena itu, lebih baik keluar dari pekerjaan itu atau bersiap-siap untuk mendapatkan konsekuensi-konsekuensi mengerikan.”

Pamflet tersebut berisi nasehat untuk para polisi lokal dan mengatakan agar mengiklankan nama-nama mereka dalam surat kabar lokal jika mereka telah benar-benar berhenti dari pekerjaan tersebut.

Khan, dan ratusan polisi lainnya, awalnya menantang ancaman Taliban tersebut. Tetapi Taliban tidak main-main dengan apa yang mereka katakana. Konvoi-konvoi tentara dan polisi selalu menjadi sasaran empuk bom ranjau yang di buat Taliban, Karena itulah Khan akhirnya berubah pikiran.
“Kami merundingkan hal ini, dan akhirnya kami memutuskan untuk berhenti demi keamanan hidup kami,” ujar Khan.

Mereka telah menerbitkan satu iklan di surat kabar lokal yang memberitahu Taliban bahwa mereka telah keluar dari pekerjaan mereka.

Khan, Kepala Agen Kepolisian di Lembah Swat, tidak memiliki pilihan lain dan tetap mematuhi permintaan Taliban.

“Angkatan perang asing, meninggalkan tempat-tempat yang tidak aman dan membiarkan kami (polisi lokal) menjadi sasaran empuk di sana,” jelas Khan.

Sedikitnya 102 polisi lokal telah tewas dalam kurun waktu 10 bulan di wilayah Lembah Swat.

“Tadinya aku ingin bertahan karena para petinggi menawari kenaikan pangkat. Tetapi, bagaimanapun, pangkat dan insentif tidak lebih berharga disbanding hidup,” lanjut Khan.

(Hanin Mazaya/arrahmah.com)

BAGHDAD (Arrahmah.com) - Angkatan perang AS sedang setahap demi setahap meninggalkan semua kota di Irak menjelang akhir Juni sebagai bagian dari kesepakatannya dengan Irak, ujar panglima AS di negara tersebut.

"Pada dasarnya, kami akan meninggalkan semua kota, kecuali dua, Baghdad dan Mosul," kata Jenderal Ray Odierno.

Pada November pemerintah Irak dan AS mencapai kesepakatan untuk menarik tentara AS dari berbagai wilayah menjelang 30 Juni dan dari negara menjelang akhir 2011.

Pada 4 April, juru bicara pemerintah Irak Ali al-Dabbagh menyebutkan bahwa batas waktu penarikan tentara AS dari Irak tidak akan diperpanjang.

"Batas waktu ini tida bisa diperpanjang dan hal ini tetap konsisten dengan serah-terima dan penyerahan tanggung jawab kepada angkatan perang keamanan Irak," kata Dabbagh.

Pernyataan Dabbagh mengakhiri spekulasi mengenai apakah pasukan tempur AS akan tinggal di kota utara Mosul yang gelisah sesudah Juni.

Pernyataan pejabat Irak ini muncul ketika Mayor Jenderal David Perkins, pimpinan juru bicara militer AS di Irak, mengatakan minggu lalu bahwa Mosul mungkin menjadi satu tempat di mana pasukan tempur AS mungkin tinggal sesudah Juni jika diminta oleh pemerintah Irak. (Althaf/arrahmah.com)



Zionis Israel Membinasakan Bangsa Amerika

Kamis, 12/02/2009 16:09 WIB



60 tahun berlalu sejak Israel berdiri, dan tahukah Anda jika negara itu mendapatkan hasil pajak AS melebihi negara manapun di dunia ini, termasuk AS sendiri?

Selama resesi ekonomi dunia ini, ketika orang-orang Amerika sendiri menjadi pengangguran, rumah-rumah dijual, anggaran pendidikan dikurangi demikian besar dan bisnis macet dimana-mana, Kongres AS terus saja memberikan hasil pajak yang besar kepada Israel, dan sekarang jika dihitung, perharinya mencapai 7 juta dollar!

Dengan segala kenyataan itu, inilah saatnya untuk sekali lagi mempertanyakan kebijakan AS. Untuk menelisik mengapa AS terus saja memberikan bantuan militer kepada sebuah negara, dalam hal ini Israel, sangat perlu untuk melihat sejarah dan budaya si penerima bantuan itu. Lantas, bagaimana sejarah Israel?


Mendeskripsikan Israel selalu sulit. Seseorang harus memilih apakah akan terus hidup dalam sebuah paradigma atau menyebutkan kebenaran.

Di buku manapun jelas digambarkan bahwa pendirian negara Israel dibentuk di atas sebuah pembersihan etnik yang paling biadab di muka bumi sepanjang sejarah modern.

Di tahun 1947-1949, sekitar seperempat juta umat Muslim dan Kristen yang merupakan 95% menempat-tinggali bumi Palestina dipaksa dengan brutal untuk meninggalkan tanahnya.

Terhitung sampai saat ini, dengan agresi Gaza, sudah berlangsung 33 kali genosida, dan penghangusan lebih dari 500 desa. Semua ini tujuannya hanya satu: melenyapkan sejarah dan kebudayaan Palestina.


Hal kedua yang perlu kita pelajari adalah, bagaimana Israel menggunakan bantuan AS di masa lalu? Di semua peperangan yang melibatkan Israel, Israel selalu menjadi pihak pertama yang menyerang. Israel selalu membuat legitimasi (pembenaran) bahwa mereka sedang membela diri. Dalam kurun waktu dua kali penyerangan pertama Israel terhadap Lebanon dulu yang menewaskan 17.000 orang, dan terhadap Gaza dengan jumlah 1400, semuanya menggunakan senjata dari AS yang jelas-jelas dilarang oleh hukum AS sendiri.

Tahukah Anda, seorang dokter bedah AS dalam satu hari pernah membedah lebih dari 1000 lambung korban kekejian Israel? Pesawat yang membombardir Gaza adalaah F-16 dan Helikopter Apache AS. Pajak yang kita bayarkan kepada pemerintah dibuat untuk melukai dan membunuh orang-orang tak berdosa.

Menurut Defence for Children International, Israel telah melakukan penghancuran terbesar sepanjang masa. Antara tahun 1967 dan 2003, Israel telah meruntuhkan lebih dari 10.000 rumah, dan itu masih terus berlangsung sampai sekarang.

Dan Anda salah besar jika mengira bahwa Israel hanya membunuh orang Palestina. Racher Corrie, gadis usia 23 tahun, dilindas buldozer Caterpillar, sniper Israel menembak Tom Hurdell, 21 tahun, di kepalanya, dan Brian Avery, 26 tahuun, di wajahnya. Mereka semua adalah warga AS yang mempunyai kepedulian terhadap masalah umat manusia.


Di sisi lain, yang lebih mengenaskannya lagi, Israel menggunakan bantuan militer AS untuk membuat industri mereka menyaingi perusahaan-perusahaan AS.

Tahun 1963, Senator WIlliam Fulbright menemukan bahwa Israel menggunakan bantuan dari AS untuk membentuk kampanye media supaya bisa menyedot lebih banyak lagi bantuan.

Sepanjang tahun, Israel terus-terusan memata-matai AS, bahkan menurut US Government Accounting Office, aksi mata-mata Israel adalah yang paling agresif dibandingkan negara lainnya. Dunia sekarang sedang memandang kepada kita, kepada orang-orang Amerika yang patut dikasihani.

Ketika media AS ramai-ramai melindungi Israel dari aksi kejinya, dunia sudah tahu bahwa kita adalah orang-orang yang ketakutan di negara sendiri. Ketika orang Amerika diberi tahu bagaimana Israel mengambil uang kita, dunia sudah sadar bahwa kitalah yang telah membiayai kekejaman Israel.

Kesimpulannya, bantuan AS terhadap Israel sudah membuat Timur Tengah tidak stabil, dunia ditimpa diskriminasi, agresi maut, dan yang paling miris, menenggelamkan semua perusahaan AS. Dengan terus memberikan bantuan kepada Israel, kita telah membiarkan supremasi Israel atas sebuah pembersihan etnik.

Sekarang saatnya kita menghentikan bantuan kita kepada Israel.



EMPAT PASUKAN KAFIR INGGRIS TEWAS DI AFGHANISTAN

09 Mei 2009, 09:12 AM

HELMAND (Arrahmah.com) - Empat orang tentara kafir Inggris tewas dalam sehari pertempuran melawan para mujahidin Taliban di provinsi Helmand, seperti yang dilaporkan Kementrian Pertahanan Inggris.

"Dengan berat hati kami melaporkan berita duka lainnya, dimana hidup pasukan pemberani kami telah dikorbankan untuk kebaikan rakyat Afghanistan," juru bicara militer Inggris, Letnan Kolonel Nick Richardson, mengatakan.
Kematian tersebut terjadi di tiga insiden berbeda di Helmand pada Kamis (7/5), ujar kementrian.

Hari itu merupakan hari paling berdarah bagi angkatan perang Inggris selama di Afghanistan sejak 17 Juni 2008, dimana empat pasukannya termasuk Kopral Sarah Bryant kehilangan hidup mereka.

Kejadian fatal tersebut menambah jumlah kematian tentara Inggris menjadi 157 orang di Afghanistan sejak invasi yang dipimpin oleh AS menjatuhkan rezim Taliban tahun 2001.

Mujahidin Taliban telah dan selalu melakukan serangan mematikan bagi pasukan asing yang terus berada di Afghanistan dalam rangka 'mengembalikan stabilitas' keamanan negara tersebut. Mujahidin Taliban juga saat ini telah menguasai sebagian besar wilayah pinggiran Afghanistan dimana angkatan perang asing dan pemerintah tidak memiliki cukup kekuatan untuk menandingi kekuatan para mujahidin. (Althaf/ptv/arrahmah.com)

Seputar Para Mujahid






ROKET HAMAS DIBUAT HANYA MENGGUNAKAN TANGAN

kispa.org - Betapa takutnya Israel akan Hamas. Dan betapa takut pula mereka akan Al Qossam, roket yang dibuat oleh Hamas. Roket yang dibuat di rumah itu, hanya menggunakan tangan, seolah tak pernah habis dan tak pernah henti. Bandingkan dengan Israel yang mengimpor senjata, termasuk roket dari negara-negara besar seperti Jerman dan AS, selain juga Israel memproduksi sendiri senjatanya, yang semuanya itu tentu saja, tak ada yang dibuat di rumah, juga tak ada yang dibuat oleh tangan.

Roket-roket Israel merupakan buatan pabrik dan mesin yang mempunyai daya jangkau ribuan kilometer dan daya ledak yang dahsyat. Tapi itu, tak sedikitpun membuat Hamas ataupun orang Palestina yang berada di Jalur Gaza ketakutan. Israel bisa kapan saja meluncurkan senjata mereka, roket, misil dan bom, dan para pejuang Hamas senantiasa bersiap siaga. Para pejuang Hamas hapal betul dengan ayat Al Quran yang berbunyi : "Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggetarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan)." (Qs. al-Anfaal [8]: 60)
Dan beginilah Hamas membuat senjata roket Al Qossam untuk berjuang melawan penjajah bumi Palestina, Israel.

Di sebuah gudang di utara Jalur Gaza, sekelompok anak muda, selalu anak muda, membuat roket-roket Al Qossam. mereka mengerjakannya di malam hari.

Roket-roket diukur sedemikian rupa dalam berbagai ukuran yang berbeda. Yang paling besar "hanya" sanggup mencapai jarak 9 kilometer.

Material peledak: hulu roket diisi dengan TNT.
Pupuk yang digunakan sebagai bahan bakar roket berasal dari Israel. Orang-orang Israel tidak pernah mengerti bagaimana pupuk-pupuk ini bisa sampai di Gaza.
Para kreator ini kemudian mencampur pupuk dengan sirup glukosa. Mereka menggunakan timbangan bumbu dapur untuk mengukur takarannya.
Perlu satu jam setengah untuk menyiapkan bahan bakar roket di atas sebuah kompor gas mini. Roket sedang dites uji ledaknya.
Para Hamas muda ini menggunakan walkie talkie untuk berhubungan dengan rekan-rekannya yang berjaga di luar gudang.

Enam jam dalam satu malam, dibagi dalam dua shift. Tak ada upah lembur. Mereka menggunakan waktu istirahat untuk tahajjud dan hanya ditemani segelas kopi.
Semua bahan dituangkan ke dalam roket, yang kemudian akan mendingin dan mengeras dengan sendirinya. Kontainer ini kemudian akan dipotong dan silinder bahan bakar dimasukan kedalam sel Qossam. Sebuah detonator juga disertakan. Satu malam, anak-anak muda itu sanggup membuat 100 buah roket! Subhanallah.

Perbandingan militer indonesia & malaysia 2009

3 Februari 2009

Pada tahun 2009 ternyata kekuatan tempur indonesia mengalami peningkatan yg lebih signifikan dibanding malaysia, sebut saja beberapa penambahan yg dilakukan kedua negara;....
indonesia;....


- 6 Helikopter serbu MI-17 produck rusia.

- 1 Helikopter tempur M-35 produck rusia.

- 4 Kapal perang canggih stealth produck belanda.

- 3 Sukhoi dengan persenjataan produck rusia.

- 20 Panser APV produck indonesia.

- Overhaul kapal selam cakra oleh korsel.

- 23 radar produck indonesia/US/jepang.

- Senjata serbu SS-2 produck indonesia.

- 2 Kapal LPD produck indonesia/korsel.

- 3 Pangkalan militer.

- 4 Kapal patroli produck indonesia.

- 1 Pesawat patroli N-235 produck indonesia.

- 1 Helikopter angkut super puma produck indonesia

. . Selain itu indonesia juga sukses mengembangkan berbagai persenjataan baru yg mukhtahir seperti torpedo SUT, pesawat intai non awak UAV, horveycraft, bom latih, roket RX 420, dll...
Bahkan saat ini indonesia tengah mengembangkan panser amfibi, panser kanon, kapal perang corvet, kapal perang freegat perusak kawal rudal, dll. . .

Indonesia juga sudah memesan 17 tank amfibi BMP-3, 2 sukhoi, overhaul kapal selam neggala dan tengah menjajaki penambahan 2 kapal selam kelas kilo, 6 heli tempur M-35, 12 heli serbu M-17, hibah 27 tank amfibi korsel, kapal induk helikopter, berbagai rudal, dll....
Namun indonesia juga mengandangkan 8 pesawat patroli NOMAD, 1 tank amfibi tenggelam, 1 heli super puma jatuh, dan 2 kapal perang pensiun.

Sedangkan malaysia hanya menambah kekuatan perangnya berupa ...


- 48 tank PT-91M produck poland.

- 1 pesawat patroli N-235 produck indonesia.

- 1 kapal selam scorpone produck perancis.

........adakah yg mau menambah?!......??>>>


baca n jangan lupa buat ninggalin comment n bila ada kesalahan apa salahnya buat memperbaiki demi perubahan menuju perbaikan..




----------------------

Support Palestine