Hari Ini Israel Sidangkan Syaikh Shalah Atas Khutbah Tahun 2007


Infopalestina : Hari Ahad ini dimulai persidangan Syaikh Raed Salah, ketua "Gerakan Islam” di wilayah Palestina yang diduduki Israel pada 1948, terkait dengan khotbah Jumat yang disampaikan pada 2007 di kamung Wadi Joz, di Al Quds Timur. Sidang ini dilaksanakan setelah polisi Israel menuduh Syaikh Shalah tentang pasal penghasutan yang mengarah pada kekerasan dan rasisme.

Mengomentari kasus ini, Shalah mengatakan, Sabtu (5/12), bahwa ia pergi ke pengadilan, dipaksa karena factor kebijakan penindasan Israel, bukan karena ingin bebas, juga bukan karena takut hukuman."

Dia menambahkan, "Bagi saya pengadilan ini sudah usang. Sebelum keluar hukuman dan setelah dikeluarkan." Dia menegaskan akan tetap melanjutkan komitmennya selalu membela al Quds dan masjid Al-Aqsha.

Pengadilan Israel sebelumnya telah mendakwa dalam kasus lain pada Syaikh Salah dan Dr. Igbarieh telah menghasut dan serangan terhadap polisi Zionis dalam kasus pintu al Mughariba. Vonis hukuman akan dibacakan pada 24 Desember.

Khutbah tersebut disampaikan oleh Syaikh Shalah di hadapan ratusan orang dari Al Quds dan penduduk Palestina yang diduduki Israel pada 1948, setelah dilarang memasuki Masjid Al Aqsha oleh penjajah Israel, beberapa hari-hari setelah penjajah Israel memulai pembongkaran jalan pintu Mugharaba.

Sebelumnya pendeportasian dari Al Quds terjadi terhadap para aktivis "Gerakan Islam" dan warga Palestina 48 yang bersiapa di al Aqsha, sebagaian upaya penjajah Israel menakut-nakuti mereka dan menjauhkan mereka dari sekirat al Haram al Maqdisi guna memuluskan rencana yahudisasinya. (seto)

Jenis Kapal TNI - AL 1


NI-AL Indonesia mempunyai lebih dari 100 kapal perang berbagai kelas dan jenis. Berikut ini nama dan Jenis Kapal Perang RI urut berdasar no lambung kapal adalah:
Baruna Jaya bukan KRI, tetapi KAL (Kapal Angkatan Laut) dan dioperasikan bersama BPPT. Sejak 2001 tidak lagi dioperasikan TNI AL


1.KRI Dewaruci  
2.KRI Arung Samudera  
3.KRI Ahmad Yani (351)
4.KRI Slamet Riyadi (352)
5.KRI Yos Sudarso (353)
6.KRI Oswald Siahaan (354)
7.KRI Abdul Halim Perdanakasuma (355)
8.KRI Karel Satsuit Tubun (356)
9.KRI Fatahillah (361)
10.KRI Malahayati (362)
11.KRI Nala (363)
12.KRI Ki Hajar Dewantara (364)
13.KRI Diponegoro (365) - (masuk dinas sejak 2 Juli 2007)
14.KRI Hasanuddin (366) - (masuk dinas sejak Januari 2008 )
15.KRI Sultan Iskandar Muda (367) - Tahap produksi
16.KRI Frans Kaisiepo (368 ) - Tahap produksi
17.KRI Kapitan Patimura (371)
18.KRI Untung Suropati (872)
19.KRI Nuku (873)
20.KRI Lambung Mangkurat (874) (Bekas Jerman Timur kelas Parchim)
21.KRI Cut Nyak Dien (375) (Bekas Jerman Timur kelas Parchim)
22.KRI Sultan Thaha Syaifuddin (376) (Bekas Jerman Timur kelas Parchim)
23.KRI Sutanto (877)
24.KRI Sutedi Senoputra (878 )
25.KRI Wiratno (879)
26.KRI Memet Sastrawiria (380)
27.KRI Tjiptadi (881)
28.KRI Hasan Basri (882)
30.KRI Imam Bonjol (383) (Bekas Jerman Timur kelas Parchim)
31.KRI Pati Unus (384)
32.KRI Teuku Umar (385)
33.KRI Silas Papare (386)
34.KRI Cakra (401)
35.KRI Nanggala (402)
36.KRI Teluk Langsa (501)
37.KRI Teluk Bayur (502)
38.KRI Teluk Amboina (503)
39.KRI Amboina (503)
40.KRI Teluk Kau (504)
41.KRI Teluk Tomini (508 )
42.KRI Teluk Ratai (509)
43.KRI Teluk Saleh (510)
44.KRI Teluk Bone (511)
45.KRI Teluk Semangka (512)
46.KRI Teluk Penyu (513)
47.KRI Teluk Mandar (514)
48.KRI Teluk Sampit (515)
49.KRI Teluk Banten (516)
50.KRI Teluk Ende (517)
51.KRI Teluk Gilimanuk (531) (Bekas Jerman Timur kelas Frosch)
52.KRI Teluk Celukan Bawang (532) (Bekas Jerman Timur kelas Frosch)
53.KRI Teluk Cendrawasih (533)
54.KRI Teluk Berau (534)
55.KRI Teluk Peleng (535)
56.KRI Teluk Sibolga (536)
57.KRI Teluk Manado (537)
58.KRI Teluk Hading (538 ) (Bekas Jerman Timur kelas Frosch)
59.KRI Teluk Parigi (539)
60.KRI Teluk Lampung (540)
61.KRI Teluk Jakarta (541) (Bekas Jerman Timur kelas Frosch)
62.KRI Teluk Sangkulirang (542) (Bekas Jerman Timur kelas Frosch)
63.KRI Teluk Cirebon (543)
64.KRI Teluk Sabang (544)
65.KRI Multatuli (561)
66.KRI Nusa Utara (584)
67.KRI Makassar (590)
68.KRI Surabaya (591)
69.KRI Mandau (621)
70.KRI Rencong (622)
71.KRI Badik (623)
72.KRI Keris (624)
73.KRI Singa (651)
74.KRI Ajak (653)
75.KRI Pulau Rengat (711)
76.KRI Pulau Rupat (712)
77.KRI Pulau Rote (721)
78.KRI Pulau Raas (722)
79.KRI Pulau Romang (723)
80.KRI Pulau Rimau (724) (Bekas Jerman Timur kelas Kondor)
81.KRI Pulau Rondo (725)
82.KRI Pulau Rusa (726) (Bekas Jerman Timur kelas Kondor)
83.KRI Pulau Rangsang (727) (Bekas Jerman Timur kelas Kondor)
84.KRI Pulau Raibu (728 ) (Bekas Jerman Timur kelas Kondor)
85.KRI Pulau Rempang (729)
86.KRI Pandrong (801) (Buatan PT. PAL)
87.KRI Sura (802)
88.KRI Todak (803) (Buatan PT. PAL)
89.KRI Hiu (804) (Buatan PT. PAL)
90.KRI Layang (805) (Buatan PT. PAL)
91.KRI Lemadang (806) (Buatan PT. PAL. Diluncurkan pada 19 April 2002)
92.KRI Boa (807) (Buatan Fasharkan TNI AL Mentigi 2003)
93.KRI Welang (808 ) (Buatan Fasharkan TNI AL Mentigi 2003)
94.KRI Suluh Pari (809) (Buatan Fasharkan TNI AL Mentigi 2004)
95.KRI Katon (810) (Buatan Fasharkan TNI AL Mentigi 2004)
96.KRI Kakap (811)
97.KRI Kerapu (812)
98.KRI Tongkol (813)
99.KRI Barakuda (814)
100.KRI Sanca (815)
101.KRI Warakas (816)
102.KRI Panana (817)
103.KRI Kalakas (818 )
104.KRI Tedung Naga (819)
105.KRI Viper (820) (masuk dinas sejak 19 Oktober 2006)
106.KRI Piton (821) (Buatan Fasharkan TNI AL Mentigi 2005, masuk dinas sejak 19 .Oktober 2006)
107.KRI Weling (822) (Buatan Fasharkan TNI AL Mentigi 2005, masuk dinas sejak 19 Oktober 2006)
108.KRI Matacora (823) (Buatan Fasharkan TNI AL Mentigi 2006, Masuk dinas sejak Januari 2008 )
109.KRI Tedung Selar (824) (masuk dinas sejak januari 2008 )
110.KRI Sibaru (847) (dibeli dari Australia 16 November 1973. Bernama asli HMAS Bandolier - P 95)
111.KRI Siliman (848 ) (dibeli dari Australia 21 Mei 1974. Bernama asli HMAS Archer - P 86)
112.KRI Sigalu (857) (dibeli dari Australia 22 April 1983. Bernama asli HMAS Barricade - P 98 )
113.KRI Silea (858 ) (dibeli dari Australia 6 Mei 1983. Bernama asli HMAS Acute - P 81)
114.KRI Siribua (859) (dibeli dari Australia 12 September 1983. Bernama asli HMAS Bombard - P 99)
115.KRI Waigeo (861)
116.KRI Siada (862) (dibeli dari Australia 22 Februari 1985. Bernama asli HMAS Barbette - P 97)
117.KRI Sikuda (863) (dibeli dari Australia 21 Februari 1985. Bernama asli HMAS Attack - P 90)
118.KRI Sigurot (864) (dibeli dari Australia 18 Oktober 1985. Bernama asli HMAS Assail - P 89)
119.KRI Kobra (867)
120.KRI Patola (869)
121.KRI Taliwangsa (870)
122.KRI Sutanto (877)
123.KRI Balikpapan (901)
124.KRI Sambu (902)
125.KRI Arun (903)
126.KRI Sungai Gerong (906)
127.KRI Sorong (911)
128.KRI Soputan (923)
129.KRI Leuser (924)
130.KRI Dewa Kembar (932)
131.KRI Teluk Mentawai (959)
132.KRI Karimata (960)
133.KRI Tanjung Kambani (971)
134.KRI Tanjung Dalpele (972)
135.KRI Tanjung Nusanive (973) (bekas KM Kambuna)
136.KRI Tanjung Fatagar (974) (bekas KM Rinjani)
137.KRI Karang Pilang (981) (bekas KFC (Kapal Feri Cepat) Ambulu dari PT.ASDP Indonesia Ferri (Persero) tanggal 15 September 2005)
138.KRI Karang Tekok (982) (bekas KFC Mahakam; 7 April 2006)
139.KRI Karang Banteng (983) (bekas KFC Serayu; 7 April 2006)
140.KRI Karang Galang (984) (bekas KFC Cisadane; 7 April 2006)
141.KRI Karang Unarang (985) (bekas KFC Barito; 7 April 2006)



Kapal-kapal Lama

12 kapal selam


RI Candrasa (kapal selam)
RI Pasopati (410) (kapal selam)
RI Cundamanik (kapal selam)
RI Bramastra (kapal selam)
RI Wijayadanu (kapal selam)
RI Trisula (kapal selam)
RI Hendrajala (kapal selam)
RI Nagabanda (kapal selam)
RI Nagarangsang (kapal selam)
RI Alugoro (kapal selam)
RI Thamrin (tender kapal selam)
RI Ratulangi (tender kapal selam)



Dan 27 kapal perang lainnya


RI Binjawak (torpedo catcher boat)
RI Buaja (torpedo catcher boat)
RI Irian (penjelajah)
RI Hang Tuah
KRI Marta Kristina Tiyahahu
KRI Wilhelmus Zacharias Yohannes
KRI Hasanuddin
KRI Samadikun
KRI Martadinata
KRI Mongisidi
KRI Ngurah Rai
KRI Jayawijaya
KRI Rakata
RI Matjan Tutul
RI Harimau
RI Pulau Rinjani
RI Angin Prahar (671)
RI Sarpawisesa
KRI Sarwajala
KRI Jalanidhi
RI Rakata
RI Pulau Rani
RI Pakan Baru
RI Karimata
RI Kaki Ali
KRI Beruang
KRI Burudjulasad


Istilah Didalam TNI-AL untuk fungsi KRI


ASG - Kapal Angkut Serba Guna
AT - Kapal Angkut Tank
BA - Kapal Repair
BAP - Kapal Angkut Personel
BCM - Kapal Tanker
BHO - Kapal Hidro Oseanografi
BR - Kapal Buru Ranjau
BTD - Kapal Tunda Samudera
BU - Kapal Bantuan Umum
KCR - Kapal Cepat Rudal
KCT - Kapal Cepat Torpedo
LAT - Kapal Latih
MA - Kapal Markas
PC - Kapal Patroli Cepat
PK - Kapal Perusak Kawal
PKR - Kapal Perusak Kawal Rudal
PR - Kapal Penyapu Ranjau
SS - Kapal Selam

update : desember 2008

Dispen TNI-AL
Wikipedia

Mengukur Profesionalisme Prajurit Yonkav 7/Sersus Melalui Latihan Menembak Senjata Ranpur



MENGUKUR PROFESIONALISME PRAJURIT YONKAV 7/SERSUS
MELALUI LATIHAN MENEMBAK SENJATA RANPUR

Danki Serri 71Yonkav-7/sersus

Kapten Kav Agung Wira



Menembak Senjata Ranpur merupakan kemampuan teknis yang harus dimiliki oleh personel Satuan Kavaleri dengan jabatan Tamtama Penembak Senjata Ranpur maupun Komandan Kendaraan yang memimpin Ranpur tersebut. Yonkav 7/Sersus sebagai Satuan Kavaleri yang mengoperasikan Ranpur jenis Commando V150 dan VAB telah merencanakan dan melaksanakan Latihan Menembak Senjata Ranpur sesuai dengan Kalender Latihan Satuan TA. 2009. Latihan menembak senjata Ranpur yang dilaksanakan meliputi menembak senjata Kanon V150 kaliber 90 mm dan senjata SMS M60 Coaxial serta M60 PSU kaliber 7,62 mm. Penembakan dilaksanakan secara statis disesuaikan dengan jarak efektif dari masing-masing senjata dan medan latihan yang tersedia dimana sasaran Kanon V150 ditempatkan pada jarak 1000 meter dan SMS M60 Coaxial serta PSU pada jarak 600 meter. Latihan menembak kali ini melibatkan seluruh personel dengan jabatan organik Danton, Baton, Danran, Danrubu dan Tabaknon serta Tabak SMS yang ada di satuan saat ini.

Sebagaimana layaknya Ranpur yang dioperasikan seluruh Satuan Kavaleri, Ranpur V150 AP dan Intai memiliki beberapa kekhususan dalam pelaksanaan penembakan senjata Ranpur yang terdapat pada Ranpur tersebut. Berbeda dengan Ranpur Tank ataupun APC roda rantai, Ranpur V150 Intai maupun AP memiliki 1 buah kubah senjata (weapon turret) sekaligus memiliki kubah penembakan senjata PSU (penangkis serangan udara) yang terpisah dengan kubah utama. Kubah tersebut dipersenjatai dengan senjata SMS M60 kaliber 7,62 mm yang merupakan additional mounting untuk mengatasi ancaman serangan udara musuh yang dapat pula berfungsi sebagai senjata anti Infanteri. Pengawakan dari semua senjata yang ada di Ranpur V150 ini pun juga berbeda dengan kebanyakan Ranpur yang ada di jajaran Kavaleri TNI AD, dimana Komandan Kendaraan yang biasa dijabat juga oleh Danton, Baton maupun Danru Penyerbu, mengoperasikan senjata yang ada di kubah utama sedangkan Tabak SMS Ranpur justru mengawaki kubah senjata PSU.

Kekhususan ini pulalah yang menentukan pelaksanaan mekanisme penembakan saat Latihan Menembak Senjata Ranpur dimana seluruh Bintara dengan jabatan Baton, Danran dan Danru Penyerbu dilatih menembak senjata M60 Coaxial di dalam kubah sedangkan seluruh Tabak SMS Ranpur dilatih menembakkan senjata PSU Ranpur. Menembakkan senjata Ranpur dari dalam kubah Ranpur V150 Intai maupun AP memiliki seni tersendiri karena disamping mereka harus menembak dengan teleskop mereka juga harus mampu mengatasi kemungkinan terjadinya kemacetan senjata di dalam kubah yang sangat sempit, ditambah lagi harus tetap memimpin Ranpur selama gerakan. Selain itu, senjata Ranpur pada kubah utama pada Ranpur V150 Intai dan AP dapat pula ditembakkan secara manual menggunakan picu maupun secara elektrik menggunakan perangkat tembak listrik. Lain halnya dengan unsur Danran yang menembak dari dalam kubah, Tabak senjata M60 PSU harus menguasai penembakan secara manual untuk mengatasi sasaran di udara yang berupa ancaman helikopter serang musuh dan sasaran di darat berupa regu Infanteri musuh bila bergerak mendekati Ranpur pada jarak tidak efektif dari kubah senjata utamaAsumsi kebanyakan orang bahwa menembak senjata Ranpur lebih mudah dari menembak senjata ringan selama ini ternyata keliru. Hal ini dibuktikan dengan adanya dinamika selama penembakan senjata Ranpur antara lain terjadinya kemacetan senjata, menembak saat Ranpur bergerak, penggunaan teleskop bidik dan mengganti laras senjata setiap interval penembakan serta hentakan senjata maupun suara tembakan yang sangat memekakkan telinga. Kemacetan senjata yang mungkin terjadi harus diatasi secepat mungkin oleh penembak sehingga menuntut adanya pemahaman yang komprehensif terhadap mekanisme tembakan senjata (firing mechanism) dan ketrampilan mahir mulai dari saat menekan picu, menembak sasaran sampai dengan mengatasi kemacetan yang dapat terjadi setiap saat. Selain itu, penembakan senjata yang dilakukan harus memenuhi kaidah burst on target dimana penembak senjata Ranpur harus mengetahui dengan pasti perkenaan tembakan dan mamapu mengalihkan perkenaan langsung ke sasaran seakurat dan secepat mungkin.Berbeda dengan menembak senjata M60 Coaxial dan PSU, menembak Kanon V150 memiliki keunikan tersendiri yang harus dikuasai. Seorang penembak Kanon yang duduk berdampingan dengan Danran yang biasa dijabat Danton atau Baton pada Ranpur V150 Kanon, harus mampu bekerja sama secara efektif agar dapat menembak dengan baik. Pada saat akan menembak sasaran, Danran harus memberikan aba-aba penembakkan yang berisi informasi tentang jenis sasaran, kedudukan sasaran dan jenis munisi yang akan digunakan untuk kemudian diolah oleh penembak Kanon yang mengendalikan teleskop bidik Kanon. Pada teleskop bidik Kanon sendiri, terdapat beberapa instrumen yang harus dikuasai penembak Kanon sendiri yang berisi informasi tentang jenis munisi yang digunakan berikut skala jarak perkenaan bidikan Kanon yang berbeda untuk tiap jenis munisi yang akan ditembakkan. Setelah penembak melaporkan bahwa sasaran terbidik dengan tepat, Danran memerintahkan penembak Kanon untuk menembak sasaran sekaligus melihat perkenaannya dan selanjutnya melaporkan kepada Danran. Hal yang cukup unik pada Kanon V150 dimana penembak Kanon menembakkan senjata secara manual tidak dengan menekan picu atau tombol, melainkan dengan "menendang" pedal penembakan Kanon dengan kaki kirinya.Mencapai kualifikasi mahir dalam kemampuan teknis menembak senjata Ranpur merupakan primary goal dalam setiap latihan yang dilaksanakan setiap tahun anggaran.

Dihadapkan dengan keterbatasan dukungan munisi latihan yang ada, pihak penyelenggara latihan tidak kalah akal yaitu dengan memperbanyak drill kering pelayanan senjata dan melatih penggunaan teropong bidik pada kubah penembakan senjata Ranpur. Pada kenyataannya, meskipun latihan pendahuluan telah dilaksanakan dengan sangat intensif, namun faktor psikologis yang mempengaruhi pribadi pelaku latihan dihadapkan dengan realisme penggunaan munisi tajam dan dinamika yang terjadi selama penembakan merupakan faktor penentu tersendiri dalam menilai keberhasilan latihan.

Penilaian keberhasilan latihan menembak senjata Ranpur tidak semata-mata berdasarkan hasil perkenaan sasaran melainkan juga berdasarkan kemampuan dalam membidik sasaran dan melayani senjata serta mengatasi gangguan selama penembakan. Selain itu, kondisi kelayakan materiil yang sudah sangat tua dan tidak adanya suku cadang maupun upaya peremajaan materiil menjadi kendala teknis tersendiri yang sangat menghambat kelancaran jalannya latihan. Guna menjawab kemungkinan kendala yang akan terjadi, maka latihan yang intensif secara terbimbing dan drill kering yang terarah dapat mengeliminasi kendala yang nantinya akan ditemui selama pelaksanaan latihan. Improvisasi Perwira sebagai penyelenggara dan koordinator latihan juga sangat signifikan dalam menentukan keberhasilan pelaksanaan latihan di lapangan dihadapkan dengan terjadinya kendala teknis pada senjata Ranpur yang ditemui saat latihan. Disamping itu, tentunya berkat partisipasi aktif dan keseriusan pelaku serta matangnya perencanaan yang telah disiapkan penyelenggara, latihan menembak senjata Ranpur Yonkav 7/Sersus dapat berjalan dengan tertib dan aman, sedangkan kendala teknis yang terjadi di lapangan masih dapat diatasi secara terkoordinasi dengan semua pihak yang terkait.

kodam-jaya.mil.id

KSAL Pimpin Upacara Hari Armada




Personel Komando Pasukan Katak TNI AL, dengan topeng tengkorak, melakukan devile pada upacara peringatan Hari Armada RI ke-64, di Dermaga Ujung Koarmatim Surabaya, Sabtu (5/12). Upacara ini dipimpin oleh KSAL, Laksamana Madya TNI Agus Suhartono.Hari lahirnya Armada RI ditetapkan pada 5 Desember 1945. Disebut Hari Armada karena telah memenuhi semua unsur kekuatan, yaitu kapal atas air, kapal bawah air, pesawat udara, pasukan pendarat dan pangkalan. (Foto: ANTARA/Bhakti Pundhowo/EI/Koz/hp/09)

5 Desember 2009, Surabaya -- Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Madya TNI Agus Suhartono memimpin upacara peringatan Hari Armada ke-64 yang berlangsung di Dermaga Komanda Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) Ujung, Surabaya, Sabtu.

Kegiatan ini dihadiri sejumlah mantan KSAL, pejabat teras Mabes TNI AL, Panglima Komando Utama TNI AL, dan pejabat Muspida Jawa Timur.

Kepala Dinas Penerangan Koarmatim Letkol Laut Tony Syaiful yang ditemui di sela-sela persiapan upacara, menuturkan, sebanyak 2.370 prajurit dan lima kapal perang dilibatkan dalam upacara ini.

Kelima kapal perang tersebut adalah KRI Rencong, KRI Sultan Iskandar Muda, KRI Teluk Mandar, KRI Diponegoro, dan KRI Keris.

"Setelah upacara akan dilaksanakan parade dan defile pasukan serta kendaraan tempur TNI AL," paparnya.



Sebelum itu, sebanyak 300 personel gabungan TNI AL dari perwira, bintara, tamtama, dan Korps Wanita TNI AL (Kowal) akan memainkan tarian militer (military dance).

Peringatan Hari Armada juga dimeriahkan dengan malam hiburan prajurit yang menghadirkan grup musik Roy Boomerang Independent di Dermaga Koarmatim, pada Sabtu malam.

Sementara pada Minggu (6/12), digelar kegiatan "Naval Base Open Day" yang terdiri dari kegiatan Armada Fun Bike, panggung hiburan, bazar, dan kunjungan ke kapal perang.

Peringati Hari Armada RI ke 50 Armabar




Komando Armada Republik Indonesia (RI) Kawasan Barat melaksanakan upacara peringatan Hari Armada RI ke- 50 di lapangan Arafuru Markas Komando Armabar, Jalan Gunung Sahari Raya No. 67, Jakarta, Sabtu (5/12).

Bertindak selaku Inspektur Upacara Kepala Staf Koarmabar (Kasarmabar) Laksamana Pertama TNI Bambang Suwarto dengan membacakan amanat Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana Madya TNI Agus Suhartono, SE.

Dalam amanatnya Kasal mengatakan, Hari Armada RI hakikatnya adalah hari TNI Angkatan Laut, sehingga upacara kali ini masih dipahami sebagai peringatan hari Armada RI ke-64.

Namun dengan mempertimbangkan aspek historis dan aspek yuridis serta beberapa masukan dari para sesepuh yang kemudian dipertegas dengan Peraturan Kasal Nomor: Perkasal/77/X/2009 tanggal 26 Oktober 2009, maka setiap tanggal 5 Desember diperingati sebagai hari Armada RI, sedangkan hari lahirnya TNI Angkatan Laut diperingati setiap tanggal 10 September.

Atas dasar Peraturan Kasal, maka upacara Hari Armada RI tahun 2009 merupakan Hari Ulang Tahun Emas Armada RI, sekaligus dicanangkan sebagai tonggak perubahan yang menjadi momen penting kembalinya hari Armada RI.

”Untuk itu, melalui upacara ini, TNI Angkatan Laut ingin mengembalikan memori terhadap sejarah perjalanan Armada RI dan ingin menumbuhkembangkan serta memperkuat jiwa korsa, kebanggaan, kecintaan dan kehormatan bagi prajurit TNI Angkatan Laut yang bertugas di jajaran Armada dalam meningkatkan semangat juang serta pengabdian kepada bangsa dan negara,” jelas Kasal.

Ke depan, kata Kasal, pembinaan kemampuan harus diarahkan pada tingkat kemampuan intelejen, pertahanan laut, keamanan laut dan pemberdayaan wilayah serta dukungan melalui upaya peningkatan preofesionalisme prajurit, memperbaiki manajemen logistik dan mekanisme pemeliharaan alutsista serta melengkapi sarana maupun prasarana pangkalan.

Upacara tersebut dihadiri segenap pajabat Teras Armabar, Lantamal III Jakarta dan seluruh personel baik militer maupun pegawai negeri sipil di jajaran Armabar.

ANTARA JATIM/POS KOTA

279 Prajurit Yonif 600/Raider Pulang dari Misi Perdamaian di Libanon


6 Desember 2009, Balikpapan -- Suasana haru dan gembira menyelimuti wajah 279 prajurit Yonif 600/Raider yang tergabung dalam Kontingen Satuan Tugas (Satgas) Batalyon Mekanis TNI Konga XXIII/C/Unifil Lebanon ketika para prajurit Raider tersebut menuruni anak tangga KRI Kambani dengan nomor lambung kapal 971 di pelabuhan Semayang Balikpapan yang mengangkut para prajurit sekembalinya dari menjalankan tugas misi perdamaian di Libanon. Penyambutan 279 prajurit 600/R sendiri berlangsung Halaman Makodam VI/Tpr Balikapan Sabtu (5/12) dengan Inspektur upacara Kasdam VI/Tpr Brigjen TNI Tan Aspan dalam sebuah tradisi militer .

Upacara penyambutan kepulangan 279 prajurit dari misi perdamaian di Libanon tersebut juga di hadiri Irdam VI/Tpr, para asisten, Kabalak, serta sejumlah prajurit dan PNS, Ibu-ibu Persit KCK serta sanak keluarga dari 279 prajurit tersebut. Usai pelaksanaan upacara Kasdam VI/Tpr Brigjen TNI Tan Aspan denagn diikuti para assiten dan Kabalak memberikan ucapan selamat datang kepada Dansatgas serta seluruh perwira Yonif 600/Raider yang tergabung dalam dalam Kontingen Satuan Tugas (Satgas) Batalyon Mekanis TNI Konga XXIII/C/Unifil Lebanon.

279 prajurit tersebut sudah 13 bulan melaksanakan misi perdamaian di Libanon atas permintaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke pemerintah Indonesia yang ditindaklanjuti dengan pengiriman 1136 prajurit TNI dan 279 diantaranya dari Yonif 600/R asal Kodam VI/Tpr. Keberangkatan 279 prajurit Yonif 600/Raider ke Libanon dipimpin oleh Letkol Inf Haryono yang saat ini menjabat Pabandya Ops Staf Operasi Kodam VI/Tpr.

Sementara itu dalam Sambutan tertulisnya Pangdam VI/Tpr Mayjen TNI Tono Suratman yang dibacakan oleh Kasdam VI/Tpr mengatakan, setelah melaksanakan tugas selama kurang lebih satu tahun, para prajurit yang sekarang dengan gagah berdiri tegap di depan kita, telah melaksanakan tugas kehormatan yang diberikan oleh negara untuk turut serta melaksanakan misi perdamaian di Negara Lebanon di bawah naungan PBB, yang sarat dengan tantangan serta kompleksnya permasalahan di daerah penugasan.

Dari laporan periodik yang diterima oleh Komando dan hasil evaluasi pelaksanaan tugas Satgas 600/Raider, kalian telah ber-upaya secara optimal dan dapat menjaga martabat dan harga diri bangsa, sehingga kita sebagai prajurit yang berjiwa Sapta Marga benar-benar diakui dan disegani oleh prajurit dari negara lain.

Dari beberapa keberhasilan tersebut, secara umum saya menilai bahwa selama penugasan, kalian telah benar-benar me-laksanakan tugas dengan penuh dedikasi dan motivasi yang tinggi serta dilandasi semangat, kesungguhan serta sikap disiplin yang tinggi, yang merupakan sendi kehidup-an bagi setiap prajurit TNI dimanapun berada dan bertugas.

Dengan keberhasilan tersebut, kepada prajurit Satgas 600/Raider, saya ucapkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas pelaksanaan tugas serta dharma bhakti yang kalian berikan selama ini. Selain keberhasilan-keberhasilan di atas, apabila terdapat kekurangan dan pelanggaran yang dilakukan oleh oknum Prajurit Satgas 600/Raider hendaknya dijadikan sebagai pelajaran berharga untuk perbaikan ke depan nantinya.

Pangdam juga berpesan kepada Dansatgas 600/Raider agar segera melakukan konsolidasi, senantiasa meningkatkan profesionalisme baik perorangan maupun Satuan dengan terus mengembangkan budaya belajar dan berlatih kepada seluruh prajurit di Satuan masing-masing. Kepada seluruh anggota Satgas, kalian akan mendapatkan cuti operasi yang diatur sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pendam VI/Tanjungpura

----------------------

Support Palestine