Sayap Militer Perlawanan Diminta Prioritaskan Penculikan Serdadu Israel


Gaza – Infopalestina : Kementerian Urusan Tahanan Palestina menyerukan semua sayap militer kelompok perlawanan Palestina untuk menjadikan penculikan tentara Israel sebagai prioritas untuk membebaskan para tahanan Palestina dari penjara Israel. Karena Zionis Israel hanya mengerti bahasa kekerasan dan tidak akan mengembalikan tahanan Palestina kecuali dengan jalan tersebut.

Direktur Informasi Departemen Tahanan Palestina, Riad Ashkar, Rabu (28/10), dalam pernyataannya memuji sikap Brigade al Qassam yang dalam sebuah laporannya memaparkan operasi militer terpenting yang dilaksanakan oleh brigade untuk menyandera serdadu Israel, serta berjanji untuk bekerja terus-menerus dan berulang-ulang mencoba untuk menyendera serdadu Israel untuk dilakukan pertukaran dengan tahanan Palestina.

Dia mengatakan, "Pernyataan-pernyataan itu mencerminkan tingkat komitmen dari pimpinan al Qassam pada masalah nasional kita yang penting, khususnya masalah tahanan di penjara-penjara Israel, yang memerlukan semua usaha dan dedikasi dari kita sampai pembebasan tahanan terakhir dan pembersihan penjara-penjara Israel."

Ashkar menambahkan, sikap seperti ini memiliki dampak positif yang signifikan di dalam jiwa para tahanan di penjara-penjara Israel, demikian juga pada keluarga mereka. Karena memberi tahanan harapan dan kepercayaan baru pada faksi-faksi perlawanan bahwa mereka tetap pada janjinya, tidak akan meninggalkan dan membiarkan mereka dalam menghadapi penjajah sendirian, bahwa mereka mencurahkan usaha maksimal untuk mengembalikan para tahanan dengan selamat ke keluarga dan tanah air mereka.

Ashkar mengatakan, "Tugas kita untuk para tahanan – di mana mereka telah mengorbankan usia mereka demi kita semua – adalah berusaha dengan segala cara untuk memastikan pembebasan mereka dari belenggu penjajah. Barang diapa yang tidak dapat bekerja untuk merealisasikan tujuan ini maka janganlah kikir untuk memberi mereka yang paling minimal berupa doa untuk kebebasan mereka, mengunjungi keluarga mereka untuk meringankan penderitaannya, memelihara amanah yang mereka tinggalkan, yaitu putra putrid mereka, serta berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan yang mendukung perjuangan mereka dan menitikberatkan pada mereka. Semua kita dapat melakukan kewajiban untuk mereka para tahanan, tak seorang pun memiliki alasan untuk tidak menunaikan tugas nasional ini."

Dia menegaskan, "Musuh kita hanya mengerti bahasa kekerasan. Para tahanan tidak akan kembali kecuali dengan jalan tersebut. Buktinya, Israel terpaksa harus membebaskan 20 tahanan wanita Palestina dalam pertukaran dengan rekanan berdurasi dua menit yang menunjukkan serdadu Shalit." Menurutnya penjajah Israel pada akhirnya akan tunduk pada persyaratan perlawanan Palestina dan akan merespon ketentutan yang ditetapkan perlawanan untuk menyelesaikan kesepakatan pertukaran. Namun hal itu membutuhkan lebih banyak konsistensi dan keteguhan pada sikap, dan tidak mundur betapapun lamanya waktu.

0 komentar:

Poskan Komentar

Silahkan komentar pajak ditanggung pemilik blog ^-^

----------------------

Support Palestine

ShoutMix chat widget

..